Cepiar’s Weblog

Tips Membeli Rumah

Oktober 26, 2007 · 14 Komentar

Tips membeli rumah yang hemat

1. Hitung kemampuan finansialmu, caranya:
a. Hitung credit power-mu (kemampuan mencicil),
Sederhananya rumah itu akan dibeli lewat KPR, baik rumah baru dari developer ataupun rumah second. Cicilan itu biasanya 1/3 gaji, walau ada beberapa bank bisa mencapai 50%.
Contoh hitungan dengan bunga 15% dan jangka 15 tahun maka kita bisa meminjam:
100 juta, cicilan 1.3juta/bulan, income 4 juta
150 juta, cicilan 1.9juta/bulan, income 6 juta
200 juta, cicilan 2.6juta/bulan, income 8 juta
hitung posisi credit powermu ada dimana

b. Hitung buying power-mu (kemampuan membeli rumah)
Bank umumnya hanya akan mendanai 80% dari harga rumah, maka kita harus mencari 20% sisanya. Ambil contoh kasus diatas dimana buying power kita 80 juta. 80 juta adalah 80%-nya sehingga harga rumah maksimal yang bisa kita dapatkan adalah di kisaran 100 juta. Atau dengan DP sebesar 20 juta.

Yang perlu diperhatikan, buying power = DP + administrasi. Dalam kasus diatas. Maka first paymentnya adalah 20 juta + 5 juta (5% dari harga rumah biasanya untuk keperluan administrasi). Sehingga total dana yang harus disiapkan adalah 25 juta.

hemat bgt khan???

2. Setelah menentukan posisi finansial dimana, barulah kita mencari rumah yang cocok untuk kita. Ada beberapa pilihan antara lain:
a. Rumah baru, rumah baru dari developer ini hitungannya lebih mudah. angkanya pun jelas, namun masalahnya pilihan sangat terbatas. Waktu idle untuk menunggu rumah ini pun cukup lama, beberapa perumahan besar bahkan memasang tenggang waktu hingga 2 tahun-an. Ini pun belum menjamin kita punya tetangga.
b. Rumah second, rumah second sebenarnya pilihan yang sangat menarik. Selain lokasinya yang lebih dekat. membeli rumah second berarti membeli masyarakat dan lingkungan yang sudah jadi. Dan rumah ini bisa langsung ditempati.

Tips dan Saran

Lokasi Rumah.

    · Sedapat mungkin dekat dengan tempat kerja

    · Tidak banjir.

    · Tersedianya sarana listrik, air bersih, transportasi dan sarana lainnya yang memadai.

    · Berada di lingkungan yang aman.

    Pengembang Rumah.

      Pengembang rumah harus mempunyai reputasi yang bagus dan mempunyai surat-surat atau akta perjanjian jual beli yang dapat dipertanggungjawabkan.

      Prospek.

        Pertimbangan nilai jual suatu rumah di masa yang akan datang.

        Fasilitas Sosial dan Hiburan

          Ketersediaan fasilitas sosial seperti sekolah, rumah sakit, rumah ibadah, telepon dan lain-lain, serta fasilitas hiburan seperti arena bermain anak, taman, bioskop dan pertokoan.

          Budget.

            Sesuaikan dengan budget yang tersedia dan pertimbangkan.

            Kategori: property · tips membeli rumah
            yang berkaitan: , , , ,

            14 tanggapan so far ↓

            • cepiar // Oktober 26, 2007 pada 8:57 am

              banyak tips banyak cara

              mudah2an bermanfaat

            • Abdurrohman // Oktober 26, 2007 pada 9:05 am

              mudah2an mereka hidup lebih baik lagi. dan meninggalkan tindakan mengemis.

            • property in france // Nopember 5, 2007 pada 2:49 am

              i am not able to pick up the language

            • WIDIA // Nopember 5, 2007 pada 9:24 am

              komentar saya untuk tips membeli rumah hemat :
              sangat berguna sekali. artinya org tersebut bisa punya pengetahuan tambahan kalau ingin membeli rumah dengan bagdet yg terbatas. tapi bisa membeli rumah sedikit berkualitas.

            • cepiar // Nopember 6, 2007 pada 6:24 am

              Thanks for attention.
              Next time i will translate my posting to english.

              If you have any question i am very happy and welcome.

              Just ask to me, maybe i can help you.

              :)

              cepiar.wordpress.com

            • cepiar // Nopember 6, 2007 pada 6:30 am

              Terima kasih,

              oya kalo mbak Widia bersedia berbagi pengalamannya, saya sangat senang. karena ada pepatah: “Belajarlah ilmu pengetahuan dan wawasan dari orang yang tidak minta dibayar, agar berkah ilmunya.”

              :)

              cepiar.wordpress.com

            • donny // Desember 11, 2007 pada 6:10 am

              komentar saya..

              situs ini bagus sekali…kebetulan saya jg lagi cari rumah..
              pas saya baca2 ternyata isinya sangat bermanfaat sekali menambah wawasan dan jadi lebih termotivasi lagi..

              semoga sukses dan eksis terus yahh..

              -donny-

            • Arkances // Desember 18, 2007 pada 9:53 am

              Ini adalah situs yang sangat bermanfaat, karena banyak sekali masyarakat yang tidak tau banyak tentang rumah ( seperti saya he2 ),biasanya yang awam hanya meluangkan waktu 2 minggu ~ 4 minggu dalam memutuskan membeli rumah. kalau seandainya boleh bertanya… saya ingin bertanya bagai mana cara mengetahui banjir atau tidaknya sebuah lokasi dan rumah yang menjadi terget kita ( baru / second ).

              Terima kasih banyak atas info yg bermanfaat ini.

              salam,

            • cepiar // Desember 19, 2007 pada 4:51 pm

              Pada dasarnya untuk mengetahui lokasi banjir atau tidak tidak begitu sulit, yang cukup sulit adalah jika kita mau memperkirakan lokasi itu tahun-tahun yang akan datang akan banjir atau tidak. karena untuk mengetahui lokasi calon banjir (sebelumnya belum pernah banjir) butuh ilmu tentang tanah/ arkeologi. Untuk mengetahui banjir atau tidak suatu lokasi:
              1. Tanyakan pada penduduk setempat, RT/RW, atau kepada orang yang cenderung jujur (Pengurus masjid misalnya) tapi jangan bilang Anda mau membeli rumah dilokasi itu.
              2. Lokasi dimana masih banyak tumbuh pohon2 besar cenderung selamat dari banjir
              3. Lokasi-lokasi banjir dapat diketahui dengan cara mencari di internet atau media masa
              4. Lokasi dimana terdapat saluran air yang baik cenderung bebas banjir
              5. Hindari lokasi dekat pantai, sungai besar, dan daerah di bawah permukaan air laut.

              Mudah-mudahan tulisan di atas bermanfaat. Bagi yang mau mengoreksi atau menambahkan saya terbuka untuk menerimanya.

            • Harian // Januari 1, 2008 pada 9:53 am

              Untung juga ya banyak penyedia KPR. Coba ga ada wah bisa2 bangsa ini pada ga punya rumah. wong udah nyicil aja banyak yg masih kelimpungan mengatur strategi finansial. Yang belum punya rumah juga masih banyak.

              Memperbesar penghasilan dan memperbanyak pos penghasilan bisa menjadi pilihan setelah prioritas pengeluaran ditata dan dijalankan dengan disiplin.

            • hi hi hi // Februari 10, 2008 pada 9:40 pm

              kalo gw gak seneng rumah inden, kalo bisa sudah jadi (sisa yg belum laku dari developer) ato seken. Soalnya beli rumah inden pake nunggu lama (yg lama mungkin bikin infrastrukturnya, kalo rumahnya mah cepet).
              Kalo rumahnya udah ada khan enak bisa bener-bener tahu yang kita beli (walaupun kita gak puas-puas banget/perlu permak), kalo inden mah udah nunggu lama trus kalo jadi kebanyakan komplain deh cos gak sesuai harapan/brosur dll.

              oh ya, satu lagi ORANG MARKETINGNYA, kalo orangnya enak, kita juga enak/sreg, apalagi bisa bantu dapet diskon dari harga rumah, bantu komplain dll, bukan hanya asal jual rumah tok. Kita yang beli rumah, jadi kita yang menentukan, jangan terpengaruh rayuan marketing (biasanya mereka mengarahkan ke daerah tertentu, yang dari bossnya dibilang “lakuin dulu neh”), tanya ke dia ada sisa stok/batalan orang gak ? (biasanya kalo gini blok/clusternya udah agar rame)

              Posisi rumah, kalo seneng sepi, mending di ujung/bukan jalan utama. kalo mau usaha di jalan utama (rame memang, bagi yg suka molor siang kaya gw pasti gak sreg). Soalnya kalo rumah posisinya enak ngejualnya lagi juga enak (kalo untuk invest, kalo mau pindah pulau dll)

              Cek sertifikat, udah pecah ato induk, kalo udah pecah gampang jualnya. Pernah neh temen kena kasus, rumahnya terdiri dari 2 sertifikat, A=x m2 & B = y m2 (rumahnya x +y m2) karena terletak di daerah perbatasan desa), padahal beli dari develper.

              Angkot udah masuk perumahan, kalo bisa jangan ojek dependen (tapi biasanya kalo malam kebanyakan ojek dependen yah).

              Jangan Lupa liat daerah itu udah banyak orang jualan makanan gak?, kalo malem laper khan enak gampang carinya (maklum bujangan), hal ini juga menunjukkan lokasi itu udah rame.

              Waktu beli sempet-sempetin ngerumpi dengan sesama calon pembeli, kali dapat tambahan pengetahuan/pencerahan ttg lokasi yg mau kita beli, siapa tahu jadi tetangga.

              Air, tanya orang-orang situ neh tempat dulunya tempat jin buang anak, apa buang kucing? katanya kalo bekas rawa katanya airnya jelek yah? hal ini terutama untuk yg gak ada PAM. Rumah temen gw pake sumur bersama, jadi di tiap ujung jalan ada tower air, jadi kaya di game caesar neh.

              Sorry kebanyakan ngoceh, semoga bermanfaat

            • boston // April 16, 2008 pada 4:05 am

              mau bertanya,, kita sebaiknya beli rumah, melalui pihak pengembang, atau dari bank..?

            • Dr Property // Juni 9, 2008 pada 4:58 am

              relatif. keduanya sama saja. sebaiknya cari yang dapat dipercaya, jadi gak ketipu

            • aryodiponegoro // Juli 5, 2008 pada 5:07 am

              untuk tips beli rumah di perumahan di luar budget, lokasi, fasilitas, silahkan kunjungi http://aryodiponegoro.wordpress.com/2008/05/28/beli-rumah-dari-pengembang-siapa-takut/

            Tinggalkan Komentar