Kisah Cinta Sejati; Pantas untuk jadi pelajaran hidup

Alkisah, seorang kepala suku Bani Umar di Jazirah Arab memiIiki segala macam yang diinginkan orang, kecuali satu hal bahwa ia tak punya seorang anakpun. Tabib-tabib di desa itu menganjurkan berbagai macam ramuan dan obat, tetapi tidak berhasil. Ketika semua usaha tampak tak berhasil, istrinya menyarankan agar mereka berdua bersujud di hadapan Tuhan dan dengan tulus memohon kepada Allah swt  memberikan anugerah kepada mereka berdua. “Mengapa tidak?” jawab sang kepala suku. “Kita telah mencoba berbagai macam cara. Mari, kita coba sekali lagi, tak ada ruginya.”

Mereka pun bersujud kepada Tuhan, sambil berurai air mata dari relung hati mereka yang terluka. “Wahai Segala Kekasih, jangan biarkan pohon kami tak berbuah. Izinkan kami merasakan manisnya menimang anak dalam pelukan kami. Anugerahkan kepada kami tanggung jawab untuk membesarkan seorang manusia yang baik. Berikan kesempatan kepada kami untuk membuat-Mu bangga akan anak kami.”

Tak lama kemudian, doa mereka dikabulkan, dan Tuhan menganugerahi mereka seorang anak laki-laki yang diberi nama Qais. Sang ayah sangat berbahagia, sebab Qais dicintai oleh semua orang. Ia tampan, bermata besar, dan berambut hitam, yang menjadi pusat perhatian dan kekaguman. Sejak awal, Qais telahmemperlihatkan kecerdasan dan kemampuan fisik istimewa. Ia punya bakat luar biasa dalam mempelajari seni berperang dan memainkan musik, menggubah syair dan melukis.

Ketika sudah cukup umur untuk masuk sekolah, ayahnya memutuskan membangun sebuah sekolah yang indah dengan guru-guru terbaik di Arab yang mengajar di sana , dan hanya beberapa anak saja yang belajar di situ. Anak-anak lelaki dan perempuan dan keluarga terpandang di seluruh jazirah Arab belajar di sekolah baru ini.

Di antara mereka ada seorang anak perempuan dari kepala suku tetangga. Seorang gadis bermata indah, yang memiliki kecantikan luar biasa. Rambut dan matanya sehitam malam; karena alasan inilah mereka menyebutnya Laila-“Sang Malam”. Meski ia baru berusia dua belas tahun, sudah banyak pria melamarnya untuk dinikahi, sebab-sebagaimana lazimnya kebiasaan di zaman itu, gadis-gadis sering dilamar pada usia yang masih sangat muda, yakni sembilan tahun.

Laila dan Qais adalah teman sekelas. Sejak hari pertama masuk sekolah, mereka sudah saling tertarik satu sama lain. Seiring dengan berlalunya waktu, percikan ketertarikan ini makin lama menjadi api cinta yang membara. Bagi mereka berdua, sekolah bukan lagi tempat belajar. Kini, sekolah menjadi tempat mereka saling bertemu. Ketika guru sedang mengajar, mereka saling berpandangan. Ketika tiba
waktunya menulis pelajaran, mereka justru saling menulis namanya di atas kertas. Bagi mereka berdua, tak ada teman atau kesenangan lainnya. Dunia kini hanyalah milik Qais dan Laila.

Mereka buta dan tuli pada yang lainnya. Sedikit demi sedikit, orang-orang mulai mengetahui cinta mereka, dan gunjingan-gunjingan pun mulai terdengar. Di zaman itu, tidaklah pantas seorang gadis dikenal sebagai sasaran cinta seseorang dan sudah pasti mereka tidak akan menanggapinya. Ketika orang-tua Laila mendengar bisik-bisik tentang anak gadis mereka, mereka pun melarangnya pergi ke sekolah. Mereka tak sanggup lagi menahan beban malu pada masyarakat sekitar.

Ketika Laila tidak ada di ruang kelas, Qais menjadi sangat gelisah sehingga ia meninggalkan sekolah dan menyelusuri jalan-jalan untuk mencari kekasihnya dengan memanggil-manggil namanya. Ia menggubah syair untuknya dan membacakannya di jalan-jalan. Ia hanya berbicara tentang Laila dan tidak juga menjawab pertanyaan orang-orang kecuali bila mereka bertanya tentang Laila. Orang-orang pun tertawa dan berkata, ” Lihatlah Qais , ia sekarang telah menjadi seorang majnun, gila!”

Akhirnya, Qais dikenal dengan nama ini, yakni “Majnun”. Melihat orang-orang dan mendengarkan mereka berbicara membuat Majnun tidak tahan. Ia hanya ingin melihat dan berjumpa dengan Laila kekasihnya. Ia tahu bahwa Laila telah dipingit oleh orang tuanya di rumah, yang dengan bijaksana menyadari bahwa jika Laila dibiarkan bebas bepergian, ia pasti akan menjumpai Majnun. Majnun menemukan sebuah tempat di puncak bukit dekat desa Laila dan membangun sebuah gubuk untuk dirinya yang menghadap rumah Laila. Sepanjang hari Majnun
duduk-duduk di depan gubuknya, disamping sungai kecil berkelok yang mengalir ke bawah menuju desa itu. Ia berbicara kepada air, menghanyutkan dedaunan bunga liar, dan Majnun merasa yakin bahwa sungai itu akan menyampaikan pesan cintanya kepada Laila. Ia menyapa burung-burung dan meminta mereka untuk terbang kepada Laila serta memberitahunya bahwa ia dekat.

Ia menghirup angin dari barat yang melewati desa Laila. Jika kebetulan ada seekor anjing tersesat yang berasal dari desa Laila, ia pun memberinya makan dan merawatnya, mencintainya seolah-olah anjing suci, menghormatinya dan menjaganya sampai tiba saatnya anjing itu pergi jika memang mau demikian. Segala sesuatu yang berasal dari tempat kekasihnya dikasihi dan disayangi sama seperti kekasihnya sendiri.

Bulan demi bulan berlalu dan Majnun tidak menemukan jejak Laila. Kerinduannya kepada Laila demikian besar sehingga ia merasa tidak bisa hidup sehari pun tanpa melihatnya kembali. Terkadang sahabat-sahabatnya di sekolah dulu datang mengunjunginya, tetapi ia berbicara kepada mereka hanya tentang Laila, tentang betapa ia sangat kehilangan dirinya.

Suatu hari, tiga anak laki-laki, sahabatnya yang datang mengunjunginya demikian terharu oleh penderitaan dan kepedihan Majnun sehingga mereka bertekad embantunya untuk berjumpa kembali dengan Laila. Rencana mereka sangat cerdik. Esoknya, mereka dan Majnun mendekati rumah Laila dengan menyamar sebagai wanita. Dengan mudah mereka melewati wanita-wanita pembantu dirumah Laila dan berhasil masuk ke pintu kamarnya.

Majnun masuk ke kamar, sementara yang lain berada di luar berjaga-jaga. Sejak ia berhenti masuk sekolah, Laila tidak melakukan apapun kecuali memikirkan Qais. Yang cukup mengherankan, setiap kali ia mendengar burung-burung berkicau dari jendela atau angin berhembus semilir, ia memejamkan.matanya sembari membayangkan bahwa ia mendengar suara Qais didalamnya. Ia akan mengambil dedaunan dan bunga yang dibawa oleh angin atau sungai dan tahu bahwa semuanya itu berasal dari Qais. Hanya saja, ia tak pernah berbicara kepada siapa pun, bahkan juga kepada sahabat-sahabat terbaiknya, tentang cintanya.

Pada hari ketika Majnun masuk ke kamar Laila, ia merasakan kehadiran dan kedatangannya. Ia mengenakan pakaian sutra yang sangat bagus dan indah. Rambutnya dibiarkan lepas tergerai dan disisir dengan rapi di sekitar bahunya. Matanya diberi celak hitam, sebagaimana kebiasaan wanita Arab, dengan bedak hitam yang disebut surmeh. Bibirnya diberi lipstick merah, dan pipinya yang kemerah-merahan tampak menyala serta menampakkan kegembiraannya. Ia duduk di depan pintu dan menunggu.

Ketika Majnun masuk, Laila tetap duduk. Sekalipun sudah diberitahu bahwa Majnun akan datang, ia tidak percaya bahwa pertemuan itu benar-benar terjadi.
Majnun berdiri di pintu selama beberapa menit, memandangi, sepuas-puasnya wajah
Laila. Akhirnya, mereka bersama lagi! Tak terdengar sepatah kata pun, kecuali
detak jantung kedua orang yang dimabuk cinta ini. Mereka saling berpandangan dan
lupa waktu.

Salah seorang wanita pembantu di rumah itu melihat sahabat-sahabat Majnun di
luar kamar tuan putrinya. Ia mulai curiga dan memberi isyarat kepada salah
seorang pengawal. Namun, ketika ibu Laila datang menyelidiki, Majnun dan
kawan-kawannya sudah jauh pergi. Sesudah orang-tuanya bertanya kepada Laila,
maka tidak sulit bagi mereka mengetahui apa yang telah terjadi. Kebisuan dan
kebahagiaan yang terpancar dimatanya menceritakan segala sesuatunya.

Sesudah terjadi peristiwa itu, ayah Laila menempatkan para pengawal di setiap
pintu di rumahnya. Tidak ada jalan lain bagi Majnun untuk menghampiri rumah
Laila, bahkan
dari kejauhan sekalipun. Akan tetapi jika ayahnya berpikiran bahwa, dengan
bertindak hati-hati ini ia bisa mengubah perasaan Laila dan Majnun, satu sama
lain, sungguh ia salah besar.

Ketika ayah Majnun tahu tentang peristiwa di rumah Laila, ia memutuskan untuk
mengakhiri drama itu dengan melamar Laila untuk anaknya. Ia menyiapkan sebuah
kafilah penuh dengan hadiah dan mengirimkannya ke desa Laila. Sang tamu pun
disambut dengan sangat baik, dan kedua kepala suku itu berbincang-bincang
tentang kebahagiaan anak-anak mereka. Ayah Majnun lebih dulu berkata, “Engkau
tahu benar, kawan, bahwa ada dua hal yang sangat penting bagi kebahagiaan, yaitu
“Cinta dan Kekayaan”.

Anak lelakiku mencintai anak perempuanmu, dan aku bisa memastikan bahwa aku
sanggup memberi mereka cukup banyak uang untuk mengarungi kehidupan yang bahagia
dan menyenangkan. Mendengar hal itu, ayah Laila pun menjawab, “Bukannya aku
menolak Qais. Aku percaya kepadamu, sebab engkau pastilah seorang mulia dan
terhormat,” jawab ayah Laila. “Akan tetapi, engkau tidak bisa menyalahkanku
kalau aku berhati-hati dengan anakmu. Semua orang tahu perilaku abnormalnya.
Ia berpakaian seperti seorang pengemis. Ia pasti sudah lama tidak mandi dan
iapun hidup bersama hewan-hewan dan menjauhi orang banyak. “Tolong katakan
kawan, jika engkau punya anak perempuan dan engkau berada dalam posisiku,
akankah engkau memberikan anak perempuanmu kepada anakku?”

Ayah Qais tak dapat membantah. Apa yang bisa dikatakannya? Padahal, dulu
anaknya adalah teladan utama bagi kawan-kawan sebayanya? Dahulu Qais adalah anak
yang paling cerdas dan berbakat di seantero Arab? Tentu saja, tidak ada yang
dapat dikatakannya. Bahkan, sang ayahnya sendiri susah untuk mempercayainya.
Sudah lama orang tidak mendengar ucapan bermakna dari Majnun. “Aku tidak akan
diam berpangku tangan dan melihat anakku menghancurkan dirinya sendiri,”
pikirnya. “Aku harus melakukan sesuatu.”

Ketika ayah Majnun kembali pulang, ia menjemput anaknya, Ia mengadakan pesta
makan malam untuk menghormati anaknya. Dalam jamuan pesta makan malam itu,
gadis-gadis tercantik di seluruh negeri pun diundang. Mereka pasti bisa
mengalihkan perhatian Majnun dari Laila, pikir ayahnya. Di pesta itu, Majnun
diam dan tidak mempedulikan tamu-tamu lainnya. Ia duduk di sebuah sudut ruangan
sambil melihat gadis-gadis itu hanya untuk mencari pada diri mereka berbagai
kesamaan dengan yang dimiliki Laila.

Seorang gadis mengenakan pakaian yang sama dengan milik Laila; yang lainnya
punya rambut panjang seperti Laila, dan yang lainnya lagi punya senyum mirip
Laila. Namun, tak ada seorang gadis pun yang benar-benar mirip dengannya,
Malahan, tak ada seorang pun yang memiliki separuh kecantikan Laila. Pesta itu
hanya menambah kepedihan perasaan Majnun saja kepada kekasihnya. Ia pun berang
dan marah serta menyalahkan setiap orang di pesta itu lantaran berusaha
mengelabuinya.

Dengan berurai air mata, Majnun menuduh orang-tuanya dan sahabat-sahabatnya
sebagai berlaku kasar dan kejam kepadanya. Ia menangis sedemikian hebat hingga
akhirnya jatuh ke lantai dalam keadaan pingsan. Sesudah terjadi petaka ini,
ayahnya memutuskan agar Qais dikirim untuk menunaikan ibadah haji ke Mekah
dengan harapan bahwa Allah akan merahmatinya dan membebaskannya dari cinta yang
menghancurkan ini.

Di Makkah, untuk menyenangkan ayahnya, Majnun bersujud di depan altar Kabah,
tetapi apa yang ia mohonkan? “Wahai Yang Maha Pengasih, Raja Diraja Para
Pecinta, Engkau yang menganugerahkan cinta, aku hanya mohon kepada-Mu satu hal
saja,”Tinggikanlah cintaku sedemikian rupa sehingga, sekalipun aku binasa,
cintaku dan kekasihku tetap hidup.” Ayahnya kemudian tahu bahwa tak ada lagi
yang bisa ia lakukan untuk anaknya.

Usai menunaikan ibadah haji, Majnun yang tidak mau lagi bergaul dengan orang
banyak di desanya, pergi ke pegunungan tanpa memberitahu di mana ia berada. Ia
tidak kembali ke gubuknya. Alih-alih tinggal dirumah, ia memilih tinggal
direruntuhan sebuah bangunan tua yang terasing dari masyarakat dan tinggal
didalamnya. Sesudah itu, tak ada seorang pun yang mendengar kabar tentang
Majnun. Orang-tuanya mengirim segenap sahabat dan keluarganya untuk mencarinya.
Namun, tak seorang pun berhasil menemukannya. Banyak orang berkesimpulan bahwa
Majnun dibunuh oleh binatang-binatang gurun sahara. Ia bagai hilang ditelan
bumi.

Suatu hari, seorang musafir melewati reruntuhan bangunan itu dan melihat ada
sesosok aneh yang duduk di salah sebuah tembok yang hancur. Seorang liar dengan
rambut panjang hingga ke bahu, jenggotnya panjang dan acak-acakan, bajunya
compang-camping dan kumal. Ketika sang musafir mengucapkan salam dan tidak
beroleh jawaban, ia mendekatinya. Ia melihat ada seekor serigala tidur di
kakinya. “Hus” katanya, ‘Jangan bangunkan sahabatku.” Kemudian, ia mengedarkan
pandangan ke arah kejauhan.

Sang musafir pun duduk di situ dengan tenang. Ia menunggu dan ingin tahu apa
yang akan terjadi. Akhimya, orang liar itu berbicara. Segera saja ia pun tahu
bahwa ini adalah Majnun yang terkenal itu, yang berbagai macam perilaku anehnya
dibicarakan orang di seluruh jazirah Arab. Tampaknya, Majnun tidak kesulitan
menyesuaikan diri dengan kehidupan dengan binatang-binatang buas dan liar. Dalam
kenyataannya, ia sudah menyesuaikan diri dengan sangat baik sehingga
lumrah-lumrah saja melihat dirinya sebagai bagian dari kehidupan liar dan buas
itu.

Berbagai macam binatang tertarik kepadanya, karena secara naluri mengetahui
bahwa Majnun tidak akan mencelakakan mereka. Bahkan, binatang-binatang buas
seperti serigala sekalipun percaya pada kebaikan dan kasih sayang Majnun. Sang
musafir itu mendengarkan Majnun melantunkan berbagai kidung pujiannya pada
Laila. Mereka berbagi sepotong roti yang diberikan olehnya. Kemudian, sang
musafir itu pergi dan melanjutkan petjalanannya.

Ketika tiba di desa Majnun, ia menuturkan kisahnya pada orang-orang. Akhimya,
sang kepala suku, ayah Majnun, mendengar berita itu. Ia mengundang sang musafir
ke rumahnya dan meminta keteransran rinci darinya. Merasa sangat gembira dan
bahagia bahwa Majnun masih hidup, ayahnya pergi ke gurun sahara untuk
menjemputnya.

Ketika melihat reruntuhan bangunan yang dilukiskan oleh sang musafir itu, ayah
Majnun dicekam oleh emosi dan kesedihan yang luar biasa. Betapa tidak! Anaknya
terjerembab dalam keadaan mengenaskan seperti ini. “Ya Tuhanku, aku mohon agar
Engkau menyelamatkan anakku dan mengembalikannya ke keluarga kami,” jerit sang
ayah menyayat hati. Majnun mendengar doa ayahnya dan segera keluar dari tempat
persembunyiannya. Dengan bersimpuh dibawah kaki ayahnya, ia pun menangis, “Wahai
ayah, ampunilah aku atas segala kepedihan yang kutimbulkan pada dirimu. Tolong
lupakan bahwa engkau pernah mempunyai seorang anak, sebab ini akan meringankan
beban kesedihan ayah. Ini sudah nasibku mencinta, dan hidup hanya untuk
mencinta.” Ayah dan anak pun saling berpelukan dan menangis. Inilah pertemuan
terakhir mereka.

Keluarga Laila menyalahkan ayah Laila lantaran salah dan gagal menangani
situasi putrinya. Mereka yakin bahwa peristiwa itu telah mempermalukan seluruh
keluarga. Karenanya, orangtua Laila memingitnya dalam kamamya. Beberapa sahabat
Laila diizinkan untuk mengunjunginya, tetapi ia tidak ingin ditemani. Ia
berpaling kedalam hatinya, memelihara api cinta yang membakar dalam kalbunya.
Untuk mengungkapkan segenap perasaannya yang terdalam, ia menulis dan menggubah
syair kepada kekasihnya pada potongan-potongan kertas kecil. Kemudian, ketika ia
diperbolehkan menyendiri di taman, ia pun menerbangkan potongan-potongan kertas
kecil ini dalam hembusan angin. Orang-orang yang menemukan syair-syair dalam
potongan-potongan kertas kecil itu membawanya kepada Majnun. Dengan cara
demikian, dua kekasih itu masih bisa menjalin hubungan.

Karena Majnun sangat terkenal di seluruh negeri, banyak orang datang
mengunjunginya. Namun, mereka hanya berkunjung sebentar saja, karena mereka tahu
bahwa Majnun tidak kuat lama dikunjungi banyak orang. Mereka mendengarkannya
melantunkan syair-syair indah dan memainkan serulingnya dengan sangat memukau.

Sebagian orang merasa iba kepadanya; sebagian lagi hanya sekadar ingin tahu
tentang kisahnya. Akan tetapi, setiap orang mampu merasakan kedalaman cinta dan
kasih sayangnya kepada semua makhluk. Salah seorang dari pengunjung itu adalah
seorang ksatria gagah berani bernama ‘Amar, yang berjumpa dengan Majnun dalam
perjalanannya menuju Mekah. Meskipun ia sudah mendengar kisah cinta yang sangat
terkenal itu di kotanya, ia ingin sekali mendengarnya dari mulut Majnun sendiri.

Drama kisah tragis itu membuatnya sedemikian pilu dan sedih sehingga ia
bersumpah dan bertekad melakukan apa saja yang mungkin untuk mempersatukan dua
kekasih itu, meskipun ini berarti menghancurkan orang-orang yang menghalanginya!
Kaetika Amr kembali ke kota kelahirannya, Ia pun menghimpun pasukannya. Pasukan
ini berangkat menuju desa Laila dan menggempur suku di sana tanpa ampun. Banyak
orang yang terbunuh atau terluka.

Ketika pasukan ‘Amr hampir memenangkan pertempuran, ayah Laila mengirimkan
pesan kepada ‘Amr, “Jika engkau atau salah seorang dari prajuritmu menginginkan
putriku, aku akan menyerahkannya tanpa melawan. Bahkan, jika engkau ingin
membunuhnya, aku tidak keberatan. Namun, ada satu hal yang tidak akan pernah
bisa kuterima, jangan minta aku untuk memberikan putriku pada orang gila itu”.
Majnun mendengar pertempuran itu hingga ia bergegas kesana. Di medan
pertempuran, Majnun pergi ke sana kemari dengan bebas di antara para prajurit
dan menghampiri orang-orang yang terluka dari suku Laila. Ia merawat mereka
dengan penuh perhatian dan melakukan apa saja untuk meringankan luka mereka.

Amr pun merasa heran kepada Majnun, ketika ia meminta penjelasan ihwal mengapa
ia membantu pasukan musuh, Majnun menjawab, “Orang-orang ini berasal dari desa
kekasihku. Bagaimana mungkin aku bisa menjadi musuh mereka?” Karena sedemikian
bersimpati kepada Majnun, ‘Amr sama sekali tidak bisa memahami hal ini. Apa yang
dikatakan ayah Laila tentang orang gila ini akhirnya membuatnya sadar. Ia pun
memerintahkan pasukannya untuk mundur dan segera meninggalkan desa itu tanpa
mengucapkan sepatah kata pun kepada Majnun.

Laila semakin merana dalam penjara kamarnya sendiri. Satu-satunya yang bisa ia
nikmati adalah berjalan-jalan di taman bunganya. Suatu hari, dalam perjalanannya
menuju taman, Ibn Salam, seorang bangsawan kaya dan berkuasa, melihat Laila dan
serta-merta jatuh cinta kepadanya. Tanpa menunda-nunda lagi, ia segera mencari
ayah Laila. Merasa lelah dan sedih hati karena pertempuran yang baru saja
menimbulkan banyak orang terluka di pihaknya, ayah Laila pun menyetujui
perkawinan itu.

Tentu saja, Laila menolak keras. Ia mengatakan kepada ayahnya, “Aku lebih
senang mati ketimbang kawin dengan orang itu.” Akan tetapi, tangisan dan
permohonannya tidak digubris. Lantas ia mendatangi ibunya, tetapi sama saja
keadaannya. Perkawinan pun berlangsung dalam waktu singkat. Orangtua Laila
merasa lega bahwa seluruh cobaan berat akhirnya berakhir juga.

Akan tetapi, Laila menegaskan kepada suaminya bahwa ia tidak pernah bisa
mencintainya. “Aku tidak akan pernah menjadi seorang istri,” katanya. “Karena
itu, jangan membuang-buang waktumu. Carilah seorang istri yang lain. Aku yakin,
masih ada banyak wanita yang bisa membuatmu bahagia.” Sekalipun mendengar
kata-kata dingin ini, Ibn Salam percaya bahwa, sesudah hidup bersamanya beberapa
waktu larnanya, pada akhirnya Laila pasti akan menerimanya. Ia tidak mau memaksa
Laila, melainkan menunggunya untuk datang kepadanya.

Ketika kabar tentang perkawinan Laila terdengar oleh Majnun, ia menangis dan
meratap selama berhari-hari. Ia melantunkan lagu-Iagu yang demikian menyayat
hati dan mengharu biru kalbu sehingga semua orang yang mendengarnya pun ikut
menangis. Derita dan kepedihannya begitu berat sehingga binatang-binatang yang
berkumpul di sekelilinginya pun turut bersedih dan menangis. Namun, kesedihannya
ini tak berlangsung lama, sebab tiba-tiba Majnun merasakan kedamaian dan
ketenangan batin yang aneh. Seolah-olah tak terjadi apa-apa, ia pun terus
tinggal di reruntuhan itu. Perasaannya kepada Laila tidak berubah dan malah
menjadi semakin lebih dalam lagi.

Dengan penuh ketulusan, Majnun menyampaikan ucapan selamat kepada Laila atas
perkawinannya: “Semoga kalian berdua selalu berbahagia di dunia ini. Aku hanya
meminta satu hal sebagai tanda cintamu, janganlah engkau lupakan namaku,
sekalipun engkau telah memilih orang lain sebagai pendampingmu. Janganlah pernah
lupa bahwa ada seseorang yang, meskipun tubuhnya hancur berkeping-keping, hanya
akan memanggil-manggil namamu, Laila”.

Sebagai jawabannya, Laila mengirimkan sebuah anting-anting sebagai tanda
pengabdian tradisional. Dalam surat yang disertakannya, ia mengatakan, “Dalam
hidupku, aku tidak bisa melupakanmu barang sesaat pun. Kupendam cintaku demikian
lama, tanpa mampu menceritakannya kepada siapapun. Engkau memaklumkan cintamu
ke seluruh dunia, sementara aku membakarnya di dalam hatiku, dan engkau
membakar segala sesuatu yang ada di sekelilingmu” . “Kini, aku harus
menghabiskan hidupku dengan seseorang, padahal segenap jiwaku menjadi milik
orang lain. Katakan kepadaku, kasih, mana di antara kita yang lebih dimabuk
cinta, engkau ataukah aku?.

Tahun demi tahun berlalu, dan orang-tua Majnun pun meninggal dunia. Ia tetap
tinggal di reruntuhan bangunan itu dan merasa lebih kesepian ketimbang
sebelumnya. Di siang hari, ia mengarungi gurun sahara bersama sahabat-sahabat
binatangnya. Di malam hari, ia memainkan serulingnya dan melantunkan
syair-syairnya kepada berbagai binatang buas yang kini menjadi satu-satunya
pendengarnya. Ia menulis syair-syair untuk Laila dengan ranting di atas tanah.
Selang beberapa lama, karena terbiasa dengan cara hidup aneh ini, ia mencapai
kedamaian dan ketenangan sedemikian rupa sehingga tak ada sesuatu pun yang
sanggup mengusik dan mengganggunya.

Sebaliknya, Laila tetap setia pada cintanya. Ibn Salam tidak pernah berhasil
mendekatinya. Kendatipun ia hidup bersama Laila, ia tetap jauh darinya. Berlian
dan hadiah-hadiah mahal tak mampu membuat Laila berbakti kepadanya. Ibn Salam
sudah tidak sanggup lagi merebut kepercayaan dari istrinya. Hidupnya serasa
pahit dan sia-sia. Ia tidak menemukan ketenangan dan kedamaian di rumahnya.
Laila dan Ibn Salam adalah dua orang asing dan mereka tak pernah merasakan
hubungan suami istri. Malahan, ia tidak bisa berbagi kabar tentang dunia luar
dengan Laila.

Tak sepatah kata pun pernah terdengar dari bibir Laila, kecuali bila ia
ditanya. Pertanyaan ini pun dijawabnya dengan sekadarnya saja dan sangat
singkat. Ketika akhirnya Ibn Salam jatuh sakit, ia tidak kuasa bertahan, sebab
hidupnya tidak menjanjikan harapan lagi. Akibatnya, pada suatu pagi di musim
panas, ia pun meninggal dunia. Kematian suaminya tampaknya makin mengaduk-ngaduk
perasaan Laila. Orang-orang mengira bahwa ia berkabung atas kematian Ibn Salam,
padahal sesungguhnya ia menangisi kekasihnya, Majnun yang hilang dan sudah lama
dirindukannya.

Selama bertahun-tahun, ia menampakkan wajah tenang, acuh tak acuh, dan hanya
sekali saja ia menangis. Kini, ia menangis keras dan lama atas perpisahannya
dengan kekasih satu-satunya. Ketika masa berkabung usai, Laila kembali ke rumah
ayahnya. Meskipun masih berusia muda, Laila tampak tua, dewasa, dan bijaksana,
yang jarang dijumpai pada diri wanita seusianya. Semen tara api cintanya makin
membara, kesehatan Laila justru memudar karena ia tidak lagi memperhatikan
dirinya sendiri. Ia tidak mau makan dan juga tidak tidur dengan baik selama
bermalam-malam.

Bagaimana ia bisa memperhatikan kesehatan dirinya kalau yang dipikirkannya
hanyalah Majnun semata? Laila sendiri tahu betul bahwa ia tidak akan sanggup
bertahan lama. Akhirnya, penyakit batuk parah yang mengganggunya selama beberapa
bulan pun menggerogoti kesehatannya. Ketika Laila meregang nyawa dan sekarat, ia
masih memikirkan Majnun. Ah, kalau saja ia bisa berjumpa dengannya sekali lagi
untuk terakhir kalinya! Ia hanya membuka matanya untuk memandangi pintu
kalau-kalau kekasihnya datang. Namun, ia sadar bahwa waktunya sudah habis dan ia
akan pergi tanpa berhasil mengucapkan salam perpisahan kepada Majnun. Pada suatu
malam di musim dingin, dengan matanya tetap menatap pintu, ia pun meninggal
dunia dengan tenang sambil bergumam, Majnun…Majnun. .Majnun.

Kabar tentang kematian Laila menyebar ke segala penjuru negeri dan, tak lama
kemudian, berita kematian Lailapun terdengar oleh Majnun. Mendengar kabar itu,
ia pun jatuh pingsan di tengah-tengah gurun sahara dan tetap tak sadarkan diri
selama beberapa hari. Ketika kembali sadar dan siuman, ia segera pergi menuju
desa Laila. Nyaris tidak sanggup berjalan lagi, ia menyeret tubuhnya di atas
tanah. Majnun bergerak terus tanpa henti hingga tiba di kuburan Laila di luar
kota . Ia berkabung dikuburannya selama beberapa hari.

Ketika tidak ditemukan cara lain untuk meringankan beban penderitaannya,
per1ahan-lahan ia meletakkan kepalanya di kuburan Laila kekasihnya dan meninggal
dunia dengan tenang. Jasad Majnun tetap berada di atas kuburan Laila selama
setahun. Belum sampai setahun peringatan kematiannya ketika segenap sahabat dan
kerabat menziarahi kuburannya, mereka menemukan sesosok jasad terbujur di atas
kuburan Laila. Beberapa teman sekolahnya mengenali dan mengetahui bahwa itu
adalah jasad Majnun yang masih segar seolah baru mati kemarin. Ia pun dikubur di
samping Laila. Tubuh dua kekasih itu, yang kini bersatu dalam keabadian, kini
bersatu kembali.

Konon, tak lama sesudah itu, ada seorang Sufi bermimpi melihat Majnun hadir
di hadapan Tuhan. Allah swt membelai Majnun dengan penuh kasih sayang dan
mendudukkannya disisi-Nya.Lalu, Tuhan pun berkata kepada Majnun, “Tidakkah
engkau malu memanggil-manggil- Ku dengan nama Laila, sesudah engkau meminum
anggur Cinta-Ku?”

Sang Sufi pun bangun dalam keadaan gelisah. Jika Majnun diperlakukan dengan
sangat baik dan penuh kasih oleh Allah Subhana wa ta’alaa, ia pun
bertanya-tanya, lantas apa yang terjadi pada Laila yang malang ? Begitu pikiran
ini terlintas dalam benaknya, Allah swt pun mengilhamkan jawaban kepadanya,
“Kedudukan Laila jauh lebih tinggi, sebab ia menyembunyikan segenap rahasia
Cinta dalam dirinya sendiri.”

Wa min Allah at Tawfiq

Diambil dari Negeri Sufi ( Tales from The Land of Sufis )

Tentang Penulis Laila Majnun, Syaikh Sufi Mawlana Hakim Nizhami qs :

Syaikh Hakim Nizhami qs merupakan penulis sufi terkemuka diabad pertengahan
karena dua roman cinta yang menyayat hati, yaitu Laila & Majnun serta Khusrau &
Syirin. Kisah sedih Laila & Majnun , dimana Majnun yang berarti “Tergila-gila
akan Cinta”, karena cintanya yang tak sampai pada Laila, akhirnya membuatnya
gila. Kisah cinta ini dibaca selama berabad-abad, ratusan tahun jauh sebelum
Romeo & Julietnya Wiliam Shakespeare sehingga Kisah Laila & Majnun terkenal
sebagai kisah cintanya Persia .

Syaikh Nizhami qs adalah seorang Syaikh Sufi, dan yang dimaksud “kekasih”
dalam berbagai kisahnya sesungguhnya adalah perwujudan Allah swt. Syaikh
Nizhami hidup dari tahun 1155 M – 1223 M, beliau lahir dikota Ganje di
Azerbaijan. Ia telah menempuh jalan sufi semenjak masa mudanya, dan ia diajar
oleh Nabi Khidir as, Sang Pembimbing Misterius dan ia dilindungi 99 Nama Allah
Yang Maha Indah ( Asmaul Husna).

Syaikh Nizhami qs sangat menguasai berbagai macam ilmu, seperti matematika,
filsafat, Hukum Islam, dan kedokteran. Banyak karyanya merupakan pelajaran
tersembunyi bagi pemeluk tariqah sufi dan penempuh jalan spiritual. Karya Syaikh
Nizhami qs terkenal karena bahasanya yang halus. Karya Laila dan Majnun
sebenarnya berbentuk sajak berirama sebanyak 4500 syair sajak, yang dikenal
dengan sebutan Matsnawi. Sebagaimana lazimnya terjadi pada para Syaikh Sufi,
yang tertinggal dari Syaikh Nizhami qs adalah ajaran-ajaran sufi yang sangat
tinggi.

About these ads

164 Komentar

Filed under intermezo

164 responses to “Kisah Cinta Sejati; Pantas untuk jadi pelajaran hidup

  1. ME

    CLAP CLAP CLAP

    ROMANTIS BANGET…

  2. setelah membaca cerita diatas saya sangat terharu
    kisah cinta yang abadi dunia akhirat
    semoga saya di anugrahi cinta spertinya oleh Allah SWT

  3. Luar biasa kisah cinta yang sejati, meski tak bisa memiliki cinta mereka tetap terpelihara.

  4. fitroih

    cerita yang memilukan, menggetarkan jiwa

  5. Thombest

    Seandainya ada cinta (diluar garis pernikahan) yang diridloi oleh ALLAH SWT slain cinta laila majnun…tp gk ada & gk pernah ada kecuali cinta mereka berdua…

  6. kisah cinta yang membuat hati bergetar. Sungguh kisah cinta yang suci dan romantis. Benar-benar membuat jiwa sejuk saat membacanya.

  7. iseng cari query Laila Majnun di Google, tibalah di blog ini..salam blogwalking..:)

    subhanallah..
    ini kisah cinta yang luar biasa..
    saya benar2terharu baca ini..
    sejujurnya agak malu karna saya Muslim tapi ga tau cerita ini..
    nice post!

  8. adam

    bagus banget,kisah ini….
    semenjak aku baca laila majnun ini,aku sekarang sudah ngak ragu lagi akan adanya cinta sejatih.

  9. sungguh cinta yg mengharukan
    aku baru tau kisah cinta laila&majnun
    trnyata sungguh dramatis n mengharukan
    hatiku semoga cinta mereka abadi tuk selamanya

  10. Mya

    Zaman masih kecil dulu, senang banget dengan cerita-cerita semacam ini, cerita dari negeri dongeng seperti Cinderela dan Putri Salju.

  11. Shubhanallah, sungguh cinta sejati. dan tak ada kisah cinta manaoun yang sanggup menyamai kisah cinta laila dan majnun.

  12. cHita

    ah…!laila majnun bener-bener memilukan hati, tolong dong para orang tua yang egois, punya hati dikit dong,! coba orang tuanya laila ga egis, pasti mereka hidup bahagai..

  13. Romantis sih. tapi nggak salah? perasaan lahirnya tahun 1141?

  14. Manknya ngga salah pho,, Nizami Ganjavi lahir tahun 1155.Harusnya khan 1141.. Truz, ga adanya tahun 1209 khan harusnya… Pye ThOW……………. Oya,, Kisahnya beda ma yang terbitan babul jannah yang baru itu lho…. Aku dah baca.. Dibenahin yach….

  15. IM

    kisahnya ga ada yang menandingi, bagus. kubaca bukunya berkali-kali ga bosen juga. pokoknya bagus banget ampe susah nggambarinnya!!!!!!
    kemana cinta sejati??

  16. sungguh keren kisah cintanya tapi q tau kisah ini dari sebuah lagu yang di bawakan oleh mosesbandwith,tapi bener2 hebat kisah cinta mereka…

  17. fadhlierlanda

    kisah cinta terbaik yg pernah saya baca

  18. sungguh hebat kekuatan cinta,….

  19. diah

    tragis dan memprihatinkan

  20. ihsan

    Sungguh tidak ada kebaikan apapun dari cerita atau kisah di atas. Justru kisah yang sangat menyesatkan palagi melihat sekilas biografi sang syaikh yang disebutkan belajar dari Nabi Khidir as. Ini MUSTAHIL dan sebenar-benarnya DUSTA

  21. Salam….bersyukurlah mereka yang sempat merasakan dahsyatnya Cinta seperti Layla dan Majnun…hanya kepada Allah akhirnya semua berpulang: Cinta berasal dari-Nya, kembali kepada-Nya.

    Buat Saudaraku Ihsan: Atas dasar apa Anda bisa memberikan dakwaan yang demikian berani, padahal Anda tak tahu hakikatnya?

    • dededede

      aq ga bilang suka ma pendapat ihsan. pi sedikitlah menyimpang dari ajaran islam yg menyuruh untuk seorang istri taat ma suamiya. kemana tu hakekatnya???
      Allah kan cemburu jika seorang manusia mencintai manusia lain jauh dari cinta manusia tersebut kepada sang pencipta.bgimn pendapat anda?

    • yantiezt

      cinta yg berasal dari Allah pastilah cinta yang membangun, bukan cinta yang menyiksa diri sendiri..

      wondering,,, selama hidup sepasang kekasih ini, apa saja yang diperbuat? hanya meratapi cinta sajakah? atokah berbuat amal kebaikan seperti hakikat hidup yang Allah perintahkan kepada manusia di dunia?

      apakah cinta mereka kepada Allah besarnya melebihi cinta mereka kepada masing2 pasangannya?

      well, mari kita ambil hikmah dari kisah ini secara bijak.. :)

      • rar

        Iya kah? ow ada juga ya cinta yg bukan dari allah? yg jelas itu bersyukur, kalau orang yg ga bisa bersyukur, ya ga da puasnya dan cinta yang menyiksa diri sendiri itu stetmen orang2 yg ga bisa bersyukur…U berapa x gagal? U sudah menikah? coba U belajar untuk bisa menerima kekurangan seseorang. karena dengan itu ada cinta yg membangun. kalau U ga bisa menerima kekurangan seseorang, U ga akan dapat cinta dari allah.

      • rar

        cinta untuk saling mengisi, menerima bukan karena keangkuhan…kalau pasangan kita ketika dibawa ke rumah keluarga kita dan dia ingin mengetahui isi rumah itu (clingak-clinguk) buang kelaut aja pasangan yg seperti itu…yg dia cari bukan cinta dari allah, tp cinta yg dihiasi keangkuhan…

  22. Ana Ukhibu Fillah’
    Jangan pernah membendung cinta. Karena ia akan berakhir derita. Tetapi arahkan lah ia ke jalan yang benar. Karena ia dalah sumber kekuatan dari cinta yang lahir karena kecintaan kpd Allah semata. Wassalam

  23. Ana Ukhibu Fillah’
    Jangan pernah membendung cinta. Karena ia akan berakhir derita. Tetapi arahkan lah ia ke jalan yang benar. Karena ia dalah sumber kekuatan dari cinta yang lahir karena kecintaan kpd Allah semata. Wassalam

  24. cerita ini sangat menyentuh hatiku andai saja aku bisa mengalaminya. aku berharap suatu saat aku bisa mndapatkan cinta yang sejati.

  25. Subhanalllah ………! cinta itu Anugrah yang diberikan buat Umatnya !!! walau tidak untuk dimiliki……tapi…….punya arti yang mendalam.

  26. syarif

    subhanallah indahnya cinta yang bersumber dari sang pencipta

  27. Helda shihab

    Luar biasa… suatu kisah cinta yg tulus dan ikhlas…
    Memang banyak yg beda antara kisah laila yg satu dan lainnya memang bermacam macam versi tp intinya tetap sama… kisah cinta tulus yg tak sampai

  28. Deni Hendrawan

    Cintailah Alloh SWT, karena hanya dengan ridho-Nya kita bisa mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. hati2 dengan cinta seperti kisah laila-majnun karena hanya menyisakan penderitaan dunia dan akhirat.

  29. GNdUTNYA NDANDA

    harusnya kisah cinta yg sedih kyk gitu cuma ada di cerita2
    tpi knp aq juga mengalaminya
    orang tua q bhkan keluarga besarq gk stuju ma cowq
    akhirnya 4thn lbih qta hub gk menghasilkan apapun
    yg ada cum sakit hati yag gk tau sampek kpn bakal krasa

  30. dededede

    mang kisah cinta yg mengagumkan. tapi tuhan berfirman. maksud firman t kyk gini. jika KU izinkan manusia menyembah sesamanya.kan KU izinkan seorang istri menyembah suaminya.Tpi hal itu dilarang…
    nah, jelaskan cerita ini sedikit mnyimpang dari ajaran islam karena mengajarkan seorang istri untuk durhaka terhadap suaminya. betul kan????

  31. f3ndy

    Allahu Akbar….

  32. Aya'

    Keren bged critanya,menyentuh..
    Menyimpang sich dqit,tpkn yg d’nilai kisah prcintaanx yg Luar biasa kuat..
    Coba ad co’ kyk Qais y??
    Btw,kisahx Kyk lgux padi euy… “kasih tak sampai”…

  33. Junai Riansyach

    SUBAHANALLAH……!!!!
    Cerita LAILA n’ MAJNUN,,, 1000 KaLi LebiH Romantis Dari Cerita ROMEO n’ JULIET versi WILLIAM SHAKESPEARE…….!!!!
    Wasallam…..

  34. Cerita ini sungguh mengharukan dan sangat menyemtuh hati para pembacanya. . . Semoga saja saya dapat menemukan cita seHebat dan Sejati seperti ini. . .

  35. cerita yang mengharukan, jarang sekali saya membaca dari awal posting sampai akhir apalagi cerita yang panjang, tapi cerita ini sungguh menarik. kisah cinta yang tulus yang saya kini mengalaminya sendiri.. semoga tidak keblinger tapi tetap terpelihara..

  36. Oki tri kurniawan

    Allhamdulillah

  37. aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah aku punya bukunya tapi aku males baca habisan tebel.. eh pas banget ada di internet ..ternyata seru banget ceritanyaaaaaaaa

  38. kisah yang mengilhami banyak kisah romantis masa kini. cuma, kenapa tidak disebutkan beberapa syairnya qais untuk laila. kayanya bakal lebih mantap dan berbobot tulisan ini.

  39. leena

    bagus bgt lebih keren dari romeo&juliet, makasih ya bagus buat referensi :D

  40. ulfa maria

    Walaupun saya sudah baca kisah ini berkali2,
    Tapi tetap saja nangis.

  41. dewy imout

    sungguh kisah yg suci cinta berjalan di garis allah tak semua insan dpt merasakan nikmat indah nya karomah dari cinta abadi nan suci

  42. eddie

    sebelumnya aku udh baca bukunya..emang bener2 cinta sejati yang gk ada tandingannya, aku sampai terbawa masuk ke alur ceritanya..inilah penggalan syairnya “cinta sejati hanya dapat ditembuh oleh orang2 yg siap menderita karenanya”

  43. syamsu

    kisah yang menyayat hati, kekuatan rasa dari dua manusia yang menyadari bahwa mereka tak bisa bersatu di dunia ini dan menyadari bahwa rasa cinta itu datangnya dari Allah….dan mereka bisa menjaganya..masya Allah…..keren bangettttt

  44. nur laila

    kisah cintanya sangat bagus,jadi sekarang ini aku percaya akan ada nya cinta sejati………

    • sarwanlinwan

      dan terlmbat itu kadang brakibat fatal,,,,ketika kita menyadari setelah semuax tidk bisa dirubah lgi,,,,jdi jika sudah sling cinta tdk ada alasan untuk tdk menikah,,,,,

  45. mia

    kisah cinta yang sangat mengharukan sekali ……………

  46. Arov

    nih cerita harus dibuat film yang harus benar2 nyata .menggiris hati banget ……so sweet asel bener

  47. buat semua mungkin bisa mengakhiri dari hiruk pikuk cerita ini dan perdebatan di sini..
    saya yang membaca posting2 semuanya..
    hanya bisa berpesan..sebelum mengatakan dan memberi nilai tentang sesuatu maka “fakir qobla antalzima” berfikirlah sebelum berbuat…pahami, maknai jangan sampai kita berbiacara dan perkataan itu ternyata salahhh…mka carilah yang benarnya…..
    ::coment ku buat laila dan majnun:: subhanallah semoga kita punya cinta seperti itu di jaman itu, dan punya arti cinta di jaman ini.

  48. Y.Subowo

    Saya tertarik dengan kisah Laila Majnun, bagaimana caranya saya bisa mendapatkan bukunya tentang Laila Majnun…..dimana saya harus belim buku itu?….
    terima kasih

  49. roysuul

    klo ku nngis dech abis bca ksah ini …
    smoga jdi pljaran untk kta yg tlah mngabaikan cinta sjati sseorang ….

  50. achan

    sungguh cinta sejati mereka mengagumkan..
    andai ada cewek kayak dia di jaman sekarng.. hufftttt

  51. ekka'rus

    sngat mnyntuh… yea b’hrp dpt cinta yg sprti iituuu… amien,, tp ap ituu bkn suatu dosa melihat saking cinta’y hgga g’ bs trima kyt’an…

  52. jaka

    Subhanalloh..Hanya untuk_Mu pemilik Cinta yang hakiki

  53. Tidak ada kebaikan apalagi kesucian dalam cinta majnun dan laila, yang ada penderitaan karena diperbudak NAFSU. na’udzu billah min dzalik. Apakah mungkin org yg diperbudak syahwat bs mencapai kedudukan mulia disisi Alloh. Maha suci Engkau, sesungguhnya ini adlh BUALAN yang teramat BESAR.

    • Ari yusnias

      jika sodara mengatakan ini bualan dan keliru moga Sang Kholik beri ampunan kepada Syaikh Sufi Mawlana Hakim Nizhami qs jika sebaliknya moga Robbi beri sodara petunjuk.

    • Majnun dan Laila memang diuji dengan CINTA jadi bukan masalah suci atau tidak. Tapi saya malah ingin bertanya tentang anda : Pernahkah anda merasakan cinta yang sesungguhnya ? Sebab menanggung beban cinta itu sangat berat. JIka anda selalu menyelesaikan kegagalan anda dengan melarikan diri mungkin anda tidak akan pernah merasakan cinta yang sesungguhnya.

  54. veno el-anshory

    aq g’ berucap apapun kecuali satu kata…….. ” SUBHANALLAH “………………. ^_^

  55. Ari yusnias

    Ya Robbi Berilah hambamu kisah cinta itu pada hamba.

  56. Abdullah

    Menurutku cerita ini lebih pantas di sebut tragis dari pada romantis. Cinta yang membinasakan. Seandainya cinta seperti ini ditujukan untuk Robbul ‘Aalamiin (Alloh Ta’aalaa) maka inilah cinta sejati….

  57. bgus sekali sedi n trhau

  58. husna

    Allah menganugerahkan cinta…..
    Jangan salahkan jika seseorang mencinta….
    Semoga cintaku padanya tetap kekal…meski kini ia telah tiada
    Aku mencintainya…sangat
    Tapi aku lebih mencintai Tuhanku……yang menyelamatkanku dari kegilaan akibat ditinggalkan orang yang sangat kucintai

  59. love islam

    Assalam, kisah itu hanya simbol cinta para Sufidalam mencitai ALLAH SWT,karena sperti itulah klo kita memang benar – benar mencitai ALLAH dan RASULnya, kita mencintai semua ciptaan Allah Swt,sampai kita lupa pada diri sendiri, hidupnya selalu hanya untuk sang pencipta yaitu ALLAH SWT..dan inilah salah satu cerita hidup para SUFI..jd klo untuk orang yg fakir seperti kita mah..belum sampai ilmu kita kesana gan..thank wasaalam

  60. ya ampunnnnnnnn LAILA…………………
    MAJNUN……..so sweet……good romance story

  61. LAILA…………………
    MAJNUN……..so sweet……good romance story

  62. Cinta yang mengagumkan, seperti berjalan di atas awang-awang, dan melihat keindahan cinta itu dari atas budi luhur dan dalam keadaan mengetahui dirinya-sendiri. cinta hadir, dan merasuk dalam jiwa raga, menyatu, dan alangkah membenarkannya kalau ada sesuatu yang mengganggu cinta dan ingin merenggutnya,nyawa tak segan-segan ditaruhkan.

  63. mOh choiron

    ini adalah kisah sebagai inspispirasi bagi kaula muda bahwa cinta itu bisa merubah segala-galanya
    maka jangan sekali-kali bermain-main dengan persaaan orang lain

  64. hangga

    gak dah yg mnandngin cnta mreka……..
    wlpun tu cerita romeo ‘n’ juliet skalipn…..
    q mpe terharu.

  65. Aan

    AllaHu___Allahu__

  66. it’s fry22222 goddddddddd
    syair mu menyentuh kalbu ku
    …..

  67. dewanty

    dengan memuji namamu ya allah,ya rahman ya rahiim…sungguh kisah cintah yang mengharu biru…sungguh syair yg indah dan menyentuh kalbu,.segalah puji bagi allah yg telah memberi cinta di hati

  68. nurudin

    subhanallah,,, kita dapat memetik hikmsh dari kisah cinta mereka,allah memberi perasaan kepada umat manusia untuk saling mencintai satu sama lain,,,,

  69. r_exlent

    sungguhh kisah cinta yang tiada duanya……
    kisah ini sebaga ilham untuk dirikita tentang makna cinta yang sesungguhnya…

  70. masYa allah cinta to anugrah terbesar

    semoga yg membaca terketuk pintu hati nya akan kebesaran cinta

  71. masYa allah cinta to anugrah terbesar

    masya allah cinta to anugarah ygb allah turun kan untk umat nya di bumi yg hina

  72. neo

    waduh ga bs dishare ke facebook ya?

  73. Buj@nk Lola

    Ga ada bosannya tuk baca kisah Cinta Laila&Manjun.

  74. duh romantis banet yea ao msh ad zman skrang kyak gtu yea…..cnta sjati

  75. jos al batangi

    unt urusan pengungkapan cinta percaya saja pada para sufi krn mereka sdh merasakan betul nikmatnya c i n t a. terutama cinta kpd sang rob

  76. Muhamad Fikri

    Ya Allah ajari aku untuk mengikhlaskan dia,aku sadar q tak sep’ti majnun yg engkau cinta,q sadar dia bukan laila yg membalas cinta majnun,.
    Ya Allah karuniakanlh kpd Q Ketenangan batin setinggi cinta kedua hamba mu yg mulia ini,.
    Izinkan q ktika kembali pada mu,.B’temu dgn mereka,rahmati mereka ya Allah,sungguh q pasrah atas karunia cinta yg tak terbalas ini…
    Wallahua’lam

  77. wahyudi

    sungguh aku bisa merasakannya seperti apa yyg aku rasakan. sangat indah. menggetarkahkan hati

  78. tyas

    kisah yg sangat mengaharu biru..apa skrg ini yang sedang aq alami ?????

  79. iwan

    tetesan air mata neee sllu da
    ktika kmbali mmbaca kisah’a…

  80. Enjoyboy

    huuft sungguh tak mampu berkata banyak,rasanya kisah ini benar2 telah menundukkan cintaku pada sebuah kesetiaan,moga semua kita mampu mencicipi hangatnya air cinta laila majnun ini…

  81. inin

    Ouwhhhh…. mengharukan….
    sedih dan kagum….
    hwaaaaa….. hikz3x…

  82. sham

    begitu terharu ketika membaca novel ini.i like it!!!!

  83. juri

    nie adlh bukti cinta sejati,,,,,bg klian kaum pcinta
    pahamilah n ikutilah kisah ini

  84. mohd kamal

    manisnya cinta dlm menyebut namaNya dlm lubuk hati yg dalam, senafas demi senafas menanti cintanya di balas, penantian utk berjumpa dgn yang disayangi lebih meronta dari cinta itu sendiri.

  85. Nona_Prikitiuw

    Subhanalloh… dijaman sekarang jarang Qta menjumpai cinta yang begitu tulus… Laila Majnun… cinta kalian akhirnya sampai pada pintu syurga… Semoga Alloh slalu merahmati Cinta kalian sampai di akhirat nanti… Amien

  86. Laila Majnun Love Story

    ya Rab’,,
    brilah aku tempat terindah d sisimu,, seperti engkau meninggikan laila dan majnun.

  87. isya

    untuk zaman sekarang sulit menemukan sosok seperti laila & Qais…

  88. MasyaAllah…Ya Allah berilah hamba kekasih sejati yang mulia di sisiMU YA Allah…

  89. subhanallah…
    cerita yang menyayat hati

  90. mar liem

    ceritanya sangat-sangat romantis..akan tetapi membuat saya bingung…ceritanya kurang detail..apakah cinta mereka memang berlandaskan cinta karena Allah??..sekilas ceritanya menggmbarkan bahwa cinta antara Laila dan Majnun hnya sebtas kecintaan/kesukaan dilihat dari fisiknya(Majnun Tampan..laila cantik banget),,ktika Majnun ke kamarnya Laila mereka saling memandang satu-sama lain(apa itu tidak haram?berduaan?)..kapan Ibadahnya 2 orang ini..cuma saling ingat aja..orang tua Majnun meninggal..smentara Majnun msh aja di Gubuknya..mana baktinya terhadap orang Tua..??wa Allah a’lam bi al-shawab..

  91. itulah cinta sejati yg tulus cinta yg benar2 anugrah dari tuhan bukan karna hawa nafsu semata.

  92. faqih al-irsyad

    ksah cntanya hmpir sama … alham. saya g smpai gla..

  93. damar lindur

    sangat menyentuh dan mengharukan.
    membuat aq brfikir tak ingin menjadi QAIS karna jika aq menjadi QAIS, aq takkan sanggup menjalani semua

  94. Afid

    Bagus bgt.
    Sayangx syair2 laila n majnun tdk d muat dlm crita d atas..

  95. subhanallah….. kereeeennnn

  96. begitu menyayat hati, tapi apakah mungkin ada cinta yang begetu menyakitkan sperti itu?

  97. khaffa

    sampe pengen nangis

  98. fadhil

    subhanallah,kisah ini begitu luar biasa. Saya sampai menangis…

  99. Cerita ini memang dapat membuat orang menangis..
    saya pun menangis ketika membacanya……..

  100. Cerita cinta ni penuh pengorbanan..
    subhanallah …
    apakah sampai sekarang masih ada cerita cinta yang seperti itu?
    apakah pada zaman sekarang..
    ada sepasang kekasih yg rela berkorban?
    sunggguh..
    saya kagum..

  101. mr_b

    ”tdakah kau malu memuja-Ku dg sbtn laila’
    fahami kata2 ini,,nanti kalian ngerti kias cinta majnun buat laila.

  102. Abdul

    Maha suci ENGKAU ya ALLAH,, yg tlah membrikan pngetahuan kpd sang syaikh dg karyanya..
    Spenggal ceritanya bgitu menghanyutkan,,apalagi cerita lengkapnya..
    Hanya kpd MU ya robby sumber sgala cinta berasal & sm0ga hanya kpd MU jua sgala cinta akan bermuara..
    TLG D0NG YG PNY CERITA LENGKAPNYA KIRIM K email q,,
    trims sblumnya..
    abdy_ISL@yahoo.com

  103. ne novel paling qsuka yg prnah qtmui….

  104. Sabda Rasulullah saw : (Yg bermakna lebih-kurang)

    “Tuhan kita Yang Maha Luhur dan Maha Agung turun setiap malam kepada langit dunia ketika sepertiga malam terakhir, seraya menyeru : Adakah yang menyeru Ku maka Aku akan menjawab untuknya, adakah yang memohon pada Ku maka Aku akan memberinya, adakah yang beristighfar pada Ku maka akan Kuampuni untuknya” (Shahih Bukhari)
    (au ka maa qoola).

    “Lailaa”(malam terutama spertiga malam) waktu yg sangat dirindukan para kekasih Alloh SWT yg “majnun” krn saat itu adalah saat yg dipilih Alloh SWt utk “turun” menemui hambanya.

    “Allah laysa kamitslihi syai’un” (QS Assyura 11) (Allah tidak sama dengan segala sesuatu). WaLlohu a’lam.

  105. cinta yg abadi dunia akherat..

  106. andri oxs

    maka bertrima kasih lah kepada Allah swt karna dialah penguasa cinta dan dialah pengusa hati-hati manusia. jadi klo km cinta kpda seseorang bersyukurlah..karna datang nya cinta itu hanya datang dari Allah swt.bukan dari manusia itu sendiri..dan cintai lah dia karna Allah.swt

  107. shevira

    ,, Shubhanallahh Mahha Suci Allah
    sungguhh MuLia cinta mrekka, begtu Indahh nya Cinta mrekka
    .. Hanya Allah SWT lahh zg mampu meng Abadikn Cinta mrekka.. zg mampu m’nyatukn Cinta mrekka di Surga
    Brterimakasiihh lahh kpd Allah swt,krna BeLiau lah zg Maha segaLa”nya

  108. Masyaallah, Renungan cinta sejati, kesucian cinta yang terjaga, tak pernah ternoda,,,, bukankah cinta sejati berasal dari jiwa yang bersih, jiwa yang indah, jauh dari nyanyian syaithan,, inilah inspirator cinta sejati.

  109. doa mistajab

    jika dia laila,ku rela dipanggil majnun,
    Namun pantaskah,salahkah,jika aku gila mencintainya……
    Semoga cintaku,dan dia…..karna rirho alloh…..

  110. aku bertanya dalam hati: jika cinta Laila dan Majnun ini saja sudah membuat gila, bagaimana kiranya Cinta Kepada Allah SWT???

  111. aku merasakan kisah ini seperti hampir menimpah pada diriku sehingga aku yakin bahwa yang menulis cerita ini pasti bisa merasa akan adanya cinta sejati

  112. mas'awi ro'is

    kisah ini benar2 sangat pantas untuk dijadikan pelajaran bagi semua para pemuja cinta

  113. Mìnhad

    Secuah kisah yg mengaduk hatì dan jiwa dgn bgt smpusnanya smpe tak trasa air mata terteteskan. Maha kuasa allah yg tlh mnciptakan cinta yg bgt agung. . .

  114. Ali

    Cinta yg menyentuh seluruh isi hati dan relungan jiwa
    mengapa tidak ,,aku ikut terharu karna Tuhan begitu menyintai mereka berdua
    sampai sya’ir majnun kepada laila membawa nya kepangkuan YANG MAHA BESAR yang memilki semua dari semua CINTA-NYA dan kasih SAYANG-NYA

  115. Salam,
    Tahun 1993, saya sudah membaca kisah laila majnun. Tapi novel itu kemudian dipinjam kawan dan sampai sekarang belum dikenbalikan, sementara identitas kawan sdh tidak terlacak.
    Mohon info, jika kawan2 yang memiliki informasi toko buku, atau penerbit yg masih menerbitkan Novel LAILA MAJNUN, mohon kontak saya. di email : imronsumsel@gmail.com
    Tks

    Salam,
    Imron – Palembang

  116. ya alloh setelah ku baca kisah cerita cinta LAILA MAJNUN
    .
    sungguh sangat sama dengan apa yang selama ini aku alami sendiri dalam hidup aku….
    .
    ya alloh ikhlahkanlah semua takdir ku ini ya alloh….!!

  117. Subhanalloh….bener2 cinta tak terpisahklan….

  118. Dayat kang hidayat tea

    Subhanalloh
    ada ngga y’di j’man skarang cinta k’ya gtu..?
    K’yanya t’ mungkin.

  119. Maria

    Qais……i love you more……

  120. kisah cinta yg mengurai air mata ….kekuatan cinta dapat menggugah alam semesta karena alam pun dapat merasakan cinta,,,,,

  121. deni firdaus

    me-nyayat hati..begitulah pengorbanan cinta sepasang mahluk walaupun hingga pada akhirnya ajal memisahkan tetapi cintanya tetap abadi…namun jangan sampai besar cintanya kepada mahluk melebihi besar cintanya kepada sang pemberi cinta…

  122. Romano

    Sungguh …nyesek dadaku

  123. Fino

    Cinta.asmara,kasih sayang,kerinduan yg bergejolak pada diri setiap insan terhadap kekasih adalah manusiawi.semoga cinta akan membawa kepada kebaikan.dan semoga Allah melindungi cinta dari segala bentuk pengrusakan.

  124. Sitoenk awir

    Benar2 mgharukan,smoga di jman sprt ini mash da cnt sprt itu.

  125. Almuttakin Djati

    Al kisah cinta sejati yg indah bukan karena raga,,naf dan harta kedudukan….Lila majnun sang pecinta sejati!!!!

  126. laila

    laila itu namaku, tapi tanpa majnun. merinding ku baca bagian akhinya, sambil mengharu biru… begitu besar rasa cinta yg Allah berikan untuk mereka, tapi jgn sampai kecintaan itu melebihi cinta kita padaNYA…

  127. Indah banget!
    Dunia sufimemang indah.
    Mak’na tesiratnya sungumengagumkan,ya Allo…betapa baiknya pengarang kisa ini!

  128. subhanallah…aku sangat terharu membaca cerita ini,maha suci allah.
    sungguh ini bisa menjadi pelajaran hidup,seolah olah aku berada di dalam nya ketika aku membaca.akan aku petik hikmmah nya,,,mkasih y,nie bermanfaat banget..tadi sempat menangis krn terharu.SUKSES SLLU.hehehee

  129. Teary eyed while reading this… masih adakah cinta sehebat ini?

  130. HIDAYAT

    cinta yang mendekeketkan kita pada tuhannya salah satu cinta SEJATI…….

  131. gilang

    aku paham sekarang…!!!!
    majnun adl gคคmbaran dr syaikh mawlana hakim nizhami dan laila aadalah gambaran Allah ta’ala…..
    syaikh maulana benar adanya,, gila karena mencari Allah…. dan akan kembali kepaadaNya stlh ia mati….

  132. Kisah ini buat aqu sedih ………………!
    Coba ajja cinta qu sama seperti laila majnun pasti aku jadi jago syair

  133. Memang ini cerita cinta muslim? Dan lebih jauh lagi, memang cerita seperti ini cerita teladan?

    Pertama kali membacanya, saya malah beropini kalau ini hanya kisah cinta cengeng yang berlebihan. Apa benar cinta seperti ini diridhoi Allah? Saya ragu. Mana mungkin Islam menghalalkan tindakan yang dilakukan Qais: menzolimi (menyiksa dan menyakiti) diri sendiri, terlebih hanya karena dia terlalu buta akan cinta pada seorang perempuan?

    Lagipula, bukankah legenda-legenda Timur Tengah terkenal karena kurang moral dan kurang mendidik, seperti cerita-cerita di kisah 1001 malam?

    Terimakasih atas tulisannya. Meski bukan cerita bagus, tapi nambah pengetahuan.

  134. Begundall^s hanyonk

    “ajiiiib”
    Sesungguhnya cinta yg dtangnya dr alloh tdk akn mmpu d fkirkn oleh mahluknya.

  135. subhanallah
    maha suci allah telah mghidupkan dunia ini dengan cinta suci.

  136. sarwanlinwan

    sungguh menyakitkan rasax jika itu terjadi kepada kt dijaman sekarang ini,,,seorang ayah yg egois,,,berharap kebahagiaan untuk anakx,,justru kesengsaraan yg terjdi,,,subhannallah kisah ini benar2 pelajaran yg sangat berharga,,amin

  137. betapa beartiny cinta dalam kehidupan ini.

  138. mitatitu

    Aku tau Qais dan layla pas denger salah satu lagu dangdut. aduh /gak elit banget cara taunya ya/
    Trus aku coba search dan nemu ini, aduh mataku ampe bengkak bacanya, sungguh menyayat hati.
    padahal biasanya aku paling anti ama yang namanya nangis kalau bacanya soal romance
    sungguh menyedihkan
    .
    Oh kirain ini true story, ternyata cuma penggambaran si penulia tenrang cintanya pada allah, begitu kah?

  139. Mas, Kalo pengen download bukunya Syaikh Nizami itu dimana ya link-nya????? kalau ada versi Arab dan Indonesianya sekalian….
    makasih banyak,,,,

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s