- Membangun sekolah Unggulan Gratis dengan system pendidikan yang professional.
- Memberikan Beasiswa Untuk menyelesaikan sekolah SD,SMP, SMA kepada 1000 anak Yatim Piatu dan Dhuafa, se-Indonesia.
- Membina dan mengarahkan Usaha Menegah dan Kecil (UMK) serta memberikan bantuan pinjaman modal untuk memulai usaha bagi orang-orang tidak mampu, mencontoh strategi Muhammad Yunus dari Bangladesh.
- Memberikan pelatihan dan kursus keterampilan tepat guna (Mengelas, Tambal Ban Motor/Mobil, Les Private, Bengkel Bubut, berwirausaha, dll) bagi 1000 orang-orang tidak mampu dan pengangguran se-Indonesia.
- Membuat Pos pengaduan masalah Pendidikan se-Indonesia.
- Melakukan seminar-seminar tentang pentingnya memberikan pendidikan yang layak bagi setiap anak Indonesia (termasuk anak jalanan, anak miskin, dan terlantar) bekerjasama dengan ILUNI UI dan ILUNI TEKNIK
Program Kerja Technique Informal School (TIS) 2008 Universitas Indonesia
November 8, 2007 · & Komentar
Kategori: pendidikan
Ditandai: beasiswa, ILUNI TEKNIK, ILUNI UI, muhammad yunus, pendidikan, program kerja, sekolah gratis, technique informal school, TIS, Universitas Indonesia
Muhammadiyah dan NU Rekomendasikan UMKM untuk Dibina
November 8, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar
Muhammadiyah dan NU Rekomendasikan UMKM untuk Dibin
Dua organisasi terbesar di Indonesia, yaitu Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama turut dilibatkan pemerintah menghimpun UMKM binaan. Targetnya adalah 200 ribu usaha dengan nilai dana disalurkan maksimal Rp8 juta per UMKM. Dan pada tahap selanjutnya ada kemungkinan jumlah usaha binaan akan ditingkatkan. Hal tersebut diutarakan Menteri Negara UMKM dan Koperasi Suryadharma Ali di Jakarta, Selasa (6/11).
Adapun prosedurnya, Muhammadiyah dan NU akan berperan sebagai pemberi rekomendasi, sementara penilaian layak atau tidaknya UMKM mendapatkan kredit tetap dari bank. Usaha yang dihimpun nantinya akan tergabung dalam koperasi. Menurut Suryadharma, untuk mengucurkan kredit UMKM ini menghabiskan dana sekitar Rp1,6 triliun. Kredit macet atau non-performing loan (NPL) untuk ini diasumsikan lima persen. (SH)