Makara Foundation

“Makara Foundation” begitulah kami dipanggil oleh adik-adik kami yang mengamen di jalanan kota-kota negara Indonesia. Kami (Yayasan Bintang Makara Indonesia) hadir dan turun ke jalan, menyusuri setiap stasiun kereta api dimana para pengamen jalanan, peminta-minta, dan anak-anak terlantar bermain dan menjalani hidup sehari-sehari dengan penuh keceriaan, kesedihan, kekerasan, kebebasan, dan keamanan yang minus.

Jiwa kami terlahir pada 5 Februari 2005 di perkampungan kumuh sekitar Kampung Lio, Kel. Depok, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, Indonesia. Bermodalkan sebuah buku cerita dan buku tulis serta pensil seseorang dari bagian kami mencoba menarik perhatian seorang anak yang sedang asyik bernyanyi untuk sesuap nasi. Hingga berjumlah lebih dari 20 Pengamen Cilik itu akhirnya tertarik untuk menikmati lezatnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta Seni.  Sejumlah Mahasiswa Universitas Indonesia yang kemudian mendirikan sekolah untuk memfasilitasi dan mendukung proses transfer ilmu pada para pengamen cilik itu akhirnya sepakat mengangkat Muhammad Reza sebagai kepala sekolah pertama. Kepala Sekolah dan Wakilnya periode ke-2 yaitu Safri Saifulloh dan Rieski Anna Dewi, mereka berdua yang senantiasa mempertahankan sekolah itu (Technique Informal School- TIS) tetap berdiri walaupun sudah tak ada lagi yang peduli. Beban yang besar dan butuh pengorbanan yang tak kalah besar pula untuk mengurusi sebuah sekolah yang ditujukan untuk pengabdian kepada masyarakat bangsa ini. Periode ke-3 kepala sekolah TIS yaitu Kurnia A yang berusaha untuk menularkan semangat mengajar tanpa pamrih itu kepada pengajar baru agar tetap senantisa bersedia mengajar walau tak dibayar (dari awal TIS tidak menggaji pengajar dan pengurus sekolah, padahal kalau mengajar di luar TIS mereka bisa dibayar Rp 70.000 s/d Rp 100.000 setiap pertemuan)

Ketika TIS dipimpin oleh Cepi Abdul Rohman, kepala sekolah periode-4 membuat TIS menjadi lebih stabil dengan cara kaderisasi pengurus dan perbaikan struktur organisasi hingga pembuatan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga TIS, serta pembuatan perpustakaan sederhana. Reza Firdaus kepala sekolah periode-5 menjadikan TIS memiliki perpustakaan yang teratur, lebih lengkap dan kaya akan buku-buku dibanding sebelumnya. Seiring waktu sekolah-sekolah sejenis TIS lahir untuk membantu perjuangan pemerataan pendidikan indonesia, Mahabiru Sastra (Aditya), Pondok Makara (Dinar dan Wulan), Rumah Belajar (Nurul), Rujak (Cicik Zehan), Rumah Belajar (Mira dan Nila), Children of Heaven (Annita Mardiah dan Dini Pratiningtyas) dan yang sudah lama berdiri Sekolah Non Formal Ekonomi (Farida dan Budi Muryanto) Rumah Kita (Alit dan Rendry).

Musyawarah diantara para pengurus sekolah yang berbeda di atas melahirkan sebuah wadah bersama yang disebut Peduli Pendidikan Indonesia. Peduli Pendidikan Indonesia (PPI) dibentuk bertujuan untuk meningkatkan kualitas dari sekolah-sekolah yang sudah ada, membantu pendanaan, dan standardisasi konsep pengajaran yang bersifat fleksibel disesuaikan dengan kondisi lingkungan masing-masing sekolah. PPI kemudian mendirikan payung hukum yang dinamakan Makara Foundation untuk memenuhi persyaratan legalitas atau diakui secara hukum.

2 Komentar

Filed under pendidikan

2 responses to “Makara Foundation

  1. wah hebat…

    congrat ya,..

    sukses buat makara…

  2. lani

    Maksudnya esai itu isinya menjelaskan alasan qt aja atau menceritakan hubungan makara dengan pendidikan ? ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s