Monthly Archives: Juli 2008

Peduli Pendidikan Indonesia

Krisis multidimensi yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini seolah belum menampakkan tanda-tanda ke arah perbaikan yang signifikan. Hal ini dapat terlihat dari kian meningkatnya angka kemiskinan pada sebagian besar rakyat Indonesia. Mereka berjuang menjalani kehidupan yang tampak semakin sulit. Meningkatnya angka kemiskinan akan menimbulkan masalah-masalah baru dalam masyarakat, misalnya ketidakmampuan dalam menjalani pendidikan karena keterbatasan yang mereka alami. Di satu sisi mereka memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan dan pengajaran guna mengembangkan keahlian dan kualitas yang mereka miliki, namun di sisi lain mereka tidak memiliki kemampuan yang dapat menunjang mereka untuk tetap melanjutkan pendidikan karena ketidaktersediaan dana.

Sebagai insan akademis sudah selayaknya kita peduli pada realitas sosial yang dihadapi masyarakat kita saat ini. Mereka berharap banyak pada kemampuan yang kita miliki untuk dapat memberikan kontribusi positif kita guna pengembangan masyarakat ke arah yang lebih baik. Berangkat dari hal di atas, kami mahasiswa dari berbagai fakultas yang ada di Universitas Indonesia membentuk suatu forum yang bernama Forum Peduli Pendidikan Indonesia atau disingkat Forum PPI, yang berkonsentrasi pada masalah pendidikan dan pelatihan informal bagi masyarakat miskin.

Sejarah Singkat Forum PPI

Ide membuat forum ini berawal dari beberapa mahasiswa fakultas teknik yang mengumpulkan pengurus Sekolah Nonformal Fakultas pada satu tempat (di ruang sekretariat SNF FE UI) dengan tujuan awal mempererat tali silaturahmi dan saling berbagi pengalaman dalam mengurus sekolah non-formal (selanjutnnya disebut SNF). Setelah diadakan perbincangan lebih lanjut, dapat diketahui bahwa pada hampir semua fakultas di UI memiliki program pendidikan sekolah non-formal. Dari pertemuan tersebut kami menyepakati nama kegiatan yang akan menjadi landasan kami ke depan yaitu Peduli Pendidikan Indonesia (PPI). Setelah itu kami melakukan berbagai pertemuan secara intensif guna menentukan kemana arah tujuan dari kegiatan ini, akhirnya tercetuslah gagasan bahwa kegiatan ini berbentuk Forum, (walau tidak menutup kemungkinan akan mengalami perubahan seiring berjalannya kegiatan ini). Fokus utama kami berada pada masalah pendidikan, terutama pendidikan yang berorientasi pada pengembangan kemampuan masyarakat miskin. Kami berharap agar tercipta suatu pendidikan yang berkeadilan bagi setiap lapisan masyarakat.

Iklan

2 Komentar

Filed under pendidikan

AKUNTANSI KAS

A. PENGERTIAN KAS

Kas adalah harta yang dapat digunakan untuk membayar kegiatan operasional perusahaan atau dapat digunakan untuk membayar kewajiban saat ini. Wujud dari kas dpat berupa uang kertas/logam, simpanan bank yang sewaktu-waktu dapat ditarik, dana kas kecil, cek, bilyet giro, dsb. Item yang tidak dapat dikatakan kas adalah cek mundur, cek yang tidak cukup dananya/not sufficient fund (NSF) check, saldo dana yang kegunaannya dibatasi, saldo rekening koran yang diblokir.

B. REKONSILIASI SALDO KAS

Untuk pengendalian, kas dapat disimpan di bank dalam bentuk simpanan giro. Jika hal ini terjadi maka masing-masing fihak yaitu perusahaan (nasabah) dan bank akan melakukan pencatatan atas saldo dan perubahan dari saldo kas tersebut. Perusahaan melakukan pencatatan atas uang yang disimpan di bank di perkiraan (akun) cash atau cash in bank. Selanjutnya berdasarkan catatan bank, secara berkala bank biasanya mengirimkan laporan ke nasabah yang lazim disebut rekening koran (bank statement). Dengan demikian dapat dilakukan perbandingan antara data menurut perusahaan dengan informasi yang dilaporkan bank.

Rekonsiliasi adalah tindakan membandingkan dua data untuk mencari kesesuaiannya. Jika rekening koran bank tersebut dibandingkan dengan catatan perusahaan, kemungkinan ada perbedaan yang dapat disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut:

  1. Transaksi sudah dicatat oleh perusahaan, tetapi belum dilaporkan oleh bank, seperti:

setoran dalam perjalanan (deposit in transit), yaitu setoran yang dilakukan oleh perusahaan (biasanya pada akhir suatu periode yang dicakup oleh rekening koran) dan uang setoran tersebut telah diterima oleh bank tetapi belum masuk dalam rekening koran bank karena rekening koran bank dibuat mendahului setoran tersebut.

Cek yang masih beredar (outstanding check), yaitu cek yang sudah dibuat dan diserahkan oleh perusahaan kepada penerima tetapi sampai akhir periode cek tersebut belum diuangkan di bank. Akibatnya perusahaan telah mencatat pengeluaran tetapi bank belum.

14 Komentar

Filed under Bisnis