Tag Archives: real estate

Heavon Propertindo: Company Profile

Contents Section I : Introduction. Section II : Mission Statement. Section III : Quality and Technical Statement. Section IV : Safety Statement. Section V : Programs Offered. Section VI : Organizational Chart. Section VII : General Description2

INTRODUCTION

PT Heavon Propertindo is a private national company which was established in Jakarta in year 2008, Indonesia. PT Heavon Propertindo concern on providing any construction solutions for the planner, executing and advising. PT Heavon Propertindo comprises a group of dedicated professionals with hands on experience and thorough knowledge of Construction. PT Heavon Propertindo boasts an excellent safety record, we strive to offer our clients custom solutions to make them more competitive. PT Heavon Propertindo  is a turn key company with knowledge and experience, products and services.

MISSION STATEMENT

The mission of PT Heavon Propertindo Building made for people to beautiful live in housing, residence, apartments, hotel, and office building and to continually provide efficient and effective service to industry and to promote the desirability of quality assurance in solution of construction and concultancy service.

QUALITY AND TECHNICAL STATEMENT

PT Heavon Propertindo sets the highest standards, which we constantly aim to exceed. Our standards are to provide services at the highest quality to meet the requirements of the Quality Systems of our clients. Our people have individual responsibility for ensuring this high standard is achieved throughout the company with their capability, knowledge, andexperience on site planning, constructing, and building designs.

SAFETY STATEMENT

At PT Heavon Propertindo, the safety of our staff is a most paramount importance. The health and safety of employees and visitors is essential, we aim to provide and maintain safe and healthy working conditions, equipment and systems of work for all and provide them with necessary information, instruction and training to achieve this aim.We recognize the importance of consultation on health and safety, and accept our responsibility in recognizing work related hazards, and assesments of risks associated with them.

PROGRAMS OFFERED

Consultings

Broker

Civil and Construction

Site Planning, Building Designs, Building Residence, Housing, appartement, and hotel, Community awareness5

GENERAL DESCRIPTION

Company Name : PT Heavon Propertindo

Organization Legal Form : Corporation with Limited Liability

Address : Jln. Arief Rahman Hakim, Depok, Jawa Barat, Indonesia

Iklan

1 Komentar

Filed under Company Profile

Karawang Cepiar City in West Java Indonesia

Cepiar Property is proud to present a range of unique resorts from the Karawang Cepiar City in West Java Indonesia. Karawang Cepiar City offers you super quality properties, including: apartments, townhouses, cottages, villas, country houses and real estate for sale in privileged locations on three unique and exciting resort developments in the Karawang Cepiar City in West Java. Each resort is special and entirely unique to anything else on the coast of West Java.

There are something for everyone – beaches, golf, water sports, outdoor living, fitness, relaxation, quality of life and a genuine Indonesian lifestyle with a true warmth of spirit. The unhurried rhythm of daily life, its celebrations, sociability and the region’s emphasis on the outdoors creates an easy, relaxed, atmosphere. With its culture, welcoming locals, sense of well-being, the Karawang Cepiar City’s many lifestyles are easy to embrace. The Karawang Cepiar City has Sun filled days on beaches, exploring the surrounding countryside, playing golf or a variety of other sports – all against a back drop of  Indonesian tradition with lively fiestas, vibrant bars and fine restaurants and colorful local markets. The sheer beauty of the dramatic and rugged countryside, the golden light and the contrasting deep azure night sky create a sensation of timelessness and space. Variety is the essence of the Karawang Cepiar City region and whatever your needs and interests, you will find plenty to enjoy.

For more details on the luxury resorts of the Karawang Cepiar City, please contact Property Partners Head Office on +62 21 98844249 cepiar.car@Gmail.com

4 Komentar

Filed under property

Bisnis Perumahan

JAKARTA – Keinginan seseorang memiliki rumah sendiri ataupun rumah bagus tidak pernah pudar. Hal itu terbukti dengan maraknya pengunjung pada setiap kali diselenggarakan pameran rumah. Ada yang datang sekadar melihat-lihat dan ada pula yang cukup serius membeli rumah. Kondisi seperti itu menjadi peluang bagi pengembang untuk memasarkan produknya. Orang yang tadinya tidak berencana membeli rumah, setelah mendapat penjelasan dari sales marketing bisa berubah pikiran.
Asik melihat sebuah sketsa perumahan Jatinegara Indah yang ditawarkan, seorang calon konsumen Ny Santi Purnomo, asal Tangerang, kian tertarik untuk mengetahui lebih jauh mengenai perumahan tersebut. Rasa tertarik itu kian bertambah ketika sang salesman, Mursyidi, menambahkan,” Perumahan ini bersebelahan dengan perumahan Jatinegara Baru, tempat tinggalnya Eko Patrio.” Karuan saja Ibu Santi tambah bersemangat. Niatnya langsung ingin melihat langsung perumahan tersebut.
“Sepertinya perumahan ini bagus ya. Apakah di lokasi ada rumah contoh yang bisa saya lihat?”
Wajah Mursyidi pun tampak sedikit gerah. Ia hanya bisa berkata,” Maaf Bu. Kita belum membangun rumah secara fisik ataupun rumah contoh yang bisa dilihat. Sekarang baru infrastruktur dasar seperti jalan masuk ke lokasi. Tapi sudah banyak yang terjual. Yang sisa paling banyak 8 unit dari ratusan unit rumah yang ada,” katanya mencoba meyakinkan.
Percakapan singkat di atas terjadi pada BUMN Expo 2003 yang kini sedang berlangsung di Jakarta Convention Center, Jakarta. Salah satu peserta stan adalah PT Pembangunan Sarana Jaya, salah satu BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Selama ini PT Sarana Jaya sering bertindak sebagai developer yang membangun berbagai sarana gedung perkantoran di DKI Jakarta. Untuk perumahan Jatinegara Indah yang ditawarkan pada ajang BUMN Expo tersebut, PT Sarana Jaya bekerjasama dengan PT Cakrasarana Larasasri. Keduanya membangun satu kompleks perumahan real estat berlokasi di samping jalan KRT Radjiman, Jakarta Timur.
Setidaknya developer merencanakan membangun ratusan unit rumah tipe 45, 60, 75 dan 90 dengan konsep cluster. Dari ratusan tersebut, pengembang cukup berani dengan hanya menawarkan konsep atau brosur. Singkat kata, satu brosur setara dengan rumah tipe 90 bernilai Rp 348,3 juta. Luar biasa bukan?

Laris
Fenomena menjual rumah dengan cara menjual konsep dengan bermodalkan secarik brosur berwarna dan spesifikasi rumah, agaknya kian menjamur. Terlebih setelah krisis, makin banyak developer yang melakukan strategi pemasaran model begini.
Cara seperti ini untuk properti jenis perumahan memang belum lazim. Namun pada properti jenis lain semisal apartemen, sudah jamak dilakukan. Konsep pemasaran ini sering disebut sebagai pre-sales.
Beberapa properti di kawasan Sudirman dan wilayah lain di Jakarta, banyak dijual dengan cara ini. Contohnya, apartemen The Pinnacle dan SCBD Suites. The Pinnacle yang lokasinya bersebelahan dengan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jalan Jenderal Sudirman, menawarkan 136 unit. Terjual di atas 80 persen dan bermodalkan uang muka dari pembeli itu, apartemen ini mulai dibangun dan direncanakan selesai pada tahun 2005.
Sementara SCBD Suites lebih sedikit lagi, hanya menawarkan 68 unit apartemen berkelas mewah. Pembangunannya sendiri ditargetkan selesai 2005, namun kini belum ada tanda-tanda pengerjaan konstruksi.
Untuk apartemen, PT Colliers International Indonesia memperkirakan, untuk tahun 2003-2005, total suplai di kota Jakarta kurang lebih mencapai 15.778 unit yang bersumber dari 22 proyek pembangunan apartemen strata-title. Antara lain Grand Permata Hijau sebanyak 200 unit, Pakubuwono Residence (600 unit), Apartemen Da Vinci (30 unit), Four Seasons (234), Mediterania Palace Residences (1.597 unit), Sudirman Mansion (216 unit), dan sebagainya.
Selain itu, belum lama ini PT Centra Lingga Perkasa (CLP), salah satu anak perusahaan PT Gapura Prima Grup bekerjasama dengan PT Megapolitan Grup menawarkan Apartemen The Bellagio untuk kalangan atas di bilangan Mega Kuningan.
Jumlah apartemen dengan dua tower ini juga tidak tanggung-tanggung, 700 unit. Harganya juga tidak main-main. Termurah Rp 724 juta dan paling mahal satu unitnya harganya lebih dari Rp 6 miliar.
Boleh percaya boleh tidak, untuk satu tower sudah laku 90 persen, sementara tower lain 80 persen laris diserbu orang.
Apa modalnya? Nyaris tidak ada. Cukup bermodalkan nama PT Gapura Prima Grup sebagai pengembang, sketsa rancangan/desain rumah yang bagus dan selebihnya, model-model berparas ayu dan bersuara merdu.

Spekulatif
Tren penjualan seperti di atas menurut Lukman Purnomosidi, Wakil Ketua Umum DPP REI (Dewan Pimpinan Pusat Real Estat Indonesia), dari kaca mata pengembang masih dapat dibenarkan. Itu katanya, merupakan strategi para pengembang untuk dapat terus berproduksi atau membangun. Karena menurutnya, masih banyak pengembang yang jatuh terkena krisis ekonomi, namun kini kondisi finansialnya masih belum pulih total. Mereka membutuhkan pembiayaan yang lebih bertumpu pada konsumen atau calon pembeli. Tidak masalah jika mereka mengeruk uang dari calon pembeli dulu. Toh, soal membangun rumah contoh atau unit rumah sebenarnya hanya soal waktu.
Hanya saja katanya, cara seperti ini tidak boleh menjadi ajang spekulatif.
“Harus ada aspek kehati-hatian dari konsumen, begitupun dengan pengembang. Yang terpenting semua perizinan lengkap, baik izin prinsip, IMB (Izin Mendirikan Bangunan), izin lokasi, dan sebagainya. Jika semua itu lengkap, seharusnya tidak ada masalah,” katanya.
Secara eksplisit Lukman mengakui bahwa ada pengembang nakal yang melakukan cara-cara penjualan seperti itu bermotifkan kejahatan. Demi mengeruk uang banyak promosi dilakukan gencar. Tidak jarang dengan menggelar acara di hotel berbintang. Namun tunggu punya tunggu, rumah atau apartemen yang dijanjikan tidak kunjung dibangun.
Konon ada properti yang masih berlokasi di Mega Kuningan, pembeli sudah membayar uang muka, namun apartemen atau propertinya belum kelihatan batang hidungnya. Bahkan tanda-tanda pengerjaan konstruksi juga sama sekali belum terlihat. Inilah yang ditakutkan bakal terjadi.
“Memang ada bedanya. Pada perumahan, tidak masalah membangun satu unit rumah dulu sebagai rumah contoh. Pembangunan juga bisa bertahap menunggu laku dulu baru dilanjutkan. Untuk apartemen cara itu sulit dilakukan, karena pembangunannya harus kolektif, tidak bisa hanya satu unit. Jadi risiko lebih banyak pada apartemen,” Lukman menjelaskan.

Reputasi
Pendapat hampir senada juga dikemukakan oleh Herman Sudarsono, mantan Ketua DPP REI. Ia yang kini menjabat sebagai CEO PT Duta Putra Group dan memiliki tidak kurang dari 23 proyek properti di Jakarta dan Jabar itu, mewanti-wanti agar konsumen benar-benar mengetahui reputasi dan latar belakang pengembang.
“Jika developernya baru dan belum banyak mengerjakan proyek properti sejenis, lebih baik tunggu. Jangan langsung percaya dengan sketsa rumah yang ditawarkan, tetapi lihat apakah developer itu melakukan tahap-tahap konstruksi seperti pembersihan lahan, cut and fill, sampai ada rumah contoh,” ujarnya.
Kecuali katanya, yang ditawarkan oleh developer tersebut adalah fase selanjutnya dari rencana jangka panjang pembangunan perumahan itu. Berarti, lanjut Herman, pengembang tersebut sudah terbukti mampu mengerjakan properti di fase sebelumnya.
Baik Herman maupun Lukman menggarisbawahi, yang juga layak dipertimbangkan oleh konsumen adalah pertimbangan apakah developer tersebut sudah terdaftar menjadi anggota REI (Real Estat Indonesia) DKI Jakarta. Karena kata Lukman, pengembang yang kenyang asam garam dan banyak membangun perumahan dan properti lain, pastilah sudah terdaftar sebagai anggota di REI.
Maka berhati-hatilah konsumen. Jangan sampai maksud hati menuai impian, namun yang didapat justru nasib buruk. (SH/rudy victor sinaga)

8 Komentar

Filed under property

Real Estate vs Property

Apa Perbedaan Real Estate dan Property ?
Ada beberapa pendapat mengenai hal ini. Menurut buku “Realestate Sebuah Konsep Ilmu dan Problem Pengembang di Indonesia (Budi Santoso, 2000)” mendefinisikan real estate adalah tanah dan semua hak yang terkandung dan apapun yang terbentuk dan diletakkan di atasnya oleh kejadian alam maupun manusia, sedangkan property adalah sesuatu yang dapat dimiliki. Istilah property dalam bahasa sehari-hari berasal dari istilah real property yang mencakup arti real estate dan properti. Namun sebagai suatu kajian disiplin ilmu pengetahuan istilah “real estate” lebih tepat mewakili semuanya daripada istilah “property”

Apa Ruang Lingkup Sektor Industri Real Estate & Properti ?
Menurut buku “Realestate Sebuah Konsep Ilmu dan Problem Pengembang di Indonesia (Budi Santoso, 2000)” industri properti berdasarkan fungsi dan tujuannya terbagi menjadi beberapa sub-sektor, yaitu:
Sektor Hunian      (Perumahan, Apartemen, Kawasan Industri, dll)
Sektor Komersial, (Mall, Perkantoran, dll),
Fasilitas Umum,    (Resort, Tempat Rekreasi,dll)

2 Komentar

Filed under Uncategorized

Mengelola Investasi Real Estat

1. Pengertian Real Estat

Real estat merupakan salah satu bentuk dari aset. Perwujudan real estat ini tidak hanya berupa kepemilikan hunian mewah, karena pada essensinya, real estat adalah hak untuk memiliki sebidang tanah dan memanfaatkan apa saja yang ada didalamnya. Sebagai salah satu bentuk aset, real estat telah mengalami perkembangan seiring dengan munculnya berbagai teknologi dan informasi yang terjadi di seluruh penjuru dunia.
Istilah ’Real Estate’ ini sendiri berasal dari istilah “tenure”, yang muncul di Inggris pada masa pemerintahan raja-raja dan kaum bangsawan Inggris yang menguasai tanah penduduk sekitar, dan kemudian lebih dikenal dengan istilah ‘real estate’ di daratan Amerika.
Perkembangan sektor real estat di Indonesia, belakangan hari ini menunjukkan tanda-tanda yang positif. Titik nadir property crash yang terjadi di Indonesia telah berakhir. Sektor properti Indonesia telah bangkit kembali, setelah sekian lama terpuruk dalam kondisi ekonomi bangsa Indonesia yang mengalami krisis sejak 1997 yang lalu. Seiring dengan terbitnya harapan terhadap perbaikan pemerintahan yang baru, kita dapat melihat beberapa ‘pemain besar’ telah melakukan start awal yang baik, khususnya investor yang menanamkan investasinya di bidang real estat.

Apa yang dapat kita amati dari statemen diatas ? Sebuah perubahan strategi, terutama dalam bidang investasi. Sebagai sebuah kosakata, strategi diartikan sebagai tindakan untuk mengantisipasi suatu problem, yang disusun dengan perencanaan dan tujuan yang matang, untuk memperoleh hasil yang diharapkan.
Lebih dari sekedar strategi, buku ini tidak akan membicarakan mengenai contoh-contoh strategi di bidang investasi real estat, karena strategi, sebagai suatu ilmu perang, akan selalu berubah menyesuaikan medan perang yang dihadapinya, menyesuaikan situasi dan kondisi yang ada di suatu tempat. Kita akan memulai sebuah perjalanan, yang akan menuju kepada tujuan mengapa kita perlu melakukan investasi real estat.

A. Apakah Real Estat itu ?

“Real estat adalah hak untuk memiliki sebidang tanah dan memanfaatkan apa saja yang ada didalamnya”

Istilah ’Real Estate’ berasal dari istilah “tenure”, yang muncul di Inggris pada masa pemerintahan raja-raja dan kaum bangsawan Inggris yang menguasai tanah penduduk sekitar. Pada perkembangannya, istilah ini kemudian berubah menjadi “real property“ atau lebih dikenal dengan istilah “real estate” di Amerika. Usaha real estat, pada dasarnya adalah usaha yang berhubungan dengan soal-soal tanah, termasuk segala kegiatan yang dilakukan didalamnya (Yudhohusodo, 1991:159).
Real property merupakan hak untuk memiliki, menggunakan, dan menikmati manfaat dari sebuah tanah atau harta, dan sifatnya mutlak. Sedangkan istilah ‘real estat’ lebih mengacu kepada pengolahan atas sebidang tanah dan aturan-aturan untuk memiliki dan memanfaatkan tanah itu.. Hal di atas tidak terbatas pada permukaan tanahnya saja, melainkan meliputi juga bagian bawah dan bagian atas tanah tersebut.
Jadi, pada prinsipnya real estat adalah ‘kepemilikan’, atau hak untuk memiliki sebidang tanah dan memanfaatkan apa saja yang ada didalamnya. Kata kuncinya disini adalah: kepemilikan, atau rasa memiliki.Kepemilikan, rasa memiliki ini merupakan salah satu sifat dasar manusia. Sifat manusia yang tidak pernah puas, merupakan salah satu wujud dari rasa memiliki ini. Sifat ini dapat dilihat bahkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kita membuat pagar yang mengelilingi batas wilayah kapling rumah, sebagai salah satu wujud dari rasa memiliki. Kita ingin agar rumah kita aman dari berbagai gangguan dari luar. Seringkali, kita merasa berkewajiban untuk membersihkan dan merawat pedestrian atau lahan kosong yang ada didepan pagar rumah kita, padahal sebenarnya area didepan kapling tersebut bukan milik kita, akan tetapi merupakan milik umum. Inilah salah satu bentuk rasa memiliki, yang merupakan sifat dasar manusia.
Rasa memiliki, owned property ini dapat dilihat tidak hanya pada manusia sebagai makhluk yang mempunyai derajat tertinggi, akan tetapi juga dapat dilihat pada makhluk lain, seperti pada hewan. Hewan juga membuat tanda-tanda sebagai wujud kepemilikan terhadap suatu ruang. Hal ini dapat dilihat pada seekor anjing, yang membuat tanda ‘wilayah kekuasaan’nya dengan sebuah cara yang ‘khas’.
Rasa memiliki ini sudah muncul sejak jaman manusia prasejarah. Dimulai dengan hidup berkelompok, manusia membuat dan menentukan sendiri batas-batas wilayahnya, dari batas terkecil berupa rumah dalam wujud goa-goa untuk diri sendiri dan keluarga, batasan sungai dan jalan-jalan setapak di antara masyarakat, dan batas-batas berwujud benteng atau tembok besar untuk mengamankan sebuah kerajaan sebagai suatu wujud dari lingkungan buatan (built environment). Hal ini karena pada dasarnya lingkungan buatan (built environment), mempunyai bermacam-macam fungsi, yaitu untuk melindungi manusia serta segala miliknya dari berbagai gangguan, membuat tempat yang aman, menekankan identitas dan status sosial, dan berbagai jenis fungsi-fungsi lainnya.

B. Siapa sebenarnya ‘pemilik’ Real Estat ?

“Pemerintahlah yang sebenarnya merupakan pemilik real estat”

Kita harus menyadari bahwa, sebenarnya, kita tidak benar-benar dapat memiliki sebuah real estat, bahkan meskipun kita telah melakukan perjanjian jual beli terhadapnya. Apakah benar demikian ? Meskipun kita telah membeli sebidang tanah, akan tetapi kenyataannya adalah kepemilikan tanah tersebut tetap dimiliki oleh pemerintah. Meskipun nama kitalah yang tertulis diatas lembaran sertivikat tanah, kita tetap harus membayarkan pajak atas tanah tersebut kepada pemerintah setiap tahunnya. Inilah yang menunjukkan bahwa sebenarnya kita tidak benar-benar dapat memiliki sebuah real estat. Pemerintah yang sebenarnya merupakan pemilik ‘real estat’.
Pajak yang dibayarkan atas tanah ini pun berbeda-beda besarnya, tergantung pada penggolongan kelas jalan yang ada didepan tanah tersebut, dan juga peruntukkan bangunan yang ada diatasnya. Pajak atas tanah yang diatasnya terdapat bangunan ruko atau kantor sewa yang ada didepan jalan propinsi misalnya, sudah tentu mempunyai perbedaan besar pembayarannya dengan sebidang tanah dengan bangunan rumah tinggal yang terletak didepan sebuah jalan lingkungan.

C. Seperti apakah Wujud Real Estat itu?

“Pada dasarnya, sepetak tanah pun seharusnya dapat disebut sebagai sebuah real estat”

Seperti telah dijelaskan diatas, bahwa ‘real estat’, adalah tanah, dan segala sesuatu yang terdapat diatasnya, yang dapat diolah dan dimanfaatkan. dengan aturan-aturan tertentu. Di Indonesia, orang sering mengartikan ‘real estat’ dalam bentuk bangunan yang mewah, megah, dan hanya dimiliki oleh golongan menengah keatas. Peng-artian ini sebenarnya keliru, karena pada dasarnya, sepetak tanahpun adalah sebuah real estat. Kekeliruan pengartian tersebut disebabkan karena istilah dan penamaan ‘Real Estat’ lebih sering digunakan oleh kalangan pengembang perumahan di Indonesia, terhadap model dan jenis rumah dari golongan mewah.
Hal inilah yang menyebabkan munculnya konotasi bahwa ‘real estat’ harus selalu berarti bangunan mewah. Peng-istilahan kata-kata ‘real estat’ terhadap model bangunan mewah ini memang bertujuan untuk meningkatkan imej, citra dari bangunan atau kompleks perumahan tersebut. Akan tetapi, kembali kepada asal katanya, istilah real estat ini semestinya berlaku untuk segala jenis kepemilikan tanah, dan berbagai macam bentuk benda yang ada diatasnya.

D. Dimana Real Estat ini dapat ditemui ?

“Tanah, dan segala macam benda yang ada didalamnya sebagai bentuk dari real estat, terdapat diseluruh belahan dunia”

Tanah dan segala macam benda yang ada didalamnya sebagai bentuk dari real estat, terdapat diseluruh belahan dunia. Hingga saat ini, manusia baru dapat memiliki sebuah real estat dalam wujud kapling-kapling tanah yang ada di planet bumi. Mungkin, suatu saat nanti, kita juga dapat memiliki sertivikat atas tanah yang terdapat di planet Mars misalnya, atau membangun sebuah ruko di Saturnus.
Segala macam benda didalamnya, mengandung pengertian bahwa kita dapat mengolah dan memanfaatkan apa yang ada di atas tanah yang telah menjadi milik kita. Sumber mineral, bahan tambang, bangunan, pepohonan, hewan, dan batu-batuan adalah segala sesuatu yang dapat ditemui pada sebuah kapling tanah, yang dapat kita manfaatkan seoptimal mungkin.

4 Komentar

Filed under Uncategorized