Mengenal Istilah dalam Waralaba Yuk!

 

Waralaba merupakan salah satu format bisnis digemari karena risiko kegagalan yang lebih kecil ketimbang mendirikan sebuah bisnis baru. Terutama bagi pebisnis pemula. Bicara tentang waralaba, ada banyak istilah terdapat di dalamnya. Namun setidaknya beberapa istilah penting disajikan di sini.

Waralaba (franchise) sendiri merupakan bentuk kerjasama dimana pemberi waralaba (franchisor) memberikan ijin atau kepada penerima waralaba (franchisee). Ijin diberikan untuk menggunakan hak intelektualnya seperti nama, merek dagang, produk /jasa, sistem operasi usahanya dalam jangka waktu tertentu.

Ada dua jenis waralaba yang sudah biasa dijalankan oleh pebisnis Tanah Air. Pertama, waralaba format bisnis, franchisor memberikan hak (lisensi) kepada franchisee untuk menjual produk/jasa menggunakan merek, identitas dari sistem yang dimiliki franchisor. Jenis yang terbanyak digunakan oleh pebisnis di Indonesia ini menawarkan sistem yang komplit dan konprehenship tentang tatacara menjalankan bisnis.  Termasuk di dalamnya pelatihan dan konsultasi usaha dalam hal pemasaran, penjualan, pengelolaan stok, akunting, personalia, pemeliharaan, pengembangan bisnis.

Berbeda dengan waralaba format bisnis, waralaba jenis kedua yaitu waralaba produk dan merek dagang, merupakan pemberian hak izin dan pengelolaan dari franchisor kepada franchisee untuk menjual produk dengan menggunakan merek dagang dalam bentuk keagenan, distributor atau lesensi penjualan. Pada jenis ini franchisor membantu franchisee memilih lokasi dan menyediakan jasa orang untuk pengembilan keputusan.

Franchisor membuat operating manual sebagai panduan operasional yang detail bagi franchisee tentang bagaimana melakukan fungsi-fungsi operasional dalam menjalankan bisnis. Bagian-bagian yang tercantum pada operating manual berkaitan dengan operasional, personalia, marketing, keuangan, kehumasan, customer service, perawatan dan sebagainya. Jangan sia-sia, penyimpangan terhadap manual operasional dapat menyebabkan franchisee kehilangan hak waralaba.

Modal awal yang harus disetorkan oleh franchisee pada saat memulai usaha waralabanya (initial investment) terdiri atas franchise fee, investasi untuk fixed asset, dan modal kerja untuk menutup operasi selama bulan-bulan awal usaha waralabanya. Franchisee fee untuk pembelian hak waralaba franchisee umumnya hanya dibayar sekali saja. Sebagian franchisor juga memberlakukan advertising fee (biaya periklanan) untuk membiayai pos pengeluaran/belanja iklan dari franchisor yang disebarluaskan secara nasional/international. Besarnya advertising fee maksimum 3 persen dari penjualan.

Sebaliknya franchisor berkewajiban kepada calon franchisee untuk menyajikan fakta berupa kondisi penjualan, personalia maupun keuangan dari franshisor kepada calon franchisee (disclosure). Selanjutnya disclosure agreement kadang dilakukan jika franchisor memberikan satu informasi baru berkaitan dengan usaha waralaba tersebut kepada para franchisee-nya.

Pemberian hak dari franchisor kepada franchisee tertuang dalam sebuah perjanjian waralaba yang berisi kumpulan persyaratan, ketentuan dan komitmen yang dibuat dan dikehendaki oleh franchisor bagi para franchisee-nya. Termasuk di dalam perjanjian tersebut hak dan kewajiban franchisee dan franchisor, misalnya dalam hal hak teritorial yang dimiliki franchisee, persyaratan lokasi, ketentuan pelatihan, biaya-biaya yang harus dibayarkan oleh franchisee kepada franchisor, lama perjanjian waralaba. (SH)

 

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Bisnis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s