Tag Archives: usaha kredit

USAHA KREDIT BARANG

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({
google_ad_client: “ca-pub-2215055688984894”,
enable_page_level_ads: true
});


Pak Safir yth,
Saya baru saja terkena pemutusan kerja dari tempat bekerja di sebuah instansi swasta karena pengurangan karyawan. Uang pesangon yang saya terima saat ini saya gunakan untuk berjualan barang dengan cara dikreditkan.

Yang ingin saya tanyakan pada Bapak adalah:

  1. Bagaimana cara mengembangkan usaha kredit barang?
  2. Apa indikasi suatu usaha kredit barang dikatakan maju atau berhasil?
  3. Bagaimana pengelolaan uang usaha kredit barang?

Sekian surat saya, atas bantuan Bapak kami ucapkan terima kasih. Nissa – Surabaya

Jawab:

Mbak Nissa
Senang bisa berkenalan dengan Anda, dan saya juga turut prihatin dengan apa yang Anda sedang alami sekarang. Janganlah patah semangat, percayalah, banyak hikmah yang bisa diambil dari suatu kejadian yang telah kita alami. Memang pertamanya mungkin kita rasakan pahit menerima hal tersebut, tapi kalau kita mau sabar dan berusaha yang terbaik, biasanya jalan lurus akan membentang di hadapan kita. Bukan begitu?

Langkah yang Anda ambil dengan memanfaatkan uang pesangon untuk membuka usaha adalah tepat. Dengan demikian ada pemasukan tetap yang dapat Anda terima setiap bulannya sebagai pengganti gaji ketika masih menjadi karyawan. Untuk mengembangkan usaha kredit sebenarnya tidaklah susah. Dalam usaha ini Anda membelikan suatu barang yang dibutuhkan konsumen lalu mereka akan membayar cicilannya setiap bulan kepada Anda dengan nilai nominal yang telah ditetapkan dengan mengambil keuntungan di dalamnya.

Ada beberapa cara agar uang Anda dapat berputar dengan cepat dan mendapatkan keuntungan yang besar. Pertama, batasilah nilai nominal barang yang dipesan oleh konsumen, meskipun jangan juga terlalu kecil. Semakin kecil nilai nominalnya, akan semakin banyak barang yang Anda kreditkan.

Kedua, batasilah jangka waktu pembayarannya. Karena dari usaha ini Anda bergantung untuk mendapatkan penghasilan bulanan, maka jangka waktunya juga jangan terlalu lama. Katakanlah untuk satu barang dengan nominal Rp 1 juta dapat dicicil selama empat kali dalam satu minggu dengan besaran cicilan Rp 300 ribu. Dengan semakin cepatnya uang kembali, maka dapat Anda putar kembali menjadi barang.

Sekarang, bagaimana dengan uang usaha tersebut, apakah bisa Anda ambil sebagai upah dari hasil jerih payah Anda? Ya, tentu bisa. Tapi tentu ada caranya agar usaha juga tetap dapat berjalan terus menerus.

Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan. Pertama, dengan cara menggaji diri Anda sendiri setiap bulannya dari keuntungan usaha. Besaran gaji ini Anda sendiri yang menentukan tetapi hanya boleh diambil satu kali dalam sebulan. Misalnya Anda meminta gaji dari usaha sebesar Rp 1 juta, maka setiap tanggal gajian Anda hanya boleh mengambil senilai yang telah ditetapkan.

Kedua, dengan sistem persentase. Dengan sistem ini maka gaji yang Anda terima akan naik turun setiap bulannya tergantung dari keuntungan yang diperoleh. Ketiga, kombinasi antara kedua sistem tersebut. Mana yang lebih baik, itu tergantung kepada Anda karena kebutuhan setiap manusia pada dasarnya berbeda-beda.

Mudah saja mengetahui apakah suatu usaha itu berhasil dan maju, yaitu dengan melihat tidak adanya kredit macet. Dengan tidak adanya kredit macet, tentu uang Anda terus berputar dan tentunya keuntungan yang Anda peroleh pun akan semakin bertambah besar, bukan? Dalam usaha kredit barang seperti yang Anda lakukan ini yang terpenting adalah kepercayaan yang Anda berikan kepada konsumen. Apabila ada satu konsumen saja yang melanggar perjanjian yang telah dibuat, tentu sedikit banyak dapat mengganggu kelangsungan usaha tersebut.

Semua usaha dalam mengelola keuangannya memiliki prinsip dasar yang sama. Intinya, jangan campur adukkan antara keuangan dari hasil usaha dengan keuangan pribadi yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, agar kalau ada salah satu keuangan yang tidak sehat, maka tidak menggerogoti keuangan yang lain. Jangan lupa untuk membuat laporan keuangan sederhana agar dapat melihat kondisi keuangan usaha yang sedang dijalankan. Kalau usaha Anda sudah semakin maju, jangan lupa memberi kabar, ya.

Salam.
Safir Senduk
Perencana Keuangan

23 Komentar

Filed under Bisnis