Anak petani biasa yang sukses menjalani perannya untuk meraih cita-cita adalah Soeharto salah satunya. Sewaktu kecil Beliau pernah pergi ke sawah dengan ibunya untuk bertani, maklum waktu itu Beliau tidak sekaya (seharto) sekarang. Terlepas dari pro-kontra tentang personality Soeharto, penulis yakin semangat Soeharto dalam berusaha meraih cita-cita patut ditiru dan diteladani oleh segenap ‘Putra Bangsa Indonesia’. Di negeri ini tidak ada yang tidak mengenal Soeharto mantan Presiden RI ke-2, rakyat yang menjadi raja layaknya Ken Arok. Beliau memimpin negeri ini selama 32 tahun. Sejarah Indonesia mencatat bahwa Beliau satu-satunya orang yang memimpin Indonesia dengan renggang waktu yang paling lama.
Setelah mengalami periode perbaikan perikehidupan sosial ekonomi serta menempati posisi yang dipandang oleh negara-negara ASEAN dan negara-negara lain, Indonesia ditinggalkan oleh Soeharto, sosok yang memimpin Indonesia selama lebih dari tiga dasawarsa. Namun menyisakan perkara hukum yang belum tuntas hingga sekarang.
Hingga saat ini sejumlah masalah di dalam negeri belum juga terselesaikan. Salah satunya, menyeret Soeharto ke meja hijau untuk kasus pelanggaran hak asasi manusia dan korupsi yang dilakukannya selama ia mengangkangi negeri ini. Malah, Soeharto menjadi kian licin untuk didudukkan ke kursi Kejaksaan. Alasannya: sakit. Hingga kini Beliau meninggal dunia.
Selama satu dasawarsa usai pemerintahan Soeharto kemudian membawa wabah SARS alias Saya Amat Rindu Soeharto. Peredaran wabah ini begitu kuat di daerah pedesaan, juga kalangan yang mengalami penggusuran, bencana alam, dan medan-medan pengungsian.
Tapi Soeharto tak lagi segagah dulu untuk bisa tampil dan menebarkan senyumnya yang ramah khas orang desa. Beliau terbujur kaku di tempat tidur terakhirnya (Kuburan) kini tidak ada lagi menjelang hari pemeriksaan Kejaksaan tiba. Bukan lagi stroke ringan, komplikasi dengan jantung, ginjal dan paru-paru yang menghalangi pengusutan hukum Soeharto, tetapi Malaikat Munkar-Nakir yang menghalangi pengusutan kasus Soeharto.
Indonesia telah kehilangan salah satu pemimpinya, sekarang kita menunggu siapa gerangan pemimpin berikutnya yang akan menggantikan Soeharto. Sebelas tokoh yang dikenal masyarakat disamping Sri Sultan Hamengkubuwono X, Sutiyoso, Prabowo Subianto, Yusril Ihza Mahendra, Hasyim Muzadi, Agung Laksono, Hidayat Nurwahid, Aburizal Bakrie, Salahuddin Wahid, Fadel Muhammad dan Megawati. Yang akan berlaga di pemilu pada 2009.
Good Bye General!!! See You Next Time in Barzakh. I will folllow you after I reach my dreams. I wanna be great entrepreneur in the world and I will make Indonesia become great nation.
Best Regard,
Cepiar Abdurrochman
3 tanggapan so far ↓
cepiar // Januari 27, 2008 pada 1:48 pm
bagi yang mau menanggapi, baik atau buruk. Silahkan!!!!!
abdullah // Januari 29, 2008 pada 2:27 pm
pelanggaran HAM, mungkin yang bertanggung jawab adalah beliau, tapi itu belum terbukti. kita lihat saja nanti di pengadilan Allah…
Korupsi, apa iya cuma beliau yang melakukan? apa benar kita nggak pernah korupsi dalam setiap tugas2 muasyarah kita? memangnya korupsi cuma masalah uang? kita lihat saja nanti di pengadilan Allah…
mengesampingkan 2 hal diatas, jasa2 beliau untuk negeri ini banyak sekali…, kalau ditimbang nanti kira2 mana yang berat ya? jasa beliau apa kesalahan beliau? kita lihat nanti di pengadilan Allah…
cepiar // Februari 13, 2008 pada 4:33 am
ya spakat…… byk yg korupsi…..
kalo soeharto dapat gelar Pahlawan Nasional setuju gak?
Tinggalkan Komentar