Dijual Lahan Strategis Karawang Barat

SHM

Luas: 268 m2

Cocok untuk ruko, kantor, kos-kosan

Satu jalan dengan Kampus UNSIKA (Universitas Singaperbangsa Karawang)

15 menit dari pintu tol Karawang Barat

Harga Murah di bawah harga pasaran (Hubungi 08170763887)

Tinggalkan sebuah Komentar

Filed under Uncategorized

Ketua Umum ILUNI UI (Ikatan Alumni Universitas Indonesia)

Dr Chandra Motik Yusuf SH MSc terpilih menjadi Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI) untuk periode 2011-2014 pada Musyawarah Nasional VI Iluni UI.

Calon Ketua Umum ILUNI UI lainnya yaitu Prof Dr Ir Budi Susilo Soepandji DEA adalah Gubernur Lemhanas yang berasal dari Fakultas Tekhnik, Fadli Zon Ketua Iluni Fakultas Ilmu Budaya UI dan Dipo Alam adalah Menteri Sekretaris Kabinet yang berasal dari Fakultas Mipa.

Pada Munas VI ILUNI UI masing-masing fakultas mengirimkan delegasinya sebagai peserta yang mempunyai hak suara. Peraturannya, bagi fakultas yang mempunyai anggota di atas 7.000 alumni maka mengirimkan 9 delegasi, bagi fakultas yang beranggotakan 3.000 sampai 5.000 alumni maka mengirimkan 5 delegasi dan bagi fakultas yang beranggotakan 5.000 sampai 7.000 alumni maka mengirimkan 7 delegasi. Sampai saat ini diperkirakan Universitas Indonesia mempunyai lebih dari 220.000 alumni yang tersebar di mana-mana.

Munas yang digelar di Fakultas Kedokteran UI, Salemba Jakarta pada 27 november 2011 dilakukan melalui dua putaran. Perolehan suara pada putaran pertama adalah 37 suara untuk Budi Susilo Supandji, 25 suara untuk Chandra Motik Yusuf, 24 suara untuk Dipo Alam dan 14 Fadli Zon dari 103 jumlah pemilih.

Pemilihan ini harus dilanjutkan melalui putaran kedua. Di putaran kedua ini hanya diikuti oleh Budi Susilo Supandji dan Chandra Motik. Akhirnya Chandra Motik memenangkan putaran kedua ini dengan 53 suara, selisih 8 suara dari Budi Susilo Supanji yang meraih 45 suara dari total 98 pemilih.

Setelah terpilih menjadi Ketua Umum Iluni UI ini, Chandra Motik akan melakukan konsolidasi organisasi sehingga menjadi organisasi yang solid, kompak dan bermanfaat bagi alumni, masyarakat dan Negara. Ia juga akan tetap konsisten dalam memberikan pendampingan gerak langkah bagi universitas, civitas akademika dan masyarakat luas.

Dr Hj Chandra Motik Yusuf SH MSc merupakan Ketua Ikatan Alumni Fakultas Hukum UI (Iluni FHUI). Ia juga seorang Pakar Hukum Maritim dan memiliki jiwa sosial yang tinggi. Selamat Yunda Chandra.

 ”God Bless You

Cepiar Abdurrohman (Panitia Munas VI ILUNI UI / OC Munas VI ILUNI UI)

1 Komentar

Filed under Uncategorized

Sedang Malas Menulis

saya sedang malas menulis, tolong usir malas itu, karena malas hanya membuat kemunduran. Malas adalah musuh besar yang harus ditaklukan. Tolong bebaskan saya dari rasa malas.

2 Komentar

Filed under Uncategorized

Hati-hati Berbisnis Lewat Internet

Banyaknya kasus penipuan dengan iming-iming mudah menghasilkan uang, cepat kaya, atau bisnis internet yang menghasilkan uang melimpah sering kali terjadi akhir-akhir ini. Selain itu ada juga orang yang menjual barang atau menjual jasa di internet hanya sekedar menipu konsumen, setelah konsumen mentransfer sejumlah uang tapi barang tak kunjung datang. Maka dari itu, hati-hatilah berbisnis di internet. Karena dunia maya ini sama halnya dengan dunia nyata, penghuninya terdiri dari orang baik dan orang jahat, penghuni dunia maya mulai dari orang miskin sampai dari orang kaya, anak jalanan sampai anak rumahan, bahkan mulai dari penipu sampai penjahat besar ada di dunia maya ini.

Tips agar tidak tertipu ketika berbisnis lewat internet:

1. Tidak mentransfer uang untuk membeli sebuah produk jika barangnya belum Anda terima.

2. Tidak mudah percaya kepada orang yang menawarkan kemudahan cepat kaya atau cepat menghasilkan uang dengan cara instan.

3. Teliti dalam membeli barang via internet, beli lah barang dari perusahaan ternama dan terbukti jelas keberadaan perusahaan itu.

4. Jangan mudah percaya untuk bekerja sama dalam membangun sebuah usaha atau bisnis dengan orang yang baru Anda kenal di dunia maya ini.

5. Cerdas dalam menggunakan internet untuk bisnis, cari insformasi sebanyak mungkin sebelum memutuskan membeli produk atau berbisnis via internet. Caranya mengunjungi forum-forum komunitas internet yang terkenal atau mengunjungi situs-situs berita sehingga Anda dapat memiliki referensi terpercaya.

Waspadalah…… Waspadalah……. karena kejahatan terjadi bukan karena niat tapi ada kesempatan untuk melakukannya. Laporkan jika Anda mengetahui ada penipu atau penjahat di dunia maya ini ke kantor polisi terdekat, atau Anda beritahukan kepada kami lewat komentar di bawah, sehingga akan banyak orang yang tertolong oleh Anda.

2 Komentar

Filed under reality

Berpikir Sebelum Menilai

Berpikir Sebelum Menilai

Seorang sahabatku mengirimkan dua pertanyaan yang cukup menarik tapi yang pasti juga menambah kerutan pada dahiku sewaktu berpikir ada “udang besar apa di balik Kwee Tiaw” ini.

.

.

Silahkan membaca sampai di akhir tulisannya. Semoga bermanfaat.

Pertanyaan 1:
Jika km mengetahui seorang wanita hamil, yang sdh memiliki 8 org anak, 3
diantaranya tuli, 2 diantaranya buta, 1 org keterbelakangan mental, dan wanita tsb terkena sipilis, apakah anda akan merekomendasikan ia untuk melakukan aborsi?

Bacalah pertanyaan selanjutnya dahulu sebelum menjawaban untuk pertanyaan ini..

Pertanyaan 2:
Sekarang waktunya utk pemilihan pemimpin dunia baru dan hanya suara anda yang akan dihitung. Berikut ini adalah fakta dari ke tiga kandidat terpilih..

Kandidat A -
Bekerja sama dengan politisi yg tidak jujur, dan konsultasi dengan astrologis.
Ia memiliki 2 istri. Ia juga merokok dan minum 8 – 10 martini per hari.

Kandidat B -
Ia dikeluarkan dr kantor 2x, tidur sampai siang, pemakai opium waktu waktu
sekolah dan minum seperempat whiskey tiap malam.

Kandidat C -
Ia adalah pahlawan perang, vegetarian, tidak merokok, minum bir kadang-kadang, dan tidak pernah selingkuh.

Kandidat mana yang akan kamu pilih?

Buat keputusan, jangan mengintip, then scroll down for the answer.

.

.

.

.

.

.
Kandidat A: Franklin D. Roosevelt.
Kandidat B: Winston Churchill.
Kandidat C: Adolph Hitler.

Akhirnya jawaban untuk pertanyaan aborsi:
Jika jawabanmu IYA, kamu baru saja membunuh Beethoven.

Cukup menarik bukan? Membuat orang berpikir sebelum menilai seseorang…

Jangan pernah takut mencoba sesuatu yg baru..

Ingat:
Amatir membuat bahtera Nuh
Profesional membuat Titanic
Tetapi manakah yg tenggelam?

Itulah mengapa sesuatu yg kelihatannya sempurna belum tentu sempurna, demikian pula sesuatu yg biasa saja bisa menjadi luar biasa…

Latar belakang dan kekurangan seseorang tidak akan bisa menghambat seseorang utk bisa berhasil dalam hidupnya…

Yang terpenting selalu mengandalkan Tuhan dalam setiap perkara di hidupnya…
Percaya karena Tuhan dapat melakukan hal yg tidak mungkin di mata manusia…

Keep FOCUS on GOD and HE will do wonderful things in your Life ..

dikutip dari :

Alexia Cahyaningtyas

4 Komentar

Filed under intermezo

Kiki Syahnakri

Kiki Syahnakri merupakan negarawan yang senantiasa tanggap terhadap isu di negara ini, pemikirannya banyak memberikan pengaruh positif bagi kemajuan bangsa indonesia jika diterapkan dalam kehidupan berpolitik atau dalam pemerintahan. Selain itu beliau merupakan pengusaha yang tergolong sukses dan patut diperhitungkan keberadaannya dalam panggung bisnis di negara ini. Setelah lulus dari Akademi Militer Nasional (AMN) (1971), Kiki Syahnakri yang lahir pada tahun 1947 merintis karir militernya dan menduduki berbagai jabatan penting kemiliteran, antara lain sebagai Asisten Operasi KSAD (1998-1999), Panglima Darurat Militer Timor Timur (September–Nopember 1999), Panglima Daerah Militer IX Udayana (Nopember 1999–Nopember 2000), serta Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Nopember 2000-Mei 2002). Pada tahun 2001 beliau juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT. ITCI dan kemudian sejak tahun 2002 sampai dengan Juli 2005 menjabat sebagai Komisaris Utama Bank Artha Graha. Sejak Juli 2005 hingga saat ini menjabat sebagai Komisaris Utama Bank Artha Graha Internasional.

Kiki Syahnakri lahir pada 1957, bertepatan dengan perjanjian Linggarjati. Dalam perjanjian itu, secara defacto Indonesia sudah berdaulat. Karena orang tua beliau orang pergerakan, keyakinannya kepada kedaulatan dipertegas pada nama Kiki Syahnakri. Kata Syah berarti ‘resmi’. Na dalam bahasa Sunda berarti ‘nya’, sedangkan KRI adalah Kesatuan Republik Indonesia. Jadi, Syahnakri berarti resminya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bagi beliau, nama itu sangat berpengaruh dan teramat istimewa. Nama adalah doa, dan terealisasi dalam kehidupan Kiki Syahnakri, beliau senantiasa berupaya dalam memajukan kehidupan bangsa dan negara Indonesia.

Selain itu beliau aktif dalam dunia pendidikan, turut mencerdaskan kehidupan bangsa. Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) merupakan kampus terbesar di Karawang Jawa Barat yang beliau bina. UNSIKA merupakan perguruan tinggi negeri yang senantiasa tumbuh dan berkembang lebih baik dari tahun ke tahun. Beliau juga aktif sebagai Ketua Bidang Pengkajian Persatuan Purnawirawan TNI AD dan Ketua I Yayasan Jati Diri Bangsa.

8 Komentar

Filed under Uncategorized

Berjalan di Pagi yang Cerah

Angin membelai rambutnya yang terurai dan hitam berkilau indah. Setiap langkahnya menggetarkan debu hingga hati yang memandangnya. Kicauan burung seakan-akan menyertai langkahnya di pagi yang cerah ini. Lagi-lagi angin membelai rambutnya yang cerah nan indah. “Oh Tuhan, tolong Aku memilikinya” gumam ku sambil melangkah di belakangnya. Bel berbunyi lantang diikuti Pak Darto menutup gerbang sekolah sangat cekatan, saking cepetnya sampai-sampai tak menghiraukan siswa-siswi lainnya yang berlari panik kearahnya untuk melewati gerbang sekolah ini yang tampak disibukan dengan siswa-siswi memasuki kelas mereka masing-masing. Kulihat pula dia memasuki kelasnya, sempat-sempatnya kumencuri pandang padanya. Senyumnya yang indah, kulitnya yang putih serasi dengan seragam putih yang dikenakannya. Dia raib dari pandangan setelah melewati pintu kelas itu, kelas 3-F.

Beginilah pemandangan dan suasana setiap pagi yang ku rasakan, sampai-sampai kuhadapi bagaimana rasanya terlambat dan dibentak Pak Darto, hingga dihukum kepala sekolah memunguti sampah di lapangan sekolah ini. Aku sering kali terlambat, banyak alasannya; mulai dari telat bangun, ketinggalan perahu, kehujanan, menunggu teman yang telat bangun, menunggu uang jajan, dan banyak lagi alasan-alasan kenapa Aku terlambat sekolah, dari sekian banyak alasan itu tak ada satupun yang dapat diterima, karena alasan hanyalah sebuah alasan. Namun, Aku akan mengutarakan berbagai alasan ketika ditanyakan kepala sekolah “Kenapa terlambat?”

“Dasar penjaga ’Gerbang Kesuksesan’ sialan” umpat seorang siswa yang kesal karena datang terlambat dan baru dapat melewati gerbang sekolah setelah cekcok mulut dengan Pak Darto. Maklum Pak Satpam itu mantan preman yang belum lama menjadi satpam di sekolah ini. Dengar-dengar, Pak Darto pernah dipenjara karena ketangkap basah memukuli tetangganya hanya karena dia ditegur oleh si tetangga agar tidak berjudi di depan lapangan depan rumah tetangganya. “Sekolah kriminal” gumam ku dalam hati. tetapi tiba-tiba Aku ngeri dan menyesal berpikir kalo sekolah ini kriminal. Aku heran kenapa berpikir sejahat itu, setan apa yang menghembuskan negativitas kedalam pikiranku ini jangan-jangan memang ini sekolah kriminal, tuch kan berpikir negatif lagi. Kehidupan adalah hasil dari pikiran. Pikiran negatif menghasilkan kehidupan negatif, pikiran positif menjadikan kehidupan positif, mungkin itu yang dimaksud Sidharta Gautama (Sang Budha).

Ovenk” teriak anak di belakang ku. Sekejap saja dia merangkul pundak ku dan menyeringai sambil menarik nafas tersendat-sendat. Kesiangan juga dia.

Ronk, tumben lu telat, kenapa?” tanyaku singkat sambil tersenyum. Bironk, dia seorang teman yang bisa diandalkan, dapat diandalkan dalam hal mentraktir. Anak juragan ayam ini bisa dibilang salah satu anak tajir di kelas kami, kelas 3-A.

“Ga da angkot, Venk” jawabnya singkat pula.

Kami memasuki kelas, tak lama kemudian guru Matematika memasuki kelas kami. Pak ‘Boby’, begitulah sebutan sebagian besar murid di sekolah ini kepada guru Matematika ini yang mempunya nama lengkap Falah Hidayatullah. “Kasihan Pak Falah” pikir ku, coba bayangkan bagaimana perasaanya sekiranya dia tahu kalau sebagian besar anak-anak di kelas ini bahkan di sekolah ini menghinanya, ‘Boby’ kependekan dari Botak Biadab. Sadis, penghinaan yang sadis dari murid terhadap seorang guru yang bersusah payah mencerdaskan mereka.

“Selamat Pagi anak-anak!” ucap Pak Falah

“Pagi Pak” sahut seisi kelas, singkat dan semangat. kurasakan semangat mengalir di darah ku, dan tampak seisi kelas pun semangat menyongsong pagi ini dengan belajar Matematika.

Seperti biasa setelah ucapkan salam, Pak Falah langsung memberikan pengantar mengajar dengan mengutip ayat-ayat al-Quran. Begitulah kebiasaannya mengajar. Sempat dulu Aku bertanya, kenapa beliau selalu membacakan 1 atau 2 ayat dari Al-Quran sebelum mengajar. Sederhana jawabanya, “Al-Quran sumber ilmu, dan pelajaran bagi orang-orang yang berpikir”

1 Komentar

Filed under Kehidupan Yang Sukses

Sampah dan Sampah Masyarakat

Malas rasanya menulis tentang sesuatu hal yang tak menghasilkan materi bagi kita jika bukan hobby atau amal saleh. Kenapa bisa begitu? Penulis cukup banyak melahirkan artikel, novel, maupun kisah hidup untuk dibagikan cuma-cuma bagi masyarakat, bangsa kita tercinta Indonesia. Sejak SMP sudah aktif membuat puisi, novel, pantun maupun cerita sehari-hari yang dibumbui imajinasi semata. Hasil karya itu kini hanya tinggal kenangan, bahkan ada yang terbuang ke tempat pembuangn sampah atau lebih dikenal dengan istilah TPS (Tempat Pembuangan Sampah). Yach begitulah jika menjadi penulis yang amatir, karya-karya yang sangat berarti dan bermakna pun jatuh ke tempat sampah, apalagi sampah yang berserakan di pinggir jalan. Sampah itu tak enak dipandang, menyebarkan bau tak sedap. Oh TUHAN…. Karya hamba mu malah menjadi sampah yang merusak pemandangan kota ini, kota Jakarta tercinta.

Ngomong-ngomong masalah sampah, sampah di Jakarta masih saja berserakan tak terkelola. Saya bingung dengan para aparat yang berwenang dan berkewajiban memebersihkan kota ini dari sampah dan menindak samapah-sampah masyarakat yang membuang sampah sembarangan / membuang sampah tidak pada tempatnya. Kalau ditanya siapa yang bertugas membuang sampah? Jawabnya singkat: Petugas kebersihan kota dan orang-orang yang tidak mau dianggap sampah masyarakat. Kalau ditanya kenapa Penulis mengatakan “pembuang sampah tidak pada tempatnya” dikatakan sampah masyarakat? Jawabnya lebih singkat lagi: Ya begitu lah kenyataannya.

Maaf ya bagi aparat yang keparat jika tersinggung, tapi saya yakin jika ada aparat yang bermanfaat pasti akan senyum membaca tulisan ini. tapi masalahnya pasti penulis dibenci oleh para aparat yang keparat itu, maaf ya keparat!!!

1 Komentar

Filed under Uncategorized

Urgen, Konsolidasi Kebangsaan!

“Tanggal 20 mei senantiasa diperingati sebagai hari Kebangkitan Nasional. Untuk me-refresh jiwa kebangsaan kita sebagai bagian dari bangsa Indonesia, saya rekomendasikan untuk membaca artikel di bawah ini yang saya dapatkan dari kompas, nanti kita diskusikan, apakah konsep yang ditawarkan oleh Kiki Syahnakri dapat menjawab tantangan bangsa Indonesia kini dan masa depan”

Oleh: Kiki Syahnakri

Tidak sekadar diperingati secara seremonial, momentum historis Kebangkitan Nasional 20 Mei patut diperdalam maknanya dengan refleksi kritis-obyektif dan visioner terhadap realitas keindonesiaan kontemporer.

Refleksi kritis disertai pertimbangan langkah strategis perlu dilakukan karena, setelah 65 tahun merdeka, kondisi Indonesia masih amat jauh dari tujuan nasionalnya. Gerak maju kita bahkan tertinggal negara tetangga yang merdeka belakangan, seperti Malaysia dan Vietnam. Pembangunan multi-aspek bangsa yang mengalami turbulensi berat akibat krisis ekonomi beberapa tahun lampau masih tersendat, bahkan ada aspek yang tampak mengalami stagnasi dan disorientasi karena dililit persoalan multidimensional.

Refleksi historis

Pasca-Kebangkitan Nasional 1908, spirit persatuan dan kesatuan bangsa mengalami ”periode emas” karena seluruh anak bangsa digerakkan oleh motivasi nasionalis-patriotis yang sama. Spirit itu memicu gerakan pembebasan dan menggelindingkan bola salju perjuangan semesta Indonesia menuju kemerdekaan, kemudian menemukan ”titik api”-nya tatkala 28 Oktober 1928 Sumpah Pemuda dikumandangkan. Semangat ”kekitaan” berhasil melebur hasrat ”keakuan” dan ”kekamian”, jiwa perjuangan dan persatuan-kesatuan bertambah kokoh-kuat dan berkulminasi pada 17 Agustus 1945.

Namun, pada perjalanan selanjutnya, Pancasila yang diidealkan sebagai common platform RI mulai mengalami ujian serius. Dari era Orde Lama yang secara eksperimental menerapkan Demokrasi Terpimpin dan memaksakan Nasakomisasi, lalu pada era Orde Baru terjadi banyak deviasi implementasi Pancasila karena kepentingan kekuasaan yang sekaligus membelenggu demokrasi. Memasuki era Reformasi dengan menggelar demokratisasi (liberal) disertai kebebasan yang nyaris tanpa batas telah membawa Indonesia ke dalam situasi yang sarat kerawanan.

Reformasi tidak mengantarkan kita pada perbaikan, tetapi malah menambah berbagai persoalan mendasar dari perspektif keindonesiaan, seperti lunturnya jati diri bangsa, memudarnya wawasan kebangsaan, terpangkasnya kedaulatan negara-bangsa oleh kekuatan asing yang masuk melalui tangan-tangan neolib dan kapitalisme, serta tergerusnya nilai-nilai luhur budaya bangsa akibat serbuan globalisasi yang belum dikanalisasi dengan baik dan efektif.

Tali-temali persoalan yang membelit tubuh bangsa ini terasa kian sulit diurai dengan rapuhnya kepemimpinan dan krisis keteladanan pada setiap level dan segmen masyarakat serta rendahnya daya kendali pemerintah terhadap aneka problematika. Kondisi ini berpotensi menyesatkan bangsa dalam labirin yang membingungkan—tidak tahu ada di mana, hendak ke mana, dan dengan cara apa—yang kian diruwetkan oleh beragam kepentingan pribadi atau golongan yang bersifat jangka pendek.

Konsolidasi kebangsaan

Menilik kompleksitas persoalan aktual tersebut, betapa urgen melakukan evaluasi dan reorientasi kehidupan bangsa dengan melakukan ”konsolidasi kebangsaan” sebagai berikut.

Pertama, tinjau ulang UUD 1945 hasil amandemen. Pekerjaan akbar ini tak dapat dilakukan secara instan, butuh waktu serta pelibatan masyarakat seluas-luasnya. Hal fundamental-esensial adalah mengembalikan konstitusi kita pada ”roh” mukadimahnya yang secara legal-konstitusional tetap berlaku dan seharusnya dipedomani. Pancasila harus diyakini sebagai pilihan terbaik untuk bangsa Indonesia.

Mengutip Franz Magnis-Suseno, Pancasila merupakan ”masalah kunci”, yakni persoalan pokok yang harus ”dibereskan” sehingga menjadi ideologi payung bagi semua, dan sekaligus sebagai ”kunci masalah”, pintu pembuka solusi untuk beraneka masalah kebangsaan. Kita perlu meremajakan kembali nasionalisme dengan formula utama memerangi kemiskinan, kebodohan, dan ketidakadilan.

Kedua, mengangkat budaya sebagai ”leading sector” pembangunan nasional. Keterpurukan bangsa sama sekali bukan karena kurang cerdasnya anak-anak bangsa, terutama para pemimpinnya, melainkan karena buruknya karakter dan rapuhnya jati diri bangsa. Penempatan budaya sebagai leading sector dan ”jiwa” pembangunan nasional akan bermuara pada penguatan karakter dan jati diri bangsa. Karena itu, mutlak dilakukan reformasi sistem pendidikan nasional (formal atau nonformal) dengan mengapresiasi nilai-nilai keindonesiaan selain membuka lebar pintu bagi penyerapan ilmu pengetahuan dari luar.

Ketiga, kanalisasi arus globalisasi. Siapa pun tidak akan mampu membendung arus globalisasi, tetapi memasuki era global tanpa persiapan memadai akan menempatkan Indonesia pada pihak yang kalah, bahkan dapat bermuara pada perpecahan bangsa (berkaca pada pengalaman Rusia dan Yugoslavia). Oleh karenanya, kanalisasi melalui regulasi, renegosiasi, restrukturisasi, dan deliberalisasi secara terukur dan terkontrol merupakan langkah penting yang tidak bisa ditunda. Seiring itu, upaya penguatan otoritas negara yang dalam keadaan lemah karena tersandera otoritas politik dan ekonomi global mesti dilakukan pula. Perlu kepemimpinan nasional yang kuat, tegas, dan berani untuk menganalisasi kepentingan asing.

Keempat, reformasi parpol dan birokrasi. Untuk menciptakan good governance dan mewujudkan kepemimpinan yang kuat, pola perekrutan dan pembinaan kader pemimpin harus dibenahi secara serius melalui reformasi parpol dan birokrasi sebagai wadah pembentukan (formasi) kader pemimpin. Dalam konteks ini, reformasi sektor hukum harus jadi ujung tombak. Langkah strategis di atas perlu dikampanyekan secara luas dan serentak di seluruh Tanah Air oleh pemerintah dengan melibatkan berbagai komponen bangsa, termasuk LSM yang peduli masalah kebangsaan. Kampanye saja tak cukup, bahkan baru merupakan langkah pertama. Perlu langkah-langkah konkret-aktual pada tataran implementatif yang mensyaratkan keberanian, ketegasan, konsistensi, kecerdasan, kebijaksanaan, dan kebesaran jiwa para pemimpin.

Kiki Syahnakri Ketua Bidang Pengkajian Persatuan Purnawirawan TNI AD; Ketua I Yayasan Jati Diri Bangsa

25 Komentar

Filed under reality

Susno Duadji Sang Whistle Blower

Alkisah di negeri tercinta Indonesia, di mana ada seorang mantan Kabareskrim Polri bernama Susno Duadji yang telah berganti profesi menjadi seorang peniup peluit (Whistle Blower). Jika pembaca tahu apa pangkat Susno Duadji di kepolisisan niscaya akan kaget bukan kepalang, kok mau yah, seorang Jenderal bintang tiga menjadi seorang peniup peluit? Ternyata bukan sembarang peniup peluit, dan bukan peniup peluit biasa, peniup peluit di sini memiliki artian orang yang bersuara untuk melaporkan suatu tindakan yang dianggap melanggar ketentuan kepada pihak yang berwenang. Secara umum segala tindakan yang melanggar ketentuan berarti melanggar hukum, aturan dan persyaratan yang menjadi ancaman pihak publik atau kepentingan publik, termasuk di dalamnya korupsi.

Jika menurut definisi aslinya penulis dapatkan dari Bang Wiki sebagai berikut: A whistleblower is a person who raises a concern about wrongdoing occurring in an organization or body of people. Usually this person would be from that same organization. The revealed misconduct may be classified in many ways; for example, a violation of a law, rule, regulation and/or a direct threat to public interest, such as fraud, health/safety violations, and corruption. Whistleblowers may make their allegations internally (for example, to other people within the accused organization) or externally (to regulators, law enforcement agencies, to the media or to groups concerned with the issues). (sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Whistleblower)

Sebelumnya penulis tidak tertarik untuk menulis mengenai si peniup peluit ini, penulis hanya mengamati dan mengikuti berita terbaru mengenainya di mulai dari awal mula Susno Duadji terkenal akibat statement nya untuk KPK. Penulis juga coba menghubungi beberapa pihak yang dekat dengan Susno Duadji untuk meminta keterangan mengenai siapa dia dan apa yang dia lakukan dalam beberapa pekan terakhir ini. Populeritas Susno Duadji bermula dari statement nya tentang adanya indikasi korupsi di kepolisian yang tercium Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hingga melahirkan istilah ‘cicak lawan buaya‘. Darimana istilah cicak lawan buaya? Ucapan Direktur Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Komjen Susno Duadji, “cicak kok mau melawan buaya?” itulah yang akhirnya menjadi sumber kehebohan. Cicak dan buaya yang dipersonifikasikan sebagai lembaga KPK dan Kepolisian, bahwa cicak hanya sebagai binatang kecil, tak berdaya, lemah ketika harus berhadapan dengan buaya yang kuat, perkasa sekaligus mematikan.

Kini Susno Duadji mendekan di penjara, Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Markas Besar (Mabes) kepolisian Ri (Polri) Susno Duadji resmi ditahan atau resmi dibungkam, terserah pembaca mengartikan seperti apa. Susno ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap PT Salmah Arowana Lestari (SAL).

Menurut M Assegaf, penahanan Susno ini mengada-ada. Ia mengatakan, Polri menahan Susno dengan alasan normatif, seperti menghilangkan barang bukti atau melarikan diri. “Padahal Susno sangat kooperatif dalam pemeriksaan,” ujarnya. Susno ditahan di Mabes Polri. “Susno tiba-tiba disuruh menandatangani surat penahanan,” kata salah satu pengacara Susno, M Assegaf kepada tvOne, Senin (10/5/2010).

Terlepas dari kontroversi apa niat dibalik gencarnya Susno Duadji membongkar korupsi di jajaran kepolisian, kejaksaan, dan kehakiman, kita mestinya mendukung atau setidaknya simpati atas keberanian Susno. Karena tidak mudah untuk memiliki keberanian seperti itu, keberanian membongkar mafia kasus dan makelar kasus di negara ini akan mendapatkan ganjaran yang berat dan niscaya tidak didukung pemerintah. Seperti yang terjadi pada Jenderal bintang tiga itu, kini dia hanyalah seorang yang lemah tak berdaya layaknya rakyat kecil yang tak berdaya yang terbiasa tertindas.

Jadi saya peringatkan bagi rakyat kecil atau pun rakyat jelata dan bagi saudara-saudara yang mau ikut-ikutan menjadi ‘peniup peluit’ sebaiknya berpikir ulang. Tapi jika Anda berani menjadi seorang ‘peniup peluit’ di negeri ini, saya yakin Tuhan beserta Anda dan semoga kasih sayang-Nya senantiasa menyertai kemana pun Anda pergi.

2 Komentar

Filed under reality, Uncategorized