Kisah Sukses

Saya seorang ibu rumah tangga, ketika ditawari bisnis vnet ini, saya merasa ragu. Saya tidak percaya lagi pada bisnis MLM atau sejenisnya karena pernah gagal dan tertipu. Namun karena modal awalnya relatif kecil dan dapat kemudahan untuk mengisi pulsa dari HP sendiri, maka saya tertarik untuk mencobanya. Setelah saya mulai menawarkan bisnis ini kepada teman-teman saya, saya agak terkejut, karena responnya sangat baik, dari sinilah saya mulai optimis dan percaya bahwa bisnis ini memang menarik, ditambah lagi dengan bonus yang cukup besar. Dalam bulan pertama saya bergabung dengan vnet, bonus yang didapat telah mencapai 1,4 juta rupiah. Hal ini memotivasi saya untuk terus maju sehingga bonus yang didapat bertambah terus menerus, hingga sekarang bonus saya dapatkan mencapai 10 juta rupiah/bulannya.

Menawarkan bisnis vnet sangat mudah, karena semua orang tertarik dengan kemudahan dan modalnya sangat terjangkau, tidak perlu pengalaman tinggi dalam bidang bisnis ini, bahkan melalui vnet penghasilan yang didapatkan bisa melebihi dari dugaan anda selama ini. Pangsa pasarnya adalah pemakai HP di seluruh Indonesia yang jumlahnya mencapai 65 juta orang, masih banyak peluang, hanya dengan modal tekun anda pasti bisa sukses seperti saya.

Tidak ada alasan untuk tidak bisa mengikuti kemajuan teknologi yang Vnet tawarkan. (fiona)

V-NET BISNIS ”Sederhana” HASILNYA ”LUARBIASA

Perkembangan teknologi telekomunikasi seluler yang sangat pesat disertai dengan demand dari masyarakat terhadap voucher Pulsa elektronik sangat besar mendorong pelaku usaha mulai melirik bisnis ini. Bisnis jual beli voucher pulsa elektronik memang sedang booming saat ini, karena fakta yang menunjukkan bahwa 90% dari 65 juta pengguna ponsel di Indonesia (data akhir tahun 2006) menggunakan kartu pra bayar yang harus isi pulsa secara rutin. Survey menunjukkan pelanggan kartu pra bayar tersebut isi pulsa setiap bulannya rata-rata 2-3 kali dengan denom yang paling diminati adalah Voucher 20.000 – 50.000.

Fakta yang lebih mengejutkan lagi adalah bahwa 80% dari pengguna kartu pra bayar tersebut menggunakan cara isi pulsa  secara elektronik, yang berarti di Indonesia ada sekitar 117 juta permintaan isi pulsa voucher elektronik di setiap bulannya. Sungguh merupakan pasar yang menggiurkan!!. Ditambah beberapa pakar telekomunikasi memprediksi bahwa jumlah pengguna ponsel di Indonesia akan mencapai setengah dari jumlah penduduk yang berarti akan ada sekitar 110 juta pengguna ponsel di tahun 2010. fakta inilah yang membuat bisnis di bidang ini menjadi sangat dinamis dan semakin kompetitif.

Ada satu hal yang menarik untuk dicermati, bahwa saat ini trend isi pulsa mulai bergeser secara perlahan namun pasti, dari cara lama yaitu beli pulsa di penjual voucher eceran menjadi trend cara isi pulsa dengan HP sendiri (V-net club). Pengguna ponsel yang telah menggunakan cara isi pulsa dengan HP sendiri melalui V-net ini akan mendapatkan banyak keuntungan lebih dibandingkan dengan cara belanja pulsa dengan pola lama.  Karena member V-net dapat mengisi pulsa dimanapun dan kapanpun online selama 24 jam hanya dengan sms dari HPnya sendiri serta dapat dijadikan sebagai Bisnis ’sampingan’ yang akan menghasilkan pendapatan & passive income yang luar biasa. Hal inilah yang membuat orang-orang memburu V-net club.

Jika anda cerdas dalam melihat peluang, maka anda akan segera bergabung bersama V-net club dan memposisikan diri secepatnya menjadi distributor V-net disaat trend cara isi pulsa denga HP sendiri bergulir di masyarakat. V-net terbukti telah melahirkan puluhan orang jutawan baru dari berbagai latarbelakang kehidupan walaupun baru 1 tahun berdiri.

Dibandingkan jika anda bisnis jualan voucher pulsa secara eceran, yang belum tentu pelanggan anda hari ini di esok hari akan membeli lagi ditempat anda, di bisnis V-net dengan menjadikan keluarga, saudara, teman-teman, rekan kerja atau relasi anda menjadi member V-net dalam grup anda sendiri, maka anda akan menikmati keuntungan secara rutin & terus menerus dari member-member di dalam grup anda yang bertransakisi pulsa di Vnet seumur hidupnya. Hal inilah yang membuat anda akan menikmati passive income secara rutin dan pasti hingga ratusan juta rupiah setiap bulannya.

Iklan

7 Komentar

Filed under Bisnis

7 responses to “Kisah Sukses

  1. ademula

    Saya seorang Pengangguran Saat ini, Saya ingin buka usaha…
    tapi saya bingung mau bisnis dan usaha apa yang bagus dan berkepanjangan. :))
    Kalau menurut Anda apa ya…
    Thanks…

  2. Prabowo

    Dh.
    Bagaimana caranya untuk mengawali bisnis ini?
    Terima kasih.

  3. cepiar

    Bisnis Pulsa saat ini sedang marak-maraknya, berbisnis pulsa tidak membutuhkan modal yang besar namun income-nya besar. Bahkan saya kenal seorang kolega yang memulai bisnis ini hanya dengan mengeluarkan uang celengannya (1-2 juta), bahkan ada yang hanya dengan kepercayaan (tanpa modal), minimal punya HP yang bisa buat sms. Jika tertarik untuk berbisnis pulsa sebaiknya Anda mencoba untuk memulainya dari sekarang. Ada Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk memulai bisnis ini, diantaranya:
    1. Survey tempat atau lokasi usaha, (tempat dekat sekolah, kampus, tempat sekitar kos-kos-an, pinggir jalan dan kantor sangat dianjurkan)
    2. Target Pasar /siapa pembeli? (Tentukan siapa konsumen kita; mahasiswa, karyawan, siswa, atau orang yang lalu lalang)
    3. Pelajari seluk-beluk tentang Bisnis Pulsa. siapkan mental , kegigihan, dan kesabaran.
    4. Bangun jaringan, usahakan Anda menjadi orang yang aktif mencari patner bisnis, karena bisnis pulsa ini memberikan keuntungan kepada Anda jika mengajak orang lain untuk mengikuti langkah Anda. Anda akan dapat 2 bonus ketika mengajak orang lain ikut usaha pulsa; 1. Bonus Registrasi/daftar. 2. Bonus Income Pasif, setiap pulsa teman Anda terjual Anda dapat keuntungan juga.
    5. Mulai dari sekarang.

    Modal yang Anda punya hanya memberikan 30% kesuksesan, sedangkan 70% kesuksesan-nya lagi ketika Anda Kerja keras, kerja cerdas, dan ikhlas.

    Selamat Mencoba, Mudah-mudahan Kesuksesan menyertai Anda.

  4. cepiar

    Usaha yang cocok adalah yang Anda sukai, dan yang belum pernah Anda pikirkan saat ini.

    coba untuk merencanakan masa depan Anda. Modal akan datang dengan sendirinya, Berdoa.

  5. cepiar

    Apabila anda ingin memulai suatu usaha, tidak ada salahnya mengikuti delapan langkah berikut ini :

    1. MENGETAHUI / MENGENALI DIRI ANDA SENDIRI
    “Corak/Sifat-sifat Keberhasilan” berikut ini kelihatannya banyak ditemukan pada diri para wirausahawan yang berhasil:
    Orang yg memulai sendiri ? Pekerja keras
    Berorientasi pada orang ? Berani atau tidak ragu dlm membuat keputusan
    Pemimpin ? Terpercaya, kata-katanya dapat dipegang
    Menikmati tanggungjawab ? Tekun/ulet
    Terorganisir/ teratur ? Sehat
    Disamping itu hal-hal berikut ini akan berpengaruh terhadap usaha apapun yang anda jalankan
    Pengalaman kerja pada masa lalu tentunya akan menentukan jenis usaha yang akan dimulainya.
    Menjalankan usaha adalah lebih mudah jika anda sudah kenal dengan produk atau jasa, dan industrinya.
    Memulai usaha-baru jauh lebih rumit kala anda mencoba untuk melakukan keduanya pada saat yang bersamaan (cari pengalaman dan mencari tahu tentang produk).

    2. MERENCANAKAN
    Suatu rencana usaha yang baik merupakan garansi untuk keberhasilan. Menurut beberapa survei, perencanaan yang benar merupakan faktor penentu utama bagi kelangsungan hidup dan pertumbuhan suatu usaha.
    Rencana usaha itu dibuat karena tiga alasan mendasar:

    1. untuk menentukan kelayakan,
    2. untuk menyediakan dokumen tertulis,
    3. dan untuk membimbing penanganan usaha yang sesungguhnya.
    Sebuah rencana usaha harus mendokumentasikan aspek-aspek usaha seperti pemasaran, pengorganisasian, dan keuangan.
    Anda harus merencanakan pemulaian suatu usaha untuk menentukan apakah perusahaannya akan mendapatkan keuntungan atau kerugian — di atas kertas — sebelum ia berhenti dari pekerjaannya (pada saat ini), mengambil kredit modal untuk kedua kalinya dengan menjadikan rumahnya sebagai jaminan/agunan, dan membuat komitmen dengan (meyakinkan) sanak-keluarga dan kerabat tentang kemungkinan resiko dan keuntungannya.
    Andalah yang harus menentukan berapa besar jumlah modal yang diperlukan untuk memulai dan menjalankan usaha sampai usaha tersebut dapat membiayai dirinya (mandiri).
    Klien juga harus secara ketat menguji kebutuhan keuangan dirinya sendiri, karena kebanyakan usaha baru pada masa-masa awalnya tidak dapat menggaji pemiliknya.
    Pemberi pinjaman (bank) dan penanam modal berharap untuk dapat melihat suatu rencana usaha. Suatu rencana resmi yang tertulis akan menunjukkan kepada mereka bahwa klien telah melakukan “pekerjaan rumahnya” dan telah mengembangkan gagasan usaha yang dapat dilaksanakan.

    3. PENDANAAN
    Langkah berikutnya yang harus diayunkan oleh klien adalah bagaimana mencari atau mendapatkan dana untuk modal.
    Pertama ia mungkin harus bersedia untuk mengorbankan tabungan pribadinya, dan menggunakan harta milik pribadi sebagai jaminan untuk pinjam uang.
    Para penyedia pinjaman dan penanam modal biasanya akan mensyaratkan “(dokumen-dokumen) keabsahan” sebagai berikut:
    Tekat/komitmen atas keuangan pribadi yang terbesar,
    Pendapatan dari usaha cukup untuk membayar hutang/pinjaman;
    Agunan dalam jumlah yang setara (bahkan seringkali lebih besar) dengan nilai pinjaman; dan
    Pengalaman klien dalam mengelola usaha dari jenis yang sama/serupa.

    4. HAL-HAL LEGAL (UU, Peraturan, Ijin, dsb)
    Anda sepatutnya memperoleh saran dari seorang ahli hukum, agen asuransi, dan akuntan sebelum memutuskan tentang apakah usahanya akan hanya dimiliki sendiri (sole proprietorship), menjalin kemitraan (partnership), atau dalam bentuk perseroan (incorporation).
    Penyingkapan terhadap pertanggungjawaban mungkin merupakan pertimbangan yang paling penting dalam memilih bentuk badan hukum perusahaan.

    Jika klien akan punya penanam modal, bentuk perseroan sepertinya akan lebih tepat.
    5. PENYIMPANAN CATATAN (Pemeliharaan dari Rekaman) *)
    *) Sering disebut sebagai Pembukuan dalam hal-hal yang berkait dengan keuangan

    Suatu sistem penyimpanan catatan/data atau sistem pembukuan keuangan yang baik adalah penting untuk menyediakan/memberikan informasi yang dibutuhkan oleh pemerintah, penanam modal, dan peminjam uang (bank). Catatan atau rekaman amat sangat penting untuk tujuan perencanaan dan pengawasan. Klien harus tahu berapa banyak uang yang dihasilkan, apa saja pengeluaran yang dilakukan, adakah keuntungan atau kerugian, siapa saja yang berhutang kepada usaha ini, dan kepada siapa saja usaha ini berhutang. Semua pertanyaan ini dapat dijawab dengan sistem pemeliharaan atau penyimpanan catatan atau data (keuangan) yang baik. Catatan atau rekaman atau pembukuan yang harus dimiliki oleh suatu usaha yang baru meliputi:
    Buku Register Cheque yang menunjukkan setiap cheque yang dikeluarkan, tanggal dan jumlah uang pada cheque, penerima check, dan uraian singkat tentang jenis pengeluaran.
    Jurnal Penerimaan Kas yang memperlihatkan uang yang diterima atau masuk, tanggal penerimaan, jumlah uang yang diterima, nama pembayar, dan uraian jenis penerimaan.
    Buku Besar Rekening yang Harus Diterima (Accounts receivable ledger), atau Buku Besar Piutang, yang mendaftarkan uang-uang yang masih belum diterima, yang merupakan kewajiban dari pelanggan anda untuk membayarnya kepada perusahaan anda.
    Buku Besar Rekening yang Harus Dibayarkan (Accounts payable ledger), atau Buku Besar Hutang, yang mencatat tagihan-tagihan yang masih belum dibayar oleh perusahaan anda kepada penyedia jasa atau barang (vendors).
    Jurnal penggajian/pengupahan yang digunakan untuk menelusuri pembayaran atau penggajihan kepada karyawan dan ini mencakup hal-hal seperti pendapatan kotor dan pendapatan bersih, pajak pendapatan perorangan, dan berbagai macam potongan gaji lainnya, dan
    Buku Besar Pengendalian Inventaris (Inventory control ledger) yang mencatat inventaris yang dibeli, inventaris yang dijual, dan inventaris yang masih ada. Buku Besar Inventaris ini hanya cocok yang memiliki inventaris dalam jumlah besar.
    6. ASURANSI
    Anda harus memastikan diri bahwa ia mempunyai semua cakupan (coverage) asuransi sebelum membuka suatu usaha. Anda harus berbicara dengan agen asuransi tentang perlindungan atas harta milik/kekayaan, hutang/pertanggungjawaban, kompensasi untuk karyawan, kendaraan, gangguan usaha, kesehatan, dan asuransi jiwa. Klien harus memperoleh “penawaran” dari beberapa agen asuransi, baru kemudian membeli asuransi dari satu agen saja. Hal ini akan memungkinkan klien memperoleh layanan atau jasa yang lebih baik. Semua polis asuransi harus ditinjau setiap tahun — sejalan dengan pertumbuhan usaha, maka kebutuhan asuransipun akan meningkat.

    7. PERPAJAKAN
    Klien harus mulai mengayunkan langkah kanan dengan mempelajari apa saja yang disyaratkan atau dituntut. Mereka harus menghadiri berbagai seminar dan lokakarya serta berjumpa dengan seorang akuntan. Klien mungkin perlu mendaftarkan diri dan usahanya pada beberapa instansi pemerintah pusat atau daerah.

    8. MENCARI PERTOLONGAN / BANTUAN
    Mereka harus membuat “tim penasehat yang profesional” , terdiri dari konselor usaha dari KKB, penasehat hukum, bankir, dan agen asuransi.
    Pemilik usaha yang berhasil seringkali mendapat bimbingan dari wirausahawan yang berhasil yang dijumpainya pada pertemuan Kamar Dagang (Indonesia) dan dengan organisasi usaha terkait lainnya. Jika anda akan meminta nasihat dan akan mendengarkannya, peluang keberhasilan akan semakin meningkat/luas.
    Sebagai penutup, siapa yang gagal dalam merencanakan, maka rencanakanlah untuk gagal. Siapa yang gagal bersiap diri, maka siapkanlah diri anda untuk gagal (those who fail to plan, plan to fail). Klien harus meluangkan waktu untuk membuat rencana usahanya dan belajar sebanyak mungkin sebelum membuat keputusan besar seperti itu. Hanya dengan begitulah maka impian untuk memiliki usaha akan menjadi kenyataan.

    catatan yang penting :

    Statistik jumlah pengusaha yang sukses membuktikan bahwa mereka yang memulai usaha dengan prinsip “melakukan” dahulu lebih banyak dibanding dengan mereka yang “merencanakan” dahulu baru “melakukan”.
    dan hanya sedikit yang melakukan keduanya, “(merencanakan dan melakukan)” dan mereka ini adalah konglomerat dan pengusaha yang “sangat sukses”.

    disarikan dari DepKopUKM

  6. saya ingin jadi orang sukses …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s