Cepiar’s Weblog

Kisah Sukses

November 11, 2007 · & Komentar

Saya seorang ibu rumah tangga, ketika ditawari bisnis vnet ini, saya merasa ragu. Saya tidak percaya lagi pada bisnis MLM atau sejenisnya karena pernah gagal dan tertipu. Namun karena modal awalnya relatif kecil dan dapat kemudahan untuk mengisi pulsa dari HP sendiri, maka saya tertarik untuk mencobanya. Setelah saya mulai menawarkan bisnis ini kepada teman-teman saya, saya agak terkejut, karena responnya sangat baik, dari sinilah saya mulai optimis dan percaya bahwa bisnis ini memang menarik, ditambah lagi dengan bonus yang cukup besar. Dalam bulan pertama saya bergabung dengan vnet, bonus yang didapat telah mencapai 1,4 juta rupiah. Hal ini memotivasi saya untuk terus maju sehingga bonus yang didapat bertambah terus menerus, hingga sekarang bonus saya dapatkan mencapai 10 juta rupiah/bulannya.

Menawarkan bisnis vnet sangat mudah, karena semua orang tertarik dengan kemudahan dan modalnya sangat terjangkau, tidak perlu pengalaman tinggi dalam bidang bisnis ini, bahkan melalui vnet penghasilan yang didapatkan bisa melebihi dari dugaan anda selama ini. Pangsa pasarnya adalah pemakai HP di seluruh Indonesia yang jumlahnya mencapai 65 juta orang, masih banyak peluang, hanya dengan modal tekun anda pasti bisa sukses seperti saya.

Tidak ada alasan untuk tidak bisa mengikuti kemajuan teknologi yang Vnet tawarkan. (fiona)

V-NET BISNIS ”Sederhana” HASILNYA ”LUARBIASA

Perkembangan teknologi telekomunikasi seluler yang sangat pesat disertai dengan demand dari masyarakat terhadap voucher Pulsa elektronik sangat besar mendorong pelaku usaha mulai melirik bisnis ini. Bisnis jual beli voucher pulsa elektronik memang sedang booming saat ini, karena fakta yang menunjukkan bahwa 90% dari 65 juta pengguna ponsel di Indonesia (data akhir tahun 2006) menggunakan kartu pra bayar yang harus isi pulsa secara rutin. Survey menunjukkan pelanggan kartu pra bayar tersebut isi pulsa setiap bulannya rata-rata 2-3 kali dengan denom yang paling diminati adalah Voucher 20.000 – 50.000.

Fakta yang lebih mengejutkan lagi adalah bahwa 80% dari pengguna kartu pra bayar tersebut menggunakan cara isi pulsa  secara elektronik, yang berarti di Indonesia ada sekitar 117 juta permintaan isi pulsa voucher elektronik di setiap bulannya. Sungguh merupakan pasar yang menggiurkan!!. Ditambah beberapa pakar telekomunikasi memprediksi bahwa jumlah pengguna ponsel di Indonesia akan mencapai setengah dari jumlah penduduk yang berarti akan ada sekitar 110 juta pengguna ponsel di tahun 2010. fakta inilah yang membuat bisnis di bidang ini menjadi sangat dinamis dan semakin kompetitif.

Ada satu hal yang menarik untuk dicermati, bahwa saat ini trend isi pulsa mulai bergeser secara perlahan namun pasti, dari cara lama yaitu beli pulsa di penjual voucher eceran menjadi trend cara isi pulsa dengan HP sendiri (V-net club). Pengguna ponsel yang telah menggunakan cara isi pulsa dengan HP sendiri melalui V-net ini akan mendapatkan banyak keuntungan lebih dibandingkan dengan cara belanja pulsa dengan pola lama.  Karena member V-net dapat mengisi pulsa dimanapun dan kapanpun online selama 24 jam hanya dengan sms dari HPnya sendiri serta dapat dijadikan sebagai Bisnis ’sampingan’ yang akan menghasilkan pendapatan & passive income yang luar biasa. Hal inilah yang membuat orang-orang memburu V-net club.

Jika anda cerdas dalam melihat peluang, maka anda akan segera bergabung bersama V-net club dan memposisikan diri secepatnya menjadi distributor V-net disaat trend cara isi pulsa denga HP sendiri bergulir di masyarakat. V-net terbukti telah melahirkan puluhan orang jutawan baru dari berbagai latarbelakang kehidupan walaupun baru 1 tahun berdiri.

Dibandingkan jika anda bisnis jualan voucher pulsa secara eceran, yang belum tentu pelanggan anda hari ini di esok hari akan membeli lagi ditempat anda, di bisnis V-net dengan menjadikan keluarga, saudara, teman-teman, rekan kerja atau relasi anda menjadi member V-net dalam grup anda sendiri, maka anda akan menikmati keuntungan secara rutin & terus menerus dari member-member di dalam grup anda yang bertransakisi pulsa di Vnet seumur hidupnya. Hal inilah yang membuat anda akan menikmati passive income secara rutin dan pasti hingga ratusan juta rupiah setiap bulannya.

Kategori: Bisnis
Ditandai:

Kisah Sukses Bekas Tentara yang Miliki Tempat Kos

November 11, 2007 · & Komentar


Sutarto (56) mempersiapkan masa pensiunnya dengan terencana. Setelah tidak aktif dinas di TNI Angkatan Laut, Sutarto yang pernah mengajar di Lemhannas ini membangun rumah kos di atas lahan seluas 1.450 meter persegi di Kelurahan Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok.

Beroperasi sejak tiga tahun silam, rumah kos yang diberi nama Griya Nafan’s itu berlantai dua dan memiliki 87 kamar. “Saya dan istri sudah memikirkan masa depan. Bisnis kos tak pernah rugi, dan stabil. Lagi pula, ini bukan bisnis murni karena secara tak langsung ikut membangun bangsa,” ungkap Sutarto dalam percakapan dengan Kompas pertengahan Mei lalu.

Sutarto yang terakhir berpangkat laksamana muda itu menerapkan pengawasan ketat di rumah kos yang dikhususkan untuk putri itu. Mereka yang pulang di atas pukul 22.00 diwajibkan melapor ke penjaga di gerbang. “Saya biasakan mereka hidup disiplin. Saya tak ingin terjadi sesuatu pada mereka. Kalau ada masalah, dapat cepat diselesaikan,” kata lelaki kelahiran Sragen, Jawa Tengah, itu sambil menyebut bahwa 30 persen orangtua penghuni kosnya tinggal di Jakarta.

Dititipi anak

Menurut Sutarto yang masuk Akademi Angkatan Laut tahun 1973 itu, ia merasa dititipi anak, apalagi anak perempuan, sehingga ia menganggap anak-anak kos itu anaknya sendiri. Ia menyempatkan diri datang, mengontrol, mengawasi anak-anak kos agar orangtua mereka tidak waswas, terutama mereka yang berasal dari luar kota. Karena itu, ia sering bolak-balik dari rumahnya di Pondok Cibubur, Cimanggis, ke rumah kos miliknya di Pondok Cina.

Lokasi rumah kosnya tak jauh dari Jalan Margonda Raya, jalan utama di Kota Depok. Juga tidak jauh dari pusat perbelanjaan Margo City, Depok Town Square, dan Toko Buku Gramedia.

“Lokasi strategis inilah yang membuat rumah kos ini jarang sepi karena aksesnya mudah. Mahasiswa UI yang membawa kendaraan sendiri dapat lewat Jalan Margonda ke gerbang utama UI. Kalau yang berjalan kaki, lewat belakang, melalui pintu Stasiun UI. Mahasiswa Gunadarma pun cukup berjalan kaki menuju kampus di Margonda, naik kendaraan ke kampus di Kelapa Dua. Selain itu, kami utamakan kenyamanan dan keamanan,” paparnya.

Dari 87 kamar yang harga sewa per kamar Rp 325.000 per bulan, saat itu terisi 84 kamar. Artinya, pendapatan sebulannya Rp 27,3 juta. Jika dikurangi biaya operasional sekitar Rp 10 juta untuk gaji pegawai dan perawatan, ia memperoleh pendapatan bersih sekitar Rp 17 juta!

Pembayaran biaya kos ditentukan antara tanggal 1 sampai 10. Jika lewat tanggal 10, penghuni kos wajib membayar denda. Hari pertama Rp 10.000, selanjutnya setiap hari Rp 5.000. Sistem pembayaran dilakukan melalui ATM BCA, BII, dan Bank Mandiri. “Ini untuk mengurangi kesibukan administrasi keuangan,” kata Sutarto, yang memiliki lima pegawai.

Rumah kos itu juga membuka kantin agar makanan dan minuman terjaga kebersihannya. Penghuni kos dapat mengambil sendiri dan cukup membayar Rp 3.000-Rp 5.000 sekali makan. Kantin itu dibuka pukul 06.00-22.00.

Sutarto yang menjalankan bisnis bersama istrinya, Ny Endang Pertiwi (53), juga membangun Bale Bengong atau semacam saung untuk mahasiswa beristirahat sambil menunggu jam kuliah berikutnya.

Selain berbisnis rumah kos, Sutarto yang memiliki dua putra ini juga menjalankan usaha penangkapan ikan tuna di Bali, sesuai dengan latar belakangnya. “Yang penting, kita harus selalu bersyukur dan menikmati hidup. Tak boleh ngoyo. Kalau dapat membantu orang lain, saya bahagia,” katanya tentang filosofi hidupnya. (KSP)

Kategori: property
Ditandai: , ,

tips menjual properti

November 11, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Mempersiapkan penjualan. Vendor sebaiknya mempersiapkan property yang ingin dijual, seperti kondisi property dalam keadaan rapi, bersih, terawat baik di bagian luar dan dalam. Karena kesan pertama para prospek pembeli akan lebih baik. Sehingga dapat menambah nilai jual property tersebut.

Survey harga jual property.
Vendor dapat mensurvey harga jual property ke beberapa Property Agent ternama, dari harga property tersebut, vendor akan mendapatkan masukkan harga jual property. Biasanya harga property akan disamakan dengan transaksi yang pernah terjadi. Penentuan harga tergantung dengan kondisi yang ada seperti tipe, lokasi, dan periode waktu memasarkan.

Tentukan Property Agent.
Pilihlah property agent ternama dan profesional dibidangnya. Biasanya agen tersebut akan menjelaskan secara detil, seperti jenis perjanjian, harga, program promosi yang akan dijalankan, pajak penjual, biaya administrasi notasris/PPAT dan komisi bagi agen. Pastikan agen yang anda pilih memberikan harga jual optimum dan service yang terbaik.

Kategori: property
Ditandai:

Broker Property Harus Sabar

November 11, 2007 · & Komentar

Membaca kata broker,apa persepsi yang muncul dipikiran kita? Persepsi kita bisa berarti orang yang suka minta komisi, ada unsur percaloan, atau malah perspektif yang negatif seperti masalah menjandi panjang. Broker sendiri berarti pedagang perantara. Mungkin takala zaman belum seperti sekarang, seorang produsen yang menciptakan suatu produk disebabkan memiliki keterbatasaan waktu dan tenaga untuk menjual dan memasarkan produknya, kemudian menggunakan jasa broker dengan imbalam komisi bagi yang mampu membawa pembeli.


Broker bertindak sebagai pedagang perantara, berfungsi mempertemukan penjual dan pembeli sehingga mempercepat dan membantu kelancaran proses negoisiasi. Hasil akhir adalah memperoleh komisi dari jasa layanan mereka. Broker menjual informasi tentang apa yang dibutuhkan pembeli, dan mencari pemasok-pemasok mana yang menyediakan barang kebutuhan tersebut.

 

Dunia per-broker-an tidak bisa lepas dalam kehidupan sehari-hari kita. Dalam hal percintaan terkadang muncul juga broker yang kita kenal dengan istilah mak comblang. Tugasnya sebagai katalisator, dalam ilmu kimia, katalisator diperlukan bila ingin melarutkan dua zat yang sulit menyatu tapi dengan adanya katalisator maka zat tersebut akhirnya dapat menyatu.

 

Mak comblang juga ini berfungsi sama seperti itu. Dialah yang aktif berperan untuk bagaimana dua orang yang sedang jatuh cinta ini agar dapat bersatu. Dan bila jadian etika-nya sih ada komisi, biasanya bentuk traktir makan sebagai rasa syukur.

 

Dibidang property, seorang broker memiliki peran untuk menegosiasikan penjualan property antara penjual dan pembeli dengan imbalan komisi tertentu. Sebagai broker professional mereka harus bertindak bagi kepentingan penjual dan pembeli dan buka untuk dirinya sendiri, selain itu juga harus bisa menjadi problem solver, mencari solusi bila ada ketidak sesuaian antara penjual dan pembeli dengan pendekatan win-win solution.

Semenjak saya “terdampar” di ERA, agen broker property banyak hal yang mengubah pandangan saya tentang broker. Sepertinya tugasnya mudah, cukup menghubungkan antara pemilik property dan calon buyer, tapi ternyata tidaklah demikian. Dalam dunia ini justru dikenal “pulungan” (bahasa Jawa), atau jodoh-jodohan . Bila sesama marketing associate tidak jadi closing (transaksi), antara pembeli dan penjual tidak terjadi kecocokan dan tidak terjadi transaksi, kata-kata yang sering muncul pun adalah…”yah sudalah mungkin belum jodoh!” Lemas lagi…..!

 

Kali ini saya menulis bagaimana proses bisnis menjadi pebisnis broker. Tulisan ini masih kurang detail tapi saya mencoba garis besarnya saja. (Catatan: untuk istilah property itu dapat berarti rumah, tanah, bangunan komersial seperti rumah toko, ataupun gudang, bisa juga apartemen).

 

Usaha bisnis broker property sebenarnya tidak perlu banyak modal. Kecuali kita membeli waralaba atau franchise seperti ERA, Century 21, RayWhite, Coldwell Banker, dan lain sebagainya. Itu bisa kisaran 150 juta sampai 350 juta. Belum lagi kita harus menyiapkan budget untuk mencari ruang usaha sebagai kantor, 1 orang yang bertindak sebagai member broker atau managing director, 2 orang pegawai administrasi, 1 orang driver. Gaji mereka disesuaikan dengan UMR setempat, trus ada biaya overhead, seperti listrik, biaya telepon (line telepon minimal dua line). Kantor tidak perlu membayar marketing, karena mereka sifatnya menerima komisi saja.

 

Secara sederhana untuk usaha broker property bila TANPA system waralaba bisa dimulai dengan tim kecil saja. Modal utamanya tentu informasi, yakni mencari informasi property yang akan dijual atau mencarikan property bila kita mendapatkan seorang calon pembeli yang serius dan kemudian mengajaknya bertemu untuk deal harga.

Bagi hasil umum yang berlaku ada komisi berkisar 1 sampai 5%. Developer yakni yang membangun property biasanya berbentuk perumahan umumnya memberikan komisi antara 1-2% bagi broker tradisonal (BT) bila kita membawa buyer dan buyer tersebut membeli rumah developer itu.

 

BT adalah à orang yang menekuni profesi broker tanpa institusi tertentu seperti ERA,

Di ERA sendiri saya jelaskan untuk harga jual s/d 1 milyar komisinya 3%, 1 M s/d 3M komisi 2,5% diatas 3 Milyar komisi 2% sementara untuk komisi sewa (rumah, ruko atau tanah) sama rata dikenaikan 5%. Kalau kita sebagai marketing associate, itu pun ada bagi hasil sendiri dengan kantor ERA. Komisi 3% itu akan dibagi lagi dengan bagi hasil tertentu dengan sekian persen kantor ERA diwilayah jogja misalnya, kemudian royalty yang harus dibayar bagi pemegang waralaba, dan komisi antara marketing yang berhasil men-selling (menjual) dan me-listing rumah serta ada penghasilan dikenakan pajak.

 

Prospek mencari listing (maksudnya mencari pemilik yang sedang/ingin menjual atau menyewa property dan mempercayakan kita untuk memasarkannya), bisa kita dapatkan melalui kawan, kerabat, iklan baris disurat kabar, atau lagi jalan-jalan dan menemukan tanda didepan rumah pemilik. Semuanya itu bisa kita prospek agar bersedia diajak kerja sama dengan kita. Bila kita mendapatkan pembeli kita tawarkan mau tidak sang pemilik memberi komisi kepada kita, atau bekerja sama untuk deal harga, atau sistemnya jual harga dengan cara pemilik mententukan harga terserah kita mau menjual dengan harga berapa. Selisihnya itu menjadi milik kita.

 

Kegiatan untuk mencari pembeli bisa dilakukan dengan meng-iklan-kan property sang pemilik tadi, memang akhirnya kita harus mengeluarkan biaya. Dengan beriklan dari situ lah kita merespon calon pembeli yang betul-betul serius mau membeli rumah tersebut.

 

Nah bila ada respon iklan dari seorang yang bertanya tentang property yang kita iklan kan tadi, calon pembeli itu bisa kita approach dan follow-up agar mau mempercayai kita untuk berkeja sama mencari property sesuai kriteria mereka. Mungkin dengan bertemu langsung, dan berkenalan, sebagai seorang broker yang serius dan profesional tentu kita akan berusaha mencarikan tipe property sesuai dengan kebutuhan pembeli tersebut, dan bersama-sama meninjau lokasi.

 

Logikanya dengan mengiklankan property dari prospek listing tadi, kita mendapat respon dari yang membaca iklan kemudian bisa menyaringnya menjadi calon buyer, kemudian kita pun memiliki tugas baru lagi yakni mencari property yang diinginkan pembeli dengan cara melihat iklan di surat kabar, jaringan atau kawan sesama broker, atau dengan cara canvassing (kegiatan untuk mendapatkan prospek dengan berjalan-jalan disekitar lokasi tertentu).

 

Ada keahlian lagi yang diperlukan bagi seorang broker yakni kemampuan sosial atau human skill, interpersonal skill, komunikasi yang jelas dan baik, mampu membangun kepercayaan (trust) terhadap klien. Job broker ini berhubungan dengan orang-orang maka people skill sangat diperlukan, tidak ada salahnya memulai membaca buku tentang relationship dan personality. Selain itu memiliki kemampuan penjualan (selling skill) iyang harus terus menerus kita kembangkan. Kreatifitas kita dalam memasarkan dan menjual unit property suatu hal yang mutlak.

 

Satu hal lagi yakni sedikit punya pengetahuan dibidang legal dan hukum, yaitu membuat suatu perjanjian kerja sama, agar aman setiap perjanjian kerja sama sebaiknya dilakukan secara tertulis untuk menghindari pemilik yang tidak mau membayar komisi. Kita pun harus familiar dengan surat-surat seperti akta tanah, sertifikat tanah, jangan sampai misalnya kita menemukan masalah menjual tanah yang sedang bersengketa, adanya teman dibidang tersebut membantu kita dalam mencari solusi-solusi. Misalnya pada notaris, pejabat pembuat akta tanah ataupun didepatemen pertanahan.

 

Pengetahuan tentang arah perkembangan suatu daerah yang lazim disebut perencanaan tata kota harus dimengerti. Daerah mana yang akan berkembang sebagai daerah bisnis, dimana daerah yang prioritas pemukiman, daerah mana yang akan berkembang misalnya saja akan dibangun suatu pusat pendidikan haruslah kita ketahui. Naik turunnya nilai property sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor yang disebutkan tadi.

 

Bila tertarik untuk berkecimpung dibidang bisnis broker property ada baiknya bergabung dahulu disalah satu agen property yang sudah maju dalam system untuk belajar lika-liku bisnis ini. Sehingga kita dapat menghindari jebakan-jebakan yang mungkin bisa merugikan diri kita.

 

Bisnis perantara property harus sabar, terkadang menghadapi calon pembeli, mereka biasanya tanya macam-macam. Protes sana sini kondisi tumah tersebut. Mengoceh tentang property yang dibutuhkan. Itupun sudah capek temanin keliling seharian liat beberapa listing (property) namun akhirnya bila di tanyakan tidak sesuia kriteria, tidak jadi beli, atau tidak minat sama sekali. Ditelpon kembali tidak diangkat-angkat, alias dicuekin.

Kategori: property
Ditandai: ,

TIPS MENJUAL PADA ORANG SKEPTIS

November 11, 2007 · & Komentar

Prestasi terbesar dari seorang salesman adalah keberhasilannya menjual pada orang yang skeptis. Hampir semua salesman setuju bahwa sangatlah memuaskan meyakinkan seseorang yang tadinya merasa bahwa produk atau jasa yang dijual tidak diperlukan. Jauh lebih memuaskan daripada menghasilkan “penjualan yang mudah”. Berikut adalah 11 cara menjual pada orang yang skeptis, menurut Vicky Terrence Davis, William R. Patterson, dan D. Marques Patton yang juga pengarang buku THE BARON SON : VADE MECUM 7.

1. KENALI PRODUK / JASA ANDA

Kenali produk dan jasa anda luar dalam, sedetil-detilnya. Anda harus mengetahui kelemahan, kekuatan dan juga fitur-fiturnya. Penting juga untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi supply dan demand-nya. Semua ini penting untuk memperjelas presentasi anda, dan memberi informasi lengkap bagi orang skeptis untuk membuat keputusan pembelian. Pastilah anda akan diberi pertanyaan. Oleh karena itu, anda harus bersiap untuk mendemonstrasikan produk/jasa anda sebagai respons.

2. KENALI PROSPEK ANDA

Selain mengenal produk, anda harus juga mengenal prospek anda. Berusahalah untuk mengetahui semaksimal mungkin mengenai target demografik dan prospek potensial anda. Pastikan anda berhubungan dengan pembuat keputusan. Anda harus tahu kebiasaan pembelian mereka, motivasi-motivasi mereka dalam menentukan pilihan, dan berapa lama keputusan pembelian akan memakan waktu. Anda harus paham betul bagaimana produk anda cocok dengan strategi pembelian mereka. Jika anda tahu kebiasaan mereka dalam melakukan pembelian, anda dapat menyusun strategi penjualan jangka panjang,–yang berarti pembelian berkelanjutan. Tempatkan diri anda pada posisi yang paling memungkinkan untuk mendapatkan jawaban “YA”, yaitu dengan fokus pada hal-hal yang dianggap penting oleh prospek anda.

3. PERCAYAI KATA-KATA ANDA SENDIRI

Anda tidak akan pernah efektif menjual produk yang anda sendiri tidak percayai, apalagi kepada orang yang sudah skeptis dari awal. Kurangnya antusias anda akan tampak saat anda mencoba meyakinkan pembeli potensial anda. Saat anda memancarkan semangat dan antusiasme, anda dapat menerobos tembok keraguan yang telah dibuat oleh orang skeptis. Dengan tidak menunjukkan keyakinan saat anda mempresentasikan produk anda, sudah hampir dipastikan jawaban yang diperoleh adalah “TIDAK”. Jika anda beruntung dapat menjual produk yang tidak anda yakini, anda masih mendapat kerugian karena adanya resiko tidak maunya si prospek merefer produk anda ke orang lain dan hilangnya kepercayaan sang pelanggan.

4. JELASKAN SECARA TRANSPARAN

Seringkali kita menjual dengan menggunakan kata-kata yang kuat, tetapi memberikan sedikit informasi. Contohnya, kita sering berkata “Bila anda ingin benefit-benefit ini, belilah produk saya!” Ini dilakukan dengan harapan bahwa keingin-tahuan sang prospek tentang klaim anda yang berani, sudahlah cukup untuk memutuskan mereka membeli produk anda. Pendapat bahwa bila anda memberikan terlalu banyak informasi maka justru akan membuat prospek ragu membeli, adalah pendapat yang umum tetapi salah. Bersiaplah untuk memberikan informasi sebanyak mungkin pada prospek anda untuk meyakinkan mereka membeli produk anda. Transparansi akan menghasilkan kepercayaan. Sesuatu yang tidak dimengerti oleh seseorang, selalu disambut dengan “TIDAK”. Semakin banyak informasi saat menentukan keputusan pembelian, semakin besar kemungkinan mereka akan berkata “YA”. Keuntungan lain dengan bersifat transparan, semakin banyak informasi yang anda berikan secara gratis semakin besar juga ketertarikan pada produk anda.

5. RAIH KEPERCAYAAN DENGAN BERASOSIASI

Dengan mendapatkan endorsement atau testimonial, terutama dari pihak yang direspek oleh prospek anda, akan menghasilkan kepercayaan. Banyak skeptis yang membeli karena rekomendasi dari orang yang mereka respek. Berusahalah berasosiasi dengan pihak tersebut melalui kerjasama strategis, karena rekomendasi dari mereka berarti berkurangnya penolakkan dan meningkatnya penjualan.

6. TAWARKAN FREE TRIAL, DISKON, INSENTIF ATAU GARANSI

Struktur dari penawaran anda memberikan peran penting dalam membangun kepercayaan dan mendorong prospek untuk membeli. Banyak variasi yang dapat digunakan, tetapi garansi dan insentif adalah cara yang hebat untuk mendapatkan kepercayaan dari calon pembeli. Garansi dan free-trial memberi kesempatan pada skeptis untuk mencoba produk anda sebelum menentukan apakah tawaran anda cocok untuk kebutuhan mereka. Insentif dan diskon juga taktik yang baik untuk membuat prospek merasa mendapatkan keuntungan. Seseorang selalu senang mendapatkan sesuatu secara gratis atau membeli bila tidak ada resikonya. Dengan menggaransi produk anda, anda akan mengurangi keraguan dan mendorong prospek untuk membeli. Anda juga menunjukkan bahwa anda yakin pada produk yang anda jual.

7. BANDINGKAN & LAKUKAN DIFFERENSIASI DENGAN KOMPETITOR

Pahami sifat dari bisnis anda. Apakah bisnis anda adalah bisnis komoditi dimana yang dapat memberikan harga terendah akan menang ? Apakah kekuatan dari brand anda menjadi factor yang menentukan ? Apakah ada sesuatu yang unik dari penawaran anda ? Anda harus mengetahui kekuatan dan kelemahan kompetitor anda. Setelah anda memahami kompetitor, dan juga kebutuhan dari prospek anda, maka anda dapat menentukan “marketing angle” yang efektif. Anda dapat menggunakan phrase.

“…………..dgn harga terendah”, jika anda ingin menekankan pada value
“………….. yang resmi”, jika anda ingin menekankan pada keotentikan
“………….terbaik “, jika anda memfokuskan pada superioritas produk
“………… satu-satunya”, jika anda mementingkan eksklusifitas.

8. JUAL RELATIONSHIP BUKAN PRODUK

Salesman terbaik bukan hanya menghasilkan penjualan tetapi juga menumbuhkan relationship dengan pelanggan. Relationship lebih bermanfaat, baik bagi anda maupun prospek anda, daripada satu kali transaksi saja (one-time transaction). Bagi anda, relationship memberi ruang bagi anda untuk mendapatkan transaksi berulang, dan juga kesempatan untuk menjual produk/jasa anda yang lain; referral yang bertambah karena anda akan mendapat akses pada jaringan dari prospek anda. Bagi skeptis/prospek, relationship akan membangun kepercayaan. Mereka akan yakin bahwa mereka tidak akan anda abaikan setelah transaksi selesai. Pada akhirnya, mereka akan membeli relationship dengan anda dan perusahaan anda, bukan dengan produk/jasa anda. Lakukan penjualan dengan paradigma seperti itu.

9. FOKUS PADA BENEFIT DAN NILAI

Yang paling penting bagi skeptis adalah keuntungan yang akan mereka dapat. Oleh karena itu, fokuslah pada bagaimana produk/jasa anda akan menyelesaikan masalah mereka, memenuhi kebutuhan atau keinginan mereka. Bila prospek anda sangat mementingkan keuntungan financial, maka presentasi anda harus berfokus pada bagaimana produk atau jasa anda dapat menghasilkan revenue atau menghemat pengeluaran mereka. Jika produk anda memuaskan suatu keinginan/desire, maka fokuslah bagaimana produk/jasa anda dapat mengisi kebutuhan emosional itu. “Emotional Selling” berbeda dengan “Bottom-Line Selling”, karena berfokus pada perasaan bukan pada ukuran financial. Ingatlah untuk selalu berfokus pada benefit yang dibutuhkan oleh calon pembeli anda. Bila tidak, skeptis akan kehilangan minat, dan anda akan kehilangan penjualan.

10. ISOLASIKAN PENOLAKKAN PROSPEK

Dalam kehidupan dan juga bisnis, dua dari tantangan-tantangan terbesar adalah bagaimana membuat keputusan yang cerdas, serta kemudian merealisasikannya. Satu dari tujuan dasar anda sebagai salesman adalah membantu prospek membuat keputusan tersebut. Untuk itu, tanyakan dua macam pertanyaan : yang satu untuk lebih mengetahui lebih dalam mengenai prospek anda beserta kebutuhan-kebutuhannya, sedang yang lain untuk mendorong prospek anda untuk membeli. Sederetan pertanyaan yang dilakukan secara tepat akan mengisolasi penolakkan dari calon pembeli anda. Anda juga harus melakukan brainstorming mengenai berbagai kemungkinan alasan untuk tidak membeli dari anda, dan kemudian memikirkan respons yang tepat. Pertanyaan yang lain harus didesain sedemikian rupa sehingga hanya mengarah pada satu jawaban, dan jawaban tersebut harus mendorong prospek untuk setuju dengan anda.

11. JANGAN KELIHATAN TERLALU BUTUH

Keadaan emosional anda akan terlihat oleh skeptis /prospek anda. Jangan pernah terlihat bahwa anda butuh menjual. Semua orang akan menghindari salesman yang menjual terlalu menggebu-gebu. Sering kita terkondisikan untuk memberi atau membeli dari orang yang tidak butuh uang kita. Prinsip inilah yang lebih mendorong kita untuk memberikan uang Rp 500,- kepada orang kaya untuk menelpon saat dia tidak punya uang kecil, daripada kepada gelandangan yang meminta hal serupa. Oleh karena itu, penting bagi anda untuk beroperasi dengan paradigma “berkecukupan”. Pahami bahwa selalu ada kesempatan penjualan yang lebih besar, sehingga anda tidak harus terlalu menuntut/menggebu-gebu pada penjualan kali ini. Keyakinan anda akan tampak oleh prospek anda, dan itu akan lebih mendorong mereka untuk membeli dari anda.

Setelah dipahami, kesebelas cara ini akan menyatu menjadi sebuah strategi penjualan yang efektif. Anda akan mulai merasa bahwa ini bukanlah cara yang berdiri sendiri-sendiri, tetapi adalah suatu strategi penjualan yang komprehensif. Cara-cara ini didesain untuk saling melengkapi satu sama lain, dan memberikan anda panduan untuk menjual pada mereka yang skeptis pada produk atau jasa anda.

Kategori: property
Ditandai: ,

Konsumen Harus Teliti ”Track Record” Pengembang

November 11, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

JAKARTA – Bagi sebagian orang nasihat teliti dulu sebelum membeli barangkali terkesan klise. Namun tidak bagi calon konsumen yang sedang mencari tempat tinggal rumah atau apartemen. Harus teliti benar mengenai siapa pengembangnya, kualitas bangunannya dan sebagainya, sehingga tidak menyesal di kemudian hari.

Simak data dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Tahun 1998 terdapat 243 kasus pengaduan yang masuk diantaranya pengembang yang melarikan uang konsumen, tidak membangun tepat waktu sesuai PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli), dan lain-lain. Setahun kemudian yakni 1999, jumlah pengaduan yang masuk ke YLKI berkurang menjadi 196 kasus, dan terakhir tahun 2003 lalu jumlah kasus developer bermasalah turun drastis menjadi 29 kasus.
Dari statistik di atas terlihat ada perkembangan positif dengan berkurangnya pengaduan yang masuk. Namun itu belum bisa dijadikan ukuran karena bisa jadi masih banyak lagi konsumen yang enggan mengadukan nasibnya ke YLKI atau mengambil langkah hukum melalui pengacara (lawyer) komersial. Ini diakui sendiri oleh Sudaryatmo, pengurus harian YLKI yang membidangi properti.
“Bisa jadi demikian. Karena kita di YLKI punya kebijakan hanya menangani klaim pengaduan yang melibatkan layanan publik (public service), korbannya jumlahnya banyak atau massal dan konsumen tidak sanggup membayar penga-cara komersial. Untuk pelanggaran di properti kelas menengah dan atas, kita tidak tangani,“ ujarnya.
Dengan kata lain masalah yang muncul ke permukaan lebih banyak terkait dengan masyarakat miskin dan properti yang bermasalah adalah perumahan sederhana. Ba-gaimana dengan perumahan menengah dan atas? Tampaknya korban enggan mengadukan masalahnya ke YLKI sehingga sangat masuk akal jika tidak masuk hitungan.

Sanksi
Selama ini, ada tiga hal pokok yang selalu menjadi biang masalah dan selalu dijumpai pada kasus properti atau pengembang bermasalah. Pertama, developer membawa lari uang nasabah. Kedua, pengembang tidak membangun atau sengaja mengulur waktu penyelesaian properti, dan ketiga adalah developer tidak mengantongi izin yang lengkap dari pemerintah daerah tetapi sudah berani menjual.
Untuk dua hal pertama, REI (Real Estat Indonesia) selaku organisasi yang mewadahi para developer, secara berterus-terang mengakui adanya anggota yang nakal.
“Saya akui bahwa ada anggota kami yang nakal. Bagaimanapun, sulit sekali bagi kita mengawasi satu per satu anggota kita yang jumlahnya ribuan. Lebih-lebih lagi yang di daerah. Jika ada konsumen yang dirugikan, silakan adukan ke REI dan kita akan ambil tindakan tegas. Bahkan bila perlu kita akan coret keanggotaannya dari REI,“ kata Yan Mogi, Ketua Umum DPP REI dalam sebuah seminar properti, di Jakarta, Kamis (11/3).
Hal senada juga diutarakan oleh Willy Prananto, Wakil Ketua Bidang Hukum dan Perundang-undangan DPD REI DKI Jakarta. Dikatakannya, REI memiliki satu komisi penyelesaian anggota yang akan menjembatani masalah atau pengaduan dari konsumen terhadap pengembang yang bersangkutan. Jika ada masalah, REI akan memanggil developer tersebut dan meminta pertanggungjawaban. Sanksi berupa pencoretan keanggotaan dari REI, menurut Yan Mogi dan Willy sangat mungkin.
“Bagaimanapun kita ini menjalankan bisnis jasa. Saya bisa bertahan di bisnis ini lebih dari 20 tahun karena kepercayaan yang saya tanamkan ke konsumen. Jika ada pengembang yang melakukan tindakan tidak terpuji, percayalah selamanya konsumen akan tahu boroknya si developer itu,“ tutur Yan Mogi.

Perizinan
Bagaimana dengan masalah perizinan? Menarik membicarakan hal ini. Dari sisi pemerintah, khususnya Pemda DKI Jakarta, telah menegaskan bahwa pengembang harus terlebih dahulu mengantongi SIPPT (Surat Izin Penunjukan dan Penggunaan Tanah (SIPPT) sebelum mendirikan bangunan. Tanpa surat tersebut, sama artinya pengembang belum memiliki kekuatan hukum atas lahan yang dibangun.
“Bangunan yang berdiri tanpa SIPPT berarti juga tanpa Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Jadi harus dibongkar,” tegas Nurfakih Wirawan, Kepala Dinas Tata Kota DKI Jakarta, di Jakarta, Kamis (11/3).
Menurutnya, SIPPT yang berlaku bagi lahan komersial lebih dari 5.000 meter persegi tersebut mengacu pada UU Tata Ruang. Dan itu katanya, harus ada sebelum penjualan dilakukan. Dengan mengantongi SIPPT tersebut berarti pengembang secara sah menguasai lahan tersebut yang dibuktikan antara lain dengan sertifikat tanah, kesesuaian dengan tata kota, dan tidak ada sengketa dengan pihak ketiga.
“Jadi, kalau suatu proyek properti dijual tanpa SIPPT, yang berarti juga tanpa IMB, tidak ada kepastian bagi konsumen. Lahan properti tersebut ada kemungkinan tak bisa dikembangkan karena tersangkut masalah hukum. Ini harus dicegah agar konsumen tidak merasa tertipu,” katanya.
Kepala Dinas Penataan dan Pengawasan Bangunan (P2B) DKI Jakarta, Djumhana, juga telah mengingatkan bahwa Pemda DKI Jakarta akan bertindak tegas terhadap pelanggaran izin baik untuk apartemen maupun pusat perbelanjaan.
“Developer yang tidak memiliki IMB jelas telah melanggar Perda nomor 3/1999 akan dikenakan sanksi denda atau bentuk lain, sesuai dengan ketentuan dalam Perda itu,” katanya. Dari data yang tercatat di Pemda, pelanggaran terbanyak adalah penjualan atau launching proyek komersial tanpa terlebih dahulu mengurus SIPPT.

Curi ”Start”
Praktik yang banyak terjadi sekarang ini, tidak jarang pengembang telah menjual atau memasarkan produk propertinya padahal belum 100 persen mengantongi izin. REI melalui Willy Prananto beragumen bahwa untuk mengurus ijin waktunya terlalu lama padahal buat pengembang, timing adalah kunci untuk sukses menjual rumah atau apartemen. Jika pengembang hanya menunggu kepastian izin keluar, amat mungkin proyek properti tersebut akan gagal atau kurang diminati.
Namun hal itu dibantah oleh Muh Fausal Kahar, Kepala Sub Dinas Pengkajian Struktur Ruang Kota, Dinas Tata Kota, Pemda DKI Jakarta. Diakuinya, jangka waktu pengurusan izin cukup lama karena harus memenuhi semua prosedur hukum agar kelak tanah yang dikembangkan tidak menimbulkan masalah, yang pada gilirannya akan merugikan konsumen.
Ditambahkannya bahwa saat ini di DKI Jakarta sangat sulit menemukan lahan ribuan meter persegi yang dimiliki oleh satu pihak. Tanah yang mencapai luas 5.000 meter persegi umumnya dimiliki oleh beberapa orang bahkan mungkin ratusan orang. “Peruntukannya juga bisa bermacam-macam. Karena itu, Pemda harus memastikan bahwa peralihan hak atas tanah itu sudah berjalan sesuai dengan hukum dan juga sesuai dengan permintaan pengembang. Ini yang membuat waktu pengurusan memakan waktu lama,” katanya.
Tindakan pengembang yang mencuri start dengan cara menjual sebelum izin didapat, menurut Yan Mogi, dilakukan sekedar untuk menguji pasar. “Apabila minat konsumen cukup tinggi, proyek akan diteruskan. Tetapi jika tidak proyek akan dibatalkan dan uang konsumen akan dikembalikan. Kita pun selaku pengembang sebisa mungkin menuruti ketentuan yang berlaku termasuk harus memperoleh izin seperti SIPPT dan IMB,” katanya.

Untung-untungan
Hanya saja tindakan tersebut dinilai oleh Djumhana dan YLKI sebagai tindakan untung-untungan dan membahayakan konsumen. Apalagi sering kali developer tidak mengakui sudah ada pembelian, pembayaran uang muka atau down payment (DP) atau akad kredit. Inilah yang katanya, digunakan oleh developer agar tidak terjerat oleh Perda yang mengharuskan mengantongi SIPPT terlebih dahulu.
“Cara-cara mengatasnamakan uji pasar itu sangat membahayakan konsumen karena konsumen ibarat membeli kucing dalam karung. Nyatanya, banyak konsumen yang terkecoh dan menjadi korban. Dan mereka ini tidak saja dari kalangan masyarakat kecil, tetapi juga kalangan atas yang berpendidikan luar negeri,” ucap Sudaryatmo.
Kondisi di atas memberi sinyal tegas kepada calon konsumen atau pembeli properti baik rumah, apartemen atau properti komersial lain untuk lebih meneliti produk yang dipasarkan. Kenali lebih dalam pengembang bersangkutan, bagaimana track record-nya. Jangan pernah sekalipun berpatokan pada brosur semata.
Seorang rekan SH pernah berujar,“Ini karena maraknya konsep pre-sales, jual brosur. Kalau begini masalahnya, kita kembalikan saja ke konsep dahulu yaitu membeli rumah yang secara fisik ada di depan mata. Setidaknya bisa mengurangi masalah yang memu-singkan kepala,“ ujarnya.
(SH/rudy victor sinaga)

Kategori: property
Ditandai: ,

Bisnis Perumahan

November 11, 2007 · & Komentar

JAKARTA – Keinginan seseorang memiliki rumah sendiri ataupun rumah bagus tidak pernah pudar. Hal itu terbukti dengan maraknya pengunjung pada setiap kali diselenggarakan pameran rumah. Ada yang datang sekadar melihat-lihat dan ada pula yang cukup serius membeli rumah. Kondisi seperti itu menjadi peluang bagi pengembang untuk memasarkan produknya. Orang yang tadinya tidak berencana membeli rumah, setelah mendapat penjelasan dari sales marketing bisa berubah pikiran.
Asik melihat sebuah sketsa perumahan Jatinegara Indah yang ditawarkan, seorang calon konsumen Ny Santi Purnomo, asal Tangerang, kian tertarik untuk mengetahui lebih jauh mengenai perumahan tersebut. Rasa tertarik itu kian bertambah ketika sang salesman, Mursyidi, menambahkan,” Perumahan ini bersebelahan dengan perumahan Jatinegara Baru, tempat tinggalnya Eko Patrio.” Karuan saja Ibu Santi tambah bersemangat. Niatnya langsung ingin melihat langsung perumahan tersebut.
“Sepertinya perumahan ini bagus ya. Apakah di lokasi ada rumah contoh yang bisa saya lihat?”
Wajah Mursyidi pun tampak sedikit gerah. Ia hanya bisa berkata,” Maaf Bu. Kita belum membangun rumah secara fisik ataupun rumah contoh yang bisa dilihat. Sekarang baru infrastruktur dasar seperti jalan masuk ke lokasi. Tapi sudah banyak yang terjual. Yang sisa paling banyak 8 unit dari ratusan unit rumah yang ada,” katanya mencoba meyakinkan.
Percakapan singkat di atas terjadi pada BUMN Expo 2003 yang kini sedang berlangsung di Jakarta Convention Center, Jakarta. Salah satu peserta stan adalah PT Pembangunan Sarana Jaya, salah satu BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Selama ini PT Sarana Jaya sering bertindak sebagai developer yang membangun berbagai sarana gedung perkantoran di DKI Jakarta. Untuk perumahan Jatinegara Indah yang ditawarkan pada ajang BUMN Expo tersebut, PT Sarana Jaya bekerjasama dengan PT Cakrasarana Larasasri. Keduanya membangun satu kompleks perumahan real estat berlokasi di samping jalan KRT Radjiman, Jakarta Timur.
Setidaknya developer merencanakan membangun ratusan unit rumah tipe 45, 60, 75 dan 90 dengan konsep cluster. Dari ratusan tersebut, pengembang cukup berani dengan hanya menawarkan konsep atau brosur. Singkat kata, satu brosur setara dengan rumah tipe 90 bernilai Rp 348,3 juta. Luar biasa bukan?

Laris
Fenomena menjual rumah dengan cara menjual konsep dengan bermodalkan secarik brosur berwarna dan spesifikasi rumah, agaknya kian menjamur. Terlebih setelah krisis, makin banyak developer yang melakukan strategi pemasaran model begini.
Cara seperti ini untuk properti jenis perumahan memang belum lazim. Namun pada properti jenis lain semisal apartemen, sudah jamak dilakukan. Konsep pemasaran ini sering disebut sebagai pre-sales.
Beberapa properti di kawasan Sudirman dan wilayah lain di Jakarta, banyak dijual dengan cara ini. Contohnya, apartemen The Pinnacle dan SCBD Suites. The Pinnacle yang lokasinya bersebelahan dengan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jalan Jenderal Sudirman, menawarkan 136 unit. Terjual di atas 80 persen dan bermodalkan uang muka dari pembeli itu, apartemen ini mulai dibangun dan direncanakan selesai pada tahun 2005.
Sementara SCBD Suites lebih sedikit lagi, hanya menawarkan 68 unit apartemen berkelas mewah. Pembangunannya sendiri ditargetkan selesai 2005, namun kini belum ada tanda-tanda pengerjaan konstruksi.
Untuk apartemen, PT Colliers International Indonesia memperkirakan, untuk tahun 2003-2005, total suplai di kota Jakarta kurang lebih mencapai 15.778 unit yang bersumber dari 22 proyek pembangunan apartemen strata-title. Antara lain Grand Permata Hijau sebanyak 200 unit, Pakubuwono Residence (600 unit), Apartemen Da Vinci (30 unit), Four Seasons (234), Mediterania Palace Residences (1.597 unit), Sudirman Mansion (216 unit), dan sebagainya.
Selain itu, belum lama ini PT Centra Lingga Perkasa (CLP), salah satu anak perusahaan PT Gapura Prima Grup bekerjasama dengan PT Megapolitan Grup menawarkan Apartemen The Bellagio untuk kalangan atas di bilangan Mega Kuningan.
Jumlah apartemen dengan dua tower ini juga tidak tanggung-tanggung, 700 unit. Harganya juga tidak main-main. Termurah Rp 724 juta dan paling mahal satu unitnya harganya lebih dari Rp 6 miliar.
Boleh percaya boleh tidak, untuk satu tower sudah laku 90 persen, sementara tower lain 80 persen laris diserbu orang.
Apa modalnya? Nyaris tidak ada. Cukup bermodalkan nama PT Gapura Prima Grup sebagai pengembang, sketsa rancangan/desain rumah yang bagus dan selebihnya, model-model berparas ayu dan bersuara merdu.

Spekulatif
Tren penjualan seperti di atas menurut Lukman Purnomosidi, Wakil Ketua Umum DPP REI (Dewan Pimpinan Pusat Real Estat Indonesia), dari kaca mata pengembang masih dapat dibenarkan. Itu katanya, merupakan strategi para pengembang untuk dapat terus berproduksi atau membangun. Karena menurutnya, masih banyak pengembang yang jatuh terkena krisis ekonomi, namun kini kondisi finansialnya masih belum pulih total. Mereka membutuhkan pembiayaan yang lebih bertumpu pada konsumen atau calon pembeli. Tidak masalah jika mereka mengeruk uang dari calon pembeli dulu. Toh, soal membangun rumah contoh atau unit rumah sebenarnya hanya soal waktu.
Hanya saja katanya, cara seperti ini tidak boleh menjadi ajang spekulatif.
“Harus ada aspek kehati-hatian dari konsumen, begitupun dengan pengembang. Yang terpenting semua perizinan lengkap, baik izin prinsip, IMB (Izin Mendirikan Bangunan), izin lokasi, dan sebagainya. Jika semua itu lengkap, seharusnya tidak ada masalah,” katanya.
Secara eksplisit Lukman mengakui bahwa ada pengembang nakal yang melakukan cara-cara penjualan seperti itu bermotifkan kejahatan. Demi mengeruk uang banyak promosi dilakukan gencar. Tidak jarang dengan menggelar acara di hotel berbintang. Namun tunggu punya tunggu, rumah atau apartemen yang dijanjikan tidak kunjung dibangun.
Konon ada properti yang masih berlokasi di Mega Kuningan, pembeli sudah membayar uang muka, namun apartemen atau propertinya belum kelihatan batang hidungnya. Bahkan tanda-tanda pengerjaan konstruksi juga sama sekali belum terlihat. Inilah yang ditakutkan bakal terjadi.
“Memang ada bedanya. Pada perumahan, tidak masalah membangun satu unit rumah dulu sebagai rumah contoh. Pembangunan juga bisa bertahap menunggu laku dulu baru dilanjutkan. Untuk apartemen cara itu sulit dilakukan, karena pembangunannya harus kolektif, tidak bisa hanya satu unit. Jadi risiko lebih banyak pada apartemen,” Lukman menjelaskan.

Reputasi
Pendapat hampir senada juga dikemukakan oleh Herman Sudarsono, mantan Ketua DPP REI. Ia yang kini menjabat sebagai CEO PT Duta Putra Group dan memiliki tidak kurang dari 23 proyek properti di Jakarta dan Jabar itu, mewanti-wanti agar konsumen benar-benar mengetahui reputasi dan latar belakang pengembang.
“Jika developernya baru dan belum banyak mengerjakan proyek properti sejenis, lebih baik tunggu. Jangan langsung percaya dengan sketsa rumah yang ditawarkan, tetapi lihat apakah developer itu melakukan tahap-tahap konstruksi seperti pembersihan lahan, cut and fill, sampai ada rumah contoh,” ujarnya.
Kecuali katanya, yang ditawarkan oleh developer tersebut adalah fase selanjutnya dari rencana jangka panjang pembangunan perumahan itu. Berarti, lanjut Herman, pengembang tersebut sudah terbukti mampu mengerjakan properti di fase sebelumnya.
Baik Herman maupun Lukman menggarisbawahi, yang juga layak dipertimbangkan oleh konsumen adalah pertimbangan apakah developer tersebut sudah terdaftar menjadi anggota REI (Real Estat Indonesia) DKI Jakarta. Karena kata Lukman, pengembang yang kenyang asam garam dan banyak membangun perumahan dan properti lain, pastilah sudah terdaftar sebagai anggota di REI.
Maka berhati-hatilah konsumen. Jangan sampai maksud hati menuai impian, namun yang didapat justru nasib buruk. (SH/rudy victor sinaga)

Kategori: property
Ditandai: , ,

TIP PEMASARAN

November 11, 2007 · & Komentar

Profesi seorang penjual adalah profesi yang sangat menjanjikan, apabila sudah menguasai dasar-dasar yang harus dimiliki oleh seorang penjual maka produk atau jasa apapun akan dengan mudah dapat dijual.Dalam kersempatan ini saya akan membagi Tip bagaimana caranya menjadi seorang penjual yang handal, hal – hal yang wajib dimiliki oleh seorang penjual adalah :

1. Relasi yang luas dari berbagai kalangan
2. Mempunyai kemampuan komunikasi yang baik
3. Mempunyai rasa Percaya Diri ( PD ) yang tinggi
4. Menguasai dan mengerti pada produk yang akan dijual

Ad.1 Bagaimana Membangun Relasi

Untuk mempunyai relasi yang banyak maka harus masuk kedalam berbagai komunitas dan berbagai kalangan dengan cara sebagai berikut :

1. Jangan memilih teman bergaul, semua orang adalah asset dan mempunyai potensi.Jangan menilai orang dari keadaannya atau penampilannya siapa tahu dibalik penampilannya yang sederhana dan keadaannya biasa-biasa saja mereka akan membantu mengenalkan kita pada orang yang sedang kita cari untuk dijadikan prospek.
2. Miliki sarana / alat yang membuat orang lain menjadi mudah untuk menghubungi kita ; Kartu nama, Telp/Hand Phone, dll.
3. Senang menyapa orang lebih dahulu / mengajak berkenalan.
4. Jadilah orang yang menyenangkan bagi orang lain.

Ad.2 Meningkatkan Kemampuan Berkomunikasi

Kemampuan berkomunikasi sangat penting bagi seorang penjual,bagaimana kita akan dapat menjual kalau cara menyampaikan informasinya tidak bagus, orang tidak mengerti dengan apa yang kita bicarakan akhirnya bukan Closing yang didapat malah calon konsumen menjadi Pusing dengan apa yang kita sampaikan.Supaya hal itu tidak terjadi, berikut Tip-nya :

1. Berlatihlah berbicara yang tertata dan teratur mulai dari intonasi yang rendah, sedang dan cepat.
2. Berlatihlah berbicara di depan cermin, lihat bagaimana mimik dan raut muka kita saat bebicara, kalau kurang manis, perbaikilah !
3. Imbangi setiap pembicaraan dengan sedikit gerakan tangan, ingat… Jangan berlebihan !!!.

Ad.3 Meningkatkan Rasa Percaya Diri

Percya Diri tidak datang dan terjadi begitu saja melainkan perlu latihan dan latihan , berikut ini cara meningkatkan rasa Percaya Diri :

1. Perbanyak membaca, melihat dan mendengar
2. Catat dalam memori/catatan pribadi/agenda semua hal-hal / kejadian penting
3. Yakin bahwa orang lain pun pernah mengalami rasa takut dalam menghadapi masalah baru
4. Tanamkan dalam diri kita bahwa kita mampu mengahadapi setiap tantangan
5. Orang lain adalah orang Nomor dua,kita adalah orang Nomor satu.

Ad.4 . Meningkatkan pengetahuan pada produk/jasa yang akan kita jual

Jangan berharap akan terjadi penjualan kalu kita tidak memahami produk/jasa yang akan kita jual, oleh karena itu JIWAILAH……!!1

KUNCI SUKSES PENJUALAN

1. Buat Daftar nama
2. Buat janji
3. Presentasi
4. Follow up

Ad.1 Buat Daftar Nama

Daftar nama adalah nama orang / instansi / Perusahaan yang kira – kira membutuhkan produk yang kita miliki atau jasa yang kita tawarkan.Untuk menambah jumlah daftar nama calon prospek bisa dengan cara :

1. Mencari data via Yellow Page,Buku telp, Iklan Surat Kabar/majalah dll.
2. Selalu mencari kenalan baru ( minimal 5 orang setiap hari ).
3. Minta referensi dari kenalan yang baru kita kenal.
4. Layani setiap pelanggan /calon pelanggan dengan baik.

Ad.2 Buat Janji

Dalam membuat janji dengan prospek apabila menggunakan Telp.gunakan gaya bahasa yang baik dan professional, saat menelpon usahakan selalu tersenyum karena suara orang yang sedang tersenyum akan terdengar beda dengan orang yang telpon.

Ad.3 Presentasi

Saat presentasi semua permasalahan dan kemungkinan-kemungkinan pertanyaan dari konsumen harus diantisipasi sebelumnya, oleh karena itu “Know How” tentang produk/jasa yang kita tawarkan harus dikuasai betul.Sebaiknya setelah selesai presentasi prospek ditinggali media promosi/brosur sebagai salah satu cara untuk follow up.

Ad.4 Follow Up

Follow Up adalah tolak ukur keberhasilan pemasaran, oleh karena itu pada saat follow up harus ada sedikit tekanan kepada prospek dengan gaya bahasa yang professional.Ketika follow up kita harus mendapat kan 2 jawaban yaitu :

1. Jawaban “ Ya “
2. jawaban “ Tidak “

Apabila mendapatkan jawaban “ ya “ berarti anda sebagai pemasar telah berhasil, langkah selanjutnya adalah memberikan pelayanan atas order yang didapat, baik pelayanan yang bersipat langsung maupun yang tidak langsung karena apabila kita tidak membeikan pelayanan yang baik maka konsumen hanya akan sekali itu saja memesan barang kepada kita / tidak ada pesanan berikutnya, tetapi apabila konsumen puas dengan pelayanan yang kita berikan maka selain akan ada pesanan berikutnya juga akan ada promosi gratis yang dilakukan oleh konsumen tersebut kepada relasi-relasinya.Hal tersebut adalah suatu bentuk promosi yang sangat ideal dan sangat tepat karena kita tidak perlu lagi mengeluarkan anggaran promosi.

Tetapi apabila mendapat jawaban tidak, ada beberapa hal yang harus dievaluasi, antara lain :

1. Produk
2. Cara penyampaian

Prospek mengatakan tidak bisa jadi karena produk yang kita tawarkan tidak mereka butuhkan atau tidak cocok dengan mereka atau cara kita menyampaikan / presentasi yang salah.Apabila itu yang terjadi maka harus dievaluasi lagi satu persatu dari awal kalau sudah menemukan permasalahannya segera perbaiki dan teruslah berlatih.

CONTOH CARA MELAKUKAN PENJUALAN

Menjual Property :

Menjual Property ( tanah, rumah & gedung ) adalah penjualan yang menghasilkan fee besar karena minimal harga property diatas 100 JUTA .

Menjual Tanah :

Apabila telah mendapat tanah yang akan dijual, maka langkah – langkah yang harus dilakukan adalah :

1. Buat Komitmen Fee dengan pemilik tanah apabila tanah tersebut milik orang lain, hal ini sangat penting supaya Hak kita sebagai pemasar tidak hilang.
2. Check surat-surat atas tanah tersebut ; Luas, Hak Milik, Hak Guna bangunan, sawah, pekarangan, dll.
3. Buat Peta situasi atas lokasi tanah tersebut dari pusat-pusat keramaian sampai kelokasi.
4. Check peruntukan tanah tersebut di BPN/Pemda setempat apakah untuk :tetap sebagai areal persawahan / lahan hijau,perumahan, kawasan industri.
5. Setelah mengetahui peruntukannya, misal boleh untuk kawasan perumahan, maka buat rencana site Plan sehingga dapat diketahui akan jadi berapa rumah kalau dilokasi tersebut didirikan rumah.
6. Kalau perlu buat analisa untung ruginya apabila lokasi tersebut dijadikan perumahan.

Menjualkan / menawarkan tanah adalah seperti menjualkan harapan kepada calon pembeli, oleh karena itu pemasar harus membawa imajinasi calon pembeli pada hal-hal yang belum terwujud secara nyata, minimal dengan membawa assumsi keuntungan sudah sedikit ada gambaran bagi calon pembeli.

Menjual Rumah :

Menjualkan rumah perorangan / Developer pada prinsipnya hampir sama dengan menjual tanah hanya ada tambahan :

1. Ijin Mendirikan Bangunan
2. Type dan luas bangunan
3. Sudah berap lama dipakai
4. Jumlah kamar ada berapa
5. Dll.

Rumah yang ditawarkan Developer biasanya hanya menyediakan rumah contoh sebagai alat Bantu promosi, selebihnya adalah keterampilan tenaga pemasar untuk sampai terjadinya penjualan dengan sistim pesan bangun, biasanya kebijakan Developer tampak muka rumah adalah harus sama dengan yang lainnya, tetapi untuk bagian dalam biasanya bebas sesuai dengan kebutuhan calon pembeli.

Sedangkan untuk menjual rumah siap huni permasalahannya tidak sepelik menjual rumah pesan bangun, karena pemasar menjual apa adanya rumah tersebut dengan harga yang telah ditentukan /fleksibel.

Dalam menjual rumah daik dari Developer maupun perorangan, pemasar harus memahami dan mengetahui keadaan lingkungan sekitar perumahan atau rumah yang akan dipasarkan karena hal itu akan dijadikan sebagai referensi oleh calon pembeli.

Bagaimana cara menjual rumah ?

Perlu diketahui oleh calon pemasar yang hendak belajar memasarkan rumah bahwa menjual rumah tidak seperti menjual produk lain seperti barang elektronik dan kendaraan misalnya dimana apabila sudah ditest suara bentuk dan kenyamannanya dapat langsung dibeli dan dibawa pulang.Untuk men-deal -kan penjualan rumah diperlukan waktu yang cukup panjang, hal ini disebabkan karena calon pembeli akan mempelajari dulu berbagai hal diantaranya :

1. Apakah harga yang ditawarkan cocok dengan kemampuan mereka ?
2. Apakah harga yang ditawarkan sebanding dengan fasilitas yang ada ?
3. Apakah perijinan sudah lengkap ?
4. Apakah lingkungan sesuai dengan strata sosial mereka ?
5. Dll

Kaitannya dengan pertimbangan-pertimbangan calon pembeli tersebut diatas maka pemasar harus mengetahui terlebih dahulu permasalahan tersebut supaya memperpendek waktu menuju closing penjualan.

Pemasar harus mengetahui terlebih dahulu untuk strata sosial mana rumah yang akan kita tawarkan agar pemasaran menjadi lebih efektif.

Bagaiman cara mendapatkan data calon pembeli ?

Karena harga rumah rata – rata diatas 150 jt-an , maka pangsa pasarnya sudah tentu adalah dari golongan menengah keatas, untuk menyaring calon pembeli maka ada beberapa cara yang bisa ditempuh antara lain :

1. Iklan kolom / baris di Surat Kabar lokal / nasional
2. Membuat brosur / selebaran
3. Pameran Di Mall atau pusat-pusat keramaian
4. Meminta referensi dari teman atau relasi
5. Membuat penawaran secara langsung ke alamat calon pembeli
6. Dll.

Apabila konsumen serius membutuhkan rumah/tertarik dengan apa yang kita tawarkan dengan cara menghubungi kita berarti kita sudah mendapat calon pembeli, tahap berikutnya adalah layani pertanyaan dan permintaan mereka dengan baik dan professional dan jalin komunikasi secara intens dan secara pribadi.Dalam komunikasi dengan mereka baik secara langsung / tidak langsung usahakan gali informasi lebih dalam tentang calon konsumen tersebut, hal ini selain untuk memperlengkap data juga untuk bahan pembicaraan lebih lanjut diluar rumah yang kita tawarkan.

Selamat Mencoba !!!

Kategori: property
Ditandai: ,

Gender= Cowok dan Cewek

November 11, 2007 · & Komentar

Kalo cowok ganteng pendiam
cewek2 bilang: woow, cool banget…
kalo cowok jelek pendiam
cewek2 bilang: ih kuper…

kalo cowok ganteng jomblo
cewek2 bilang: pasti dia perfeksionis
kalo cowok jelek jomblo
cewek2 bilang: sudah jelas…kagak laku…

kalo cowok ganteng berbuat jahat
cewek2 bilang: nobody’s perfect
kalo cowok jelek berbuat jahat
cewek2 bilang: pantes…tampangnya kriminal

kalo cowok ganteng nolongin cewe yang diganggu
preman
cewek2 bilang: wuih jantan…kayak di filem2
kalo cowok jelek nolongin cewe yang diganggu
preman
cewek2 bilang: pasti premannya temennya dia..

kalo cowok ganteng dapet cewek cantik
cewek2 bilang: klop…serasi banget…
kalo cowok jelek dapet cewek cantik
cewek2 bilang: pasti main dukun…

kalo cowok ganteng diputusin cewek
cewek2 bilang: jangan sedih, khan masih ada aku…
kalo cowok jelek diputusin cewek
cewek2 bilang:…(terdiam, tapi telunjuknya meliuk-
liuk dari atas ke
bawah)…kaciaaan deh lo…..

kalo cowok ganteng ngaku indo
cewek2 bilang: emang mirip-mirip bule sih… >>>>
ryan brendzent! *ketawa*
kalo cowok jelek ngaku indo
cewek2 bilang: pasti ibunya Jawa bapaknya robot…

kalo cowok ganteng penyayang binatang
cewek2 bilang: perasaannya halus…penuh cinta
kasih
kalo cowok jelek penyayang binatang
cewek2 bilang: sesama keluarga emang harus
saling menyayangi…

kalo cowok ganteng bawa BMW
cewek2 bilang: matching…keren luar dalem
kalo cowok jelek bawa BMW
cewek2 bilang: mas majikannya mana?…

kalo cowok ganteng males difoto
cewek2 bilang: pasti takut fotonya kesebar-sebar
kalo cowok jelek males difoto
cewek2 bilang: pasti nggak tega ngeliat hasil
cetakannya

kalo cowok ganteng naek m! otor gede
cewek2 bilang: wah kayak lorenzo lamas…bikin
lemes…
kalo cowok jelek naek motor gede
cewek2 bilang: awas!! mandra-gade lewat…

kalo cowok ganteng nuangin air ke gelas cewek
cewek2 bilang: ini baru cowok gentlemen
kalo cowok jelek nuangin air ke gelas cewek
cewek2 bilang: naluri pembantu, emang gitu…

kalo cowok ganteng bersedih hati
cewek2 bilang: let me be your shoulder to cry on
kalo cowok2 jelek bersedih hati
cewek2 bilang: cengeng amat!!…laki-laki bukan
sih?

Kalo cowok ganteng baca e-mail ini
langsung ngaca sambil senyum2 kecil, lalu
berkata “life is beautifull”
kalo cowok jelek baca e-mail ini,
Frustasi, ngambil tali jemuran, trus triak sekeras-
kerasnya
“HIDUP INI KEJAAAAMMM….!!!”

jadiiiiiii,
Tips untuk anda yang merasa jelek:

THE BEAUTY IS UNDER THE SKIN
(jadi cakep kalo udah ganti kulit)
Perbaiki inner beauty anda, itu kalau anda merasa
sisi luar anda udah ancur
gak k! etolong lagi…

LIKE FATHER LIKE SON
(suka bapaknya, suka juga sama anaknya)
jangan salahkan diri anda kalau anda jelek,
salahkanlah orangtua anda,
karena
jelek itu keturunan…

THE TRUTH IS OUT THERE
(yang bener boleh keluar)
kalo orang lain menilai anda jelek, jangan skeptis,
penilaian manusia tidak
selalu benar…

DONT JUDGE THE BOOK BY ITS COVER
(jangan menghukum buku karena dia
meninggalkan koper)
Jangan putus asa, tidak semua orang menilai
manusia dari fisiknya…

THE RIGHT MEN IN THE WRONG PLACE
(orang di sebelah kanan, salah tempat…)
cakep jelek itu lingkungan, misalnya anda di sini
jelek, tetapi di
afrika sana anda bisa paling ganteng…..

LOVE IS BLIND
(pacarilah orang buta)
cinta tidak memandang cakep atau jelek…gak
percaya?
tanyakan hal ini sama orang jelek lainnya…

Kategori: intermezo
Ditandai: , ,

Pengaruh Sifat Mekanik Besi Tuang Nodular Fcd 50 Dengan Proses Quench Tempering

November 11, 2007 · & Komentar

 

   

Besi tuang nodular adalah besi tuang yang terdiri dari bulatan-bulatan grafit yang tersebar dalm matriks ferit, parlit atau keduanya.besi tuang nodular banyak digunakan dalam dunia industri sekarang ini, karena proses produksi dan sifat mekaniknya yang baik. Namun demikian, industri logam sekarang ini mengalami kemajuan yang sangat pesat. Banyak penemuan yang baru untuk meningkatkan sifat-sifat besi. Salah satu peningkatan logam ialah dengan cara heat treatment atau perlakuan panas salah satunya yaitu dengan proses quench tempering. Dan pada penelitian ini proses yang ingin dikaji adalah proses quench tempering.Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mengetahui pengaruh sebelum perlakuan dengan sesudah dengan variasi waktu penahanan pada proses quench tempering terhadap kekuatan tarik dan struktur mikro pada besi tuang nodular FCD 50. Penahanan yang dilakukan pada suhu 330o dengan waktu tahan 60, 90, 120menit.

Dari hasil penelitian diketahui memang terdapat perbedaan kekuatan tarik dan struktur mikro sebelum perlakuan dengan sesudah perlakuan panas quench tempering dengan variasi waktu penahanan. Dan kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah:

1 Terjadi perbedaan kekuatan tarik dan struktur mikro sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan dengan variasi waktu tahan 60, 90, 120menit.

2 Hubungan fungsional antara sebelum dan sesudah proses pemanasan dengan variasi waktu pada besi tuang nodular FCD 50 dengan proses quench tempering ditunjukkan dengan persamaan regresi linear sebagai berikut:

Y=39.0997 0.7847

Grafik Regresi Linear

Dari grafik diatas dapat disimpulkan bahwa :

· Semakin lama waktu penahanan semakin besar kekuatan tarik dan struktur mikro ferit semakin bertambah

· Kekuatan tarik terbesar pada waktu tahan 120 menit

Copyrights:

Copyright © 2002 by UPT. Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Malang.Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Kategori: pendidikan
Ditandai: , , ,