Tag Archives: wirausaha

Hati-hati Berbisnis Lewat Internet

Banyaknya kasus penipuan dengan iming-iming mudah menghasilkan uang, cepat kaya, atau bisnis internet yang menghasilkan uang melimpah sering kali terjadi akhir-akhir ini. Selain itu ada juga orang yang menjual barang atau menjual jasa di internet hanya sekedar menipu konsumen, setelah konsumen mentransfer sejumlah uang tapi barang tak kunjung datang. Maka dari itu, hati-hatilah berbisnis di internet. Karena dunia maya ini sama halnya dengan dunia nyata, penghuninya terdiri dari orang baik dan orang jahat, penghuni dunia maya mulai dari orang miskin sampai dari orang kaya, anak jalanan sampai anak rumahan, bahkan mulai dari penipu sampai penjahat besar ada di dunia maya ini.

Tips agar tidak tertipu ketika berbisnis lewat internet:

1. Tidak mentransfer uang untuk membeli sebuah produk jika barangnya belum Anda terima.

2. Tidak mudah percaya kepada orang yang menawarkan kemudahan cepat kaya atau cepat menghasilkan uang dengan cara instan.

3. Teliti dalam membeli barang via internet, beli lah barang dari perusahaan ternama dan terbukti jelas keberadaan perusahaan itu.

4. Jangan mudah percaya untuk bekerja sama dalam membangun sebuah usaha atau bisnis dengan orang yang baru Anda kenal di dunia maya ini.

5. Cerdas dalam menggunakan internet untuk bisnis, cari insformasi sebanyak mungkin sebelum memutuskan membeli produk atau berbisnis via internet. Caranya mengunjungi forum-forum komunitas internet yang terkenal atau mengunjungi situs-situs berita sehingga Anda dapat memiliki referensi terpercaya.

Waspadalah…… Waspadalah……. karena kejahatan terjadi bukan karena niat tapi ada kesempatan untuk melakukannya. Laporkan jika Anda mengetahui ada penipu atau penjahat di dunia maya ini ke kantor polisi terdekat, atau Anda beritahukan kepada kami lewat komentar di bawah, sehingga akan banyak orang yang tertolong oleh Anda.

Iklan

2 Komentar

Filed under reality

Berjalan di Pagi yang Cerah

Angin membelai rambutnya yang terurai dan hitam berkilau indah. Setiap langkahnya menggetarkan debu hingga hati yang memandangnya. Kicauan burung seakan-akan menyertai langkahnya di pagi yang cerah ini. Lagi-lagi angin membelai rambutnya yang cerah nan indah. “Oh Tuhan, tolong Aku memilikinya” gumam ku sambil melangkah di belakangnya. Bel berbunyi lantang diikuti Pak Darto menutup gerbang sekolah sangat cekatan, saking cepetnya sampai-sampai tak menghiraukan siswa-siswi lainnya yang berlari panik kearahnya untuk melewati gerbang sekolah ini yang tampak disibukan dengan siswa-siswi memasuki kelas mereka masing-masing. Kulihat pula dia memasuki kelasnya, sempat-sempatnya kumencuri pandang padanya. Senyumnya yang indah, kulitnya yang putih serasi dengan seragam putih yang dikenakannya. Dia raib dari pandangan setelah melewati pintu kelas itu, kelas 3-F.

Beginilah pemandangan dan suasana setiap pagi yang ku rasakan, sampai-sampai kuhadapi bagaimana rasanya terlambat dan dibentak Pak Darto, hingga dihukum kepala sekolah memunguti sampah di lapangan sekolah ini. Aku sering kali terlambat, banyak alasannya; mulai dari telat bangun, ketinggalan perahu, kehujanan, menunggu teman yang telat bangun, menunggu uang jajan, dan banyak lagi alasan-alasan kenapa Aku terlambat sekolah, dari sekian banyak alasan itu tak ada satupun yang dapat diterima, karena alasan hanyalah sebuah alasan. Namun, Aku akan mengutarakan berbagai alasan ketika ditanyakan kepala sekolah “Kenapa terlambat?”

“Dasar penjaga ‘Gerbang Kesuksesan’ sialan” umpat seorang siswa yang kesal karena datang terlambat dan baru dapat melewati gerbang sekolah setelah cekcok mulut dengan Pak Darto. Maklum Pak Satpam itu mantan preman yang belum lama menjadi satpam di sekolah ini. Dengar-dengar, Pak Darto pernah dipenjara karena ketangkap basah memukuli tetangganya hanya karena dia ditegur oleh si tetangga agar tidak berjudi di depan lapangan depan rumah tetangganya. “Sekolah kriminal” gumam ku dalam hati. tetapi tiba-tiba Aku ngeri dan menyesal berpikir kalo sekolah ini kriminal. Aku heran kenapa berpikir sejahat itu, setan apa yang menghembuskan negativitas kedalam pikiranku ini jangan-jangan memang ini sekolah kriminal, tuch kan berpikir negatif lagi. Kehidupan adalah hasil dari pikiran. Pikiran negatif menghasilkan kehidupan negatif, pikiran positif menjadikan kehidupan positif, mungkin itu yang dimaksud Sidharta Gautama (Sang Budha).

Ovenk” teriak anak di belakang ku. Sekejap saja dia merangkul pundak ku dan menyeringai sambil menarik nafas tersendat-sendat. Kesiangan juga dia.

Ronk, tumben lu telat, kenapa?” tanyaku singkat sambil tersenyum. Bironk, dia seorang teman yang bisa diandalkan, dapat diandalkan dalam hal mentraktir. Anak juragan ayam ini bisa dibilang salah satu anak tajir di kelas kami, kelas 3-A.

“Ga da angkot, Venk” jawabnya singkat pula.

Kami memasuki kelas, tak lama kemudian guru Matematika memasuki kelas kami. Pak ‘Boby’, begitulah sebutan sebagian besar murid di sekolah ini kepada guru Matematika ini yang mempunya nama lengkap Falah Hidayatullah. “Kasihan Pak Falah” pikir ku, coba bayangkan bagaimana perasaanya sekiranya dia tahu kalau sebagian besar anak-anak di kelas ini bahkan di sekolah ini menghinanya, ‘Boby’ kependekan dari Botak Biadab. Sadis, penghinaan yang sadis dari murid terhadap seorang guru yang bersusah payah mencerdaskan mereka.

“Selamat Pagi anak-anak!” ucap Pak Falah

“Pagi Pak” sahut seisi kelas, singkat dan semangat. kurasakan semangat mengalir di darah ku, dan tampak seisi kelas pun semangat menyongsong pagi ini dengan belajar Matematika.

Seperti biasa setelah ucapkan salam, Pak Falah langsung memberikan pengantar mengajar dengan mengutip ayat-ayat al-Quran. Begitulah kebiasaannya mengajar. Sempat dulu Aku bertanya, kenapa beliau selalu membacakan 1 atau 2 ayat dari Al-Quran sebelum mengajar. Sederhana jawabanya, “Al-Quran sumber ilmu, dan pelajaran bagi orang-orang yang berpikir”

1 Komentar

Filed under Kehidupan Yang Sukses

Kisah Sukses


Di suatu hari di awal musim semi, seekor siput memulai perjalanannya memanjat sebuah pohon ceri. Beberapa ekor burung di sekitar pohon itu melihat sang siput dengan pandangan aneh.
“Hei, siput tolol,” salah seekor dari mereka mencibir, “Pikirmu kemana kamu akan pergi?”. “Mengapa kamu memanjat pohon itu?” berkata yang lain, “Di atas sana tidak ada buah ceri.”
“Pada saat saya tiba di atas,” kata si siput, “Pohon cerinya akan berbuah.”

2 Komentar

Filed under intermezo

TATA CARA BERKOMENTAR ATAU MEMASANG IKLAN

Bangun dan kuatkan image business Anda di Blog ini, Blog ini setiap jamnya dikunjungi sekitar 150 orang, sehingga setiap harinya sekitar 3600 orang yang berkunjung ke Blog ini, dan selalu bertambah. Tingkatkan penjualan produk & layanan jasa Perusahaan Anda dengan memasang IKLAN di Blog ini.

Syarat Yang Harus Anda Penuhi, jika ingin memasang KOMENTAR atau  IKLAN:

  • Kirim contens IKLAN Anda dengan mengisi Komentar dengan contens IKLAN Anda.
  • KOMENTAR atau IKLAN yang merugikan orang lain, menyangkut syara, porno, dan kekerasan akan kami tolak.
  • Setiap KOMENTAR atau IKLAN menjadi tanggung jawab setiap individu bersangkutan.
  • Mengisi KOMENTAR atau mengungkapkan pendapat dengan bijak, sopan dan mentaati hukum dan peraturan yang berlaku serta norma-norma agama menjadi sebuah keharusan di blog ini.
  • Jika terjadi permasalahan yang menyangkut kerugian diselesaikan dengan Musyawarah, jika musyawarah menemui titik buntu diselesaikan dengan jalur hukum.

Best Regard,

Marketing Manager’s Cepiar Group

5 Komentar

Filed under 'Tata Cara Pasang IKLAN di Blog ini'

Bisnis Pulsa

Bisnis Pulsa saat ini sedang marak-maraknya, berbisnis pulsa tidak membutuhkan modal yang besar namun income-nya besar. Bahkan saya kenal seorang kolega yang memulai bisnis ini hanya dengan mengeluarkan uang celengannya (1-2 juta), bahkan ada yang hanya dengan kepercayaan (tanpa modal), minimal punya HP yang bisa buat sms. Jika tertarik untuk berbisnis pulsa sebaiknya Anda mencoba untuk memulainya dari sekarang. Ada Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk memulai bisnis ini, diantaranya:
1. Survey tempat atau lokasi usaha, (tempat dekat sekolah, kampus, tempat sekitar kos-kos-an, pinggir jalan dan kantor sangat dianjurkan)
2. Target Pasar /siapa pembeli? (Tentukan siapa konsumen kita; mahasiswa, karyawan, siswa, atau orang yang lalu lalang)
3. Pelajari seluk-beluk tentang Bisnis Pulsa. siapkan mental , kegigihan, dan kesabaran.
4. Bangun jaringan, usahakan Anda menjadi orang yang aktif mencari patner bisnis, karena bisnis pulsa ini memberikan keuntungan kepada Anda jika mengajak orang lain untuk mengikuti langkah Anda. Anda akan dapat 2 bonus ketika mengajak orang lain ikut usaha pulsa; 1. Bonus Registrasi/daftar. 2. Bonus Income Pasif, setiap pulsa teman Anda terjual Anda dapat keuntungan juga.
5. Mulai dari sekarang.

Modal yang Anda punya hanya memberikan 30% kesuksesan, sedangkan 70% kesuksesan-nya lagi ketika Anda Kerja keras, kerja cerdas, dan ikhlas.

Selamat Mencoba, Mudah-mudahan Kesuksesan menyertai Anda.

4 Komentar

Filed under Bisnis

Pemilik Pesona Khayangan Depok

Fauzi Saleh, contoh seorang pengusaha sukses sekaligus dermawan. Ini berkat kompak dengan karyawannya. Derai tawa dan langgam bicaranya khas betawi. Itulah gaya H. Fauzi Saleh dalam meladeni tamunya.

Pengusaha perumahan mewah Pesona Depok dan Pesona Khayangan yang hanya lulusan SMP tersebut memang lahir dan dibesarkan di kawasan Tanah Abang, Jakarta. Setamat dari SMP pada tahun 1966, beliau telah merasakan kerasnya kehidupan di ibukota.

Saat itu Fauzi terpaksa bekerja sebagai pencuci mobil di sebuah bengkel dengan gaji Rp 700 per minggu. Bahkan delapan tahun silam, dia masih dikenal sebagai penjaga gudang di sebuah perusahaan. Tapi, kehidupan ibarat roda yang berputar.

Sekarang posisi ayah 6 anak yang berusia 45 tahun ini sedang berada di atas. Pada hari ulang tahunnya itu, pria bertubuh kecil ini memberikan 50 unit mobil kepada 50 dari sekitar 100 karyawan tetapnya. Selain itu para karyawan tetap dan sekitar 2.000 buruh mendapat bonus sebulan gaji. Total Dalam setahun, karyawan dan buruhnya mendapat 22 kali gaji sebagai tambahan, 3 bulan gaji saat Idul Fitri, 2 bulan gaji saat bulan Ramadhan dan Hari Raya Haji, dan 1 bulan gaji saat 17 Agustus, tahun baru dan hari ulang tahun Fauzi. Selain itu, setiap karyawan dan buruh mendapat Rp 5.000 saat selesai shalat Jumat dari masjid miliknya di kompleks perumahan Pesona Depok.

Sikap dermawan ini tampaknya tak lepas dari pandangan Fauzi, yang menilai orang-orang yang bekerja padanya sebagai kekasih. “Karena mereka bekerjalah saya mendapat rezeki.”, katanya.

Manajemen kasih sayang yang diterapkan Fauzi ternyata ampuh untuk memajukan perusahaan. Seluruh karyawan bekerja bahu-membahu.

“Mereka seperti bekerja di perusahaan sendiri.” Katanya.

Prinsip manajemen “Bismillah” itu telah dilakukan ketika mulai berusaha pada tahun 1989 silam, yaitu setelah dia berhenti bekerja sebagai petugas keamanan. Berbekal uang simpanan dari hasil ngobyek sebagai tukang taman, sebesar 30 juta, beliau kemudian membeli tanah 6 x 15 meter sekaligus membangun rumah di jalan jatipadang, jakarta selatan.

Untuk menyiapkan rumah itu secara utuh diperlukan tambahan dana sebesar 10 juta. Meski demikian, Fauzi tidak berputus asa. Setiap malam jumat, Fauzi dan pekerjanya sebanyak 12 orang, selalu melakukan wirid Yasiin, zikir dan memanjatkan doa agar usaha yang sedang mereka rintis bisa berhasil.

Mungkin karena usaha itu dimulai dengan sikap pasrah, rumah itupun siap juga. Nasib baik memihak Fauzi. Rumah yang beliau bangun itu laku Rp 51 juta. Uang hasil penjualan itu selanjutnya digunakan untuk membeli tanah, membangun rumah, dan menjual kembali. Begitu seterusnya, hingga pada 1992 usaha Fauzi membesar. Tahun itu, lewat PT. Pedoman Tata Bangun yang beliau dirikan, Fauzi mulai membangun 470 unit rumah mewah Pesona Depok 1 dan dilanjutkan dengan 360 unit rumah pesona Depok 2.

Selanjutnya dibangun pula Pesona Khayangan yang juga di Depok. Kini telah dibangun Pesona Khayangan 1 sebanyak 500 unit rumah dan pesona khayangan 2 sebanyak 1100 unit rumah. Sedangkan pesona khayangan 3 dan 4 masih dalam tahap pematangan tanah.

Harga rumah group pesona milik Fauzi tersebut antara 200 juta hingga 600 juta per unit. Yang menarik tradisi pengajian setiap malam jumat yang dilakukannya sejak awal, tidak ditinggalkan. Sekali dalam sebulan, dia menggelar pengajian akbar yang disebut dengan pesona dzikir yang dihadiri seluruh buruh, keluarga dan kerabat di komplek pesona khayangan pertengahan september lalu, ada sekitar 4.000 orang yang hadir. Setiap orang yang hadir mendapatkan sarung dan 3 stel gamis untuk shalat. Setelah itu, ketika beranjak pulang, setiap orang tanpa kecuali, diberi nasi kotak dan uang Rp 10.000. tidak mengherankan, suasana berlangsung sangat akrab. Mereka saling bersalaman dan berpelukan. Tidak ada perbedaan antara bawahan dan atasan.

Menurut Fauzi, beliau sendiri tidak pernah membayangkan akan menjadi> seperti ini.

“Ini semua dari Alloh. Saya tidak ada apa2nya.” Kata pria yang sehari-hari berpenampilan sederhana ini. Karena menyadari bahwa semua harta itu pemberian Alloh, Fauzi tidak lupa mengembalikannya dalam bentuk infak dan shadaqoh kepada yang membutuhkan. Tercatat, beberapa masjid telah dia bangun dan sejumlah kaum dhuafa dan janda telah disantuninya. Usaha yang dijalankannya tersebut, menurut Fauzi ibarat menanam padi.

“Dengan bertanam padi, rumput dan ilalang akan tumbuh. Ini berbeda kalaukita bertanam rumput, padi tidak akan tumbuh”. Kata Fauzi.

Artinya, Fauzi tidak menginginkan hasil usaha untuk dirinya sendiri.

“Saya hanya mengambil, sekedarnya, selebihnya digunakan untuk kesejahteraan karyawan dan sosial.” Katanya.

Sekitar 60 % keuntungan digunakan untuk kegiatan sosial, sedangkan selebihnya dipakai sebagai modal usaha. Sejak empat tahun lalu, ada Rp 70 milyar yang digunakan untuk kegiatan sosial.

“Jadi, keuntungan perusahaan ini adalah nol.” Kata Fauzi.

” Jika setiap bangun pagi , kita bisa mensyukuri dengan tulus apa yang telah kita miliki hari ini, niscaya sepanjang hari kita bisa menikmati hidup ini dengan bahagia”

42 Komentar

Filed under Bisnis

William Soerjadjaja Andalkan Resep Saling Memberi

Tanggal 15 Januari merupakan tanggal bersejarah untuk pasangan William Soeryadjaya dan Lily Anwar. Pasangan taipan yang menikah di Bandung tahun 1947 itu merayakan ulang tahun pernikahan yang ke-60. Kepada Pembaruan, mereka membagi nostalgia cinta di masa silam.

William adalah anak kedua dari enam bersaudara. Namun dalam keluarga, dia anak laki-laki tertua. Ketika masih kecil, dia sudah menjadi yatim piatu. Itulah sebabnya Wiliam alias Tjia Kian Liong tumbuh menjadi pria dewasa dan mandiri.

Saat masih sekolah di HCZS, sekolah dasar pada masa penjajahan Belanda, di Kadipaten, William kecil sempat tak naik kelas. Berkat ketekunan, dia dapat melanjutkan pendidikan ke MULO, sekolah tingkat lanjutan pertama, di Cirebon. Namun lagi-lagi, William tinggal kelas. Dari seluruh pelajaran, dia lebih menyukai ekonomi dan tata buku. Kelak, dua pelajaran itulah menunjukkan bakatnya membangun usaha.

Bulan Oktober 1934, ayahnya dipanggil menghadap Yang Kuasa. Awan duka belum hilang ketika ibu tercinta menyusul kepergian almarhum ayahnya pada Desember 1934. Sebagai anak laki-laki tertua, William melanjutkan usaha mendiang ayah berjualan hasil bumi. Bakat berdagang sang ayah rupanya menurun kuat pada William.

Beberapa tahun kemudian, William pindah ke Bandung, Jawa Barat. Di Kota Kembang itulah, pria kelahiran Majalengka, 20 Desember 1922 ini, menemukan jodohnya. Seorang gadis Tionghoa bernama Lily Anwar memikat hatinya. Kelak, gadis itulah yang menjadi pasangan hidupnya hingga kini di usia 85 tahun.

“Kami bertemu di Bandung sekitar tahun 1943. Waktu itu, Lily adalah anggota Chinese Red Cross yang diketuai Om Dollar, ayah mertua dari Rudi Hartono (pebulutangkis, Red),” ia mengenang.

Ketika bertemu Lily seolah langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Berikutnya, mereka kerap bertemu saat kegiatan Chinese Red Cross berlangsung. Setelah menjalin hubungan selama beberapa tahun, mereka memutuskan untuk serius. Pada usia 24 tahun, William menikahi Lily yang ketika itu hanya terpaut usia satu tahun. Sekalipun keamanan sedang tidak kondusif, William nekat menikahi sang kekasih.

“Begitu kami bertemu dan bertatap pandang, kami pun sama-sama jatuh cinta. Cinta pada pandangan pertama. Gadis itu lincah, cantik, dan menarik. Menurut cerita teman, dia banyak yang naksir,” katanya.

Nikah Tanpa Tamu
Tampaknya Lily memang telah mencuri hati William. Di masa muda, Lily memang gadis supel yang pandai bergaul. Terus terang, William terpikat karena Lily cantik dan menarik. Pada 15 Januari 1947, mereka menikah secara sangat sederhana. Bahkan, William tidak melakukan proses lamaran.

“Kami ke kantor catatan sipil naik becak. Kami menikah tanpa dihadiri tamu undangan. Kami pun hanya mengenakan baju biasa saja. Benar-benar sangat sederhana. Tidak ada tukang potret yang hadir, itu sebabnya kami tidak punya potret pernikahan. Setelah selesai nikah, kami pulang ke Jalan Merdeka naik becak lagi,” ia menambahkan.

Dari pernikahan itu, pasangan William dan Lily dikaruniai empat anak yakni Edward (21 Mei 1948), Edwin (17 Juli 1942), Joyce (14 Agustus 1950), dan Judith (14 Februari 1952). Kini, mereka sudah memiliki 10 cucu dan satu cicit. Dalam waktu dekat, salah seorang cucu akan melangsungkan pernikahan.

“Dia pandai mengurus dan mendidik anak-anak. Dia juga berani berkorban untuk membela anak-anak dan suka menolong orang- orang yang kekurangan. Hal seperti itu kerap mengharukan saya,” puji William untuk istrinya.

Belum dua minggu menikah, William pergi ke Belanda dan terpaksa meninggalkan Lily di Bandung. Beruntung kemudian, Lily bisa menyusul. Tahun 1948, ketika Edward lahir, William dan Lily hidup dari berjualan kacang dan rokok paket kiriman dari Bandung. Meskipun tak punya uang banyak, mereka masih dapat menyewa satu kamar di salah satu hotel di Amsterdam.

Suatu ketika, mereka melakukan perjalanan ke Basell, Swiss. Dengan tiket yang dibeli dari hasil berjualan, mereka menumpang kereta api. Dalam perjalanan selama satu minggu itu, William, Lily, dan si mungil Edward, hanya makan roti, bubur, dan susu untuk berhemat. Hingga akhirnya, William memutuskan kembali ke Indonesia pada Februari 1949. Kenangan-kenangan seperti itulah yang makin melekatkan hubungan kasih William dan Lily.

Di atas kapal laut yang membawa mereka pulang, William kembali mengalami kejadian yang cukup menakutkan. Si kecil Edward yang gemar makan cokelat tiba-tiba tersedak. Sampai-sampai tidak bisa bernapas. William sempat panik dan kebingungan, namun Lily tetap tenang dan sigap.

“Edward cepat-cepat dijungkalkan ibunya. Punggungnya ditepuk-tepuk dengan keras. Cokelat itu akhirnya bisa keluar. Namun kejadian mencemaskan itu tidak bisa saya lupakan,” kenang tokoh pendiri perusahaan Astra itu.

Resep Langgeng
William menyebutkan resep kelanggengan rumah tangganya adalah hanya kemauan untuk saling memberi. Itulah sebabnya, kadang mereka sering bepergian bersama. Meskipun tidak terlalu mahir, Lily dulu cukup sering menemani William saat bermain tenis. Namun hubungan mereka bukan selalu harmonis. Bak dalam sinetron, kadang mereka juga bertengkar sebagaimana layaknya suami istri.

“Paling-paling ribut soal anak. Yang nakal, anak yang paling tua.

Tapi biasa saja, kalau tidak ribut itu bukan perkawinan. Kalau dia sedang marah, saya pergi saja daripada berkelahi,” kelakar kakek berusia 85 tahun yang masih gemar makan sate kambing dan durian itu.

Menurut Lily, resep menjaga keharmonisan rumah tangganya selama 60 tahun adalah berupaya saling memahami antara suami dan istri. Sebagai pasangan, mereka harus bekerja sama. Itulah sebabnya, permintaan suami sedapat mungkin ditindaklanjuti. Begitu pula sebaliknya.

“Dasarnya jangan melanggar asas kepercayaan. Suami dan istri haruslah saling mempercayai. Tentu saja, kita juga harus mengikuti ajaran yang telah ditetapkan Tuhan. Walaupun dididik orangtua untuk hidup mandiri dan hidup berdikari, dalam ikatan pernikahan sesuai nilai aturan kehidupan berkeluarga, saya tetap mengacu dan bekerja sama dengan suami,” tutur wanita kelahiran Bandung yang pernah mengelola perusahaan batik orangtuanya di Yogyakarta.

Lily menambahkan suami istri harus saling bertanggung jawab dan bersama -sama merawat anak. Sebagai istri, dia memang lebih banyak membantu mengurusi anak-anak, karena suami sibuk dalam mengurus pekerjaannya. Tetapi Lily sangat berterima kasih kepada Tuhan, karena kerja keras sang suami akhirnya bisa membangun perusahaan seperti Astra dan memberikan lapangan pekerjaan bagi banyak orang.

“Kehidupan merupakan anugerah dari Tuhan dan kami berupaya untuk hidup sesuai dengan ajaran kristiani dalam keluarga, walaupun itu tidak mudah! Kami tetap harus mengucapkan syukur kepada Tuhan pada masa suka dan masa sulit,” ia menambahkan.

Hingga kini, William dan Lily masih senang bepergian. Bahkan Lily cukup sering bepergian sendiri atau dengan teman. Sehari-hari, mereka nyaris tak pernah bisa tinggal diam. William dan Lily kerap mendatangi kantor di bilangan Jalan Sudirman. Tepat 15 Januari ini, mereka akan merayakan pesta pernikahan di sebuah hotel di Jakarta.

“Sebetulnya kami tidak aware bahwa mau dirayakan 60 tahun perkawinan. Sesungguhnya semua ini tidak lain adalah pemberian Tuhan semata. Dari mana lagi, kita mengharapkan sesuatu kalau bukan dari Tuhan? Maka dari itu kita mesti bersyukur,” sambung William. [Pembaruan, 15 Januari 2007/Unggul Wirawan dan Willy Hangguman] ►e-ti

1 Komentar

Filed under intermezo