Panangian: Lelang Bukan Satu-satunya Cara Menjual Properti

Panangian Simanungkalit menilai penjualan aset-aset properti eks BBO/BBKU yang sedang berlangsung berjalan lamban, karena BPPN belum mempunyai grand strategy dalam penjualan aset.

PROPERTYeNET.com- Pengamat properti Panangian Simanungkalit mengatakan, perjualan aset-aset properti eks BBO/BBKU yang berlangsung lebih dari setahun berjalan sangat lambat. Menurutnya, dalam menjual aset-aset properti, BPPN belum memiliki grand strategy. Sementara nilai aset-aset properti BPPN yang masih ada sekarang ditaksir berkisar 8 triliun. Tetapi melihat kinerja BPPN dalam penjualan aset-aset properti melalui lelang akhir-akhir ini, Panangian pesimis BPPN dapat memenuhi target. Bisa dibayangkan, kata Iyan (begitu ia akrab disebut), dengan kecepatan jual yang hanya berkapasitas 1 triliun per tahun, di mana setiap tahap lelang hanya ditargetkan 100 miliar, maka kecil kemungkin BPPN dapat memenuhi targetnya. “Dalam setahun itu, maksimal ada 10 tahap lelang. Jadi bagaimana BPPN bisa mengejar targetnya dalam kurun waktu yang masih tersisa,” tegas Panangian ditemui PROPERTYeNET.com, Kamis (26/7) pada sebuah acara seminar di Jakarta.

Tidak adanya grand strategy BPPN dalam penjualan aset-aset properti melalui lelang, membuat praktek-praktek mafia lelang makin merajalela. Di samping itu, meski dijual melalui lelang, pada prakteknya, Panangian melihat, BPPN belum transparan dalam pelaksanaannya. “Tetap saja banyak mafia yang ikut bermain di lelang-lelang BPPN,” ujarnya.

Ia mencontohkan, sebidang tanah di Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang terjual lewat lelang. Ternyata, oleh pembelinya dilelang kembali untuk mencari gain. Belum lagi “permainan” harga limit yang sering kurang wajar. Kalau hal ini dibiarkan terus, Panangian khawatir, pada akhirnya, lelang-lelang properti dijadikan ajang para spekulan untuk mengambil keuntungan. Sementara para pengembang yang berniat mengembangkan properti tidak mendapat kesempatan.

Untuk itu, ia menyarankan agar BPPN tidak terlena menjual aset-asetnya per paket (kecil-kecil), karena sistem itu terlalu lambat. Dan lelang menurutnya, bukan satu-satunya cara menjual properti yang efektif dan transparan. Cara lain yang patut dicoba, usul Panangian, adalah buat semacam “Property Shopping Center” di belasan kantor BPPN di daerah. “Dimana masyarakat umum diperbolehkan melihat dan menawar secara terbuka. Ini satu jalan untuk mempercepat penjualan aset dan tidak membuat repot,” kata Panangian.

Dengan dipasang listing properti di BPPN center, maka akses masyarakat untuk membeli properti lebih luas dan harga yang terbentuk pun lebih wajar, karena bisa menghindari praktek mafia. “Saya tidak mengatakan bahwa lelang harus ditutup, tapi dengan adanya kombinasi antara lelang dengan open listing, saya aset-aset tersebut bisa cepat terjual,” tandasnya.

About these ads

1 Komentar

Filed under property

One response to “Panangian: Lelang Bukan Satu-satunya Cara Menjual Properti

  1. Hi, maaf nih mau kasih saran saja kalau sedang cari info jual-beli-sewa rumah, tanah, apartemen, villa, ruko, dll – silahkan kunjungi __PERSEGI.COM__ – Semoga sukses ya

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s