BELI RUMAH ATAU BUKA USAHA


Oleh: Safir Senduk

Dikutip dari Tabloid NOVA No. 900/XVII

Bapak Safir yang terhormat, Pertama -tama saya mendoakan semoga Bapak sekeluarga selalu dalam keadaan sehat, dipanjangkan umurnya dan dimurahkan rezekinya, amien.

Selanjutnya saya mohon sekali kepada Bapak untuk dapat sedikit memberikan solusi kepada saya dan keluarga dalam memanfaatkan uang yang ada saat ini. Saya telah bekerja selama lebih dari 3 tahun. Usia saya saat ini 34 tahun dan mempunyai seorang anakyang sudah masukSD setahun lalu. Istri tidak bekerja.

Penghasilan saya sebulan sekitar Rp 2. 000.000. Sementara total pengeluaran bulanan keluarga saya Rp 1.500.000. Lalu untuk membayar cicilan kredit sekitar Rp 300.000. Beberapa bulan lagi angsuran sudah lunas.

Lalu tiap tiga bulan saya membayar premi asuransi bea siswa anak saya sebesar Rp 500.000 selama 15 tahun. Jadi rata-rata per bulannya saya mengeluarkan Rp 130.000 per bulan untuk asuransi. Uang yang ada di deposito saya tidak sampai Rp 10 juta. Penghasilan tambahan tidak ada.

Begitu Pak Safir gambaran tentang keadaan keuangan saya dan keluarga. Padahal saya kepengen sekali buka usaha, nyicil rumah, dan punya mobil.

Dari hal di atas, mana yang baik menurut Bapak yang sebaiknya saya lakukan dengan memanfaatkan uang deposito. Apakah untuk buka usaha atau nyicil rumah terlebih dahulu. Kalau saya buka usaha, usaha apa yang baik dan bagus dengan modal yang ada. Atau jika seandainya keadaan di atas belum bisa, apa yang bisa saya lakukan agar saya punya pendapatan lebih?

Tolong Pak Safir solusi dan masukannya yang tentu sangat berguna bagi saya. Atas bantuan dan perhatian Bapak saya ucapkan banyak terima kasih.

J – Bandung

Jawab:

Halo Pak J,
Sebetulnya, ketika kita mengelola keuangan di keluarga, seringkali ada sejumlah pemecahan yang bisa dipakai untuk memecahkan kasus yang sama. Dalam kasus Anda, intinya adalah bahwa Anda sedang bingung apakah akan membuka usaha terlebih dahulu, dengan catatan beli rumahnya belakangan saja, atau apakah Anda sebaiknya beli rumah dulu dan buka usahanya belakangan. Jawaban saya, tidak ada salah benar tentang apapun langkah yang akan Anda ambil. Yang ada adalah bahwa setiap langkah punya konsekuensi sendiri.

Kalau Anda memilih untuk menggunakan uang Anda untuk buka usaha terlebih dahulu, maka ada harapan bahwa Anda bisa memiliki penghasilan tambahan sehingga diharapkan Anda bisa meningkatkan kualitas hidup Anda. Betul? Tapi risikonya, kalau usaha tersebut gagal, Anda akan kehilangan modal, sehingga bisa jadi rumah tidak akan terbeli.

Sebaliknya, kalau Anda memutuskan untuk menggunakan uang Anda untuk membayar uang muka rumah terlebih dahulu, bisa dipastikan bahwa penghasilan Anda yang sekarang mungkin akan sangat ngepas.

Terus gimana dong? Jawaban saya sederhana, untuk kasus Anda, utamakan mencari penghasilan tambahan terlebih dahulu. Tapi – nah ini dia – cobalah mencari alternatif yang tidak terlalu (bahkan cenderung tidak) membutuhkan modal rupiah. Apa itu? Macam-macam, tidak harus buka usaha. Pekerjaan yang sifatnya menjual keahlian dan dibayar setiap kali keahlian tersebut selesai diberikan, itu bisa menjadi salah satu alternatif Anda.

Mengajar misalnya, adalah salah satu contoh dari pekerjaan menjual keahlian. Alternatif lain selain menjual keahlian adalah melakukan transaksi jual beli barang atau jasa secara perorangan. Untuk yang satu ini, bentuknya bisa dua macam:Anda membeli sendiri barangnya untuk lalu Anda jual. Nanti penghasilan tambahan Anda adalah dalam bentuk keuntungan dari selisih harga jual dan harga beli. Itu pertama.

Atau, bisa juga Anda tidak perlu membeli sendiri barang Anda, tapi cukup menjadi perantara atau makelarnya. Nanti, penghasilan tambahan Anda adalah berupa komisi. Sebagai contoh, banyak lo para karyawan yang bisa mendapatkan penghasilan tambahan di luar sana dengan menjual produk-produk asuransi. Ketika seseorang menjual produk asuransi, maka sebetulnya dia menjadi perantara penjualan jasa antara perusahaan asuransi dan nasabahnya.

Alternatif lain, bisa juga Anda jadi karyawan lagi di tempat lain. Jadi Anda punya 2 gaji. Jadi sekali lagi, ada 3 alternatif penghasilan tambahan yang tidak terlalu membutuhkan (bahkan cenderung tidak perlu) modal rupiah, yaitu menjadi karyawan lagi di tempat lain, men jual barang dan jasa secara pribadi, atau menjual keahlian.

Nah, karena Anda tidak mengeluarkan modal rupiah, maka Anda bisa memutuskan untuk membeli rumah atau kendaraan. Kalau untuk yang satu ini, kelihatannya cuma Anda yang tahu yang mana yang sebaiknya jadi prioritas untuk didahulukan, apakah rumah dulu atau kendaraan dulu. Tentunya sepanjang bank Anda memang mau menerima uang muka Anda sebesar yang Anda punya sekarang di deposito, dimana ini biasanya akan disesuaikan lagi dengan mahal tidaknya rumah atau kendaraan yang Anda inginkan.

Kuncinya, ketika Anda mencari penghasilan tambahan, cobalah untuk kreatif. Ini karena kebanyakan orang kalau diminta mencari penghasilan tambahan, dalam pikiran mereka biasanya yang ada adalah membuka usahayang membutuhkan modal rupiah. Padahal ada banyak sekali alternatif penghasilan tambahan yang bisa didapat tanpa membutuhkan modal rupiah, contohnyaseperti yang sudah saya bilang tadi.

Nah, nanti kalau penghasilan tambahan itu sudah didapat, jangan langsung beli dulu rumah atau kendaraannya. Tunda dulu beberapa bulan sampai Anda bisa menyisihkan jumlah yang cukup banyak dari penghasilan tambahan Anda. Oke?

Salam.
Safir Senduk
Perencana Keuangan

Tinggalkan komentar

Filed under property

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s