Cepiar’s Weblog

Prabowo Subianto Sang Jenderal Putih

Februari 15, 2008 · 38 Komentar

Pensiun dari dinas militer, Prabowo beralih menjadi pengusaha. Ia mengabdi pada dua dunia. Nama mantan Pangkostrad dan Danjen Kopassus ini kembali mencuat, menyusul keikutsertaannya dalam konvensi calon presiden Partai Golkar. Kemudian dalam Musyawarah Nasional (Munas) VI Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dan Kongres V Petani 5 Desember 2004 di Jakarta, dia terpilih menjadi Ketua Umum HKTI periode 2004-2009 menggantikan Siswono Yudo Husodo dengan memperoleh 309 suara, mengalahkan Sekjen HKTI Agusdin Pulungan, yang hanya meraih 15 suara dan satu abstein dari total 325 suara. Putera begawan ekonomi Sumitro Djojohadikusumo ini telah kembali ke ladang pengabdian negerinya. Tak berlebihan untuk mengatakannya demikian. Maklum, kendati sudah hampir tiga tahun pulang ke tanah air – setelah sempat menetap di Amman, Yordania – Prabowo praktis tak pernah muncul di depan publik. Apalagi, ikut nimbrung dalam hiruk-pikuk perpolitikan yang sarat dengan adu-kepentingan segelintir elite. Mantan menantu Soeharto ini lebih memilih diam, sembari menekuni kesibukan baru sebagai pengusaha. ”Kalau bukan karena dorongan teman-teman dan panggilan nurani untuk ikut memulihkan negara dari kondisi keterpurukan, ingin rasanya saya tetap mengabdi di jalur bisnis. Saya ingin jadi petani,” ucap Prabowo.Diakui, keikutsertaannya dalam konvensi Partai Golkar bukan dilatarbelakangi oleh hasrat, apalagi ambisi untuk berkuasa. Seperti sering diucapkan, bahkan sejak masih aktif dalam dinas militer, dirinya telah bersumpah hendak mengisi hidupnya untuk mengabdi kepada bangsa dan rakyat Indonesia.

Prabowo sangat mafhum, menjadi capres – apalagi kemudian terpilih sebagai presiden – bukan pilihan enak. Karena, siapa pun nanti yang dipilih rakyat untuk memimpin republik niscaya bakal menghadapi tugas yang maha berat. ”Karenanya, Pemilu 2004 merupakan momentum yang sangat strategis untuk memilih pemimpin bangsa yang tidak saja bertaqwa, tapi juga bermoral, punya leadership kuat dan visi yang jelas untuk memperbaiki bangsa,” tambahnya. Bagi sebagian orang, rasanya aneh menyaksikan sosok Prabowo Subianto tanpa seragam militer. Tampil rapi dengan setelan PDH warna kelabu, lelaki 52 tahun itu memang terlihat lebih rileks jika dibandingkan semasa masih dinas aktif dulu. Senyumnya mengembang dan tak sungkan berbaur dengan masyarakat – utamanya kader-kader Partai Golkar – yang antusias menyambut kedatangannya di beberapa kota. Dalam setiap orasi selama mengikuti tahapan konvensi calon presiden Partai Golkar, Prabowo bahkan amat fasih bertutur tentang kesulitan yang mengimpit para petani dan nelayan, serta beraneka problem riil di masyarakat yang kian mengenaskan. ”Situasi ini harus cepat diakhiri. Kita harus bangkit dari kondisi keterpurukan dan membangun kembali Indonesia yang sejahtera,” ujarnya di atas podium.

Kategori: reality
Tagged: , , , , , ,

38 tanggapan so far ↓

  • Sukma Ragil // Februari 24, 2008 pada 10:19 am | Balas

    salouttt bro!

    u punya blog sangat berguna untuk banyak orang!

    pak prabowo memang figur yang menarik, kontroversif juga.
    namun begitu tidak banyak info mendalam untuk orang selevel beliau..
    salam untuk pak prabowo kalko ketemu, meskipun saya sudah ketemu waktu LK II kemarin..

  • Lukman Permadi // Maret 27, 2008 pada 3:33 am | Balas

    Saya kecewa anda tidak bisa menjadi Capres pada 2004. Pada waktu konvensi golkar dan pesan anda yang tayang di televisi saya terkesan dengan orasi anda yang ingin menjadikan Indonesia serta ada seekor macan yang mengaum. Semoga anda bisa kembali muncul pada pemilu 2009. Pak Prabowo anda sudah punya satu suara dari saya. Salam untuk Pak Prabowo, semoga suatu saat saya bisa bertemu langsung…. I hope so…

  • Rismayadie // April 27, 2008 pada 2:59 am | Balas

    saya orang dari pinggiran, dan saya merasa sosok Prabowo sesuai dengan harapan masyarakat Indonesia yang menunggu datangnya satria pininggit yang akan menyelamatkan bangsa Indonesia dari kehancuran dan keserakahan, saya mendukung…..dan siap memberikan yang terbaik untuk Prabowo, semoga tahun 2009 beliau siap untuk tandang makalangan di Capres…..

  • Firman Larosa // Mei 2, 2008 pada 10:03 am | Balas

    Salam, untuk pak Prabowo saya sangat kagum melihat bapak jika berseragam militer menurut saya bapak adalah sosok yang sangat ideal untuk memimpin bangsa Indonesia ini untuk menjadi makmur. Alasan saya karena bapak memiliki segudang ilmu dan kharisma sebagai seorang pemimpin yang sejati. Jika bapak ikut capres tahun 2009 satu suara dari saya beserta keluarga. Sukses untuk bapak.

  • budijanto // Mei 3, 2008 pada 5:50 am | Balas

    Saya tiba2 merasa bahwa Prabowolah satu2nya figur yang pantas memimpin bangsa Indonesia saat ini. Disaat bangsa ini sedang ini dilanda ketidak-pastian atas hukum yang tidak jelas, ekonomi yang gunjang-ganjing, kita perlu seorang peminpin yang tegas & “galak” supaya para koruptor jera. Saya mendukung sepenuhnya Prabowo menjadi presiden berikutnya.

  • rozzy // Mei 4, 2008 pada 7:42 pm | Balas

    saya penggemar berat pak prabowo.sejak saya kecil saya melihat sosok Prabowo sebagai orang yang tangguh, ramah dan mempunyai jiwa kepemimpinan yang tidak diragukan lagi.Negeri kita butuh orang yang tangguh. Ayu maju terus pak Prabowo.Saya mendukung anda

  • rudyarmyndo // Mei 11, 2008 pada 8:17 am | Balas

    Saya terus terang terkesan dengan kpribadian bapak prabowo subianto, saya yakin beliau dapat memperjuangkan dan menegakkan kembali harga diri bangsa kita sebagai bangsa yang besar dan menjadi negara yang di segani di kawasan. saya dukung anda menjadi presiden 2009. salam..

  • Depari // Mei 28, 2008 pada 12:39 pm | Balas

    Saya percaya P’ Prabowo merupakan tokoh yang tepat mendampingi SBY untuk memimpin negara ini, P’ Prabowo sosok yang sangat pintar, 3 kali ikut dalam pendidikan pasukan khusus ( 2 kali di US dan 1 kali di German) selalu menjadi lulusan terbaik. Saya bangga dengan bapak, dengan mempertahankan idealismenya dia rela bersebrangan dengan Soeharto yang notabene mertuanya, dan akhirnya didepak oleh Wiranto dkk yang merasa pamor mereka akan hilang dengan munculnya sosok P’ Prabowo. Bangsa ini butuh sosok yang jujur dan idealisme dan memperjuangkan nasib bangsanya bukan group perusahaannya. So saya rasa duet bapak SBY dan bapak Prabowo sangat tepat. Semoga kepiawaian bapak Prabowo dalam memimpin dapat membawa indonesia keluar dari segala kemunafikan yang ada saat ini.

  • Triyanni // Mei 28, 2008 pada 5:56 pm | Balas

    Dari dusun saya ada dua ratus suara, baik untuk Partai Gerindra (Gerakan Indonesia Raya) yang diinisiasi oleh pak Prabowo, maupun untuk pak Prabowo dalam Pilpres 2009.

  • Pramudya Haris // Juni 1, 2008 pada 8:42 pm | Balas

    saya sangat kagum dengan kewibawaan dan tutur kata pak prabowo dan saya juga sangat berharap beliaulah yang akan terpilih sebagai presiden 2009.

  • sandal // Juni 2, 2008 pada 2:17 pm | Balas

    nih…anggap aja gosip bisa benar bisa tidak

    Presiden Habibie secara terang-terangan dan berani mengatakan di New
    York Times bahwa dalam tubuh ABRI terjadi perpecahan antara kelompok
    Wiranto dan Prabowo. Juga disebutkan bahwa Jendral Prabowo bertingkah
    ugal-ugalan membawa pasukannya ke Istana. Meskipun Presiden Habibie
    tidak menyebutkan Prabowo melakukan kudeta, tetapi dikabarkan bahwa
    Habibie bersama keluarganya harus diungsikan ke tempat yang aman untuk
    mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan. Tingkah laku ugal-ugalan
    ini dapat diartikan kudeta (karena Prabowo menuju ke Istana membawa
    pasukan tanpa persetujuan PANGAB dan sepengetahuan presiden dengan
    maksud melakukan psywar) atau paling tidak indisipliner (karena
    melakukan intimidasi).

    Tindakan bejat Prabowo tersebut tidak terjadi sekali, tetapi merupakan
    pola tingkah laku Prabowo yang menjurus ke arah psikopat. Pertama,
    sewaktu di AKABRI Prabowo pernah melakukan tindakan indispilner dan
    desersi dari tugasnya sebagai taruna. Kedua, sewaktu di Timor Timur
    sumber militer mengatakan Prabowo juga pernah melakukan disersi. Ketiga,
    seorang saksi mata mengatakan kepada saya bahwa Prabowo pernah “going
    berserk” (mengamuk tak terkendali) di bandara Halim akibat pesawat
    terlambat datang karena masalah teknis. Kata saksi mata tersebut, yang
    tugasnya menangani keberangkatan petinggi sipil dan ABRI, keterlambatan
    tersebut jamak terjadi tetapi hanya Prabowo lah yang menunjukkan rasa
    berang tak terkendali. Keempat, sumber dari Kopasus juga mengatakan
    bahwa Prabowo tidak mengikuti aturan main militer selama menjabat
    komandan Kopasus. Sudah menjadi tradisi Prabowo, apabila perwira
    menengah Kopasus melakukan kesalahan, Prabowo tidak segan memukul dengan
    tongkat komando, sampai tongkat tersebut patah. Lagi pula hukuman
    tersebut dilakukan di muka umum. Sudah menjadi ‘joke’ di kalangan
    logistik Kopasus untuk selalu membeli tongkat komando baru yang mudah
    patah. Tentu kita masih ingat foto Prabowo sebagai seorang jendral yang
    kemana-mana membawa ransel. Mulai dari Admiral Yamamoto, Montgomery,
    Omar Bradley, Patton, Schwarznikof, sampai Collin Powel, tidak ada
    seorang jendral di dunia ini yang kemana-mana membawa ransel, apalagi
    pada waktu upacara, selain Prabowo. Agaknya Prabowo mempunyai kelainan
    jiwa. Kelima, sumber dari keluarga Djojohadikusumo mengatakan bahwa
    sewaktu masih menjadi DanJen Kopasus, Prabowo pernah membentak bapaknya
    (Prof. Soemitro) dan berteriak di muka tamu keluarga, supaya bapaknya
    tidak mati dulu untuk menyaksikan Prabowo jadi presiden. Keenam,
    peristiwa terbakarnya BI masih merupakan hal yang misterius. Pada waktu
    kebakaran terjadi, Gubernur BI (pada waktu itu Sudradjad) sedang
    melakukan rapat dengan beberapa staffnya. Meskipun gedung BI belum
    selesai dibangun, ruang pertemuan tersebut sudah selesai dibangun dan
    sudah dapat dipakai rapat. Ada indikasi yang perlu dicheck kebenarannya
    bahwa Prabowo terlibat dalam kasus pembakaran BI. Kakak Prabowo sendiri
    sudah mengawatirkan kesehatan jiwa Prabowo. Ketujuh, kalau Kaisar Nero
    (contoh psikopat) pernah membakar Roma, Jendral Prabowo disinyalir
    membakar Jakarta. Bedanya, Nero akhirnya di bunuh tentaranya sendiri
    karena dianggap membahayakan kerajaan, sedangkan Prabowo malah diangkat
    jadi Komandan Sesko ABRI. Is it ABRI’s value system? Ke delapan,
    disinyalir Prabowo terlibat asasinasi empat mahasiswa Trisakti. Hal yang
    tidak masuk akal di ABRI ialah tanggung-jawab hanya diberlakukan sampai
    dua level ke atas dari pelaku kesalahan. Jadi seandainya komandan
    batalyon menyuruh bawahannya memperkosa anak Jendral Wiranto (maaf) maka
    hukuman akan dijatuhkan sampai komandan peleton. Komandan kompi selamat,
    apalagi komandan batalyon tadi. Kalau begitu enak sekali jadi petinggi
    ABRI. Ke sembilan, Prabowo melakukan usaha kudeta atau tindakan
    indispliner melawan Presiden Habibie (dan sudah diakui Habibie sendiri).

  • Akbar // Juni 4, 2008 pada 7:38 am | Balas

    Buat saya, Bapak Prabowo Yang Terhormat bukan pemimpin yang istimewa, khususnya untuk memimpin masyarakat sipil. Maaf ya

  • fando // Juli 4, 2008 pada 6:43 am | Balas

    saya termasuk yang bangga terhadap pak prabowo atas prestasi dan loyalitasnya terhadap negara…saya mulai kagum sejak dia menjadi komandan di kopassus…..secara tidak langsung saat dia mejabat dikopasus kesahteraan ayah saya lumayan.karna bisa mendapat rumah diperumahan semua tau kesejahteraan tentara tidak layak dinegeri ini…trimakasi pak prabowo kami bangga akan anda

  • fando // Juli 4, 2008 pada 6:54 am | Balas

    dia pemimpin yank bijak dan tegas terbukti dengan prestinya….selain itu dia dekat kalangan bawah dia bisa membawa dan miniggikan para petani indonesia..selain itu dia juga disegani diluar negeri..di hebat dia calon pemimpin yang siap untuk negeri ini

  • jely // Juli 15, 2008 pada 1:29 pm | Balas

    Terlepas soal latar belakang Prabowo, terlepas soal militer atau sipil, saya hanya berharap bila Prabowo dapat menjadi president , apakah dia juga dapat berbuat melawan arus globalisasi dan neo liberal. Yang membuat negeri ini terpuruk setelah reformasi karena system negara yang tidak lagi pro rakyat miskin. Demokrasi keliatannya kembali mendukung system diktator untuk kepentingan pro pasar dan pemodal. Bila melihat strategy Pak PRabowo yang mendekati Petani ( HKTI) sebelum maju menjadi calon president adalah tepat sekali. Kalau ada yang mengatakan bahwa pak PRobowo tempramental atau psikopat maka itu justru sangat baik untuk melawan system yang tidak bisa diperbaiki dengan cara system itu sendiri. Jadi kita butuh psikopat untuk melakukan res torasi system negara kita agar kembali kepada cita cita nasional untuk keadilan sosia bagi seluruh rakyat. Sudah lelah kita berharap dengan para intelektual nasionalis, agamais , sosialis bila pada akhirnya hanyalah mendukung kepentingan para pemodal dan asing….

  • beryan // Juli 17, 2008 pada 8:58 am | Balas

    saya setuju bapak mencalonkan diri sbg presiden krn bapak ckp pandai,ju2r dan membanggakan

  • arief // Juli 19, 2008 pada 8:59 am | Balas

    pak prabowo, memang calon presiden yang pas untuk tahun 2009.

  • ArMan // Agustus 27, 2008 pada 3:37 pm | Balas

    Melihat figur Prabowo yang berwibawa..Terbayang Indonesia yang juga akan berwibawa di mata dunia..

  • Mochamad Toha // Agustus 28, 2008 pada 5:21 am | Balas

    Kedekatan Jenderal Prabowo dengan Raja Yordania Abdullah bisa membawa manfaat bagi rakyat Indonesia. Jika Mas Bowo terpilih jadi presiden ke-7, saya yakin, beliau akan maksimal mencurahkan segala daya upayanya memperbaiki ekonomi Indonesia. Setidaknya, aksesnya melalui Raja Abdullah bisa menarik negara-negara Islam menyisihkan zakatnya guna membantu rakyat Indonesia agar terbebas dari kemiskinan. Kabarnya, Mas Bowo sudah mendapat dukungan dari negara-negara Islam dan Uni Eropa. Saya sebagai rakyat biasa hanya berharap agar di bawah orang yang tegas seperti Mas Bowo, Indonesia tidak akan dijajah oleh bangsa sendiri dan antek-antek asing yang sengaja ingin merusak moralitas bangsa. Bravo Mas Bowo. Semoga para Jenderal Hijau, Merah Putih, dan Abangan berada di belakang Anda. Salam.

  • Andie Haryadi // Oktober 24, 2008 pada 10:59 am | Balas

    Majulah pak Prabowo jangan gentar, kami dibelakangmu. Sehitam apapun dirimu dimasa lalu, kami tetap angkat bahu bangga akan dirimu dan tetap akan mengusungmu untuk maju. Hidup Gerindra,

  • arief // Nopember 4, 2008 pada 5:02 am | Balas

    maju terus pak prabowo, pantang mundur, demi merah putih.
    komando !.

  • Sandra Islama Putra // Nopember 10, 2008 pada 11:01 am | Balas

    Penggemar, simpatisan dan pendukung berat Prabowo, jangan lupa kunjungi situs berikut ini :
    http://www.fansnyaprabowo.com

  • Bunda Kesya // Desember 4, 2008 pada 6:29 am | Balas

    Mudah2an kalau Pak Prabowonya “bersih” …. org2 disekitarnya juga bisa mengikuti jejak beliau

  • jelitar // Desember 6, 2008 pada 10:23 am | Balas

    Ketika hasil rating calon President menunjukan posisi Prabowo semakin tinggi. Sebagian pengamat politik menilai naiknya rating Prabowo karena factor iklan dimedia massa. Pesan yang disampaikan dalam iklan sangat mengena dan sesuai dengan situasi rakyat yang menjadi audience nya. Dia tidak bicara membela “wong cilik” . Dia bicara soal hal dasar menjadi hak rakyat untuk berdaulat disegala bidang. Walau semua pihak juga mempunyai pesan yang sama namun Prabowo tampil lain dengan bahasa tegas dan berani “ Saya Prabowo Subianto…” Integritas dan reputasinya menjadi taruhan komitmennya dihadapan rakyat. Saya tak mengenal jauh dengan Prabowo atau mungkin juga semua kita tak pernah dekat dengan Prabowo. Tapi sosok Prabowo sudah begitu akrab dengan masyarakat. Khususnya berkaitan dengan karirnya di grup Baret Merah” dengan berbagai operasi khusus yang penuh kontropersial.

    Dari beberapa milis , saya mendapat informasi bahwa Prabowo dikenal sangat keras ketika menjadi komandan Baret Merah. Setiap hari dia selalu membawa tongkat komando. Tongkat komando itu sering patah dipakai untuk memukul anak buahnya yang tidak disiplin. Dia juga dikenal terpramental bila menghadapi sesuatu yang diluar keyakinannya. Mudah meledak dan terkesan tak terkendali. Namun, dari sikap kerasnya itu dia juga dikenal oleh para prajurit sebagai pimpinan yang sangat humanis. Sangat peduli dengan nasip para prajurit yang dibawahnya. Kesejahteraan anak buahnya menjadi prioritasnya. Begitupula loyalitasnya kepada pimpinannya sangat luar bisa. Dia siap menjadi martil demi kepentingan atasannya. Prabowo juga orang yang terbuka dengan hal hal yang baru. Sebelum reformasi, dia akrap dengan para aktivis pro demokrasi. Walau ketika itu terkesan beresiko namun Prabowo tidak peduli. Bahkan dengan Ayahandanyapun – Soemitro—Prabowo berani berbeda pendapat dan berseberangan.

    Saya tidak tahu kebenaran dari informasi dari milis itu. Saya hanya ingin ikut terpanggil memberikan satu gambaran tentang sosok pemimpin, Bahwa soal keras , lembut sikap seorang peminpin maka itu bukanlah salah. Juga tak bisa dijustifikasi pantas atau tidak pantas. Karakter manusia adalah jiwa manusia. Selagi jiwa manusia itu bersih maka akal sulit menilai salah atau benar .Karena kadang kebenaran itu sendiri ternyata tidak selalu popular dan terkesan pahit. Namun berjalannya waktu, selalu kebenaran adalah kebenaran. Yang pasti latar belakang Prabowo sebagai jenderal intelektual dan sekaligus komandan tempur maka tak bisa disangkal bahwa dia sangat ahli dibidang geopolitik dan geostrategis. Maklum saja TNI adalah prajurit rakyat. Mereka didik secara membumi dengan culture masyarakat dan tahu betul kebutuhan rakyat serta paham mengelola potensi masyarakat khususnya rakyat mayoritas yang hidup dari bertani dan nelayan. Dari iklan dan caranya menuju kursi president dilewati secara terecana dengan baik.

    Hanya satu hal yang harus disadari oleh Prabowo dan tentu harus diterimanya bila ingin menjadi pemimpin untuk ratusan juta rakyat. Bahwa dia harus menegakkan keadilan. Bisakah Prabow bersikap seperti Umar Bin Khatap yang membunuh anaknya dengan tangannya sendiri demi tekagnya keadilan dan hukum. Tentu apalagi kepada sababat dan pejabat dibawahnya?. Dapatkah Prabowo melepaskan segala symbol kekuasaan yang melekat pada seorang president dan kemudian menggantinya dengan kesehajaan untuk selalu dekat dengan rakyat pemilihnya? Dapatkah Prabowo bersikap tegas dengan semua kekuatan asing yang telah membuat bangsa ini secara system tak lagi berdaulat dihadapan system globalisasi dan kapitalisme ? …

    Ketahuilah bahwa sebaik baiknya kebijakan untuk memandu rakyat adalah dengan kearifan bukan dengan kekuatan phisik, dengan bersikap lembut bukan lembek, dengan memberi tapi tak sampai berlebihan, dengan berhemat tapi tidak sampai bakhil. Itu semua harus dengan pendekatan budaya dan agama sebagai alat komunikasi efektif membangun aspirasi kolektif. Bila anda terpilih sebagai president maka ketahuilah bahwa
    itu adalah cobaan terberat dalam hidup anda dihadapan Allah. Bukanlah kehidupan dengan segala kemewahan dan kehormatan tapi kehidupan yang melelahkan …

  • slamet riyadi // Desember 12, 2008 pada 8:33 am | Balas

    BRAVO PAK PRABOWO! SEMOGA ANDA YANG JADI PRESIDEN, PENCITRAAN DIRI ANDA MENGENA DI HATI RAKYAT, MEMANG PONDASI NEGARA HARUS KUAT DAN HARUS DIMULAI DENGAN PEMBERDAYAAN EKONOMI PERTANIAN, PERIKANANAN & PASAR TRADISIONAL SEBAGAI SOKOGURU PEREKONOMIAN NASIONAL, BUKAN DARI EKONOMI SPEKULATIF YANG HANYA MENGANDALKAN KEKUATAN KAPITALISME SAJA DAN HANYA MENCARI KEUNTUNGAN SEGELINTIR ORANG DAN KRONI-KRONINYA.

  • NASRI // Desember 13, 2008 pada 11:48 am | Balas

    Saya sudah membaca blog yang berbicara tentang situasi dimana PRABOWO di panggil OLEH PRESIDEN BJ HABIBIE…situasi tersebut sangat kritis dan saya mendukung PRABOWO

  • Astrajingga // Desember 14, 2008 pada 10:17 am | Balas

    Menurut saya Prabowo cuma banyak ngomong atau iklan aja. Kerja nyata nya belum ada.
    Kata temen saya, UANG yang dihabiskan buat Iklan Prabowo jauh lebih banyak daripada untuk membantu orang yang berhak dibantu (fakir miskin, yatim piatu, anak terlantar dan orang tertindas) .

    Prabowo harus nyadar, kalo dia TONG KOSONG NYARING BUNYINYA

  • wawu ndombleh // Desember 27, 2008 pada 2:44 am | Balas

    ingak inguk :?:

  • hiddenato // Januari 2, 2009 pada 6:24 am | Balas

    Rasanya seorang psikopat memang cocok untuk memimpin negeri ini, masih ingat cerita raja Vlad sang drakula yang memimpin walachia?? pada saat itu tak ada seorang pencuri pun yang berani mengambil harta milik orang lain. karena saking sadis dan kejam nya hukuman yg diberikan kepada mereka yg berbuat kejahatan….. Hiiiiiih ngeri banget deh…
    tapi untuk indonesia saat ini mungkin orang seperti itulah yang cocok untuk memimpin negeri yang hampir hancur karena korupsi yang mendarah daging…

    “Siapapun yang memimpin negeri ini, mau sipil atau militer, mau psikopat atau orang normal, yang penting tidak ada lagi korupsi, pungli dan ketidak adilan di negeri ini.”

  • virli // Januari 31, 2009 pada 3:58 am | Balas

    HiduP Prabowo…….Sy termasuk org yg kagum

    dan bangga indonesia memiliki putra terbaik bangsa macam beliau……

    Maju terus pak prabowo……..sy dibelakang anda

    bersama orang2 yg mendukung anda

    moga indonesia menjadi macan ASIA lagi

  • fadhli // Februari 20, 2009 pada 6:49 am | Balas

    menurutku, prab adalah sosok yang tepat untuk memimpin indonesia nanti. kelak ketika dia memimpin indonesia, indonesia akan disegani negara2 lain seperti di era bung karno dan pak harto

  • IDIR // Maret 13, 2009 pada 1:23 pm | Balas

    Maju terus pak prabowo… saya sangat berharap semoga bapak terpilih dan menjadi pemimpin Negeri Tercinta INDONESIA ini menjadi lebih baik dari sekarang….. MAJU TERUS PAK PRABOWO

  • I Putu Astawa // April 1, 2009 pada 6:16 am | Balas

    prabowo saya medukung anda menjadi RI 1

    salam putu

  • pady // April 6, 2009 pada 8:49 am | Balas

    saya dukung anda pak

  • hardian // April 18, 2009 pada 5:15 pm | Balas

    Prabowo adalah sosok gentlemen yang patut di contoh terutama kalangan elite negeri ini, mana ada petinggi kita yang berbuat salah mengaku salah apalagi namanya pemimpin birokrasi dan militer mana berani mengaku, di sidik pun masih berkelit, tetapi tidak buat Prabowo dia mengakui kesalahan yang telah di perbuat, bahkan berhenti dari militer tanpa mahmil pun di lakukannya, apa lagi? apapun ceritanya tentang prabowo yang dilakukan dulu dia sebagai militer bukan sebagai sipil, nah pesan kami kepada pak prabowo, mohon agar mencari pendamping dan staf-staf yang memang berkualitas secara intelektual dan mental yang juga tidak diragukan. maju terus pak prabowo jangan mundur, kami tahu bukan sikap pak prabowo untuk takut, buat negeri kita makmur kami dukung pak.

  • RH.Sinaga // April 22, 2009 pada 10:18 am | Balas

    saya,sepertinya melihat sosok Bung Karno kembali yang tidak tergantung pada kolonialisme dan imperialisme .maju terus rakyat kecil menunggu perjuangan Bapak.

  • Diko // Mei 13, 2009 pada 6:16 am | Balas

    Dukung Terus Prabowo Menjadi Presiden

  • nyun // Mei 24, 2009 pada 5:14 am | Balas

    buat kalian yang belum tahu, dan kagum dengan iklan”nya. saya jelaskan, prabowo psikopat. jangan pilih prabowo.

Tinggalkan sebuah Komentar