Tag Archives: wirausaha

Hati-hati Berbisnis Lewat Internet

Banyaknya kasus penipuan dengan iming-iming mudah menghasilkan uang, cepat kaya, atau bisnis internet yang menghasilkan uang melimpah sering kali terjadi akhir-akhir ini. Selain itu ada juga orang yang menjual barang atau menjual jasa di internet hanya sekedar menipu konsumen, setelah konsumen mentransfer sejumlah uang tapi barang tak kunjung datang. Maka dari itu, hati-hatilah berbisnis di internet. Karena dunia maya ini sama halnya dengan dunia nyata, penghuninya terdiri dari orang baik dan orang jahat, penghuni dunia maya mulai dari orang miskin sampai dari orang kaya, anak jalanan sampai anak rumahan, bahkan mulai dari penipu sampai penjahat besar ada di dunia maya ini.

Tips agar tidak tertipu ketika berbisnis lewat internet:

1. Tidak mentransfer uang untuk membeli sebuah produk jika barangnya belum Anda terima.

2. Tidak mudah percaya kepada orang yang menawarkan kemudahan cepat kaya atau cepat menghasilkan uang dengan cara instan.

3. Teliti dalam membeli barang via internet, beli lah barang dari perusahaan ternama dan terbukti jelas keberadaan perusahaan itu.

4. Jangan mudah percaya untuk bekerja sama dalam membangun sebuah usaha atau bisnis dengan orang yang baru Anda kenal di dunia maya ini.

5. Cerdas dalam menggunakan internet untuk bisnis, cari insformasi sebanyak mungkin sebelum memutuskan membeli produk atau berbisnis via internet. Caranya mengunjungi forum-forum komunitas internet yang terkenal atau mengunjungi situs-situs berita sehingga Anda dapat memiliki referensi terpercaya.

Waspadalah…… Waspadalah……. karena kejahatan terjadi bukan karena niat tapi ada kesempatan untuk melakukannya. Laporkan jika Anda mengetahui ada penipu atau penjahat di dunia maya ini ke kantor polisi terdekat, atau Anda beritahukan kepada kami lewat komentar di bawah, sehingga akan banyak orang yang tertolong oleh Anda.

2 Komentar

Filed under reality

Berjalan di Pagi yang Cerah

Angin membelai rambutnya yang terurai dan hitam berkilau indah. Setiap langkahnya menggetarkan debu hingga hati yang memandangnya. Kicauan burung seakan-akan menyertai langkahnya di pagi yang cerah ini. Lagi-lagi angin membelai rambutnya yang cerah nan indah. “Oh Tuhan, tolong Aku memilikinya” gumam ku sambil melangkah di belakangnya. Bel berbunyi lantang diikuti Pak Darto menutup gerbang sekolah sangat cekatan, saking cepetnya sampai-sampai tak menghiraukan siswa-siswi lainnya yang berlari panik kearahnya untuk melewati gerbang sekolah ini yang tampak disibukan dengan siswa-siswi memasuki kelas mereka masing-masing. Kulihat pula dia memasuki kelasnya, sempat-sempatnya kumencuri pandang padanya. Senyumnya yang indah, kulitnya yang putih serasi dengan seragam putih yang dikenakannya. Dia raib dari pandangan setelah melewati pintu kelas itu, kelas 3-F.

Beginilah pemandangan dan suasana setiap pagi yang ku rasakan, sampai-sampai kuhadapi bagaimana rasanya terlambat dan dibentak Pak Darto, hingga dihukum kepala sekolah memunguti sampah di lapangan sekolah ini. Aku sering kali terlambat, banyak alasannya; mulai dari telat bangun, ketinggalan perahu, kehujanan, menunggu teman yang telat bangun, menunggu uang jajan, dan banyak lagi alasan-alasan kenapa Aku terlambat sekolah, dari sekian banyak alasan itu tak ada satupun yang dapat diterima, karena alasan hanyalah sebuah alasan. Namun, Aku akan mengutarakan berbagai alasan ketika ditanyakan kepala sekolah “Kenapa terlambat?”

“Dasar penjaga ‘Gerbang Kesuksesan’ sialan” umpat seorang siswa yang kesal karena datang terlambat dan baru dapat melewati gerbang sekolah setelah cekcok mulut dengan Pak Darto. Maklum Pak Satpam itu mantan preman yang belum lama menjadi satpam di sekolah ini. Dengar-dengar, Pak Darto pernah dipenjara karena ketangkap basah memukuli tetangganya hanya karena dia ditegur oleh si tetangga agar tidak berjudi di depan lapangan depan rumah tetangganya. “Sekolah kriminal” gumam ku dalam hati. tetapi tiba-tiba Aku ngeri dan menyesal berpikir kalo sekolah ini kriminal. Aku heran kenapa berpikir sejahat itu, setan apa yang menghembuskan negativitas kedalam pikiranku ini jangan-jangan memang ini sekolah kriminal, tuch kan berpikir negatif lagi. Kehidupan adalah hasil dari pikiran. Pikiran negatif menghasilkan kehidupan negatif, pikiran positif menjadikan kehidupan positif, mungkin itu yang dimaksud Sidharta Gautama (Sang Budha).

Ovenk” teriak anak di belakang ku. Sekejap saja dia merangkul pundak ku dan menyeringai sambil menarik nafas tersendat-sendat. Kesiangan juga dia.

Ronk, tumben lu telat, kenapa?” tanyaku singkat sambil tersenyum. Bironk, dia seorang teman yang bisa diandalkan, dapat diandalkan dalam hal mentraktir. Anak juragan ayam ini bisa dibilang salah satu anak tajir di kelas kami, kelas 3-A.

“Ga da angkot, Venk” jawabnya singkat pula.

Kami memasuki kelas, tak lama kemudian guru Matematika memasuki kelas kami. Pak ‘Boby’, begitulah sebutan sebagian besar murid di sekolah ini kepada guru Matematika ini yang mempunya nama lengkap Falah Hidayatullah. “Kasihan Pak Falah” pikir ku, coba bayangkan bagaimana perasaanya sekiranya dia tahu kalau sebagian besar anak-anak di kelas ini bahkan di sekolah ini menghinanya, ‘Boby’ kependekan dari Botak Biadab. Sadis, penghinaan yang sadis dari murid terhadap seorang guru yang bersusah payah mencerdaskan mereka.

“Selamat Pagi anak-anak!” ucap Pak Falah

“Pagi Pak” sahut seisi kelas, singkat dan semangat. kurasakan semangat mengalir di darah ku, dan tampak seisi kelas pun semangat menyongsong pagi ini dengan belajar Matematika.

Seperti biasa setelah ucapkan salam, Pak Falah langsung memberikan pengantar mengajar dengan mengutip ayat-ayat al-Quran. Begitulah kebiasaannya mengajar. Sempat dulu Aku bertanya, kenapa beliau selalu membacakan 1 atau 2 ayat dari Al-Quran sebelum mengajar. Sederhana jawabanya, “Al-Quran sumber ilmu, dan pelajaran bagi orang-orang yang berpikir”

1 Komentar

Filed under Kehidupan Yang Sukses

Kisah Sukses


Di suatu hari di awal musim semi, seekor siput memulai perjalanannya memanjat sebuah pohon ceri. Beberapa ekor burung di sekitar pohon itu melihat sang siput dengan pandangan aneh.
“Hei, siput tolol,” salah seekor dari mereka mencibir, “Pikirmu kemana kamu akan pergi?”. “Mengapa kamu memanjat pohon itu?” berkata yang lain, “Di atas sana tidak ada buah ceri.”
“Pada saat saya tiba di atas,” kata si siput, “Pohon cerinya akan berbuah.”

2 Komentar

Filed under intermezo

TATA CARA BERKOMENTAR ATAU MEMASANG IKLAN

Bangun dan kuatkan image business Anda di Blog ini, Blog ini setiap jamnya dikunjungi sekitar 150 orang, sehingga setiap harinya sekitar 3600 orang yang berkunjung ke Blog ini, dan selalu bertambah. Tingkatkan penjualan produk & layanan jasa Perusahaan Anda dengan memasang IKLAN di Blog ini.

Syarat Yang Harus Anda Penuhi, jika ingin memasang KOMENTAR atau  IKLAN:

  • Kirim contens IKLAN Anda dengan mengisi Komentar dengan contens IKLAN Anda.
  • KOMENTAR atau IKLAN yang merugikan orang lain, menyangkut syara, porno, dan kekerasan akan kami tolak.
  • Setiap KOMENTAR atau IKLAN menjadi tanggung jawab setiap individu bersangkutan.
  • Mengisi KOMENTAR atau mengungkapkan pendapat dengan bijak, sopan dan mentaati hukum dan peraturan yang berlaku serta norma-norma agama menjadi sebuah keharusan di blog ini.
  • Jika terjadi permasalahan yang menyangkut kerugian diselesaikan dengan Musyawarah, jika musyawarah menemui titik buntu diselesaikan dengan jalur hukum.

Best Regard,

Marketing Manager’s Cepiar Group

5 Komentar

Filed under 'Tata Cara Pasang IKLAN di Blog ini'

Bisnis Pulsa

Bisnis Pulsa saat ini sedang marak-maraknya, berbisnis pulsa tidak membutuhkan modal yang besar namun income-nya besar. Bahkan saya kenal seorang kolega yang memulai bisnis ini hanya dengan mengeluarkan uang celengannya (1-2 juta), bahkan ada yang hanya dengan kepercayaan (tanpa modal), minimal punya HP yang bisa buat sms. Jika tertarik untuk berbisnis pulsa sebaiknya Anda mencoba untuk memulainya dari sekarang. Ada Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk memulai bisnis ini, diantaranya:
1. Survey tempat atau lokasi usaha, (tempat dekat sekolah, kampus, tempat sekitar kos-kos-an, pinggir jalan dan kantor sangat dianjurkan)
2. Target Pasar /siapa pembeli? (Tentukan siapa konsumen kita; mahasiswa, karyawan, siswa, atau orang yang lalu lalang)
3. Pelajari seluk-beluk tentang Bisnis Pulsa. siapkan mental , kegigihan, dan kesabaran.
4. Bangun jaringan, usahakan Anda menjadi orang yang aktif mencari patner bisnis, karena bisnis pulsa ini memberikan keuntungan kepada Anda jika mengajak orang lain untuk mengikuti langkah Anda. Anda akan dapat 2 bonus ketika mengajak orang lain ikut usaha pulsa; 1. Bonus Registrasi/daftar. 2. Bonus Income Pasif, setiap pulsa teman Anda terjual Anda dapat keuntungan juga.
5. Mulai dari sekarang.

Modal yang Anda punya hanya memberikan 30% kesuksesan, sedangkan 70% kesuksesan-nya lagi ketika Anda Kerja keras, kerja cerdas, dan ikhlas.

Selamat Mencoba, Mudah-mudahan Kesuksesan menyertai Anda.

4 Komentar

Filed under Bisnis

Pemilik Pesona Khayangan Depok

Fauzi Saleh, contoh seorang pengusaha sukses sekaligus dermawan. Ini berkat kompak dengan karyawannya. Derai tawa dan langgam bicaranya khas betawi. Itulah gaya H. Fauzi Saleh dalam meladeni tamunya.

Pengusaha perumahan mewah Pesona Depok dan Pesona Khayangan yang hanya lulusan SMP tersebut memang lahir dan dibesarkan di kawasan Tanah Abang, Jakarta. Setamat dari SMP pada tahun 1966, beliau telah merasakan kerasnya kehidupan di ibukota.

Saat itu Fauzi terpaksa bekerja sebagai pencuci mobil di sebuah bengkel dengan gaji Rp 700 per minggu. Bahkan delapan tahun silam, dia masih dikenal sebagai penjaga gudang di sebuah perusahaan. Tapi, kehidupan ibarat roda yang berputar.

Sekarang posisi ayah 6 anak yang berusia 45 tahun ini sedang berada di atas. Pada hari ulang tahunnya itu, pria bertubuh kecil ini memberikan 50 unit mobil kepada 50 dari sekitar 100 karyawan tetapnya. Selain itu para karyawan tetap dan sekitar 2.000 buruh mendapat bonus sebulan gaji. Total Dalam setahun, karyawan dan buruhnya mendapat 22 kali gaji sebagai tambahan, 3 bulan gaji saat Idul Fitri, 2 bulan gaji saat bulan Ramadhan dan Hari Raya Haji, dan 1 bulan gaji saat 17 Agustus, tahun baru dan hari ulang tahun Fauzi. Selain itu, setiap karyawan dan buruh mendapat Rp 5.000 saat selesai shalat Jumat dari masjid miliknya di kompleks perumahan Pesona Depok.

Sikap dermawan ini tampaknya tak lepas dari pandangan Fauzi, yang menilai orang-orang yang bekerja padanya sebagai kekasih. “Karena mereka bekerjalah saya mendapat rezeki.”, katanya.

Manajemen kasih sayang yang diterapkan Fauzi ternyata ampuh untuk memajukan perusahaan. Seluruh karyawan bekerja bahu-membahu.

“Mereka seperti bekerja di perusahaan sendiri.” Katanya.

Prinsip manajemen “Bismillah” itu telah dilakukan ketika mulai berusaha pada tahun 1989 silam, yaitu setelah dia berhenti bekerja sebagai petugas keamanan. Berbekal uang simpanan dari hasil ngobyek sebagai tukang taman, sebesar 30 juta, beliau kemudian membeli tanah 6 x 15 meter sekaligus membangun rumah di jalan jatipadang, jakarta selatan.

Untuk menyiapkan rumah itu secara utuh diperlukan tambahan dana sebesar 10 juta. Meski demikian, Fauzi tidak berputus asa. Setiap malam jumat, Fauzi dan pekerjanya sebanyak 12 orang, selalu melakukan wirid Yasiin, zikir dan memanjatkan doa agar usaha yang sedang mereka rintis bisa berhasil.

Mungkin karena usaha itu dimulai dengan sikap pasrah, rumah itupun siap juga. Nasib baik memihak Fauzi. Rumah yang beliau bangun itu laku Rp 51 juta. Uang hasil penjualan itu selanjutnya digunakan untuk membeli tanah, membangun rumah, dan menjual kembali. Begitu seterusnya, hingga pada 1992 usaha Fauzi membesar. Tahun itu, lewat PT. Pedoman Tata Bangun yang beliau dirikan, Fauzi mulai membangun 470 unit rumah mewah Pesona Depok 1 dan dilanjutkan dengan 360 unit rumah pesona Depok 2.

Selanjutnya dibangun pula Pesona Khayangan yang juga di Depok. Kini telah dibangun Pesona Khayangan 1 sebanyak 500 unit rumah dan pesona khayangan 2 sebanyak 1100 unit rumah. Sedangkan pesona khayangan 3 dan 4 masih dalam tahap pematangan tanah.

Harga rumah group pesona milik Fauzi tersebut antara 200 juta hingga 600 juta per unit. Yang menarik tradisi pengajian setiap malam jumat yang dilakukannya sejak awal, tidak ditinggalkan. Sekali dalam sebulan, dia menggelar pengajian akbar yang disebut dengan pesona dzikir yang dihadiri seluruh buruh, keluarga dan kerabat di komplek pesona khayangan pertengahan september lalu, ada sekitar 4.000 orang yang hadir. Setiap orang yang hadir mendapatkan sarung dan 3 stel gamis untuk shalat. Setelah itu, ketika beranjak pulang, setiap orang tanpa kecuali, diberi nasi kotak dan uang Rp 10.000. tidak mengherankan, suasana berlangsung sangat akrab. Mereka saling bersalaman dan berpelukan. Tidak ada perbedaan antara bawahan dan atasan.

Menurut Fauzi, beliau sendiri tidak pernah membayangkan akan menjadi> seperti ini.

“Ini semua dari Alloh. Saya tidak ada apa2nya.” Kata pria yang sehari-hari berpenampilan sederhana ini. Karena menyadari bahwa semua harta itu pemberian Alloh, Fauzi tidak lupa mengembalikannya dalam bentuk infak dan shadaqoh kepada yang membutuhkan. Tercatat, beberapa masjid telah dia bangun dan sejumlah kaum dhuafa dan janda telah disantuninya. Usaha yang dijalankannya tersebut, menurut Fauzi ibarat menanam padi.

“Dengan bertanam padi, rumput dan ilalang akan tumbuh. Ini berbeda kalaukita bertanam rumput, padi tidak akan tumbuh”. Kata Fauzi.

Artinya, Fauzi tidak menginginkan hasil usaha untuk dirinya sendiri.

“Saya hanya mengambil, sekedarnya, selebihnya digunakan untuk kesejahteraan karyawan dan sosial.” Katanya.

Sekitar 60 % keuntungan digunakan untuk kegiatan sosial, sedangkan selebihnya dipakai sebagai modal usaha. Sejak empat tahun lalu, ada Rp 70 milyar yang digunakan untuk kegiatan sosial.

“Jadi, keuntungan perusahaan ini adalah nol.” Kata Fauzi.

” Jika setiap bangun pagi , kita bisa mensyukuri dengan tulus apa yang telah kita miliki hari ini, niscaya sepanjang hari kita bisa menikmati hidup ini dengan bahagia”

42 Komentar

Filed under Bisnis

William Soerjadjaja Andalkan Resep Saling Memberi

Tanggal 15 Januari merupakan tanggal bersejarah untuk pasangan William Soeryadjaya dan Lily Anwar. Pasangan taipan yang menikah di Bandung tahun 1947 itu merayakan ulang tahun pernikahan yang ke-60. Kepada Pembaruan, mereka membagi nostalgia cinta di masa silam.

William adalah anak kedua dari enam bersaudara. Namun dalam keluarga, dia anak laki-laki tertua. Ketika masih kecil, dia sudah menjadi yatim piatu. Itulah sebabnya Wiliam alias Tjia Kian Liong tumbuh menjadi pria dewasa dan mandiri.

Saat masih sekolah di HCZS, sekolah dasar pada masa penjajahan Belanda, di Kadipaten, William kecil sempat tak naik kelas. Berkat ketekunan, dia dapat melanjutkan pendidikan ke MULO, sekolah tingkat lanjutan pertama, di Cirebon. Namun lagi-lagi, William tinggal kelas. Dari seluruh pelajaran, dia lebih menyukai ekonomi dan tata buku. Kelak, dua pelajaran itulah menunjukkan bakatnya membangun usaha.

Bulan Oktober 1934, ayahnya dipanggil menghadap Yang Kuasa. Awan duka belum hilang ketika ibu tercinta menyusul kepergian almarhum ayahnya pada Desember 1934. Sebagai anak laki-laki tertua, William melanjutkan usaha mendiang ayah berjualan hasil bumi. Bakat berdagang sang ayah rupanya menurun kuat pada William.

Beberapa tahun kemudian, William pindah ke Bandung, Jawa Barat. Di Kota Kembang itulah, pria kelahiran Majalengka, 20 Desember 1922 ini, menemukan jodohnya. Seorang gadis Tionghoa bernama Lily Anwar memikat hatinya. Kelak, gadis itulah yang menjadi pasangan hidupnya hingga kini di usia 85 tahun.

“Kami bertemu di Bandung sekitar tahun 1943. Waktu itu, Lily adalah anggota Chinese Red Cross yang diketuai Om Dollar, ayah mertua dari Rudi Hartono (pebulutangkis, Red),” ia mengenang.

Ketika bertemu Lily seolah langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. Berikutnya, mereka kerap bertemu saat kegiatan Chinese Red Cross berlangsung. Setelah menjalin hubungan selama beberapa tahun, mereka memutuskan untuk serius. Pada usia 24 tahun, William menikahi Lily yang ketika itu hanya terpaut usia satu tahun. Sekalipun keamanan sedang tidak kondusif, William nekat menikahi sang kekasih.

“Begitu kami bertemu dan bertatap pandang, kami pun sama-sama jatuh cinta. Cinta pada pandangan pertama. Gadis itu lincah, cantik, dan menarik. Menurut cerita teman, dia banyak yang naksir,” katanya.

Nikah Tanpa Tamu
Tampaknya Lily memang telah mencuri hati William. Di masa muda, Lily memang gadis supel yang pandai bergaul. Terus terang, William terpikat karena Lily cantik dan menarik. Pada 15 Januari 1947, mereka menikah secara sangat sederhana. Bahkan, William tidak melakukan proses lamaran.

“Kami ke kantor catatan sipil naik becak. Kami menikah tanpa dihadiri tamu undangan. Kami pun hanya mengenakan baju biasa saja. Benar-benar sangat sederhana. Tidak ada tukang potret yang hadir, itu sebabnya kami tidak punya potret pernikahan. Setelah selesai nikah, kami pulang ke Jalan Merdeka naik becak lagi,” ia menambahkan.

Dari pernikahan itu, pasangan William dan Lily dikaruniai empat anak yakni Edward (21 Mei 1948), Edwin (17 Juli 1942), Joyce (14 Agustus 1950), dan Judith (14 Februari 1952). Kini, mereka sudah memiliki 10 cucu dan satu cicit. Dalam waktu dekat, salah seorang cucu akan melangsungkan pernikahan.

“Dia pandai mengurus dan mendidik anak-anak. Dia juga berani berkorban untuk membela anak-anak dan suka menolong orang- orang yang kekurangan. Hal seperti itu kerap mengharukan saya,” puji William untuk istrinya.

Belum dua minggu menikah, William pergi ke Belanda dan terpaksa meninggalkan Lily di Bandung. Beruntung kemudian, Lily bisa menyusul. Tahun 1948, ketika Edward lahir, William dan Lily hidup dari berjualan kacang dan rokok paket kiriman dari Bandung. Meskipun tak punya uang banyak, mereka masih dapat menyewa satu kamar di salah satu hotel di Amsterdam.

Suatu ketika, mereka melakukan perjalanan ke Basell, Swiss. Dengan tiket yang dibeli dari hasil berjualan, mereka menumpang kereta api. Dalam perjalanan selama satu minggu itu, William, Lily, dan si mungil Edward, hanya makan roti, bubur, dan susu untuk berhemat. Hingga akhirnya, William memutuskan kembali ke Indonesia pada Februari 1949. Kenangan-kenangan seperti itulah yang makin melekatkan hubungan kasih William dan Lily.

Di atas kapal laut yang membawa mereka pulang, William kembali mengalami kejadian yang cukup menakutkan. Si kecil Edward yang gemar makan cokelat tiba-tiba tersedak. Sampai-sampai tidak bisa bernapas. William sempat panik dan kebingungan, namun Lily tetap tenang dan sigap.

“Edward cepat-cepat dijungkalkan ibunya. Punggungnya ditepuk-tepuk dengan keras. Cokelat itu akhirnya bisa keluar. Namun kejadian mencemaskan itu tidak bisa saya lupakan,” kenang tokoh pendiri perusahaan Astra itu.

Resep Langgeng
William menyebutkan resep kelanggengan rumah tangganya adalah hanya kemauan untuk saling memberi. Itulah sebabnya, kadang mereka sering bepergian bersama. Meskipun tidak terlalu mahir, Lily dulu cukup sering menemani William saat bermain tenis. Namun hubungan mereka bukan selalu harmonis. Bak dalam sinetron, kadang mereka juga bertengkar sebagaimana layaknya suami istri.

“Paling-paling ribut soal anak. Yang nakal, anak yang paling tua.

Tapi biasa saja, kalau tidak ribut itu bukan perkawinan. Kalau dia sedang marah, saya pergi saja daripada berkelahi,” kelakar kakek berusia 85 tahun yang masih gemar makan sate kambing dan durian itu.

Menurut Lily, resep menjaga keharmonisan rumah tangganya selama 60 tahun adalah berupaya saling memahami antara suami dan istri. Sebagai pasangan, mereka harus bekerja sama. Itulah sebabnya, permintaan suami sedapat mungkin ditindaklanjuti. Begitu pula sebaliknya.

“Dasarnya jangan melanggar asas kepercayaan. Suami dan istri haruslah saling mempercayai. Tentu saja, kita juga harus mengikuti ajaran yang telah ditetapkan Tuhan. Walaupun dididik orangtua untuk hidup mandiri dan hidup berdikari, dalam ikatan pernikahan sesuai nilai aturan kehidupan berkeluarga, saya tetap mengacu dan bekerja sama dengan suami,” tutur wanita kelahiran Bandung yang pernah mengelola perusahaan batik orangtuanya di Yogyakarta.

Lily menambahkan suami istri harus saling bertanggung jawab dan bersama -sama merawat anak. Sebagai istri, dia memang lebih banyak membantu mengurusi anak-anak, karena suami sibuk dalam mengurus pekerjaannya. Tetapi Lily sangat berterima kasih kepada Tuhan, karena kerja keras sang suami akhirnya bisa membangun perusahaan seperti Astra dan memberikan lapangan pekerjaan bagi banyak orang.

“Kehidupan merupakan anugerah dari Tuhan dan kami berupaya untuk hidup sesuai dengan ajaran kristiani dalam keluarga, walaupun itu tidak mudah! Kami tetap harus mengucapkan syukur kepada Tuhan pada masa suka dan masa sulit,” ia menambahkan.

Hingga kini, William dan Lily masih senang bepergian. Bahkan Lily cukup sering bepergian sendiri atau dengan teman. Sehari-hari, mereka nyaris tak pernah bisa tinggal diam. William dan Lily kerap mendatangi kantor di bilangan Jalan Sudirman. Tepat 15 Januari ini, mereka akan merayakan pesta pernikahan di sebuah hotel di Jakarta.

“Sebetulnya kami tidak aware bahwa mau dirayakan 60 tahun perkawinan. Sesungguhnya semua ini tidak lain adalah pemberian Tuhan semata. Dari mana lagi, kita mengharapkan sesuatu kalau bukan dari Tuhan? Maka dari itu kita mesti bersyukur,” sambung William. [Pembaruan, 15 Januari 2007/Unggul Wirawan dan Willy Hangguman] ►e-ti

1 Komentar

Filed under intermezo

Limbah jadi Uang

Tas kresek, kaleng dan kertas bekas, sampah organik atau barang lainnya adalah barang yang tak berguna dan pantas dibuang. Demikian, persepsi yang kerap muncul dihampir sebagian besar masyarakat umumnya termasuk kita. Namun, di era gaya hidup hijau, refuse, refill, recycle atau back to nature, barang tersebut menjadi sesuatu yang berharga. Barang yang tidak berguna tersebut bisa diolah menjadi produk consumer goods, pertanian, handycraft, otomotif , biogas dan sebagainya.

Di sekitar, banyak sekali sampah atau limbah yang bisa dioptimalkan. Dari hal yang paling kecil seperti kertas bekas, keleng susu, bekas oli mobil, kotoran sapi/kerbau hingga sampah rumah tangga. Limbah bisa disulap menjadi sebuah bisnis baik yang berskala kecil maupun besar, dari UKM hingga manufaktur.

Kertas bekas, misalnya. Barang ini bisa diolah menjadi bahan baku kertas bermutu setelah melewati proses manufaktur yang melibatkan modal besar. Kaleng susu, kaleng oli, bisa disulap menjadi produk antene wireless LAN. Limbah oli bisa menjadi bisnis yang besar, karena bahan dipakai sebagai bahan baku sebuah produsen oli nasional. Atau, sampah rumah tangga, umpamanya, bisa dibuat pupuk organik yang dapat menyuburkan tanaman. Tas kresek—palstik red–lewat proses sederhana bisa diolah menjadi biji plastik untuk bahan baku di pabrik-pabrik kimia. Diluar yang kami sebutkan, tentu masih banyak lagi. Kotoran hewan, serat singkong atau limbah tebu, ternyata dapat diolah menjadi produk styrofoam menggantikan bahan kimia seperti polistiren. Ampas tebu, kini dipakai sebagai bahan baku kampas rem kendaraan.

Sebagai pembaca, Anda tentu sudah banyak mengetahui tentang kisah sukses para pengusaha yang menekuni bisnis limbah ini. Banyak di antaranya kini telah menjadi jutawan atau milyarder. Kami yakin hal ini. Pasalnya, ketika sedang melakukan kegiatan jurnalistik di lapangan, kami menemukan fakta bahwa banyak produk yang berasal dari barang limbah ini. Dan, lagi, para pelaku bisnisnya, telah menikmati dari buah kreatifitasnya tersebut.

Joko Santosa, misalnya. Pengusaha asal Jogjakarta ini jeli melihat peluang bisnis kertas bekas. Usaha ini dimulai saat dia berprofesi sebagai pencari barang-barang bekas (gresek—Jawa red) di pasar. Intuisi bisnisnya muncul. Melihat jumlah kertas yang berjibun, barang tersebut lalu dikumpulkan dan dijual ke pabrik daur ulang untuk dijadikan kertas. Joko telah menikmati hasil lebih dari cukup dari bisnisnya ini.

Mully Remouldi, memiliki cerita lain lagi. Pengusaha asal Bandung itu membuat produk-produk illuminate lights dan lampu dari bahan kain dan kertas daur ulang. Produk-produk seperti lampion, kap lampu, lampu stand dan beberapa lagi lainnya telah diekspor ke manca negara di antaranya Australia dan Jerman. Di pasar domestik, kreatifitas Mully bisa dijumpai di Grand Tarakan Mall, Kalimantan Timur, PT HM Sampoerna Tbk dan beberapa lagi lainnya.

Di bidang teknologi informasi kita mengenal Muhammad Salahuddien Manggalany atau yang akrab dipanggil Didin. Pengusaha asal Malang, Jatim, ini berhasil membuat antene wireless LAN dari bekas kaleng susu. Meski belum di publikasikan secara gencar, antene sederhana itu cukup membantu jagad internet di Tanah Air. Perusahaan jasa Internet Service Provider (ISP) mengembangkan jasa layanannya lewat teknologi nirkabel dimana fungsi antene sangat diperlukan. Didin kerap diundang oleh berbagai perusahaan di luar kota untuk memasang antene ciptaannya.

Bisnis limbah, termasuk bisnis yang tidak njlimet. Hanya ditangan orang-orang kreatiflah barang tidak berguna tersebut akan berubah menjadi produk bermutu dan bernilai jual tinggi.

5 Komentar

Filed under Bisnis

Manisnya Beternak Lebah Madu

Semanis produk yang dihasilkannya, usaha beternak lebah madu juga menjanjikan nilai ekonomi tinggi bagi peternaknya. Penuturan pengusaha ternak lebah, salah seorang perintis perlebahan di Tanah Air, Bambang Sukartiko, di tabloid Agro Indonesia 2005, dari kotak bersusun dua ia bisa memanen madu selama enam bulan musim produktif sebanyak 30-40 kg. Sementara jika kotak susun satu, madu yang dihasilkan hanya 10-15 kg. Jika memiliki 100 kotak super, berarti dalam satu musim produktif dia mampu menghasilkan 3 sampai 4 ton madu.

 

Harga madu bervariasi tergantung jenisnya. Di Indonesia sendiri jenis yang banyak dibiakkan adalah Apis cerana dan Apis mellifera. Dengan harga pasaran madu asli per botol ukuran 900 ml di Jakarta Rp40.000-Rp50.000, bisa dihitung berapa pendapatan. Belum lagi jika dicampur royal jelly dan pollenyang berkhasiat untuk obat, harganya bisa naik hingga dua kali lipat.

Investasi yang diperlukan untuk memulai bisnis yang satu ini juga bisa dimulai dari skala kecil. Masih menurut Bambang, satu kotak lebah madu yang berisi empat sisir (sarang) berharga Rp400.000. Satu kotak berisi satu ratu lebah dan 10.000 lebah pekerja. Dan akan masuk kategori produktif jika bersusun minimal dua kotak.

 

 

Sementara dalam analisis yang dirilis bagian humas Departemen Kehutanan, terdapat 2 (dua) macam modal yang diperlukan untuk investasi lebah madu yaitu modal investasi dan modal kerja.

Modal investasi merupakan modal tetap yang diperlukan dalam kegiatan budidaya lebah madu selama beberapa periode pemanenan termasuk penyusutan alat-alat produksi. Di dalam usaha perlebahan Apis mellifera modal investasi, terdiri dari : (1). perlengkapan koloni yang terdiri dari koloni lebah, kotak lebah (super), Bingkai sarang (frame), pondasi sarang, pollen trap, dan standar/tiang besi, (2). peralatan kerja yang terdiri dari pengungkit, pisau madu, ekstraktor, tong/drum plastik, alat pertukangan, pakaian kerja, dan sarung tangan.

 

 

Di dalam perhitungan modal investasi tidak dilakukan penyusutan karena peralatan berupa kotak lebah dan bingkai sarang dapat dipergunakan sampai 3 tahun. Dengan demikian pada tahun ke empat perlu dilaksanakan pengadaan baru, sedangkan peralatan lain berupa ekstraktor dan peralatan petugas dapat dipakai sampai dengan 10 tahun.

 

 

Modal kerja adalah biaya variabel yang digunakan dalam budidaya lebah madu untuk setiap periode pemanenan. Modal kerja terdiri dari seluruh biaya operasional yang habis dipergunakan selama satu tahun seperti makanan stimulasi, obat-obatan, sewa lahan dan transportasi.

 

 

Dalam perhitungan pendapatan untuk Apis mellifera dihitung produktifitas madu sebesar 24 kg per koloni per tahun, sedangkan untuk Apis cerana produktifitasnya sebesar 1 kg per koloni per tahun. Dalam analisis finansial tersebut, terlihat bahwa untuk budidaya Apis mellifera pada tahun pertama masih mengalami kerugian sebesar Rp 23.000,- yang disebabkan biaya investasi pengadaan koloni cukup tinggi yaitu sebesar Rp 25.000.000,-. Keuntungan baru dapat diperoleh pada tahun ke 2 yaitu sebesar Rp. 21.482.500,- dan terdapat penambahan jumlah koloni lebah menjadi 175. Pada tahun ke tiga diperoleh keuntungan sebesar Rp. 40.381.000,- Dan penambahan jumlah koloni menjadi 306 koloni. Keuntungan tersebut dihitung atas dasar hasil madu yang diperoleh dengan harga jual per kilogram sebesar Rp.10.000,-, dan harga jual pollen sebesar Rp.50.000,- per kilogram serta royal jelly sebesar Rp.500,000,-.

 

 

Pada analisis finansial budidaya lebah Apis cerana tahun pertama masih mengalami kerugian yaitu sebesar Rp.1.700.000,-. Keuntungan sudah diperoleh pada tahun kedua yaitu sebesar Rp. 5.050.000,- dan terdapat penambahan jumlah koloni yang dipelihara menjadi 150 koloni. Pada tahun ke tiga diperoleh keuntungan sebesar Rp. 7.865.000,- dan koloni lebah meningkat menjadi 225 koloni. Nilai tambah kegiatan budidaya lebah madu akan dapat ditingkatkan lagi bilamana peternak dapat memasarkan produknya dalam bentuk kemasan misalnya dalam botol atau sachet, bukan dipasarkan sebagai madu curah.

 

 

Syarat untuk berhasil dalam bisnis ini cukup dengan menimba ilmu dan menerapkan pengetahuan yang dimiliki tentang kehidupan koloni lebah. Misalnya suhu ideal yang cocok bagi lebah adalah sekitar 26 derajat C, pada suhu ini lebah dapat beraktifitas normal. Suhu di atas 10 derajat C lebah masihberaktifitas. Di lereng pegunungan/dataran tinggi yang bersuhu normal (25 derajat C). Lokasi yang disukai lebah adalah tempat terbuka, jauh dari keramaian dan banyak terdapat bunga sebagai pakannya. (SH)

 

46 Komentar

Filed under Bisnis

Anthurium Sang Primadona Bisnis

 

Jika ditanya kepada para pebisnis tanaman hias, tanaman apa yang paling banyak dicari penggemar saat ini, jawabannya pasti lah Anthurium adreanum. Tren tanaman hias yang satu ini sudah berlangsung cukup lama. Tapi anthurium hingga kini masih menjadi tanaman yang sulit didapatkan karena kurangnya pasokan jika dibandingkan permintaan.

Berbagi cerita dengan seorang pebisnis tanaman hias dari toekangkeboen.com, Maria Nurani, ia juga mendapatkan begitu banyak order untuk tanaman jenis ini jauh melebihi stok. Permintaan yang tinggi akan Anthurium menurutnya sudah dirasakan semenjak tahun 2006. Namun dalam tiga bulan terakhir ini, anthurium semakin banyak diburu. Dalam sehari saja, sambung Maria, datang hingga sekitar 50 permintaan. Dari jumlah tersebut paling yang bisa dipenuhi cuma 10 order.

Jelas saja harga yang tinggi harus dibayar untuk mendapakan produk ini. Untuk tanaman yang sudah besar, harganya dimulai Rp6 juta hingga Rp100 jutaan. Harga tergantung pada keindahannya dilihat pada jenis, bentuk, jumlah daun dan lainnya. Bahkan juga tak sedikit penggemar dan kolektor yang membeli dalam bentuk anakan dengan harga minimal sekitar Rp175 ribu. Jenmanii varian kobra yang daunnya meliuk mirip kobra, saat usia tiga bulan setinggi gelas kaca harganya sudah mencapai sekitar Rp 3,5 juta.

Perawatan anthurium sendiri menurut Maia tidaklah sulit. “Perawatannya tidak susah, bisa hidup di tempat panas,” ujarnya. Namun Maia mengakui usaha untuk mendapatkan anthurium menjadi tumbuhan besar yang siap dipajang meembutuhkan waktu cukup panjang. “Membesarkan Anthurium butuh waktu minimal 5 tahun,” ujar Maria.

Uniknya anthurium diberi sejibun nama sesuai selera pemiliknya. Di pasaran saja, anthurium yang pada dasarnya terbagi atas 6 jenis ini dikenal dalam berbagai nama, seperti Hookeri Merah, Garong (Garuda Corong) Garuda Hitam, Garuda Merah, Keris Holand, Keris Jumbo dan Rhenaisong (Thailand), Keris Dragon, Black Pearl, Black Silvit, Black Beauty, Burgundi, Black Bintang Kejora, dan Wave of Love (gelombang cinta). Nama biasanya disesuaikan dengan bentuk yang beraneka ragam hasil perkawinan silang.

Budi daya di Indonesia dilakukan terutama di sentra produksi tanaman hias Jawa Barat (Lembang Bandung, Sukabumi, Cianjur, dan Bogor), Jawa Tengah (Ungaran, Bandungan, dan Semarang), Jawa Timur (Batu Malang, Tlekung, dan Pasuruan), serta Sumatera Utara khususnya daerah Brastagi.

Untuk masa-masa naik daun seperti ini, bisnis broker penjualan anthurium juga melejit. Sudah tentu, jika pandai-pandai menjajakan dan mengetahui seluk beluk anthurium, seorang broker akan mendapatkan marjin yang tinggi. (SH)

1 Komentar

Filed under Bisnis