Sekolah Jalanan

Hidup Jalanan sangat Keras dan Mematikan. Siapa Kuat Dia Dapat. Hukum Rimba, siapa yang punya otak akan selamat. Menikam atau ditikam, ditusuk dari belakang, ditipu, dipukuli, dan dibunuh adalah hal biasa jika hidup di Jalanan.

Banyak persiapan yang dilakukan sebelum turun ke jalan, membaca situasi dan kondisi, serta mapping wilayah atau operasi awal mencari data. Data sangat penting, Data Anak Jalanan, Data Ruang Terbuka atau Taman, Data Sekolah Formal, Data Sekolah Non-Formal, Data Masjid beserta Tempat Ibadah lainnya, Data Preman, Data Aparat Nakal, Data Mafia jika bisa. Bos Preman atau Mafia sangat sulit ditemukan, sangat licin dan rahasia. Mereka biasanya kaya raya, pejabat, aparat, politisi yang sudah jadi Anggota DPR, bahkan ada yang Pengusaha.

Eksploitasi Mafia Jalanan terhadap anak negeri belum dapat dilihat dengan kasat mata, belum ada kasus yang naik ke pengadilan terhadap isu ini, Mafia Pendidikan berkaitan dengan Mafia Jalanan. Pejabat bejat bekerjasama dengan Mafia Jalanan menguras APBN dan APBD suatu kota untuk pesta dan memperkaya diri dengan dalil membina Anak Jalanan.

Angaran terbesar negeri ini ada pada saluran pendidikan. Pendidikan dapat jatah sekitar 20% Anggaran APBN namun belum banyak terlihat hasilnya, Bocor Anggaran Pendidikan sudah jadi rahasia umum. Mafia Jalanan ikut bermain dan bekerjasama dengan oknum pemerintah yang menjelma jadi Mafia Pendidikan, atau sebaliknya.

Pendidikan Jalanan atau Pendidikan Khusus yang focus pada Anak Jalanan dan Anak Terlantar mulai menjamur tanpa visi dan sistem yang jelas pola nya. Pemerintah hanya menabur uang tanpa menjaga dan mengawasi kemana uang itu pergi. Korupsi berjamaah di Kementrian Pendidikan sudah jadi rahasia umum, begitupun di Dinas Pendidikan setiap Kota. Sisi Positif nya adalah masih ada beberapa Aktivis Pendidikan Khusus yang idealist dan memiliki hati, masih pejabat dan aparat yang memiliki hati. Jujur dan peduli akan negeri ini, masih ada pejabat yang peduli dan cinta tanah air serta cinta semangat kemerdekaan dan semangat revolusi. Akan selalu ada para Malaikat Jalanan yang hidup dalam dunia hitam seperti apapun. Mereka lahir dari keluarga yang terdidik baik di rumahnya, para Malaikat Jalanan yang terlahir dari Sekolah-sekolah atau Kampus yang memiliki visi dan misi yang jelas serta system pendidikan berkualitas.

Malaikat Jalanan adalah manusia-manusia yang lahir dari hasil didikan keluarga yang taat pada agama baik Islam maupun Kristen serta agama lainnya. Mereka hidup jujur dan merakyat, mengabdi untuk Tuhan, bangsa dan Negara Indonesia.

Hasil observasi yang kami lakukan, ada sekelompok pemuda yang turun ke jalan untuk jadi Guru Jalanan. Mereka adalah biasanya mahasiswa, beberapa dosen, guru sekolah formal, dan aktivis pendidikan yang menjadi ujung tombak Pendidikan Khusus negeri ini. Sukarelawan tanpa pamrih, tak digaji, tak butuh uang, dan hidup sederhana. Sebagian dari mereka ada yang menjadi Malaikat Jalanan. Biasanya kedua jenis makhluk itu bekerjasama dan synergy mendirikan Sekolah Layanan Khusus, Sekolah Khusus, atau Sekolah Luar Biasa di Kota-kota seluruh Indonesia.

Jaringan bawah tanah para Guru Jalanan dan Malaikat Jalanan tak tercium media atau lepas dari pandangan masyarakat awam, bahkan pejabat sekalipun tak bisa menciumnya. Mereka eksis dan beroperasi di jalan-jalan negeri ini. Gerakan Aktivis pendidikan yang rapih dan terorganisasi dengan baik. Untuk Indonesia.

Panjaitan di Aceh, Sinaga di Medan, Reffi di Lampung, Sulthon di Banten, Leo di Jakarta, Cepiar di depok, Bintang di Karawang, Joker di Bekasi, Jupri di Bandung, Bunga di Jogja, Robert di Malang, Naga di Cirebon, Gusti di Bali, Citra di Lombok, Andi di Kalimantan, dan beberapa lagi pimpinan Organisasi Bawah Tanah yang rahasia. Organisasi mereka disebut Malaikat Jalanan.

Tinggalkan komentar

Filed under pendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s