Monthly Archives: Oktober 2007

OK

menurut penelitian,
kata “OK” adalah kata yang paling sering diucapkan setiap harinya;
tapi taukan kamu darimana asalanya kata yang terdiri dari 2 huruf
tersebut?

pada tahun 1939-1945;
ketika World War II sedang berlangsung..

tentara amerika membagi pasukannya ke dalam dua kapal yang terpisah.
pasukan dari kapal perang A mengirimkan suatu pesan sederhana yang
terdiri dari 2 huruf kepada pasukan di kapal satunya.

isi pesan tersebut adalah “0K” (nol dan huruf K);
namun pasukan dari negara lain salah mengartikannya sebagai OK,
yang mereka artkan sebagai alright.

padahal sebenarnya..

“0K” adalah singkatan untuk “0 Killed” (zero killed) yang maksudnya
adalah tak ada satupun tentara amerika yang terbunuh.

Iklan

2 Komentar

Filed under Uncategorized

Properti Mampu Bertahan

 

JAKARTA – Meskipun mendapat tekanan kenaikan harga BBM dan suku bunga, industri properti nasional diperkirakan mampu bertahan. Selain struktur pembiayaan tidak lagi mengandalkan dana perbankan, debitor properti sanggup memenuhi kewajiban mereka.

Demikian rangkuman pendapat yang dihimpun Investor Daily dari wawancara dengan Direktur Keuangan PT Summarecon Agung Tbk Johanes Mardjuki, Direktur Kredit PT Bank Tabungan Negara (Persero) Siswanto, National Director Jones Lang Lasalle Lucy Rumantir, dan pengamat perbankan dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk Djoko Retnadi di Jakarta, Kamis (6/10).

Mereka ditanya seputar kekhawatiran sejumlah pihak kemungkinan bakal ambruknya bisnis properti, menyusul kenaikan harga BBM yang mencapai 126%, kenaikan BI rate menjadi 11% yang akan diikuti kenaikan suku bunga, serta kenaikan harga bahan material dan biaya konstruksi.

Mereka sependapat bahwa struktur bisnis properti saat ini cukup solid, berbeda dengan kondisi prakrisis 1997 ketika pembiayaan properti didominasi kredit bank. Kala itu, ketika terjadi krisis finansial dan suku bunga sempat menembus 70%, kredit properti menjadi macet. “Kondisi sekarang jauh berbeda dengan sebelum krisis 1997. Kenaikan bunga KPR juga masih manageable,” kata Direktur Kredit BTN Siswanto.

Berdasarkan data yang dikeluarkan Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI), total realisai kapitalisasi proyek properti per Mei 2005 mencapai Rp 31,112 triliun. Sementara data Bank Indonesia menyebutkan, per Mei 2005, posisi kredit real estat di bank umumnasional hanya sebesar Rp 10,135 triliun. Ini artinya, dari keseluruhan pembiayaan proyek properti, pinjaman bank hanya mengkontribusi sekitar 32,6%. Sementara dengan nilai kapitalisasi yang hampir sama, tahun 1997, posisi kredit real estat di bank umum nasional mencapai Rp 20,2 triliun atau hampir 70%.

Fakta bahwa dana perbankan tidak lagi mendominasi dalam pembiayaan proyek-proyek properti dibenarkan oleh Direktur Keuangan PT Summarecon Johanes Mardjuki. Ia mengatakan, untuk proyek properti komersial, seperti pusat perbelanjaan, perusahaannya hanya mengandalkan sekitar 40% pendanaan dari pinjaman bank, sedangkan sisanya sebesar 60% merupakan dana internal perusahaan.

Bahkan, lanjut Johanes, untuk proyek-proyek perumahan, Summarecon bisa menghindari sama sekali penggunaan pinjaman perbankkan. “Kalau kita bangun rumah, justru kita mengandalkan dana dari konsumen atau presale. Besarnya dana tersebut bisa mencapai 90% dan sisanya danainternal,” kata Johanes. Dengan komposisi pembiayaan seperti ini, ia mengaku, bisnis properti tidak akan terlalu terpengaruh oleh kenaikan suku bunga pinjaman bank yang biasanya mengekor kenaikan BI rate.

Senada dengan Johanes, Siswanto mengaku, pihaknya tidak terlalu mengkhawatirkan dampak dari kenaikan harga BBM dan suku bunga perbankan. Ia percaya debitor-debitor kredit pemilikan rumah (KPR) masih mempunyai kemampuan mencicil kewajiban mereka. Terlebih, banyak di antara mereka mencicil KPR dengan sistem pemotongan gaji secara langsung.

“Memang secara teoretis kenaikan harga BBM akan ada pengaruh ke kemampuan mencicil. Tapi, semua ini bisa kita minimalisasi. Sebab, selama ini kita mengutamakan mereka yang pembayarannya dengan pemotongan gaji,” ujar dia.

Salain itu, kata Siswanto, sejumlah perusahaan pasti akan melakukan penyesuaian gaji pascakenaikan BBM tersebut, meski tidak dalam waktu dekat. Sehingga, lanjut Siswanto, daya beli para debitor tidak akan menurun secara drastis.

Dana Mahal
Namun, Siswanto mengakui, kenaikan BI rate akan membuat biaya pendanaan bagi bank semakin mahal. Meskipin demikian, dalam watku dekat ini BTN masih berupaya untuk mempertahankan tingkat suku bunga pinjaman yang saat ini sekitar 14%.

“Sejak kenaikan (BI rate), kita masih coba menghitung-hitung, dengan efisiensi masih bisa tercover atau tidak. Kalau laba kitamasih kebanyakan ya kita turunin sedikit. Kalau suku bunga kita naikkan dan konsumen lari kan repot,” tegas Siswanto. Namun, ia menambahkan, hal itu tidak bisa terus-menerus dilakukan.

Ia menegaskan, kondisi saat ini masih jauh dari kondisi tahun 1996 dan 1997 yang kemudian mengantarkan Indonesia ke jurang krisis.

“Sektor perumahan tidak terlalu mengkhawatirkan seperti industri lain. Jadi, orang pada mengangsur meski kolektibilitas menurun. Kredit non-KPR itu ternyata masih baik-baik saja. Kredit perumahan masih manageable,” ujar dia.

Selain itu, setiap debitor cenderung berupaya untuk mempertahankan rumah yang dibelinya. Hal senada juga dikemukakan pengamat perbankan dari BRI Tbk Djoko Retnadi. Dengan BI rate 13%, menurut dia, bank masih mempunyai ruang untuk menaikkan suku bunga KPR hingga 16%. Tingkat suku bunga KPR baru patut dikhawatirkan jika telah menembus angka 20%.

“Saya pikir, dari sejarah ekonomi Indonesia, kalau 16% itu masih acceptable,” ujar dia. Namun, Djoko sedikit mengkhawatirkan kondisi kredit konstruksi, baik dari pengembang maupun kontraktor. Karena ia melihat, kenaikan harga BBM hingga rata-rata 126% cukup membebani mereka.

Sedangkan National Director Jones Lang Lasalle Lucy Rumantir mengatakan, sejak krisis tahun 1998, banyak pengembang yang merasa trauma sehingga mereka mulai berhati-hati. Ia menilai, risiko yang nyata justru bukan dari pengembang, melainkan para kontraktor properti.

Lucy berpendapat, dampak kenaikan BBM tidak akan membuat sektor properti kolaps. Karena, kebanyakan proyek properti, khususnya ritel, pembangunanya sudah mencapai 75%. “Saya yakin masih banyak jalan keluar bagi perkembangan properti,” kata Lucy.

Terancam Lumpuh
Kekhawatiran terhadap prospek properti justru datang dari asosiasi usaha real estat. Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahan Real Estat Indonesia (DPP REI) Lukman Purnomosidi mengatakan, kenaikan harga BBM dan kenaikan BI rate akan semakin mempersulit gerak pengembang. Sebab, pada satu sisi biaya proyek semakin mahal, akibat kenaikan bahan baku, pada sisi lain, daya beli konsumen semakin merosot.

“Pemerintah harus segera membuat paket kebijakan, khususnya bagi sektor properti, untuk mengatasi ini semua. Jika pemerintah tidak melakukannya, industri properti akan merosot sangat drastis bahkan lumpuh,” kata Lukman.

2 Komentar

Filed under Uncategorized

Kisah Sukses

Di suatu hari di awal musim semi, seekor siput memulai perjalanannya memanjat sebuah pohon ceri. Beberapa ekor burung di sekitar pohon itu melihat sang siput dengan pandangan aneh.
“Hei, siput tolol,” salah seekor dari mereka mencibir, “Pikirmu kemana kamu akan pergi?”. “Mengapa kamu memanjat pohon itu?” berkata yang lain, “Di atas sana tidak ada buah ceri.”
“Pada saat saya tiba di atas,” kata si siput, “Pohon cerinya akan berbuah.”

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Real Estate vs Property

Apa Perbedaan Real Estate dan Property ?
Ada beberapa pendapat mengenai hal ini. Menurut buku “Realestate Sebuah Konsep Ilmu dan Problem Pengembang di Indonesia (Budi Santoso, 2000)” mendefinisikan real estate adalah tanah dan semua hak yang terkandung dan apapun yang terbentuk dan diletakkan di atasnya oleh kejadian alam maupun manusia, sedangkan property adalah sesuatu yang dapat dimiliki. Istilah property dalam bahasa sehari-hari berasal dari istilah real property yang mencakup arti real estate dan properti. Namun sebagai suatu kajian disiplin ilmu pengetahuan istilah “real estate” lebih tepat mewakili semuanya daripada istilah “property”

Apa Ruang Lingkup Sektor Industri Real Estate & Properti ?
Menurut buku “Realestate Sebuah Konsep Ilmu dan Problem Pengembang di Indonesia (Budi Santoso, 2000)” industri properti berdasarkan fungsi dan tujuannya terbagi menjadi beberapa sub-sektor, yaitu:
Sektor Hunian      (Perumahan, Apartemen, Kawasan Industri, dll)
Sektor Komersial, (Mall, Perkantoran, dll),
Fasilitas Umum,    (Resort, Tempat Rekreasi,dll)

2 Komentar

Filed under Uncategorized

Mengelola Investasi Real Estat

1. Pengertian Real Estat

Real estat merupakan salah satu bentuk dari aset. Perwujudan real estat ini tidak hanya berupa kepemilikan hunian mewah, karena pada essensinya, real estat adalah hak untuk memiliki sebidang tanah dan memanfaatkan apa saja yang ada didalamnya. Sebagai salah satu bentuk aset, real estat telah mengalami perkembangan seiring dengan munculnya berbagai teknologi dan informasi yang terjadi di seluruh penjuru dunia.
Istilah ’Real Estate’ ini sendiri berasal dari istilah “tenure”, yang muncul di Inggris pada masa pemerintahan raja-raja dan kaum bangsawan Inggris yang menguasai tanah penduduk sekitar, dan kemudian lebih dikenal dengan istilah ‘real estate’ di daratan Amerika.
Perkembangan sektor real estat di Indonesia, belakangan hari ini menunjukkan tanda-tanda yang positif. Titik nadir property crash yang terjadi di Indonesia telah berakhir. Sektor properti Indonesia telah bangkit kembali, setelah sekian lama terpuruk dalam kondisi ekonomi bangsa Indonesia yang mengalami krisis sejak 1997 yang lalu. Seiring dengan terbitnya harapan terhadap perbaikan pemerintahan yang baru, kita dapat melihat beberapa ‘pemain besar’ telah melakukan start awal yang baik, khususnya investor yang menanamkan investasinya di bidang real estat.

Apa yang dapat kita amati dari statemen diatas ? Sebuah perubahan strategi, terutama dalam bidang investasi. Sebagai sebuah kosakata, strategi diartikan sebagai tindakan untuk mengantisipasi suatu problem, yang disusun dengan perencanaan dan tujuan yang matang, untuk memperoleh hasil yang diharapkan.
Lebih dari sekedar strategi, buku ini tidak akan membicarakan mengenai contoh-contoh strategi di bidang investasi real estat, karena strategi, sebagai suatu ilmu perang, akan selalu berubah menyesuaikan medan perang yang dihadapinya, menyesuaikan situasi dan kondisi yang ada di suatu tempat. Kita akan memulai sebuah perjalanan, yang akan menuju kepada tujuan mengapa kita perlu melakukan investasi real estat.

A. Apakah Real Estat itu ?

“Real estat adalah hak untuk memiliki sebidang tanah dan memanfaatkan apa saja yang ada didalamnya”

Istilah ’Real Estate’ berasal dari istilah “tenure”, yang muncul di Inggris pada masa pemerintahan raja-raja dan kaum bangsawan Inggris yang menguasai tanah penduduk sekitar. Pada perkembangannya, istilah ini kemudian berubah menjadi “real property“ atau lebih dikenal dengan istilah “real estate” di Amerika. Usaha real estat, pada dasarnya adalah usaha yang berhubungan dengan soal-soal tanah, termasuk segala kegiatan yang dilakukan didalamnya (Yudhohusodo, 1991:159).
Real property merupakan hak untuk memiliki, menggunakan, dan menikmati manfaat dari sebuah tanah atau harta, dan sifatnya mutlak. Sedangkan istilah ‘real estat’ lebih mengacu kepada pengolahan atas sebidang tanah dan aturan-aturan untuk memiliki dan memanfaatkan tanah itu.. Hal di atas tidak terbatas pada permukaan tanahnya saja, melainkan meliputi juga bagian bawah dan bagian atas tanah tersebut.
Jadi, pada prinsipnya real estat adalah ‘kepemilikan’, atau hak untuk memiliki sebidang tanah dan memanfaatkan apa saja yang ada didalamnya. Kata kuncinya disini adalah: kepemilikan, atau rasa memiliki.Kepemilikan, rasa memiliki ini merupakan salah satu sifat dasar manusia. Sifat manusia yang tidak pernah puas, merupakan salah satu wujud dari rasa memiliki ini. Sifat ini dapat dilihat bahkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kita membuat pagar yang mengelilingi batas wilayah kapling rumah, sebagai salah satu wujud dari rasa memiliki. Kita ingin agar rumah kita aman dari berbagai gangguan dari luar. Seringkali, kita merasa berkewajiban untuk membersihkan dan merawat pedestrian atau lahan kosong yang ada didepan pagar rumah kita, padahal sebenarnya area didepan kapling tersebut bukan milik kita, akan tetapi merupakan milik umum. Inilah salah satu bentuk rasa memiliki, yang merupakan sifat dasar manusia.
Rasa memiliki, owned property ini dapat dilihat tidak hanya pada manusia sebagai makhluk yang mempunyai derajat tertinggi, akan tetapi juga dapat dilihat pada makhluk lain, seperti pada hewan. Hewan juga membuat tanda-tanda sebagai wujud kepemilikan terhadap suatu ruang. Hal ini dapat dilihat pada seekor anjing, yang membuat tanda ‘wilayah kekuasaan’nya dengan sebuah cara yang ‘khas’.
Rasa memiliki ini sudah muncul sejak jaman manusia prasejarah. Dimulai dengan hidup berkelompok, manusia membuat dan menentukan sendiri batas-batas wilayahnya, dari batas terkecil berupa rumah dalam wujud goa-goa untuk diri sendiri dan keluarga, batasan sungai dan jalan-jalan setapak di antara masyarakat, dan batas-batas berwujud benteng atau tembok besar untuk mengamankan sebuah kerajaan sebagai suatu wujud dari lingkungan buatan (built environment). Hal ini karena pada dasarnya lingkungan buatan (built environment), mempunyai bermacam-macam fungsi, yaitu untuk melindungi manusia serta segala miliknya dari berbagai gangguan, membuat tempat yang aman, menekankan identitas dan status sosial, dan berbagai jenis fungsi-fungsi lainnya.

B. Siapa sebenarnya ‘pemilik’ Real Estat ?

“Pemerintahlah yang sebenarnya merupakan pemilik real estat”

Kita harus menyadari bahwa, sebenarnya, kita tidak benar-benar dapat memiliki sebuah real estat, bahkan meskipun kita telah melakukan perjanjian jual beli terhadapnya. Apakah benar demikian ? Meskipun kita telah membeli sebidang tanah, akan tetapi kenyataannya adalah kepemilikan tanah tersebut tetap dimiliki oleh pemerintah. Meskipun nama kitalah yang tertulis diatas lembaran sertivikat tanah, kita tetap harus membayarkan pajak atas tanah tersebut kepada pemerintah setiap tahunnya. Inilah yang menunjukkan bahwa sebenarnya kita tidak benar-benar dapat memiliki sebuah real estat. Pemerintah yang sebenarnya merupakan pemilik ‘real estat’.
Pajak yang dibayarkan atas tanah ini pun berbeda-beda besarnya, tergantung pada penggolongan kelas jalan yang ada didepan tanah tersebut, dan juga peruntukkan bangunan yang ada diatasnya. Pajak atas tanah yang diatasnya terdapat bangunan ruko atau kantor sewa yang ada didepan jalan propinsi misalnya, sudah tentu mempunyai perbedaan besar pembayarannya dengan sebidang tanah dengan bangunan rumah tinggal yang terletak didepan sebuah jalan lingkungan.

C. Seperti apakah Wujud Real Estat itu?

“Pada dasarnya, sepetak tanah pun seharusnya dapat disebut sebagai sebuah real estat”

Seperti telah dijelaskan diatas, bahwa ‘real estat’, adalah tanah, dan segala sesuatu yang terdapat diatasnya, yang dapat diolah dan dimanfaatkan. dengan aturan-aturan tertentu. Di Indonesia, orang sering mengartikan ‘real estat’ dalam bentuk bangunan yang mewah, megah, dan hanya dimiliki oleh golongan menengah keatas. Peng-artian ini sebenarnya keliru, karena pada dasarnya, sepetak tanahpun adalah sebuah real estat. Kekeliruan pengartian tersebut disebabkan karena istilah dan penamaan ‘Real Estat’ lebih sering digunakan oleh kalangan pengembang perumahan di Indonesia, terhadap model dan jenis rumah dari golongan mewah.
Hal inilah yang menyebabkan munculnya konotasi bahwa ‘real estat’ harus selalu berarti bangunan mewah. Peng-istilahan kata-kata ‘real estat’ terhadap model bangunan mewah ini memang bertujuan untuk meningkatkan imej, citra dari bangunan atau kompleks perumahan tersebut. Akan tetapi, kembali kepada asal katanya, istilah real estat ini semestinya berlaku untuk segala jenis kepemilikan tanah, dan berbagai macam bentuk benda yang ada diatasnya.

D. Dimana Real Estat ini dapat ditemui ?

“Tanah, dan segala macam benda yang ada didalamnya sebagai bentuk dari real estat, terdapat diseluruh belahan dunia”

Tanah dan segala macam benda yang ada didalamnya sebagai bentuk dari real estat, terdapat diseluruh belahan dunia. Hingga saat ini, manusia baru dapat memiliki sebuah real estat dalam wujud kapling-kapling tanah yang ada di planet bumi. Mungkin, suatu saat nanti, kita juga dapat memiliki sertivikat atas tanah yang terdapat di planet Mars misalnya, atau membangun sebuah ruko di Saturnus.
Segala macam benda didalamnya, mengandung pengertian bahwa kita dapat mengolah dan memanfaatkan apa yang ada di atas tanah yang telah menjadi milik kita. Sumber mineral, bahan tambang, bangunan, pepohonan, hewan, dan batu-batuan adalah segala sesuatu yang dapat ditemui pada sebuah kapling tanah, yang dapat kita manfaatkan seoptimal mungkin.

4 Komentar

Filed under Uncategorized

Sekilas – Air & Kebersihan Lingkungan

© UNICEF/IDSA/020/Estey
Seorang anak laki-laki sedang mandi di sebuah mata air di Teluk Dalam, Nias, beberapa hari setelah gempa dahysat meluluhlantakkan pulau itu pada Februari 2005.

Kondisi kebersihan air dan lingkungan di sebagian besar daerah di Indonesia masih sangat buruk. Situasi ini menyebabkan tingginya kerawanan anak terhadap penyakit yang ditularkan lewat air. Pada 2004, hanya 50 persen penduduk Indonesia yang mengambil air sejauh lebih dari 10 meter dari tempat pembuangan kotoran. Ukuran ini menjadi standar universal keamanan air. Di Jakarta, misalnya, 84 persen air dari sumur-sumur dangkal ternyata terkontaminasi oleh bakteri faecal coliform.

Secara praktis masalah kebersihan menjadi tidak kondusif karena masyarakat memang selalu tidak sadar akah hal tersebut. Tempat pembuangan kotoran tidak dipergunakan dan dijaga dengan baik. Akibatnya masalah diare, penyakit kulit, penyakit usus dan penyakit lain yang disebabkan air sering menyerang golongan keluarga ekonomi lemah. Upaya mengembangkan kesehatan anak secara umum pun menjadi terhambat. Fakta ini terjadi khususnya di daerah bekas bencana tsunami di Aceh dan Sumatra Utara.

Disamping akses air bersih yang buruk, situasi kebersihan air dan lingkungan diperparah oleh kegagalan penyuluhan bagi masyarakat kelas bawah dan mereka yang tinggal di daerah kumuh untuk berperilaku bersih. Bahkan penyediaan air minum yang bersih pun belum secara serius dijadikan prioritas pembangunan di Indonesia terutama di tingkat propinsi.

Sebenarnya, banyak relawan lingkungan atau aktivis lingkungan yang terjun langsung menyelamatkan negeri ini dari keadaan yang terburuk akibat polusi air. Sebut saja KERSOS BEM FTUI (Kerja Sosial) dari Mahasiswa Teknik Universitas Indonesia. Mereka (Mahasiswa Teknik UI) melakukan penyuluhan dan pembinaan serta perbaikan infra struktur pengairan di berbagai daerah pedalaman seperti; Banten, Sukabumi, Bogor, dan lain-lain. Selain itu, beberapa PTN yang lainnya pun ikut aktif menjadi aktivis lingkungan sepert; IPB, ITB, UGM, dll.

Selamat Berjuang Bung!!!

1 Komentar

Filed under Uncategorized

Sekilas – Pendidikan Dasar Untuk Semua

 

Dalam 20 tahun terakhir Indonesia telah mengalami kemajuan di bidang pendidikan dasar. Terbukti rasio bersih anak usia 7-12 tahun yang bersekolah mencapai 94 persen. Meskipun demikian, negeri ini masih menghadapi masalah pendidikan yang berkaitan dengan sistem yang tidak efisien dan kualitas yang rendah. Terbukti, misalnya, anak yang putus sekolah diperkirakan masih ada dua juta anak.

Indonesia tetap belum berhasil memberikan jaminan hak atas pendidikan bagi semua anak. Apalagi, masih banyak masalah yang harus dihadapi, seperti misalnya kualifikasi guru, metode pengajaran yang efektif, manajemen sekolah dan keterlibatan masyarakat. Sebagian besar anak usia 3 sampai 6 tahun kurang mendapat akses aktifitas pengembangan dan pembelajaran usia dini terutama anak-anak yang tinggal di pedalaman dan pedesaan.

Anak-anak Indonesia yang berada di daerah tertinggal dan terkena konflik sering harus belajar di bangunan sekolah yang rusak karena alokasi anggaran dari pemerintah daerah dan pusat yang tidak memadai. Metode pengajaran masih berorientasi pada guru dan anak tidak diberi kesempatan memahami sendiri. Metode ini masih mendominasi sekolah-sekolah di Indonesia. Ditambah lagi, anak-anak dari golongan ekonomi lemah tidak termotivasi dari pengalaman belajarnya di sekolah. Apalagi biaya pendidikan sudah relatif tak terjangkau bagi mereka.

Bagaimanapun, kita ikut bertanggung jawab dengan pendidikan di negeri ini. Memulai untuk memikirkan dan berbuat agar masalah pendidikan di negeri ini dapat teratasi. Banyak hal yang bisa kita lakukan, diantaranya:

  • Memberikan pendidikan yang benar bagi keluarga
  • Membantu anak tetangga yang putus sekolah agar dapat bersekolah lagi
  • Tanggap terhadap kualitas pengajaran di sekolah di mana anak-anak kita bersekolah
  • Meyakinkan anak jalanan agar mau bersekolah
  • Bersikap bijak pada anak didik
  • Tidak egois dan penuh amarah saat menasihati anak, karena saat marah kita cenderung ir-rasional dan si anak jadi tidak meresapai apa yang kita katakan. sebaiknya mrnasihati saat si anak senang, bahagia, bila perlu sambil bermain
  • Berbuat atas dasar kasih sayang

Selamat Menjadi pendidik yang sukses, dan suatu saat nanti memetik hasil yang gemilang dari tindakan yang kita lakukan

Tinggalkan komentar

Filed under pendidikan