H Probosutedjo Dapat Penghargaan MURI

Bandung (ANTARA News 30/08/07 16:23) – Setelah sukses melipatgandakan produksi pertanian dengan metode yang dihasilkannya, konglomerat H Probosutedjo mendapat penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas prestasinya itu.

Penghargaan itu disampaikan langung oleh Ketua MURI Jaya Suprana kepada Probosutedjo disela-sela lokakarya “Inovasi Pembudidayaan Padi Guna Meningkatkan Kondisi Sosio Ekonomi Pertani” yang digelar di Aula Lapas Sukamiskin Bandung, Kamis.

Menurut Jaya Suprana, penghargaan MURI itu patut diberikan kepada Probosutedjo sebagai pencipta metode Sukamiskin untuk melipatgandakan pertanian padi Nusantara dan sebagai penyelenggara lokakarya di dalam lingkungan lembaga pemasyarakatan.

“Selama ini kami baru mengetahui adanya inovasi pelipatgandaan produk pertanian yang bertujuan untuk mensejahterakan petani yang metodenya dihasilkan oleh pemikiran Probosutedjo dari balik jeruji Lapas Sukamiskin dan baru pertama kalinya penyelenggaraan lokakarya di dalam Lapas,” kata Jaya Suprana.

Ia mengaku salut dan mengacungkan dua jari jempol tangannya untuk Probosutedjo yang masih bisa berprestasi dan berkreasi meski yang bersangkutan dalam kondisi terpenjarakan.

“Kami berharap metode ini segera diadopsi oleh pemerintah untuk kepentingan rakyat dalam meningkatkan produksi padi menuju swasembada beras,” katanya.

Sementara itu Probosutedjo yang dimintai komentaranya atas penghargaan yang diberikan MURI untuk hasil metode temuannya itu, mengatakan pihaknya menggagas metode ini hanya untuk kepentingan mensejahterakan rakyat dan petani miskin, bukan untuk mencari penghargaan MURI.

“Kalaupun mendapatkan penghargaan MURI, itu bukan tujuan utama atau tujuan pokok. Metode ini saya ciptakan untuk mensejahterakan petani miskin dan membantu pemerintah dalam swasembada beras,” ujarnya.

Probo mengatakan, gagasan ini boleh saja diterapkan menjadi salah satu program pemerintah dalam memberdayakan petani miskin, namun kalau pemerintah menolak, juga tidak menjadi masalah.

“Kalau pemerintah mau mengadopsi metode temuan kami silakan saja, tidak juga tak masalah,” ujarnya singkat.

Metode pelipatgandaan produksi pertanian temuan Probosutedjo itu sebagian sudah disosialisasikan dan disebarluaskan serta diujicoba kepada petani di Majalengka dan Sumedang.

Hasilnya, setiap hektar lahan sawah yang semula hanya memperoleh 4 hingga 5 ton satu kali panen, dengan metode Probo itu bisa memperoleh 8 hingga 10 ton per hektar per satu kali panen.(*)

Iklan

Tinggalkan komentar

Filed under Bisnis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s