Cepiar’s Weblog

Apakah Bisnis Online Butuh Modal?

Oktober 29, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Ya, jawaban nya adalah YA dengan huruf besar! :-)

Banyak rekan dan teman yang bertanya hal ini kepada saya… bagaimana jika saya tidak punya uang untuk berbisnis online?

Bagaimana jika saya tidak mempunyai komputer? Dan saya hanya mengakses Internet lewat warnet, apakah saya bisa sukses?

Saya akan jawab berdasarkan pengalaman saya selama 5 tahun berbisnis online. Berdasarkan ratusan teman yang saya kenal yang sudah sukses, ribuan buku.

Untuk sukses di apa saja, butuh uang. Bukan nya uang yang tidak anda punya, melainkan kemauan. Kalau impian anda cukup besar, anda akan lakukan apapun untuk memulai bisnis online anda. Mungkin anda harus bekerja dulu, mungkin anda harus menjual sesuatu, atau mungkin anda harus meminjam.

Menurut Tung Desem Waringin, penulisa Financial Freedom, Untuk sukses tidak perlu uang, yang diperlukan yang paling utama adalah: Rencana dan keyakinan meyakinkan orang lain.

Dengan hanya rencana dan keyakinan meyakinkan orang, Aristoteles Onasis menjadi orang yang sangat kaya dan dikenal sebagai raja minyak.

Namun bukan uang yang menghambat anda, yang menghambat adalah kemauan. Kalau anda sungguh sungguh mau, anda bisa.

Saya bahkan memulai bisnis online dalam keadaan bangkrut, saya mempunyai hutang di bank yang saya harus bayar setiap bulan nya. Saya bukan memulai dari 0, melainkan dari minus.

Apalagi saya tidak bekerja, jadi saya memulai benar benar dengan keadaan tidak punya banyak uang.

Saya juga pernah menjalankan bisnis ini dari warnet.

Ahira yang sekarang sudah sukses pun, yang mendirikan asian brain Juga pernah menjalankan bisnis online nya dari warnet. Dan pulang sampai malam malam bahkan pagi hari.

Dia juga sampai menjuali barang barangnya, kamera, radio dll hanya untuk membeli buku buku yang diperlukan untuk sukses di internet.

Teman, kalau anda memulai dengan keadaan kekurangan, sebenarnya itu bukan ketidakberuntungan, justru itu adalah pemicu untuk anda sukses. Seandainya saya sudah kaya ketika saya memulai, mungkin saya tidak akan berusaha sekeras kalau saya sedang dikejar kejar hutang.

Kesimpulan nya, dimana pun anda memulai, kondisi anda sekarang ini, Internet bisa menjadi sebuah solusi, asalkan anda mau belajar dan mempraktekkan mau melakukan uji coba, dan terus belajar.

Anda perlu punya sahabat, atau mentor, yang bisa membantu anda sukses di Internet.

Tanpa guru, kemungkinan nya anda akan sulit sekali, karena tidak ada yang membantu anda. Akan ada saat saat sulit dimana anda akan butuh seseorang yang bisa menepuk bahu anda.

Dan ijinkan saya memperkenalkan sekolah terbaik untuk belajar Internet Marketing yaitu: Asian Brain

Dan untuk teman yang bisa membantu, saya bersedia, menjadi teman anda, namun pastikan anda harus mengambil inisiatif untuk bertanya, kalau anda tidak lakukan bagaimana saya bisa tahu kalau anda tidak tahu?

Anda harus aktif bertanya, aktif melakukan. Internet tidak susah kalau anda kerjakan. Bukan hanya belajar, namun melakukan. Selangkah demi selangkah, sampai anda bisa dan menguasai. lakukan untuk semua keahlian yang diperlukan, maka anda akan menjadi ahli di keahlian keahlian itu dan anda pun akan sukses.

Tanyakan saya, kalau ada yang bisa saya bantu. Dan saya akan berusaha mengarahkan dan memberikan jawaban yang terbaik. Kontak saya ada di website saya berikut ini: cepiar@yahoo.com

oleh: Kusuma Putra

Kategori: Uncategorized
Ditandai:

Di Jual Lahan Stategis

Oktober 29, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Ada lahan strategis

Luas= ~2000 m persegi

Tempat Depok, Jawa Barat.

Harga 3 juta per meter persegi. (masih nego)

Disekitar Kampus UI-Depok, Guna Darma, dan BSI

Cocok banget buat dijadikan Kos-kos-an atau rumah sewa, karena disekitar situ tempatnya strategis dan nyaman.

Yang berminat Hub:

021 98844249 a.n. Abdurrohman

Kategori: Bisnis
Ditandai: ,

Usaha Wartel dan Warnet

Oktober 29, 2007 · & Komentar

Rasanya tidak habis-habisnya ya usaha wartel dan warnet bermunculan? Mungkinkah anda termasuk calon entepreneur yang tertarik pada usaha yang satu ini? Dalam Milis Dunia Wirausaha sering sekali dibahas mengenai Wartel, Warnet – bagaimana memulainya, apa saja yang harus diperhatikan serta banyak hal penting lainnya.

Artikel berikut ini adalah rangkuman tanya jawab dari beberapa pertanyaan yang muncul seputar wartel – warnet dan kebetulan dijawab oleh banyak entrepreneur yang pernah melakukan usaha ini

tanya:
Bisakah membuka usaha wartel dengan modal seadanya?

jawab:

  • Usaha wartel memang lebih banyak bersifat bertahan, sebab tidak lagi menggembirakan seperti 4 – 5 tahun lalu. Sekarang hampir setiap orang punya hp, sehingga mengurangi konsumen. Namun…. usaha wartel relatif aman, adem ayem, mudah dikontrol… tapi penghasilannya ya pas-pasan saja. Kecuali digabung dengan photo copy, jasa kiriman barang dsb, maka akan lebih efisien (dari segi tenaga kerja, tempat, waktu dsb).

tanya:
Apakah ada alternatif jaringan telpon selain telkom? (Sebab bikin jaringan telkom baru sangat sulit. Katanya tidak ada line lagi).

jawab:

  • Pakai wartel flexi aja, sudah banyak yg jual perangkatnya.
  • Pesawat wartel pakai nomor flexi banyak dipasaran, harganya sekitar 3,5 jt sdh termasuk printer dan kertas 1 box.
  • Rasanya sekarang telpon rumah bisa dijadikan wartel. Seperti banyak iklan yang pernah saya baca di jalan – jalan.
  • Telkom juga menyediakan telkom flexi yang bisa jadi wartel berjalan. Macam-macam lagi modelnya. Bisa untuk outgoing & incoming. Namanya Smart Wartel.

tanya:
Kira-kira berapa biaya untuk pembuatan satu KBU? Apakah perlu perizinan dan dimana mengurusnya?

jawab:

  • Persyaratan bikin wartel secara administratif bisa tanya di kantor pelayanan Telkom setempat – tapi nyatanya banyak juga yg tanpa ijin alias tanpa bagi hasil dgn Telkom, hanya saja pengusaha wartelnya harus menaikkan tarif bicaranya agar ada untung.
  • Kalau ingin memulai usaha wartel, bisa baca-baca di Pos Kota… banyak yang nawarkan sekalian urus ijin atau PKSnya. Harus punya badan hukum, paling tidak CV saja sudah cukup. Cuma kalau mau buka baru, memang jaringan Telkom (kabel) sudah sulit. Makanya mereka promosi Fleksi… cuma belum didukung teknologi yang memadai…

tanya:
Bagaimana cara membuka warnet, mulai dari Instalasi sampai dengan Running, lalu perjinannya?

jawab:

  • Warnet memang masih sangat diperlukan di Indonesia, karena masih sangat-sangat banyak orang yang tidak punya komputer dan akses internet murah.
  • Biasanya warnet itu persiapannya 3 bulan. Saya pernah persiapkan warnet dalam 1 minggu, krn tempat dibuat sederhana (meja dan kursi biasa tanpa perubahan ruangan, biasa ruangan didesain lagi klo warnet2 lain untuk menarik pelanggan dgn keunikan desainnya) dan koneksi internet sudah dipesan dan sudah terkoneksi (tinggal pakai, klo tunggu aktivasi lagi bisa lama tergantung jasa provider yg kita pakai). Waktu itu komputer tinggal di pasang, dan di setting jaringannya agar semua dapat koneksi internetnya. Lalu sisanya ngajarin pemakaian billing.
  • Buat dulu rencana cashflow untuk 4-5 tahun, syukur kalau positif terus.
  • Buat rencana perhitungan akuntansinya juga, kalau rugi jangan diteruskan. Perhitungan depresiasi sangat penting supaya kita bisa mengupgrade dengan komputer yang sesuai jamannya alias komputer baru.
  • Untuk usaha warnet ada beberapa hal yg harus dipertimbangkan seperti tentukan isp mana yang akan dipakai (dalam hal ini pilih isp yg technikal support-nya yg siap membantu jika terdapat masalah pd koneksitas internet yg muncul di kemudian hari).
  • Tentukan media yg dipake utk koneksitasnya (wireless, adsl, dial up, modem cdma).
  • Instalasinya perlu SDM yang handal, warnet Admin tahu benar masalah tekhnik, kalau masih belum ramai bisa merangkap mejadi kasir yang jujur.
  • Yang penting mau warnet yg seperti apa? Sekedar untuk main game online? untuk main game yang full 3D? atau juga bisa untuk anak2 sekolah/kuliah mengerjakan tugas?
  • Kalau asosiasi, menurut saya sih klo di rumah dan kecil2an gak perlu bikin dulu, yang penting jalan dulu baru sambil buat klo dibutuhkan npwp dan siup. Kebanyakan warnet yg saya kenal juga tidak buat siup dan npwp, jadi jgn khawatir dulu soal itu.

tanya:
Berapa besar modal untuk sebuah warnet?

jawab:

  • Modal relatif, tergantung warnetnya mau bisa untuk apa saja? Dengan mempertimbangkan koneksi wireless (untuk game online) yang umumnya berkisar 3jtan/bln, maka untuk memaksimalkan dan menutupi pengeluaran wireless tersebut kita membutuhkan minimal 20 unit komputer — kurang dari 20 unit maka sangat sedikit sekali return investmentnya.
  • Modal per pc nya itu akan ditentukan oleh apa saja keperluan warnet tersebut? Kalau standar, 5jt/unit sudah cukup. Kalau ingin yang lux dan lebih dari saingan yang lain, tergantung seberapa lux? Biasanya pengunjungnya juga dari kalangan tertentu saja.
  • Yang perlu diperhatikan juga, mau berapa komputer yang dipasang dalam satu warnet.
  • Perhatikan daya yang dimiliki tempat kita, krn kalau kurang/tidak mencukupi bakal ada masalah sering jatuh listriknya. Seandainya 1 komputer butuh 350watt maka daya yg dibutuhkan ya: jlh pc di kali 350 watt. 350 watt itu kalau komputernya standar. Kalau banyak isinya tentunya makan watt lebih.
  • Untuk wireless, ada invest juga untuk antena dan tower, tergantung lokasi.
  • Untuk 20 cpu, min. 5500 watt, sebulannya bisa 1.5 juta.
  • Soal Listrik, kalau 2.200 watt maka hitung keperluannya untuk komputer itu sisa dari setelah dikurangi dengan ac 1/2 pc 2 unit dan lampu, dsbnya. Sisanya (sisa watt nya stlh dikurangi keperluan lain) itu dibagi dengan 350 (sample untuk keperluan watt satu unit komputer, hitungan minimal dgn 300watt), maka nanti ketemu jumlah pc yg bisa ditampung dengan daya beban 2200 watt tersebut.
  • Untuk komputernya saja, kalau yang baru dan standar 5jtan, tapi kalau yang second P3 2jtan dan bisa kurang. tergantung pasaran komputer di surabaya.
  • Sistem franchise, tempat juga gak sembarangan, dan biasanya modal untuk merenovasi tempat supaya sesuai dengan style franchise tersebut lumayan besar. Biaya banyak habis oleh keperluan dekorasi.

tanya:
Bisa sharing tentang perijinan warnet?

jawab:

  • Kalau dulu saya tidak pakai ijin2, paling banter ijin ama rt/rw.
  • Izin? Dulu tidak ada izin khusus, cukup rt/rw setempat (tergantung lokasi).
  • Saat ini mungkin perlu izin, silahkan buka homepage Assosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (www.apjii.or.id), banyak info yang bisa didapatkan.
  • Ijin yg penting itu paling juga dari lisense software yang kita pakai (pake microsoft jelas harus bayar lisensi, klo pake linux gratissss) namun tidak semua orang terbiasa dengan linux.

tanya:
Seberapa penting lokasi/tempat menentukan keuntungan warnet?

jawab:

  • Sebaiknya digabung dengan bisnis lain seperti toko makanan, warung kopi, bakso dll yang sejenis, mengingat waktu pemakai warnet umumnya setelah jam kantor/sekolahan yang ramai. Sayang waktu yang kosong bila
  • tempat yang akan digunakan membutuhkan biaya sewa.
  • Sebaiknya jangan sekedar ikut-ikutan, kecuali yakin dapat melebihi warnet yang ada dan masih banyak calon pemakai (pantau dulu dilokasi sekitar tempat akan dibuka).
  • Lokasi harus pula terjangkau internet yang akan dipakai (cable, adsl, dan/atau wireless).
  • Lokasi paling penting kalau mau buka warnet. Tapi, kalau warnet kita punya kelebihan sendiri, maka walau jauh sekalipun pasti pelanggan tetap datang. cthnya warnet di apartemen laguna. Pelanggannya datang dari luar penghuni apartemen tersebut dan biasanya lokasi mereka tinggal cukup jauh dari pluit. Lelebihan warnet tersebut dalam persaingan harga dan fungsi nge-print yang jauh lebih murah dari franchise Multiplus.
  • Tempat kalau di perumahan juga tridak apa-apa. Kalau tempat tersebut bisa masuk Internet Cable lebih bagus lagi. Coba cari info apakah daerah tersebut masuk jangkauan TV Cable (biasanya kalau sudah masuk TV Cable, tinggal pasang Internet Cable), harus berlangganan tentunya.

tanya:
Untuk Warnet, sebaiknya pakai ADSL atau Wireless?

jawab:

  • Soal pilihan adsl atau wireless tergantung lokasi…soalnya tergantung target market disekitar warnet yg akan berdiri.
  • Rasanya yang paling ekonomis adalah pake media wireless (bila jarak tempat warnet masih dalam radius jangkauan wireless isp) karena dengan demikian hanya membayar koneksi internetnya saja tanpa bayar pulsa telpon, pilih layanan wireless yang unlimited.
  • Jangan memilih isp yg tidak memiliki layanan technikal support.
  • ADSL or WIFI? Bagaiamna kalau mulai dulu dengan dial-up? Tergantung kecepatan/bandwidth yang bisa dicapai, mengingat koneksi ISP di daerah anda.
  • Perlu juga cari info dari awal untuk ADSL or WIFI, kalau sudah terbukti akan lebih murah/efisien baru berlangganan ADSL/WIFI.
  • Sebaiknya pakai Linux, kecuali anda sudah siap beli
  • Kalau bukan untuk game online, pakai Internet dari TV cable juga cukup, klo alternatif lain ya pakai dial up/ADSL. untuk ADSL, ini juga harus di-cek lagi. apakah line telpon di rumah bisa mempergunakan fasilitas ADSL krn tidak semua line bisa memanfaatkan koneksi tersebut.

tanya:
Bagaimana dengan game center?

jawab:

  • Untuk 10 komputer saya anjurkan pakai saja adsl speedy, tapi pilih yang unlimited ya, 3,8juta perbulan + ppn 10%
  • Untuk lebih dari 10 unit, (15-20an) lebih baik wireless, tapi harus pilih yang bonafid.
  • Gunakan MS-WINDOWS yang asli (soalnya sudah banyak sweeping warnet di kota besar).

tanya:
Ada tips agar warnet bisa “laku”?

jawab:

  • Tiap keperluan juga sebaiknya dipertimbangkan. Ada satu warnet yang menyediakan semuanya, dalam arti pc yang di sewakan sudah tersedia: floppy disk, usb, cd rom/dvd rom yang fungsinya memudahkan penyewa untuk menggunakan komputer semaksimal mungkin dan senyaman mungkin.
  • Tapi, tidak semua warnet yang ada memperbolehkan hal ini (alat2 tambahan tadi) karena takut kena virus, bisa memperlambat kineja komputer dan merugikan yg punya warnet.
  • Kalau tau cara atau triknya, hal tersebut menjadi daya tarik tersendiri dan hasilnya warnet yang disebutkan diatas tadi (warnet starcyber: www.worldxian.com) tidak pernah sepi karena semua fungsi yang dibutuhkan tadi bisa dipakai sesuka penyewa komputer.
  • Ada juga yg manambahkan bisa nge-print dan bisa scan. Ini hasilnya juga lumayan karena banyak anak sekolah dan mahasiswa yg ngerjain tugas di warnet, Buat mereka lebih praktis dan betah main di warnet tersebut.
  • Selain warnet, kalau dana terbatas, bisa juga buka rental dengan komputer second. Ini modalnya tidak terlalu besar dan kalau ada di daerah sekolahan atau kampus bisa menghasilkan income yang cukup baik dengan modal sedikit.

tanya:
Bagaimana dengan pemeliharaan dan kelangsungan Warnet?

jawab:

  • Jangan lupa komputer harus dipelihara, diperbaiki dan diganti kalau perlu. Karena user juga males kalau pakai komputer tua. Beli yang branded biar tahan lama tapi ingat tidak bisa diupgrade seenaknya. Jangan lupa pake UPS ya.
  • Teknologi komputer maju terus tiap 3 bulan, usahakan bisa selalu up to date.
  • Antisipasi user yang nakal, gatel tangannya kalau tidak merusak komputer hardware atau softwarenya.
  • Cari admin yang sudah pintar dan bukan carder dan juga paham dengan hardware.
  • Cara operator yang jujur, karena tidak semua fasilitas bisa dicatat di billing. Billing juga bisa dikerjain lho! Operator juga harus ramah dan mau mengajari user2 pelanggan baru.
  • Kalau bisa jangan perang harga, jadi lengkapi fasilitas warnet dengan menyediakan printer digital, scanner, bluetooth, infra merah, dan kabel data supaya bisa juga cetak foto dari camera digital atau hp. Pakai juga webcam, head set dan cdrom, usb drive.
  • Hati2 dengan floppy karena paling gampang bawa virus.
  • Usahakan komputer yang multimedia dan bisa game online walaupun belum tentu user kita perlu game online karena yang terbanyak sih chatting.

Informasi Lebih Lanjut dan Jasa Pembangunan  Warnet:

021-71464154             office

08170763887              a.n Abdurrohman

Kategori: Bisnis
Ditandai: ,

Solusi Pengadaan Perumahan

Oktober 29, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Jakarta – Abdul Rohman, Direktur utama Citarum C Group (CCG) sebuah Agen Real Estate yang beroperasi di Karawang, Jawa Barat  -Menurutnya, di tahun 2009 nanti pembangunan rumah sehat sederhana (RSh) bakal mengalami percepatan akibat adanya kebijakan yang kondusif dari pemerintah daerah setempat maupun pemerintah pusat.

“Tahun 2008, pembangunan RSh bisa melampaui target dari 168.000 unit menjadi 175.000 unit. Tahun ini dapat mencapai 250.000 unit dari target 175.000 unit, maka tahun depan pertumbuhannya mungkin hanya sekitar 20 persen,” jelas Rohman.
Sebenarnya, faktor yang mempengaruhi pembangunan perumahan bukanlah beban pemerintah semata. Pemenuhan kebutuhan hunian yang terus meningkat tidak dapat dilepaskan kepada mekanisme pasar dan proses belajar (lesson learned), jadi tidak akan cukup dengan upaya pemerintah saja. Pengadaan perumahan bagi masyarakat semestinya menjadi kewajiban seluruh stakeholder atau pemangku kepentingan di sektor property, baik itu pemerintah, pengembang, perbankan maupun lembaga-lembaga terkait lainnya. Dengan demikian, tanggung jawab yang ada tidak hanya dipikul oleh beberapa pihak saja. Namun angin keberuntungan sedang menghampiri para pemilik Kos-kos-an dan rumah sewa, karena ditahun ini hingga 5 tahun kedepan diperkirakan jumlah konsumen di segmen itu akan terus bertambah. Merupakan sebuah langkah yang tepat bila para investor lokal bebondong-bondong untuk menanamkan modalnya di bidang property.

Kategori: property
Ditandai: , ,

Tips Memulai Wirausaha

Oktober 29, 2007 · & Komentar

Memulai Usaha Sendiri

JAKARTA-Peluang usaha seringkali dilihat sebagai peluang yang sesaat. Tak heran jika wirausahawan model begini tak langgeng dalam menjalankan bisnisnya. Padahal peluang tersebut jika dipelihara dengan manajemen standar, pasti sukses. Apa yang harus dilakukan pebisnis pemula jika melihat peluang tersebut dan bagaimana mengelola kesempatan tersebut agar bisa membawa kesejahteraan yang langgeng? Berikut ini ada baiknya mencermati tips tentang memulai usaha sendiri.
Langkah awal mulailah dengan sebuah mimpi. Semua bermula dari sebuah mimpi dan yakinkan akan produk yang akan kita tawarkan. A dream is where it all started. Pemimpinlah yang selalu menciptakan dan membuat sebuah terobosan dalam produk. Begitu juga dengan cara pelayanan, jasa, ataupun ide yang dapat dijual dengan sukses. Mereka tidak mengenal batas dan keterikatan, tak mengenal kata tidak bisa ataupun tidak mungkin.
Cintailah Produk Anda. Kecintaan akan produk kita akan memberikan sebuah keyakinan pada pelanggan kita dan membuat kerja keras terasa ringan. Membuat kita mampu melewati masa sulit. Enthusiaatism and Persistence: Antusiasme dan keuletan sebagai pertanda cinta dan keyakinan akan menjadi tulang punggung keberhasilan sebuah usaha yang baru.
Ambillah risiko. Berani mengambil risiko yang diperhitungkan merupakan kunci awal dalam dunia usaha, karena hasil yang akan dicapai akan proporsional terhadap risiko yang akan diambil. Sebuah risiko yang diperhitungkan dengan baik akan lebih banyak memberikan kemungkinan berhasil. Dan inilah faktor penentu yang membedakan seorang entrepreneur (wirausaha) dengan manajer. Entrepreneur akan lebih dibutuhkan pada tahap awal pengembangan perusahaan, dan manajer dibutuhkan dalam mengatur perusahaan yang telah maju.

Langkah Terpenting
Carilah nasihat dari pakarnya, tapi ikuti kata-kata kita. Entrepreneur selalu mencari nasihat dari berbagai pihak tapi keputusan akhir selalu ada ditangannya dan dapat diputuskan dengan indera keenamnya. Pada fase awal sebuah usaha, kepiawaian menjual merupakan kunci suksesnya. Dan kemampuan untuk memahami dan menguasai hubungan dengan pelanggan akan membantu mengambangkan usaha pada fase itu.
Langkah terpenting adalah menumbuhkan ethos kerja keras. Langkah ini sering dianggap sebagai mimpi kuno dan seharusnya diganti, tapi hard work and smart work tidaklah dapat dipisahkan lagi sekarang. Hampir semua kesuksesan butuh workaholics di langkah awalnya. Entrepreneur sejati tidak pernah lepas dari kerjanya. Pada saat tidurpun otaknya bekerja dan berpikir akan bisnisnya.
Bertemanlah sebanyak banyaknya. Pada harga dan kualitas yang sama, orang membeli dari temannya. Pada harga yang sedikit mahal, orang akan tetap membeli dari teman. Teman akan membantu mengembangkan usaha kita, memberi nasihat, membantu dan menolong pada masa sulit.
Jika mengalami kegagalan, hadapi kegagalan itu. Kegagalan merupakan sebuah vitamin untuk memperkuat dan mempertajam intuisi dan kemampuan kita berwirausaha. Setiap usaha selalu akan mempunyai risiko kegagalan dan bila itu, bersiaplah dan hadapilah! Jika Anda sudah siap memulai usaha, lakukanlah sekarang juga. Put
uskan dan kerjakan sekarang, karena besok bukanlah milik kita. (tot)

Copyright © Sinar Harapan 2003

Kategori: Uncategorized
Ditandai: , ,

Soichiro Honda

Oktober 29, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

Amati kendaraan yang melintasi jalan raya. Pasti, mata Anda
selalu terbentur pada kendaraan bermerek Honda, baik berupa mobil
maupun motor. Merek kendaran ini memang selalu menyesaki padatnya
lalu lintas. Karena itu barangkali memang layak disebut sebagai raja
jalanan.

Namun, pernahkah Anda tahu, sang pendiri kerajaan bisnis
Honda — Soichiro Honda — selalu diliputi kegagalan saat menjalani
kehidupannya sejak kecil hingga berbuah lahirnya imperium bisnis
mendunia itu. Dia bahkan tidak pernah bisa menyandang gelar insinyur.
Ia bukan siswa yang memiliki otak cemerlang. Di kelas, duduknya tidak
pernah di depan, selalu menjauh dari pandangan guru.

Saat merintis bisnisnya, Soichiro Honda selalu diliputi
kegagalan. Ia sempat jatuh sakit, kehabisan uang, dikeluarkan dari
kuliah. Namun, ia terus bermimpi dan bermimpi. Dan, impian itu
akhirnya terjelma dengan bekal ketekunan dan kerja keras. ”Nilaiku
jelek di sekolah. Tapi saya tidak bersedih, karena dunia saya di
sekitar mesin, motor dan sepeda,” tutur Soichiro, yang meninggal
pada usia 84 tahun, setelah dirawat di RS Juntendo, Tokyo, akibat
mengidap lever.

Kecintaannya kepada mesin, jelas diwarisi dari ayahnya yang
membuka bengkel reparasi pertanian, di dusun Kamyo, distrik Shizuko,
Jepang Tengah. Di kawasan inilah dia lahir. Kala sering bermain di
bengkel, ayahnya selalu memberi catut (kakak tua) untuk mencabut
paku. Ia juga sering bermain di tempat penggilingan padi melihat
mesin diesel yang menjadi motor penggeraknya. Di situ, lelaki
kelahiran 17 November 1906 ini dapat berdiam diri berjam-jam. Tak
seperti kawan sebayanya kala itu yang lebih banyak menghabiskan waktu
bermain penuh suka cita. Dia memang menunjukan keunikan sejak awal.
Seperti misalnya kegiatan nekad yang dipilihnya pada usia 8 tahun,
dengan bersepeda sejauh 10 mil. Itu dilakukan hanya karena ingin
menyaksikan pesawat terbang.

Bersepada memang menjadi salah satu hobinya kala kanak-kanak.
Dan buahnya, ketika 12 tahun, Soichiro Honda berhasil menciptakan
sebuah sepeda pancal dengan model rem kaki. Sampai saat itu, di
benaknya belum muncul impian menjadi usahawan otomotif. Karena dia
sadar berasal dari keluarga miskin. Apalagi fisiknya lemah, tidak
tampan, sehingga membuatnya selalu rendah diri.

Di usia 15 tahun, Honda hijrah ke kota, untuk bekerja di Hart
Shokai Company. Bossnya, Saka Kibara, sangat senang melihat cara
kerjanya. Honda teliti dan cekatan dalam soal mesin. Setiap suara
yang mencurigakan, setiap oli yang bocor, tidak luput dari
perhatiannya. Enam tahun bekerja di situ, menambah wawasannya tentang
permesinan. Akhirnya, pada usia 21 tahun, Saka Kibara mengusulkan
membuka suatu kantor cabang di Hamamatsu. Tawaran ini tidak
ditampiknya.

Di Hamamatsu prestasi kerjanya kian membaik. Ia selalu
menerima reparasi yang ditolak oleh bengkel lain. Kerjanya pun cepat
memperbaiki mobil pelanggan sehingga berjalan kembali. Karena itu,
jam kerjanya tak jarang hingga larut malam, dan terkadang sampai
subuh. Yang menarik, walau terus kerja lembur otak jeniusnya tetap
kreatif.

Kejeniusannya membuahkan fenomena. Pada zaman itu, jari-jari
mobil terbuat dari kayu, hingga tidak baik untuk kepentingan meredam
goncangan. Menyadari ini, Soichiro punya gagasan untuk menggantikan
ruji-ruji itu dengan logam. Hasilnya luar biasa. Ruji-ruji logamnya
laku keras, dan diekspor ke seluruh dunia.

Pada usia 30 tahun, Honda menandatangani patennya yang
pertama. Setelah menciptakan ruji. Lalu Honda pun ingin melepaskan
diri dari bosnya, membuat usaha bengkel sendiri. Mulai saat itu dia
berpikir, spesialis apa yang dipilih ? Otaknya tertuju kepada
pembuatan ring piston, yang dihasilkan oleh bengkelnya sendiri pada
1938. Lalu, ditawarkannya karya itu ke sejumlah pabrikan otomotif.
Sayang, karyanya itu ditolak oleh Toyota, karena dianggap tidak
memenuhi standar. Ring Piston buatannya tidak lentur, dan tidak laku
dijual. Ia ingat reaksi teman-temannya terhadap kegagalan itu dan
menyesalkan dirinya keluar dari bengkel milik Saka Kibara. Akibat
kegagalan itu, Honda jatuh sakit cukup serius. Dua bulan kemudian,
kesehatannya pulih kembali. Ia kembali memimpin bengkelnya. Tapi,
soal ring pinston itu, belum juga ada solusinya. Demi mencari
jawaban, ia kuliah lagi untuk menambah pengetahuannya tentang mesin.

Siang hari, setelah pulang kuliah, dia langsung ke bengkel
mempraktekkan pengetahuan yang baru diperoleh. Tetapi, setelah dua
tahun menjadi mahasiswa, ia akhirnya dikeluarkan karena jarang
mengikuti kuliah. ”Saya merasa sekarat, karena ketika lapar tidak
diberi makan, melainkan dijejali penjelasan bertele-tele tentang
hukum makanan dan pengaruhnya,” ujar Honda, yang diusia mudanya
gandrung balap mobil. Kepada rektornya, ia jelaskan kuliahnya bukan
mencari ijazah. Melainkan pengetahuan. Penjelasan ini justru dianggap
penghinaan. Tapi dikeluarkan dari perguruan tinggi bukan akhir
segalanya. Berkat kerja kerasnya, desain ring pinston-nya diterima
pihak Toyota yang langsung memberikan kontrak. Ini membawa Honda
berniat mendirikan pabrik. Impiannya untuk mendirikan pabrik mesinpun
serasa kian dekat di pelupuk mata.

Tetapi malangnya, niatan itu kandas. Jepang, karena siap
perang, tidak memberikan dana kepada masyarakat. Bukan Honda kalau
menghadapi kegagalan lalu menyerah pasrah. Dia lalu nekad
mengumpulkan modal dari sekelompok orang untuk mendirikan pabrik.
Namun lagi-lagi musibah datang. Setelah perang meletus, pabriknya
terbakar, bahkan hingga dua kali kejadian itu menimpanya.

Honda tidak pernah patah semangat. Dia bergegas mengumpulkan
karyawannya. Mereka diperintahkan mengambil sisa kaleng bensol yang
dibuang oleh kapal Amerika Serikat, untuk digunakan sebagai bahan
mendirikan pabrik. Penderitaan sepertinya belum akan selesai. Tanpa
diduga, gempa bumi meletus menghancurkan pabriknya, sehingga
diputuskan menjual pabrik ring pinstonnya ke Toyota. Setelah itu,
Honda mencoba beberapa usaha lain. Sayang semuanya gagal.

Akhirnya, tahun 1947, setelah perang, Jepang kekurangan
bensin. Di sini kondisi ekonomi Jepang porak poranda. Sampai-sampai
Honda tidak dapat menjual mobilnya akibat krisis moneter itu. Padahal
dia ingin menjual mobil itu untuk membeli makanan bagi keluarganya.

Dalam keadaan terdesak, ia lalu kembali bermain-main dengan
sepeda pancalnya. Karena memang nafasnya selalu berbau rekayasa
mesin, dia pun memasang motor kecil pada sepeda itu. Siapa sangka,
sepeda motor– cikal bakal lahirnya mobil Honda — itu diminati oleh
para tetangga. Jadilah dia memproduksi sepeda bermotor itu. Para
tetangga dan kerabatnya berbondong-bondong memesan, sehingga Honda
kehabisan stok. Lalu Honda kembali mendirikan pabrik motor. Sejak
itu, kesuksesan tak pernah lepas dari tangannya. Motor Honda berikut
mobilnya, menjadi raja jalanan dunia, termasuk Indonesia.

Semasa hidup Honda selalu menyatakan, jangan dulu melihat
keberhasilanya dalam menggeluti industri otomotif. Tapi lihatlah
kegagalan-kegagalan yang dialaminya. ”ORANG MELIHAT KESUKSESAN SAYA
HANYA SATU PERSEN. TAPI, MEREKA TIDAK MELIHAT 99 PERSEN KEGAGALAN
SAYA,” tuturnya. Ia memberikan petuah, ”KETIKA ANDA MENGALAMI
KEGAGALAN, MAKA SEGERALAH MULAI KEMBALI BERMIMPI. DAN MIMPIKANLAH
MIMPI BARU.” Jelas kisah Honda ini merupakan contoh, bahwa sukses
itu bisa diraih seseorang dengan modal seadanya, tidak pintar di
sekolah, dan hanya berasal dari keluarga miskin.

Sumber : http://www.sarikata.com/index.php?fuseaction=home.baca&id=4541

Kategori: Uncategorized
Ditandai: , , ,

Wirausaha

Oktober 29, 2007 · Tinggalkan sebuah Komentar

…Apakah Anda akan menunggu saja datangnya penghasilan sambil mengharap situasi aman, ataukah akan mengejarnya dan menemukan tempat persembunyiannya di tengah situasi konflik sekalipun…. (diolah dari Intisari Kewiraswastaan)

KATA-KATA terakhir itulah yang dilakukan Lalita Thongngamkam, wanita muda Thailand, saat memulai usaha restoran di negara-negara konflik beberapa tahun silam. “Ketika sebuah negeri mengalami gejolak, saya justru tertarik ke sana,” ujar Thongngamkam sebagaimana dikutip harian The Asian Wall Street Journal edisi 9-11 Mei.

DAN berpuluh tahun kemudian, Thongngamkam membuka usaha restoran makanan Thailand di Kabul, ibu kota Afganistan. Terakhir, dia siap-siap membuka cabang di Baghdad, Irak. “Irak mungkin saja menjadi target saya berikutnya, terutama apabila militer Amerika Serikat memberikan wewenang kepada PBB untuk mengatur dan membangun kembali negeri itu,” ujarnya di Kabul.

Thongngamkam berada di sebuah negeri yang bergejolak sejalan dengan kehadiran badan PBB di sana. Kehadiran pasukan dan pejabat PBB, pekerja sosial, kontraktor bangunan dan sarana umum, merupakan peluang yang sangat besar bagi usaha jasa makanan. Karenanya, restoran Thailand milik Thongngamkam ini ada di Kamboja, Somalia, Rwanda, Timor Timur, Kosovo dan kini Afganistan.

Dalam bobot yang lain beberapa anak muda Indonesia juga ada yang berbuat “nekat” seperti Lalita. Mereka tetap gigih berusaha atau mempertahankan aktivitas bisnisnya di tengah situasi perekonomian Indonesia yang tertatih-tatih. Sebut saja Sony Sugema (38), pemilik PT Quantum Global (Q-College), PT Sony Sugema Eduka, Sony Sugema College (SSC), dan Ketua Yayasan Tunas Informatika, yang membawahi Sekolah Tinggi Teknologi Informatika Sony Sugema.

Bidang yang digelutinya pendidikan terutama bimbingan belajar. Khusus SSC hingga kini sudah memiliki 46 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Jumlah siswa SSC mencapai 25.000 orang, dengan staf pengajar seluruhnya 600 orang.

Atau Diono Nuryadin (40), Vice President PT JAS, perusahaan yang antara lain bergerak di bidang servis cargo ke penerbangan asing. Ia juga mengendalikan keuangan kelompok usaha Bimantara, di mana ia menjabat direktur keuangan. Selain itu Hotasi Nababan (38), Direktur Utama Perusahaan Penerbangan Merpati, Pramono Anung (40), pengusaha sekaligus pemilik lima perusahaan pertambangan yang juga Wakil Sekjen PDI Perjuangan, serta Arif Yunara (27), pemilik bengkel motor di Bandung yang mengerjakan sejumlah montir.

Dibutuhkan keberanian untuk mengambil resiko, karena sesuatu hal yang besar umumnya memiliki resiko yang besar pula. Menjadi seorang entrepreneur memiliki banyak kelebihan dibanding menjadi pekerja, diantaranya; memngurangi pengangguran, memulai untuk mempunyai kebebasan financial, dan banyak lagi tentunya. Jadi, ambilah resiko karena tidak mengambil resiko saat ini akan menjadi resiko di masa mendatang.

Kategori: Uncategorized
Ditandai: , ,