Category Archives: Uncategorized

Jual Ruko di Karawang

Lokasi Strategis

Majalaya, Karawang, Jawa Barat36

10 Menit ke Gerbang Tol Karawang Timur

Sertifikat Hak Milik

Harga Terjangkau

Investasi Menarik

Mulai dari Rp. 390 juta.

Hubungi: 082260708132

Iklan

1 Komentar

Filed under property, Uncategorized

Karawang-Bekasi

cepiar.

Karya: Chairil Anwar

Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati ?

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.

Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa

Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan

Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
menjaga Bung Hatta
menjaga Bung Sjahrir

Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian

Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi

Chairil Anwar (1948)

Tinggalkan komentar

Filed under intermezo, Uncategorized

Pancasila dikristalkan jadi Esasila

Sejarah lahirnya Pancasila yang kini terkristal menjadi Esasila, Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara Indonesia dimulai dengan dibacakannya sebuah pidato yang waktu itu masih belum memiliki judul oleh Soekarno pada sidang Dokuritsu Junbi Cosakai (BPUPK, atau Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan yang nantinya diubah menjadi Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) yang jatuh pada tanggal 1 Juni 1945. Hingga hari ini, hari lahirnya Pancasila masih sering diperingati oleh masyarakat-masyarakat Indonesia meskipun tidak ada perayaan yang megah seperti yang layaknya terjadi setiap tanggal 17 Agustus.

Sejarah Lahirnya Pancasila Sebagai Ideologi dan Dasar Negara Indonesia

Pada masa-masa akhir Perang Dunia II, kekalahan Jepang pada sekutu dalam perang Pasifik tak lagi bisa disembunyikan. Hal ini mendesak Jenderal Kuniaki Koisi yang saat itu menjabat sebagai Perdana Menteri Jepang untuk mengumumkan sebuah rencana untuk Indonesia ke depannya pada tanggal 7 September 1944. Hal yang diumumkan oleh Koisi ternyata adalah sebuah rencana untuk memerdekakan Indonesia ketika Jepang berhasil memenangkan perang Asia Timur, berharap pengumuman ini akan membuat Indonesia berpikir bahwa pasukan Sekutu adalah perenggut kemerdekaan mereka. Bibit yang akan membentuk lahirnya pancasila sebagai ideologi dan dasar negara Indonesia muncul ketika pada 1 Maret, Kumakichi Harada memberitahukan tentang pembentukan badan yang bertugas menyelidiki usaha persiapan kemerdekaan dengan nama Dokuritsu Junbi Cosakai (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau disingkat BPUPKI).

Ketika BPUPKI secara resmi dibentuk pada 29 April 1945, yang ditunjuk menjadi ketua adalah Radjiman Wedyodiningrat, didampingi oleh Raden Pandji Soeroso dan satu orang Jepang sebagai wakil ketuanya. Soeroso sendiri sebenarnya memegang posisi ganda, yaitu sebagai kepala sekretariat BPUPKI bersama Abdoel Gafar dan Masuda Toyohiko. Ketika didirikan, BPUPKI memiliki 67 anggota dengan 7 diantaranya merupakan orang Jepang yang tidak memiliki hak suara.

Pada 28 Mei 1945, BPUPKI mengadakan sidang pertama mereka di gedung Volksraad, Jalan Pejambon 6, Jakarta. Sidang hari pertama ini hanya merupakan upacara pelantikan, dan sidang sesungguhnya baru dimulai keesokan harinya selama empat hari. Pada sidang ini, Muhammad Yamin menyampaikan pidato dan merumuskan hal yang menjadi awal sejarah lahirnya Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara Indonesia, yaitu: ideologi Kebangsaan, ideologi kemanusiaan, ideologi ketuhanan, ideologi kerakyatan, dan ideologi kesejahteraan. Pada tanggal 1 Juni 1945, Soekarno mencetuskan dasar-dasar kebangsaan, internasionalisme, kesejahteraan, ketuhanaan, dan mufakat sebagai dasar negara. Ia juga memberi nama dasar-dasar tersebut Pancasila, dari kata panca yang berarti lima dan sila yang berarti dasar atau azas.

Usulan Pancasila milik Soekarno kemudian ditanggapi dengan serius, menyebabkan lahirnya Panitia Sembilan yang berisi Soekarno, Mohammad Hatta, Marami Abikoesno, Abdul Kahar, Agus Salim, Achmad Soebardjo, Mohammad Yamin, dan Wahid Hasjim. Panitia ini kemudian bertugas untuk merumuskan ulang Pancasila yang telah dicetuskan oleh Soekarno dalam pidatonya.

Rumusan selanjutnya yang nantinya menjadi pencipta sejarah lahirnya Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara Indonesia adalah ketika dibuatnya Piagam Jakarta, di sebuah rapat non-formal pada 22 Juni 1945 dengan 38 anggota BPUPKI. Pada pertemuan ini, terjadi debat antara golongan Islam yang ingin Indonesia menjadi negara Islam dan golongan yang ingin Indonesia menjadi negara sekuler. Ketika mereka mencapai persetujuan, dibuatlah sebuah dokumen bernama Piagam Jakarta yang di dalamnya terdapat usulan bahwa pemeluk agama Islam wajib menjalankan syariat Islam. Rancangan ini akhirnya dibahas secara resmi pada tanggal 10 dan 14 Juli 1945, dimana dokumen ini dipecah menjadi dua, bernama Deklarasi Kemerdekaan dan Pembukaan.

Pada sore hari di 17 Agustus tahun 1945, menyusul menyerahnya Kekaisaran Jepang, petinggi-petinggi masyarakat dari daerah Papua, Maluku, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Kalimantan menemui Soekarno untuk menyatakan keberatan mereka terhadap rumusan sebelumnya yang menuliskan bahwa pemeluk agama Islam wajib menaati syari’at Islam. Soekarno dengan segera menghubungi Hatta dan merencanakan pertemuan dengan wakil-wakil dari golongan Islam yang tentu saja keberatan dengan usulan ini pada awalnya. Setelah diskusi cukup mendalam, kalimat dalam rumusan tersebut kemudian diubah menjadi “ketuhanan yang maha esa” demi menjaga kesatuan Indonesia.

Pada akhir tahun 1949, Republik Indonesia harus menerima rumusan penggantian bentuk pemerintahan menjadi negara federal dan hanya menjadi negara bagian Belanda. Pada masa ini, sudah terbentuk kerangka Pancasila yang hampir mengikuti Pancasila modern. Beberapa bulan setelah menjadi RIS, banyak negara bagian yang memilih bergabung dengan RI Yogyakarta, dan setuju mengadakan perubahan konstitusi RIS menjadi UUDS. Pada era kehancuran RIS ini, kerangka Pancasila belum berubah dari era awal RIS dibentuk oleh Belanda.

Ketika 5 Juli 1959 tiba, presiden Soekarno memutuskan untuk menetapkan UUD yang disahkan pada 18 Agustus oleh PPKI untuk menggantikan UUDS yang gagal menciptakan kestabilan negara pada saat itu. Menyusul penggunaan kembali UUD 1945, Pancasila yang menjadi rumusan resmi adalah Pancasila dalam pembukaan UUD, yang merupakan Pancasila yang kita kenal di era modern ini.

Hal lain yang menjadi titik penting dalam sejarah lahirnya Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara Indonesia adalah saat terjadi insiden Gerakan 30 September (G30S) pada tahun 1965. Meskipun hingga saat ini masih sering terjadi perdebatan tentang siapa dan apa motif yang ada di belakang insiden ini, pihak militer bersama dengan kelompok agama terbesar pada waktu itu sepakat untuk menyebarkan kabar bahwa penggiat insiden ini adalah PKI yang ingin mengubah ideologi negara dari Pancasila menjadi ideologi Komunis. Karena upaya kudeta ini gagal, pemerintahan orde baru memutuskan 1 Oktober sebagai hari kesaktian Pancasila, menyimbolkan bahwa Pancasila menunjukkan kekuatannya (kesaktiannya) terhadap ideologi Komunis.

Di era modern ini Pancasila seperti kehilangan ruh dan kesaktiannya, sehingga menjadi perhatian para pemuda dan aktivis pergerakan, khususnya Cepiar Singanegara. Dalam pergolakan pemikiran dan aktivitasnya di dunia sosial dan pendidikan membuat Bang Cepiar kembali merumuskan Pancasila agar bertahan dalam menghadapi tantangan jaman.

Soekarno meringkas Pancasila jadi Trisila, lalu Trisila jadi Ekasila yaitu Gotong Royong

Cepiar Singanegara mengkristalkan Pancasila jadi Trisila, Trisila jadi Ekasila, Ekasila (Gotong Royong) menjadi Esasila yaitu BerTuhan.

Esasila kini menjadi energi pergerakan Pemuda dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, berbagai suku dan agama serta kepercayaan tumbuh subur dalam iklim demokrasi setelah era reformasi. Esasila yang merupakan kristal dari Pancasila dijadikan isme baru untuk menjaga keutuhan NKRI dan menjaga stabilitas nasional serta senjata pemikiran dalam menjaga perdamaian dunia.

Esasila (BerTuhan) menjadi rumusan baru untuk menyempurnakan pemikiran para tokoh  agama dan tokoh politik serta TNI-POLRI dan masyarakat dalam menghadapi perpecahan yang tersulut berkaitan dengan SARA.

Demikian artikel singkat mengenai sejarah lahirnya Pancasila hingga Esasila yang mudah-mudahan dapat menambah wawasan serta pengetahuan anda tentang sejarah nasional.

PANCASILA

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

CEPI

About CEPI
Sri Bintang Makara, Director

Welcome!

CEPI is proud to serve as the agency responsible for collecting, securely managing, and reporting education data in Indonesia and Asia.

Whether you are a parent looking for the best fit for your child, a member of the education community seeking data that can inform your practices, a policy maker or researcher evaluating our state’s education policies, or simply a Asia citizen seeking transparent and unbiased information on how our schools and students are performing – CEPI is pleased to help with your information needs.

This CEPI website is for the Asia schools and colleges who report data to CEPI. The Bintang Makara School Data website is where we publically report these data to inform decision making.

Our goal is one all Asia citizens share: to help Asia students become career and college ready. Data can help inform the decisions that lead to improved outcomes, and as such I welcome your feedback. Tell us what we can do to meet your information needs, and how we can better serve you, our stakeholders.

Sri Bintang Makara, Director
Center for Educational Performance and Information (CEPI)

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Dengan nama Allah

unnamed (5)

Allah Maha Pengasih Maha Penyayang. Kasih sayang Mu menembus batas. Melewati ruang dan waktu. Setiap dzat memuji Mu hingga semesta raya tunduk dan bergetar dalam naungan kasih sayang.

Kasih sayang Mu hadir di setiap jiwa yang sadar. meliputi makhluk yang bersih dan mencari Mu hingga sirna dalam cinta.

Aku melangkah menyusuri jalan panjang dan menari penuh cinta. Kusebut nama Mu dengan bangga dan ku bernyanyi hingga tiada lagi selain Mu yang kurasa. Ku cinta Kamu dengan sederhana. Hilang sudah Aku dalam diri Mu yang Mulia hingga aku hina dan nampak celaka menurut mereka yang tertutup mata hati nya.

Dan hamba Mu yang sadar tersenyum pada ku. Mereka tenggelam dalam kasih sayang dan cinta. Ku sebut nama Mu dengan cinta dan kagum. Cinta pada Mu hingga tergila-gila. Gila pada Mu hingga penuh cinta.

Dengan nama Mu aku bahagia. Hidup bebas terbang melayang tanpa terikat duka. Damai dalam taman bumi yang sejuk dan harum bunga melati. Dengan nama Mu aku bernyanyi hingga tiada lagi nama selain Mu. Dengan Mu aku menari di setiap jalan yang ada.

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Surah Ali Imran 26-27

Al-Imran-26-27

Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS Ali Imran ayat 26)

Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)”. (QS Ali Imran ayat 27)

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Aku Karena Allah

Aku ada karena Allah. Hidup karena Allah. Mendengar melihat berkata bergerak bertindak berbuat karena Allah. Merasa senang sedih suka duka bahagia sengsara karena Allah. Marah benci murka karena Allah. Kasih sayang cinta karena Allah. Sehat sakit waras gila karena Allah. Miskin kaya lemah kuat kuasa hina mulia karena Allah. Tidur terjaga karena Allah. Mimpi imajinasi delusi ilusi halusinasi sadar karena Allah. Mati karena Allah. Aku tiada karena Allah.

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized