Tuna Wisma, Si Nenek Pengemis

Pengemis Malam

Banyak orang-orang yang tak punya rumah di negeri ini. Mereka tidur di emper toko, jembatan penyebrangan, kolong jembatan, dan di stasiun-stasiun Kereta Api.

Bagi yang tidak beruntung, dan terjerumus ‘kegelapan’ akhirnya profesi mereka ada yang meminta-minta, mencuri, dan menipu.

Bagi yang selamat, mereka memilih menjadi tukang sapu Freelance Kereta api dan toko-toko, pedagang ‘kaki lima’ dan hidup layak walau tak punya rumah.

6 Komentar

Filed under reality

6 responses to “Tuna Wisma, Si Nenek Pengemis

  1. cepiar

    Mengenai Pengemis Tanggapan temen2 gimana???

  2. Semoga Mereka mendapatkan kehidupan yang lebih baik dan meninggalkan tindakan mengemis.

  3. setyo

    yg pernah saya baca ttg penelitian mengenai gelandangan yogyakarta, bhw pengemis trjd krn terkondisikan baik krn lingkungan yg mendukung maupun kondisi sosial ekonomi indonesia. dan bg org jalanan, mengemis atau mengais sampah merupakan mata pencaharian yg plg aman drpd mencuri atau mencopet.

  4. sesuai amanat UUD 45.orang2 yang tidak punya rumah mestinya diurus negara, karena mereka termasuk fakir miskin. demikan pendapat saya.. 🙂

  5. kalau di Indonesia ini bingung membedakan yg mana pengemis beneran mana yg tidak

  6. ade k

    kemana anaknya….??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s