Susno Duadji Sang Whistle Blower

Alkisah di negeri tercinta Indonesia, di mana ada seorang mantan Kabareskrim Polri bernama Susno Duadji yang telah berganti profesi menjadi seorang peniup peluit (Whistle Blower). Jika pembaca tahu apa pangkat Susno Duadji di kepolisisan niscaya akan kaget bukan kepalang, kok mau yah, seorang Jenderal bintang tiga menjadi seorang peniup peluit? Ternyata bukan sembarang peniup peluit, dan bukan peniup peluit biasa, peniup peluit di sini memiliki artian orang yang bersuara untuk melaporkan suatu tindakan yang dianggap melanggar ketentuan kepada pihak yang berwenang. Secara umum segala tindakan yang melanggar ketentuan berarti melanggar hukum, aturan dan persyaratan yang menjadi ancaman pihak publik atau kepentingan publik, termasuk di dalamnya korupsi.

Jika menurut definisi aslinya penulis dapatkan dari Bang Wiki sebagai berikut: A whistleblower is a person who raises a concern about wrongdoing occurring in an organization or body of people. Usually this person would be from that same organization. The revealed misconduct may be classified in many ways; for example, a violation of a law, rule, regulation and/or a direct threat to public interest, such as fraud, health/safety violations, and corruption. Whistleblowers may make their allegations internally (for example, to other people within the accused organization) or externally (to regulators, law enforcement agencies, to the media or to groups concerned with the issues). (sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Whistleblower)

Sebelumnya penulis tidak tertarik untuk menulis mengenai si peniup peluit ini, penulis hanya mengamati dan mengikuti berita terbaru mengenainya di mulai dari awal mula Susno Duadji terkenal akibat statement nya untuk KPK. Penulis juga coba menghubungi beberapa pihak yang dekat dengan Susno Duadji untuk meminta keterangan mengenai siapa dia dan apa yang dia lakukan dalam beberapa pekan terakhir ini. Populeritas Susno Duadji bermula dari statement nya tentang adanya indikasi korupsi di kepolisian yang tercium Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga melahirkan istilah ‘cicak lawan buaya‘. Darimana istilah cicak lawan buaya? Ucapan Direktur Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Komjen Susno Duadji, “cicak kok mau melawan buaya?” itulah yang akhirnya menjadi sumber kehebohan. Cicak dan buaya yang dipersonifikasikan sebagai lembaga KPK dan Kepolisian, bahwa cicak hanya sebagai binatang kecil, tak berdaya, lemah ketika harus berhadapan dengan buaya yang kuat, perkasa sekaligus mematikan.

Kini Susno Duadji mendekan di penjara, Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Markas Besar (Mabes) kepolisian Ri (Polri) Susno Duadji resmi ditahan atau resmi dibungkam, terserah pembaca mengartikan seperti apa. Susno ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap PT Salmah Arowana Lestari (SAL).

Menurut M Assegaf, penahanan Susno ini mengada-ada. Ia mengatakan, Polri menahan Susno dengan alasan normatif, seperti menghilangkan barang bukti atau melarikan diri. “Padahal Susno sangat kooperatif dalam pemeriksaan,” ujarnya. Susno ditahan di Mabes Polri. “Susno tiba-tiba disuruh menandatangani surat penahanan,” kata salah satu pengacara Susno, M Assegaf kepada tvOne, Senin (10/5/2010).

Terlepas dari kontroversi apa niat dibalik gencarnya Susno Duadji membongkar korupsi di jajaran kepolisian, kejaksaan, dan kehakiman, kita mestinya mendukung atau setidaknya simpati atas keberanian Susno. Karena tidak mudah untuk memiliki keberanian seperti itu, keberanian membongkar mafia kasus dan makelar kasus di negara ini akan mendapatkan ganjaran yang berat dan niscaya tidak didukung pemerintah. Seperti yang terjadi pada Jenderal bintang tiga itu, kini dia hanyalah seorang yang lemah tak berdaya layaknya rakyat kecil yang tak berdaya yang terbiasa tertindas.

Jadi saya peringatkan bagi rakyat kecil atau pun rakyat jelata dan bagi saudara-saudara yang mau ikut-ikutan menjadi ‘peniup peluit’ sebaiknya berpikir ulang. Tapi jika Anda berani menjadi seorang ‘peniup peluit’ di negeri ini, saya yakin Tuhan beserta Anda dan semoga kasih sayang-Nya senantiasa menyertai kemana pun Anda pergi.

2 Komentar

Filed under reality, Uncategorized

2 responses to “Susno Duadji Sang Whistle Blower

  1. Zaenab

    Semua kerana ketidak mampuan rezim Indon SBY dan orang-orang di parlimen/DPR Indon. Kes Susno pun nyata membukti bahawa polis nasional Indon bersama presiden ber-KKN justeru ‘menghabisi’ peniup peluit hebat macam tu. Kami sengaja senang sangat sebut negeri jiran tu neegri Indon kerana buruoknya cara menjalankan kerajaan negeri tu termasuk dalam masa SBY ni. Tetapu pada rakyat, kami selalu sebut Indonesia, kerana rakyat tu kurang bersalah dan selalu tertimpa tangga kerana keserakahan dan kebiadaban kerajaan Indon. Kerana SBY dan kroni-kroninya tak ada otak membangun bagi mensejahterai rakyat, maka tent pola-pola lama yang ebrlaku iaitu membuat pelbagai isyu silih berganti dicipta, saat rezim tu bersama seluruh anak buahnya dalam koor sama selalu membantah bukan mengalihkan isyu. Bagaimanapun nanti ikan busuk tu ditutupi kan terbau jua. Ini soal masa sahaja. Macam ni lah kelakuan rezim Indon di bawah dan kerana presiden SBY. Boleh ajdi SBY mengesani khususnya di depan televisyen, kerana dia pemain sandiwara nombor satu, berhati baik. Tetapi president u berkepribadian sangat lemah dan tak berwibawa, tak berpengetahuan membangun Negara dengan standar universal macam bangsa-bangsa lain. Sehingga bermakna seluruh DPR dari parti jahat Golkar khususnya selalu mempermainkan SBY. Tapi mungkin sahaja pun SBY sengaja ambil manfaat perkara macam ni dan bahkan ber-KKN dengan tokoh jahat dan licik Aburizal Bakrie dari parti tu. Sementara, rupanya SBY dah banyak belajar dari Suharto, iaitu jelas bagi mengalihi pelbagai isyu ataupun perkara maupun perhatin, nilah nyata dan jahat strategi kerajaan SBY yang tampak takut dengan mafia penjahat dalam legislatif yang digerakkan Golkar dan mafia yudikatif hakim-hakim jahat da pimpinan kejaksaan. Jelas bagi pengalihan tu supaya sengaja tidak mahu membangun fisikal ibukota dan rakyat dan Negara jiran tu dan 10 tahun 2009-2014 sehingga bakal berlepas tanpa hasil apa-apa, di saat di kami Malaysia, Singapura, Thailand dan bahkan Vietnam aktif membanguni infrastruktur dan fasiliti-fasiliti semua yalah bagi kepentingan publik iaitu macam MRT yang kami miliki dah lama, rezim Indon tak dan rakyat Indonesia tu belum dapat dan mungkin tak pernah dapat menikmati, bahkan 10 tahun yang akan datang antara lain.
    Kepala rezim macam SBY dan pesaingnya yang mungkin sekadar ingin merebut kekuasaan, semata pandai bicara, tentu nyata tidak mungkin mampu membangun dan meimpin negara jiran luas dan bersuku majemuk multietnis tu, tetapi mengapa masih dibiari oleh rakan-rakan mahasiswa? Ini bodoh tolol gila. Bangsa-bangsa lain naik ke langit, neegri awak dibawa masuk jurang oleh kali ini SBY dan kroni-kroninya macam Aburizal Bakrie yang membuat sejarah cemaran minyak Teluk Mexico, bukan, cemaran lumpur Lapindo, menenggelami rakyat Jawo Timur. Pabila SBY khususnya, tak sengaja nikmat dalam KKN tu bersama tokoh tu dan orang-orang DPR serta yang lain dan tak takut mereka, mengapa tidak tegas di depan rakyat tu dengan bukti perlawanan nyata terhadap mereka tu bagi sekali lagi membukti di hadapan rakyat tu bagi keberpihakan kepada rakyat? Ini kelicikan SBY dan kroni-kroni itu. Naif pabila awak masih percaya SBY baik. Karena info semakin nyata bahawa rakyat berakhir nak berontak dimana-mana, ini dah makin tampak di daerah-daerah maka rezim tu semakin meningkatkan jumlah isyu bagi mengalihi perkara-perkara terpenting yang rezim tu tak mampu, tak mahu, tak berniat membangun, kecuali untuk akhirnya mengorupsi sebahagian besar wang tu. Suakr bagi internasional nak percaya pada rezim Indon kini. Macam tulah pembohongan SBY cs. Lagipun, mengapa rakan-rakan mahasiswa Indonesia membiarkan Negara dibawa entah kemana serta rakan-rakan lebih suka beramal bentrokan dan mengamok hanya skala kecil dan tempatan daerah kecamatan, kabupaten dan provinsi dan bukan skala nasional memukul penjahat-penjahat krusial negeri awak contoh ke depan DPR dan Istana tempat penjahat-penjahat berada sehingga menghasili pembubaran DPR dan impeach presiden SBY yang pun tak tu? Bodoh dan tolol sangat, rakan-rakan. Lagipun, mengapa semata membela bangsa Palestine di saat bangsa rakan dan awak sendiri hancur kerana kemiskinan dan pemiskinan oleh rezim tak becus SBY dan DPR tu pun nyata sangat dimana-mana diseluruh Indonesia? Membela Palestine jelas penting tapi bila tengok macam kes Indonesia maka membela sebangsa awak sendiri lebih penting kerana rezim tu tak mengamal apa-apa kepada bangsa awak. Tengok, rakan-rakan dan para orangtua rakan-rakan dan semua rakyat tu diperdaya terus-terusan oleh kerajaan/pemerintah awak? Tak tengokkah dan tak sadarkah?
    Bangsa-bangsa lain macam kami juga udara kota-kota bersih, kerana tak (boleh) ada haluan kebijakan pemerintah bodoh yang mana berpuloh juta sepeda motor dan mobil berakhir digunakan rakyat kerana rezim tak membangun angkutan umum yang baik; di Indonesia SBY justeru membela bisnez jahat highways/jalan tol sehingga justeru jalan tol yang diperbanyak, bukan MRT atau jaringan kereta listrik macam di kami, yang penting bagi seluruh rakyat. Apa masih bolh disebut Indonesia ada presiden dan masih bisakah disebut sebagai Negara? Malu kami sebagai negeri tetangga rakan-rakan.
    Satu contoh macam mana rezim Indon mengalihkan dari satu masalah penting ke masalah lain yang tak diamali bagi rakyat tu, bahkan kali ini lebih gila lagi iaitu dengan kes video porno dan memblowupnya, itu negeri gila. Bukan selekas diblokir dan televisyen-televisyen dilarang tegas membloup, tapi justeru dibiari terus-terusan, ini bukanlah demokrasi tapi hutan belantara tanpa peemrintah! Jadi bila peemrintah tu tak tegas maka sesungguhnya pemerintah khususnya SBY sengaja rupanya: terbaharu yalah soal video porno. Belum lagi SBY tak tegas dan tidak memecat kepala-kepala polis daerah khususnya dalam kes penculikan dan pembunuhan anak-anak, macam tengok kes-kes tanpa perikemanusiaan ni mana ada seorang presiden ataupun raja membiari kepala polis yang tak mampu menangkap penjahat tu, berapa banyak lagi nyawa nak melayang kerana ketidaktegasan presiden dan polis? Jadi awak boleh memaknai di balik video porno tu? Mudah sangat. Maka sekadar bicara bagi “kesenangan” bisnez dagang televisyen-televisyen Indon yang macam kami tengok tak ada unsure pembelajaran/pendidikan bagi bangsa negeri jiran yang mengklai merdeka 65 tahun tapi majority rakyat sengsara sangat tu. Tengok, menkominfo Indon tu pun turut sibuk berkomentar nak minta pertanggung jawaban tiga bintang porno tu dan minta polis usut siapa pemasangnya di Internet tu. Menkoinfo macam menetri-menetri Indon lain pun tak menjalankan tugas macam sebenar-benarnya, contoh harusnya membangun jaringan internet broadband and high speed untuk seluruh anak bangsa macam bangsa-bangsa lain macam kami Malaysia, Singapura dan ehbat lagi China. Menkominfo tu tampak kurang kerja. Yalah benar polis nasional Indon harus pandai memecahi perkara video porno dan lain dengan adil. Polis nasional tak perform. Polis nasional Indon bukan mengamali tugas-tugas polis umum macam di bangsa-bangsa lain tapi membiari kemungkinan tiga bintang porno tu mendagangi diri ataupun ‘mereka punya “barang”’. Bermain porno berupah mahal sangat. Tengok macam ni mungkin ada kesengajaan bintang-bintang tu bagi mengamali keburukan tu untuk perolehi wang besar sangat dari video kotor. PKS dan FPI masanya untuk turun ke jalan ebrsama seluruh ummat Islam menekan rezim Indon supaya bersikap jelas. Bintang-bintang tu tentu boleh jadi mereka menyangkal koemrsialisasi porno mereke tu. Tapi dapat pun jadi ada kemungkinan eks kekasih pria tu atau pesaing-pesaing show bisnez mereka sengaja menyebar video itu tapi kemungkinan ni kecil. Bagaimanapun kalau yang melakukan kepornoan tu yalah bintang-bintang tu jelas tu keterlaluan dengan moral ketimuran apalagi majority Indonesia macam kami jua yalah ummat Muslim.
    Perkara yang justeru perlu ditengok yalah makna politik. Ingat, rezim Indon beramal bagi melaksanakan kenegaraan bukan standar universal iaitu menjalankan kerajaan dengan system kenegaraan yang ebnar iaitu jujur dan mensejahterai rakyat merata dan membangun fasiliti dan infrastruktur public tak. Maka teori yang digunakan rezim tu yalah mencari-cari dan mencipta pelbagai perkara supaya waktu 5 tahun berkuasa selesai tanpa hasil apa-apa kerana rakyat terlupa dengan pelbagai 1001 perkara yang tak ada kaitan dengan pembangunan fisikal ibukota dan Negara. Hal macam ni dah diamalkan teruk saat Suharto dulu ebrkuasa, kini dilanjuti oleh presiden kerajaan SBY dan DPR Indon meskipun mereka agak dan berpura seakan bermusuhan. Jadi video porno sengaja dicipta, bermakna ada sengaja KKN mencipta isyu antara artis-artis beken bersama kerajaan dalam hal ini intelijen Indon yang majority masih dikuasai orang-orang berpemikiran lama Orba. Intelijen dalam Sutanto pun tak mampu membersihkan cara-cara menjalani Negara macam tu. Sementara SBY sekadar menerima apapun yang terpenting dia selamat sehingga 2014 dan tak terjatuh ataupun terlengseri di tengah jalan 2011-2012. Ini bermakna intelijen Indon, tak macam intelijen-intelijen bangsa-bangsa lain, justeru tat kepada rezim dan bukan mengabdi bagi memula membangun mensejahterai merata bagi rakyat kesemua. Hal ini jadi nyata saat SBY hari inipun lebuh senang membelokkan ke perkara-perkara ekonomi bahawa bangsa-bangsa lain Barat, Amerika Syarikat dan Eropa serta Greek lebih buruk ekonomi disbanding Indonesia, pertanyaan awak betulkah? Jangan-jangan sebentar lagi Indonesia jatuh dalam, lebih buruk dari bangsa-bangsa tu.
    Bila macam ni cara SBY dan DPR menjalankan kerajaan maka Indonesia 300 tahun lagi maju tak. Mungkin kerana rezim tu dah membaca bahawa rakyat dan mahasiswa Indonesia sudah mula mengamok dan mereka nak bersatu mengamuk dalam skala besar, kerana majority mereka di mana-mana hidup sukar, nah diciptalah pelbagai macam isyu termasuk video porno. Kalau kerajaan SBY dan DPR membangun dengan kejujuran dan tidak emncuba-cuba korupsi terselubung terus-terusan dengan terakhir wang aspirasi vs bank century pasti rakyat Indonesia tu nak senang. Kerajaan tu bersama institusi intelijen tu harusnya berhenti menggunakan pola-pola ketidak jujuran khas Indon, sebelum rakyat tu benar-benar mengamok. Kami tengok krisis social dan amuk massa serta penjarahan tu tinggal tunggu masa sahaja. Orang-orang penting di dalam Golkar pun tu harusnya dah dibuang macam Bakrie yang merosak. Tengok, saat wang aspirasi tak dikabulkan, langsung sahaja mereka kembali permasalahkan skandal Bank Century. Bila semangat tu memang untuk benar-benar mengungkap tuntas skandal tu sehingga dipenjarakan pelaku dan terselamati wang 6,7 triliun tu pasti baik, ettapi kalau semata mengulur waktu untuk bargaining power supaya wang aspirasi dikabuli, ini burok dan boleh membuat rakyat dan seluruh rakan-rakan mahasiswa mengamok bersama-sama seluruh negeri jiran tu. Lagipun, DPR harusnya mengawas dan membuat undang-undang bukan mengemis wang dengan alas an wang aspirasi, yang sesungguhnya pun nak dikorupsi. Banyak anggota DPR lama dan baharu macam anak buah Akbar Tanjung dan kroni-kroninya semuanya punya bisnez termasuk jaringan minimarket yang sebagahagian belum berjalan; wang aspirasi bila berhasil nak digunakan bagi mengoperasi jaringan minimarket-minimarket tu bagi kepentingan pribadi-pribadi mereka. Jadi macam ni kita boleh tengok bahawa semua kerajaan Indon (eksekutif dan khususnya yudikatif dan legislative) semua pencuri. Teruk sangat tengok negeri jiran tu. [Ada opini lain bolehlah majukan ke kami: zaenabbintimasduki@mscterengganu.my ].

  2. dodol

    Zaenab i lop u

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s