Mimpi Aneh Berkali-kali

“Rapikan lagi ketempatnya semula yach” pinta penjaga perpustakaan kepada setiap siswa-siswi yang mengambil buku. Maklum, kadang-kadang buku-buku berserakan dan menumpuk di meja-meja sepanjang ruangan perpustakaan ini. Aku menikmatinya, buku-buku berantakan ataupun rapi bagi ku sama saja, yang penting tidak berisik. Perpustakaan tempat santai dan ngadem, cuma perpus yang sejuk, karena di perpus di pasang kipas angin.

“Gila, bagus-bagus banget bukunya” celetuk Robby.

“Tuch Ensiklopedi-nya juga banyak dan baru-baru” timpal Ari.

“Wah, gila keren banget. Wright Bersaudara ini jago banget, nyiptain pesawat Bo!” ucap Robby terkagum-kagum.

“Yang bener menemukan pesawat” Aku nimbrung bicara.

“Iya sama aja, nemuin atau nyiptain pesawat” tukas Robby tidak mau kalah bicara.

“Tapi…..” sahutku yang dipotong Ari.

“Udah-udah, jangan ribut. Coba gw liat bukunya!” Lerai Ari sambil mengambil Ensiklopedi dari tangan Robby.

Aku ikut melihat pula Ensiklopedi yang berjudul Science And Teknologi itu, yang kini ditangan Ari. Kami pun terkagum-kagum, kami berkali-kali membolak-balik halaman demi halaman. Tak kami lewatkan selembar halaman pun, kunikmati Ensiklopedi itu dengan membayangkan dan berandai-andai menjadi mereka, para penemu teknologi yang membawa peradaban baru bagi kehidupan umat manusia.

“Ih, telepeon Zadul (Zaman Dulu)” celetuk Ari.

“Gue ingin jadi Profesor, nemuin banyak teknologi dan menjadi Kiayi yang dicintai ALLAH” Ucap ku bersemangat,

“Mangnya Lu mau nemuin teknologi apa Venk? tanya Robby sambil menatap ku serius.

“Apa aja yang penting teknologi modern, dan bermanfaat bagi kita dan bangsa kita” jawab ku percaya diri.

“Gue ingin bisa nyiptain mobil paling canggih, yang bisa terbang juga mobilnya” kata Ari lebih bersemangat

“Gue jadi apa ya? yach gue mah ingin jadi orang yang bermanfaat bagi bangsa dan negara aja dech”. Robby tidak mau ketinggalan bermimpi.

“Gue ingin jadi Pengusaha sukses dan bisa keliling dunia juga” kuucapkan mimpi lagi.

Teman-teman ku senyum lebar, Robby menyeringai merendahkan, Ari mendoakan”Mudah-mudahan bisa Venk!” Ensiklopedi itu, memberikan banyak inspirasi bagi siapa saja yang membacanya. Kubaca lagi tentang penemuan pesawat terbang, pesawat telepon, kereta uap, dan banyak lagi teknologi lainnya.

Tampak si Bironk dan sukma masuk perpus, membawa es teh manis yang langsung disabet Ari dan Robby. “Masuk kelas Yukz” ajak Bironk yang mempunyai nama asli lengkap Wira Darmawan.

“Iya Venk ke kelas Yukz, bentar lagi bel!” sahut Sukma

Bironk meraih Ensiklopedi dari tangan ku, Buku Ensiklopedi ini berpindah-pindah tangan dengan cepat. Untuk perpustakaan SMP aku rasa buku Ensiklopedi ini sangat mewah, disamping tampilannya yang Lux, isinya pun luar biasa. menginspirasi dan sangat menarik kami siswa-siswi SMP. “Wah bagus juga neh majalah” sahut Bironk.

“Majalah? yang bener Ensiklopedi Wir” Robby meluruskan.

“oh iya.. Ensiklopedi maksud gue” timpal Bironk santai sambil tersenyum lepas. Kulihat Bironk juga terkagum-kagum dengan Ensiklopedi ini. Dia membolak-balikan halaman demi halaman tanpa berkedip sedikit pun.

“Venk, pantesan lo betah di sini, bukunya bagus-bagus” kata Bironk sambil meraih buku-buku lainnya yang tersedia di meja bekas bacaan Aku dan teman-teman dari tadi. Buku-buku itu sebagian besar buku cerita dan teknologi, ada juga buku berjudul KITA DAPAT MERAIH CITA-CITA. Bironk mengambil dan melihat-lihat sepintas buku berjudul KITA DAPAT MERAIH CITA-CITA “Oya Venk, gw mau nanya dunk! Lo percaya mimpi gak?”

“Maksud Lu?” Aku tak mengerti apa yang dimaksud Bironk. kenapa dia tiba-tiba bertanya begitu.

“Beberapa hari ini gue mimpi aneh berkali-kali, dalam mimpi gw liat lu jadi seorang pengusaha tersukses di Indonesia dan penulis terkenal.” Bironk tampak serius. Mendengar kata-katanya Aku, Ari, Robby dan Sukma seperti tersihir, diam, hening tak bersuara, aneh. Aku tak mengerti kekuatan apa yang merasuk kedalam tubuh Bironk, kata-katanya begitu mengetarkan, seakan-akan kami begitu yakin bahwa dia bermimpi yang akan terwujud suatu saat nanti. Padahal dia cuma cerita tentang mimpinya, yang menurut dia aneh karena berulang ulang memimpikan hal yang sama. “Hahahahaahaha Kenapa lo lo pada diem kayak kesengsrem?”

“Ah itu mah kembang tidur Ronk” sergah ku menghangatkan suasana. Aku tersenyum dan menatap Bironk dengan penuh perhatian. Percaya gak percaya, setengah percaya setengah tidak. Bironk suka berbohong, tapi Aku merasakan kebahagiaan mengalir dalam darah ku “Mudah-mudahan benar” walaupun Aku tak pernah serius memimpikan menjadi Pengusaha apalagi Penulis.

” Udah nanti cerita mimpinya lanjutin di kelas, masuk kelas yukz!” desak Sukma

“Bentar-bentar! gue belum selesai. Bentar lagi kita masuk” pinta Bironk “ada yang lebih bikin gue heran, dalam mimpi gue jadi seorang kiayi. Coba lo semua pikir aneh kan?”

Sepontan aku dan teman-teman ngakak, gila, bener-bener gila mimpinya. Bironk jadi Kiayi? Wah bisa-bisa runtuh langit ini. Kami semua tahu orang macam apa si Bironk itu, dia nakal banget, suka nyontek, gangguin cewek-cewek di kelas, slengehan, yang lebih parah suka gak bayar kalau makan di kantin sekolah atau warung sekolah.

“Gue serius man!” tegas Bironk

“Iya-iya gue percaya, Yaudah masuk yukz dah jam 10 lewat 15 menit neh” timpal sukma sambil ketawa-ketawa geli mengingat ucapan si Bironk. Kiayi, “Kalau kriminal kayak lo jadi kiayi, pasti rusak agama” Sukma meledek.

Tak lama kemudian bel menjerit-menjerit, kami bergerak keluar perpus menuju kelas. Seperti biasa kami pergi dari perpus tanpa merapikan buku-buku ke tempanya semula. Kebetulan kelas 3-A tak jauh dari perpus sekolah, kurang dari 2 menit kami semua sudah ada di kelas. Tampak oleh ku Nanik siswi yang bergelar bintang sekolah itu hendak merapikan buku-bukunya. Nanik siswi tercantik di sekolah kami, prestasinya mengagumkan, dan baik hati pula. Bisa dibilang Dia sangat perpect, sejauh yang Aku ketahui, senyumnya menawan. Nanik tersenyum kearah kami. Sukma cengengesan ke-PD-an, “Nanik Liatin gue Venk” ucap Sukma, “Eh ada Ari, Sori ya Ri!”. Aku tak memiliki hasrat kepada Nanik, Aku tak tahu kenapa, apa karena Aku tahu, sahabatku Ari sangat mendambakannya. Sudah lama Ari dan Nanik saling menyukai, namun ari bisa dibilang ‘Ayam Sayur’ grogian, kalau ngobrol dengan Nanik, si Ari suka salah tingkah (Salting). Padahal gosip dari teman-teman Nanik pernah nembak si Ari, tapi Ari memang payah, waktu Nanik deketin dia cuma bilang “Nanik, Maaf Ari ingin fokus belajar”

Tinggalkan komentar

Filed under intermezo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s