Cepiar’s Weblog

Wawancara Beasiswa Bintang Makara

Agustus 15, 2009 · & Komentar

Wawancara Beasiswa Bintang Makara:

A. Wawancara  Mahasiswa UI dan IPB, wawancara dilaksanakan pada:

Tempat:  Ruang TIS, Gdg. Pusgiwa Lt.2, Fakultas Teknik- UI Depok

Waktu: 29 Agustus 2009 (Sabtu), pukul 10.00 WIB s/d 13.00 WIB

B. Wawancara Mahasiswa ITB dan UNPAD

Tempat: Sekretariat Rumah Belajar KM ITB- Kampus ITB Bandung

Waktu: 10 Oktober 2009, pukul 10.00 WIB s/d 12.00 WIB

C. Bagi Mahasiswa UGM

Wawancara via Telepon

Waktu: 14 November 2009, pukul 10.00 s/d 13.00 WIB

Khusus bagi peserta yang no HP/Telepon berubah tolong konfirmasi ke 08170763887

SMS : Nama-Asal sekolah SMA- Fakultas-Jurusan

kirim ke 08170763887

 

D. Wawancara Mahasiswa ITS

Tempat: Ruang Senat/BEM ITS

Waktu: 13 September 2009 (minggu). pukul 10.00 WIB s/d 13.00 WIB

Peserta calon penerima beasiswa yang dapat mengikuti seleksi wawancara adalah mereka yang memenuhi syarat sebagai berikut:

1. Lolos verifikasi awal Program Beasiswa Bintang Makara dan diterima di PTN yang yang disebutkan (UI, ITB, UGM,  UNPAD, IPB, dan ITS)

2. Telah melakukan registrasi wawancara;

format registrasi: Nama (spasi) Asal SMA/SMK (spasi) Diterima di PTN (spasi) Fakultas-Jurusan.  kirim SMS ke 085694506738

Contoh: Airine Ayunita – SMA 5 Bandung – UI – Fakultas Ilmu Budaya – Sastra Inggris

Batas akhir registrasi wawancara tanggal 26 Agustus 2009

Syarat: membawa photo copy Kartu Tanda Mahasiswa (KTM)/Keterangan diterima di PTN/atau Bukti menjadi Mahasiswa PTN bersangkutan

Hormat kami,

Yayasan Bintang Makara Indonesia

sumber: www.bintangmakara.org

→ 4 CommentsKategori: reality
Ditandai: , , , , ,

Kunyit Pengganti Tinta Pemilu

Juli 8, 2009 · 1 Komentar

Seputar Pemilu 2009, Ada yang menarik dari pemilu taun ini, munculnya sebuah terobosan baru, tentang penggunaan prasarana teknis pemilu, yaitu penggunaan tinta pemilu. Cairan kunyit digunakan sebagai pengganti tinta pemilu di Kampung Lebah Ngok, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Laporan wartawan Kompas, Siswi Yunita Cahya Ningrum, Rabu, 8 Juli 2009 | 12:20 WIB

Kunyit memang sangat bermanfaat. Selain untuk obat tradisional dan bumbu masak, kunyit ternyata bisa digunakan untuk pengganti tinta pemilu.

Sebenarnya empat bulan lalu penggunaan kunyit sebagai pengganti tinta pemilu sudah menjadi wacana KPU. “Bisa saja pemilu depan, kita sudah menggunakan kunyit sebagai penanda untuk pemilu,” kata ketua KPU, Abdul Hafiz Anshari, saat berdialog dengan pemuda dan tokoh agama di Hotel Banjarmasin Internasional, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (10/3/2009). sumber:http://pemilu.detiknews.com/read/2009/03/10/135721/1097059/700/ketua-kpu-biasa-saja-kunyit-untuk-tinta-pemilu

Kalimantan Selatan sebagai penghasil palawija terbesar siap memasok keperluan tinta pemilu bahan dasar kunyit. Kunyit bahkan sudah teruji kesiapannya menjadi pengganti tinta penanda pemilu.

Namun ironisnya, terobosan bermanfaat ini tidak terealisasikan dengan baik. Padahal harga tinta dari kunyit tentunya akan lebih murah dari pada tinta yang dipakai saat ini. Harga tinta pada pemilu legislatif per botol 30 cc
sebesar Rp. 29.680,- s/d Rp. 30.751,- , sedangkan pada pemilu presiden harga tinta sebesar Rp.19.750,- untuk 40 cc. Sumber: http://www.kpu.go.id/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=5439.

Penelitian di Laboratorium Kimia Universitas Indonesia menunjukan bahwa kunyit setelah di campur dengan bahan tertentu akan efektif menggantikan tinta pemilu yang digunakan hingga saat ini. Hal ini ditegaskan dengan pernyataan ketua KPU sendiri:

“Kemarin juga sudah diuji coba, kunyit setelah dicampur dengan bahan khusus, warna kuningnya tidak mudah hilang sehingga dapat digunakan untuk penanda jari pada pemilu 2009,” papar Hafiz. Hafiz menambahkan hasil penelitian khabarnya membuktikan penanda kunyit tidak dapat hilang dalam waktu seminggu.

Tanya kenapa??

Betapa bersyukurnya kita menjadi bangsa Indonesia yang kaya akan sumber daya baik alam maupun manusianya sendiri. Kasus yang terjadi di TPS di daerah Cirebon mengenai penggunaan kunyit sebagai pengganti tinta pemilu menunjukan bahwa hal sederhana ternyata masih mampu menjadi solusi permasalahan bangsa ini. Kesadaran akan potensi bangsa dan berusaha merealisasikan setiap gagasan bermanfaat serta berguna bagi bangsa ini tentunya harus menjadi perhatian kita bersama.

“Hiduplah Indonesia Raya”

→ 1 CommentKategori: reality
Ditandai: , , , , , , ,

Indonesia Education Care (Inducare)

Juni 16, 2009 · & Komentar

“Inducare” begitulah kami dipanggil oleh adik-adik kami yang mengamen di jalanan kota-kota negara Indonesia. Kami (Yayasan Bintang Makara Indonesia) hadir dan turun ke jalan, menyusuri setiap stasiun kereta api dimana para pengamen jalanan, peminta-minta, dan anak-anak terlantar bermain dan menjalani hidup sehari-sehari dengan penuh keceriaan, kesedihan, kekerasan, kebebasan, dan keamanan yang minus.

Jiwa kami terlahir pada 5 Februari 2005 di perkampungan kumuh sekitar Kampung Lio, Kel. Depok, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, Indonesia. Bermodalkan sebuah buku cerita dan buku tulis serta pensil, seseorang dari bagian kami mencoba menarik perhatian seorang anak yang sedang asyik bernyanyi untuk sesuap nasi. Hingga berjumlah lebih dari 20 Pengamen Cilik itu akhirnya tertarik untuk menikmati lezatnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta Seni. Sejumlah Mahasiswa Universitas Indonesia yang kemudian mendirikan sekolah untuk memfasilitasi dan mendukung proses transfer ilmu pada para pengamen cilik itu akhirnya sepakat mengangkat Muhammad Reza sebagai kepala sekolah pertama. Kepala Sekolah dan Wakilnya periode ke-2 yaitu Safri Saifulloh dan Rieski Anna Dewi, mereka berdua yang senantiasa mempertahankan sekolah itu (Technique Informal School- TIS) tetap berdiri walaupun sudah tak ada lagi yang peduli. Beban yang besar dan butuh pengorbanan yang tak kalah besar pula untuk mengurusi sebuah sekolah yang ditujukan untuk pengabdian kepada masyarakat bangsa ini. Periode ke-3 kepala sekolah TIS yaitu Kurnia A yang berusaha untuk menularkan semangat mengajar tanpa pamrih itu kepada pengajar baru agar tetap senantisa bersedia mengajar walau tak dibayar (dari awal TIS tidak menggaji pengajar dan pengurus sekolah, padahal kalau mengajar di luar TIS mereka bisa dibayar Rp 70.000 s/d Rp 100.000 setiap pertemuan)

Ketika TIS dipimpin oleh Cepi Abdul Rohman, kepala sekolah periode-4 membuat TIS menjadi lebih stabil dengan cara kaderisasi pengurus dan perbaikan struktur organisasi hingga pembuatan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga TIS, serta pembuatan perpustakaan sederhana. Reza Firdaus kepala sekolah periode-5 menjadikan TIS memiliki perpustakaan yang teratur, lebih lengkap dan kaya akan buku-buku dibanding sebelumnya. Seiring waktu sekolah-sekolah sejenis TIS lahir untuk membantu perjuangan pemerataan pendidikan indonesia, Mahabiru Sastra (Aditya dan Aisya), Pondok Makara (Dinar dan Wulan), Rumah Belajar (Nurul), Rujak (Cicik Zehan), Rumah Belajar (Mira dan Nila), Children of Heaven (Annita Mardiah dan Dini Pratiningtyas) dan yang sudah lama berdiri Sekolah Non Formal Ekonomi (Farida dan Budi Muryanto) Rumah Kita (Alit dan Rendry).

Musyawarah diantara para pengurus sekolah yang berbeda di atas melahirkan sebuah wadah bersama yang disebut Peduli Pendidikan Indonesia / Indonesia education Care (Inducare). Inducare dibentuk bertujuan untuk meningkatkan kualitas dari sekolah-sekolah yang sudah ada, membantu pendanaan, dan standardisasi konsep pengajaran yang bersifat fleksibel disesuaikan dengan kondisi lingkungan masing-masing sekolah. Inducare kemudian mendirikan payung hukum yang dinamakan Yayasan Bintang Makara Indonesia untuk memenuhi persyaratan legalitas atau diakui secara hukum.

→ 3 CommentsKategori: Uncategorized
Ditandai: , , , , , , , , , ,

Pengumuman Verifikasi Awal Beasiswa Bintang Makara

Februari 17, 2009 · & Komentar


Pengumuman Tempat dan Waktu wawancara akan diumumkan pada tanggal 20 Agustus 2009.

Aan Choironi SMAN 115 Jakarta

Abdul Aziz Khotim SMAN 1 Plumbon

Abdul Karim SMAN 2 Cirebon

Abdul Latif SMAN 1 Tasikmalaya

Adam Habibie SMAN 2 Cirebon

Adawiah SMAN 1 Pandeglang

Ade Setiawan SMAN 115 Jakarta

Adi Putra Tarigan SMA St. Thomas 3 Medan

Adi Zufron Pringadi SMAN 1 Cisarua

Bandung Afifah Hanum A SMAN 1 Bogor

Agitama SMAN 2 Cirebon

Agus Budi Parminto SMAN 1 Cisarua Bandung

Agus Mulyadi SMAN 1 Sumber Cirebon

Ahmad Syaifudin SMKN 1 Bontang Kalimantan Timur

Ai Maryani MAN 1 Kota Sukabumi

Akbar Baihaqi SMAN 1 Surakarta

Ali Rudini SMAN 1 Cisarua Bandung

Ali Taufiq Hidayat SMAN 1 Cisarua Bandung

Aminudin SMAN 1 Cisarua Bandung

Amylia Febriyanti SMAN 8 Pekan Baru Riau

Anggi Puspita Nalia Pohan SMAN 5 Bengkulu

Anisah SMAN 1 Sumber Cirebon

Anne Yuliana Utami Dewi SMAN 1 Bogor

Arini Daribti SMAN 8 Pekan Baru Riau

Aris Munandar SMAN 1 Rancah

Artika Vety Yulianingrum SMAN 1 Surakarta

Asep Hamzah MAN 1 Kota Sukabumi

Asep Warman SMAN 1 Cisarua Bandung

Asriana SMAN 4 Tegal

Awan Nurhikmat SMKN 1 Cilaku Cianjur

Ayu Maharani SMAN 1 Surakarta

Azizah agustina SMK Kesdam Jaya Jakarta

Azlin Ainun Asqollany SMA YPVDP Bontang Kalimantan Timur

Bagus Suwiyantoro SMAN 1 Cisarua Bandung

Benjamin Gultom SMAN 1 Medan

Brita Putri Utami SMAN 1 Surakarta

Casia Nursyifa SMAN 1 Bogor

Chaerisma Maharani SMK Kesdam Jaya Jakarta

Choirotul Wardah SMAN 115 Jakarta

Choirul Umam SMAN 1 Cirebon

Dafit Ari Prasetyo SMAN 1 Situbondo Jawa Timur

Daniel Roy Zobel Sitanggang SMA St. Thomas 3 Medan

Danny Afrizal Sibuea SMAN 1 Medan

Dede Hidayat SMAN 1 Cisarua Bandung

Deli Sunadi SMAN 1 Cisarua Bandung

Deny Adi Purwanto SMAN 1 Surakarta

Desy Permatasari SMAN 74 Jakarta

Dewi Kartika SMAN 1 Sindang

Dian Purwanti SMAN 1 Kota Gajah Lampung

Dikdik Ahmad SA SMAN 8 Tasikmalaya

Doni Saun Saputra SMAN 1 Kota Gajah Lampung

Duma Rida Simatupang SMAN 1 Kolang Sumatera Utara

Dwi Indah Rizqi Anastiti SMAN 4 Tegal

Edi Hartono SMAN 3 Tegal

Efa Khori Saritilawah SMAN 115 Jakarta

Eko Bambang Fitriyanto SMAN 3 Tegal

Ellyas Alga Nainggolan SMAN 4 Pematang Siantar

Ester Dina Yulianti SMAN 115 Jakarta

Fahrizan Mefiba Hidayat SMAN 115 Jakarta

Farhan Maftuh Warsito SMKN 2 Yogyakarta

Fathul Hilal MAN 4 Jakarta

Fauziah Nurafriani SMAN 1 Surakarta

Febriyan Prayoga SMAN 1 Cisarua Bandung

Fina Ifadatul Maula SMAN 1 Sumber Cirebon

Frita Rizkyanti Maulida SMAN 1 Sumedang

Galih Andy Pradana SMA Al-Azhar Syifa Budi

Guntur KP SMAN 115 Jakarta

Hafidz Arfandi SMAN 3 Tegal

Hani Fiori Nur Afifah SMAN 19 Bandung

Hanifa Mustafida SMAN 1 Cirebon

Hasanudin SMAN 1 Cisarua Bandung

Hendra MAN 1 Kota Sukabumi

Hendri Riyanto MAN Kota Tegal

Hendrik Candra SMAN 4 Tegal

Hendriyana SMAN 1 Cisarua Bandung

Husin SMAN 1 Surakarta

Ida Ayu Kadek T SMAN 2 Cirebon

Iis Sugiarti SMAN 1` Sumber Cirebon

Ika Bonita M SMA YPVDP Bontang Kalimantan Timur

Imam Budiarto SMAN 1 Cisarua Bandung

Indah Gilang P SMAN 2 Cirebon

Indah Imawati SMAN 1 Surakarta

Indah Rahayu MAN Cigugur Rangkas Bitung

Insan Gaufuan MAN 1 Kota Sukabumi

Irine Fitriyani SMAN 2 Cirebon

Irman Suherman MAN 1 Kota Sukabumi

Ismatulloh MAN 1 Kota Sukabumi

Itjmi Ayoe Feryani SMK Kesdam Jaya Jakarta

Iva Agustin SMAN 1 Tambakboyo

Iwan Afriyan MAN 1 Kota Sukabumi

Iwan Nurfahrudin SMAN 2 Cirebon

Joscelind SMAN 1 Medan

Josua Herry Martua Sararagi SMAN 1 Medan

Khaerullana SMAN 1 Cisarua Bandung

Khairunnisa SMAN 115 Jakarta

Kholid Mustafa Lutfi MA Al-Fatah

Kurnia Gusti Utami SMAN 8 Pekan Baru Riau

Lia Amalia SMAN 1 Sumedang

Lulu Maulida SMA Al-Ghazaly Bogor

M. Mubin MAN Tuban

M. Sanjaya SMAN 2 Cirebon

Maulani Candra SMA YPVDP Bontang Kalimantan Timur

Mohammad Daniyal Ardiansyah SMAN 1 Telukjambe Karawang

Mohammad Nurdin SMAN 2 Cirebon

Mohammad Ridwan alfajri SMAN 1 Sumber Cirebon

Mohammad Vilsa Budiman SMAN 3 Tegal

Muhammad Ibrahim Adam SMAN 2 Cirebon

Muhammad Iqbal Rois SMA Al-Azhar Syifa Budi

Muhammad Khoirur Roziqin SMKN 1 Bontang Kalimantan Timur

Muhammad Rendy Reza SMAN 115 Jakarta

Muhammad Saepuloh SMAN 1 Cisarua Bandung

Muhammad Syaiful Hadi SMAN 1 Cisarua Bandung

Muhammad Zakaria SMAN 2 Cirebon

Mukidi SMAN 1 Sumber Cirebon

Musliha SMAN 1 Sumber Cirebon

Mutifany Chairina MAN 4 Jakarta

Nahrowi SMAN 1 Depok

Noverdi Afrian SMAN 3 Tegal

Novi Ikey Diansyah SMAN 1 Tambakboyo

Novia Nurfitri Andriani SMAN 8 Tasikmalaya

Nunik Ameyliska SMAN 1 Sumber Cirebon

Nur Aniatin SMK Kesdam Jaya Jakarta

Nurhafifah SMAN 115 Jakarta

Nurhayati MAN 1 Kota Sukabumi

Nurhidayat SMAN 1 Cisarua Bandung

Nurjayanti Habibah SMK Kesdam Jaya Jakarta

Nurrani A Kusumawati SMAN 2 Cirebon

Nurul Hidayati Ma’sar SMAN 115 Jakarta

Nuryani SMAN 1 Sepatan Tangerang

Okry Reza Abdurrachman SMAN 2 Cirebon

Parlaungan Sipayung SMA St. Thomas 3 Medan

Praftiwi Umitri SMAN 5 Bengkulu

Premanita Santri SMAN 1 Surakarta

Prendi Tansiatul Hukama SMAN 1 Cisarua Bandung

Purwanti SMAN 4 Tegal

Putri Adelene D SMK Kesdam Jaya Jakarta

Rahmat Nurhidayat SMAN 8 Tasikmalaya

Rani Amiaty SMA Telkom Sandy Putra Purwekerto

Rara Pragesti SMAN 2 Cirebon

Reca Areta Duvi P SMAN 1 Nganjuk

Resti Pratiwi MAN 1 Kota Sukabumi

Riady Dwi Satrio MAN 4 Jakarta

Rina Santi Sijabat SMA Taruna Nusantara

Rio Rizky Maulana Amantjik SMAN 1 Cirebon

Rizal Muttaqin SMAN 1 Cisarua Bandung

Rizka Fauziah SMA Al-Azhar Syifa Budi

Rohib SMAN 1 Sumber Cirebon

Romi Sukma Gumilar SMAN 1 Cisarua Bandung

Rossi Adi Nugroho SMK Panca Bhakti Banjarnegara

Sahril Bayuni Rosidik SMAN 1 Cisarua Bandung

Sandi Maelani MAN 1 Kota Sukabumi

Sarah fitriani SMAN 5 Bengkulu

Satyia Ali Widodo SMAN 1 Cisarua Bandung

Setyabella Prima Putri SMAN 5 Bengkulu

Sholahudin SMAN 1 Cisarua Bandung

Sinta Noviyawati MAN 1 Kota Sukabumi

Sitha R Amanatunnisa SMAN 1 Cirebon

Siti Syarah MAN 1 Kota Sukabumi

Sobari SMAN 1 Cisarua Bandung

Sri Fitriah SMAN 115 Jakarta

Stephen Johan Prasetyo SMAN 1 Medan

Sulaeman SMAN 1 Kota Gajah Lampung

Sunarti SMAN 1 Situbondo Jawa Timur

Swasti Vania Kandi SMAN 1 Situbondo Jawa Timur

Syifa Fauziah MAN 4 Jakarta

Syifa Fitri Muslimah MAN 2 Bogor

Tanti Tri Y SMK Kesdam Jaya Jakarta

Tayaba Kahar SMAN 8 Tasikmalaya

Teguh Imaddudin Sabirin SMA Muhammadiyah 2 Bandung

Tuti Damayanti SMK Kesdam Jaya Jakarta

Tutik Utari SMAN 1 Situbondo Jawa Timur

Vera Christina Hutabarat SMA Markus Medan

Vinda Permata Andini SMAN 115 Jakarta

Wardatul Aulia MAN Serpong

Weny Atika SMAN 1 Kota Gajah Lampung

Wulan Setiawati SMK Kesdam Jaya Jakarta

Wulandari Fitria Sartika SMAN 5 Bengkulu

Yasir Amri MAN 4 Jakarta

Yoga Putranda SMAN 1 Kota Gajah Lampung

Yunia Hairani SMAN 1 Situbondo Jawa Timur

Zaki Zakaria M SMAN 1 Cisarua Bandung

Pihak Bintang Makara tidak menyediakan fasilitas gratis formulir SIMAK-UI, SNMPTN, ataupun formulir Ujian Masuk PTN lainnya. Kecuali jika ada di antara Anda yang benar-benar tidak mampu sama sekali untuk membeli formulir.

Anda bisa sms ke 08170763887, ketik: Nama (spasi) Asal SMA (spasi) “Tidak mampu membeli formulir” (spasi) jujur

WARNING: Pihak Bintang Makara tidak akan menelpon, menyurati atau menghubungi Calon Penerima Beasiswa untuk mengadakan pertemuan atau mengharuskan Calon Penerima Beasiswa mengeluarkan sejumlah uang untuk biaya administrasi. Calon Penerima Beasiswa tidak dipungut biaya sepeser pun (alias GRATIS). Untuk menghindari penipuan, jika butuh informasi hubungi no telpon resmi di bawah ini:

021 71464154

0817 07 63 887 -Cepiar

0816 1600 937 -Anggi

sumber: www.bintangmakara.org

→ 7 CommentsKategori: pendidikan
Ditandai: ,

Gerhana & Ibrahim bin Muhammad SAW

Januari 22, 2009 · 1 Komentar

Cinta-kasih Muhammad kepada Ibrahim putranya yang meninggal waktu bayi (16-18 bulan) sebenarnya bukan karena suatu maksud pribadi yang ada hubungannya dengan Risalah yang dibawanya, atau dengan yang akan menjadi penggantinya. Muhammad SAW, dengan imannya kepada Tuhan dan kepada Risalah Tuhan tidak akan memikirkan anak atau siapa yang akan mewarisinya. Bahkan dikatakannya:

“Kami para Nabi, tidak dapat diwarisi. Apa yang kami tinggalkan untuk sedekah.”

Akan tetapi, rasa kasih insani dalam artinya yang luhur, rasa kasih insani yang begitu dalam tertanam dalam hati Muhammad - yang kiranya tidak akan dicapai oleh siapa pun, rasa insani yang akan membuat manusia Arab memandang anak laki-laki yang akan mewarisinya sebagai sebuah lukisan abadi – rasa kasih inilah yang telah membuat Muhammad mencurahkan semua cintanya kepada Ibrahim, kasih-sayang yang tiada

taranya. Dan rasa kasih ini lebih parah merasuk ke dalam hati, karena sebelum itu ia telah kehilangan kedua puteranya Qasim dan Tahir, dan keduanya masih bayi dalam pangkuan Khadijah ibunya. Setelah Khadijah wafat ia kehilangan puteri-puterinya pula, satu demi satu, setelah mereka bersuami dan menjadi ibu. Sekarang tak ada lagi yang masih hidup, selain Fatimah. Putera-putera dan puteri-puteri itu, yang satu demi satu berguguran di tangannya dan dengan tangannya sendiri pula ia menguburkan mereka ke dalam pusara, yang telah meninggalkan luka yang begitu pedih dalam hatinya, kini terasa terobat juga dengan lahirnya Ibrahim, tempat buah hati meletakkan segala harapan. Dan sudah sepantasnya pula bila dengan harapan itu ia merasa gembira, merasa bahagia.

Tetapi harapan ini tidak berlangsung lama; hanya selama beberapa bulan saja seperti yang sudah kita sebutkan. Sesudah itu Ibrahim jatuh sakit, sakit yang sangat menguatirkan. Ia dipindahkan ke sebuah tempat dengan kebun kurma di samping Masyraba Umm Ibrahim. Maria dan Sirin adiknya selalu menjaga dan merawatnya. Bayi ini tidak lama sakitnya Tatkala ajal sudah dekat dan Nabi diberi tahu, karena rasa sedih yang sangat mendalam, ia berjalan dengan memegang tangan Abdur-Rahman b. ‘Auf sambil bertumpu kepadanya. Bila ia sudah sampai ke tempat itu di samping ‘Alia - tempat Masyraba yang sekarang – dijumpainya Ibrahim dalam pangkuan ibunya, sedang menarik napas terakhir. Diambilnya anak itu, lalu diletakkannya di pangkuannya dengan hati yang remuk-redam rasanya. Tangannya menggigil. Kalbu yang duka dan pilu rasa mencekam seluruh sanubari. Lukisan hati yang sedih mulai membayang dalam raut wajahnya. Sambil meletakkan anak itu di pangkuan ia berkata:

“Ibrahim, kami tak dapat menolongmu dari kehendak Tuhan.”

Dalam keadaan hening yang menekan itu kemudian airmatanya berderai bercucuran, sementara anak itu sedang menarik napas terakhir. Sang ibu dan Sirin menangis menjerit-jerit; oleh Rasulullah dibiarkan mereka begitu.

Setelah tubuh Ibrahim tiada bergerak lagi, sudah tiada bernyawa, dan dengan kematiannya itu padam pula semua harapan yang selama ini membuka hati Nabi, makin deras pula airmata Muhammad mengucur, sambil ia berkata:

“Oh Ibrahim, kalau bukan karena soal kenyataan, dan janji yang tak dapat dibantah lagi, dan bahwa kami yang kemudian akan menyusul orang yang sudah lebih dahulu daripada kami, tentu akan lebih lagi kesedihan kami dari ini.” Dan setelah diam sejenak, katanya lagi: “Mata boleh bercucuran, hati dapat merasa duka, tapi kami hanya berkata apa yang menjadi perkenan Tuhan, dan bahwa kami, O Ibrahim, sungguh sedih terhadap mu.”

Muslimin yang melihat Muhammad begitu duka, beberapa orang terkemuka hendak mengurangi hal itu dengan mengingatkannya akan larangannya berbuat demikian. Tapi ia menjawab: “Aku tidak melarang orang berduka cita, tapi yang kularang menangis dengan suara keras. Apa yang kamu lihat dalam diriku sekarang, ialah pengaruh cinta dan kasih didalam hati. Orang yang tiada menunjukkan kasih sayangnya, orang

lain pun tiada akan menunjukkan kasih sayang kepadanya.” Atau seperti dikatakan juga: Kemudian ia berusaha menahan duka hatinya. Ia memandang Maria dan Sirin dengan pandangan penuh kasih. Kepada mereka dimintanya supaya lebih tenang sambil katanya: “Ia akan mendapat inang pengasuh di surga.”

Kemudian setelah ia dimandikan oleh Umm Burda, – sumber lain menyebutkan oleh Fadzl bin’l-’Abbas – dibawa dari rumah itu di atas sebuah ranjang kecil. Nabi dan Abbas pamannya, begitu juga sejumlah kaum Muslimin ikut mengantarkan sampai ke Baqi’. Di tempat itu ia dimakamkan setelah disembahyangkan oleh Nabi. Selesai pemakaman Muhammad minta supaya makam itu ditutup kemudian diratakannya dengan tangannya sendiri. Ia memercikkan air dan memberi tanda di atas kubur itu. Lalu katanya:

“Sebenarnya ini tidak membawa kerugian, juga tidak mendatangkan keuntungan. Tetapi hanya akan menyenangkan hati orang yang masih hidup. Apabila orang mengerjakan sesuatu, Tuhan lebih suka bila dikerjakan secara sempurna.”

Bersamaan dengan kematian Ibrahim itu kebetulan terjadi pula matahari gerhana. Kaum Muslimin menganggap peristiwa itu suatu mujizat. Kata mereka matahari gerhana karena Ibrahim meninggal. Hal ini terdengar oleh Nabi.

Karena cintanya yang begitu besar kepada Ibrahim, dan rasa duka yang begitu dalam karena kematiannya, adakah ia lalu merasa terhibur mendengar kata-kata itu, atau setidak-tidaknya akan didiamkan saja, menutup mata melihat orang sudah begitu terpesona karena telah menganggap itu suatu mujizat? Tidak. Dalam keadaan serupa itu, kalau pun ini layak dilakukan oleh mereka yang suka mengambil kesempatan karena kebodohan orang, atau layak dilakukan oleh mereka yang sudah tak sadar karena terlampau sedih, buat orang yang berpikir sehat tentu hal ini tidak layak, apalagi

buat Nabi Besar! Muhammad melihat mereka yang mengatakan bahwa matahari telah jadi gerhana karena kematian Ibrahim, dalam khotbahnya kepada mereka ia berkata:

“Matahari dan bulan ialah tanda kebesaran Tuhan, yang tidak akan jadi gerhana karena kematian atau hidupnya seseorang. Kalau kamu melihat hal itu, berlindunglah dalam zikir kepada Tuhan dengan berdoa.”

Sungguh suatu kebesaran yang tiada taranya. Rasul tidak melupakan risalahnya itu dalam suatu situasi yang begitu gawat, situasi jiwa yang sedang dalam keharuan dan kesedihan yang amat dalam! Kalangan Orientalis dalam menanggapi peristiwa yang terjadi terhadap diri Muhammad ini, tidak bisa lain mereka bersikap hormat dan kagum sekali! Mereka tidak dapat menyembunyikan rasa kekaguman dan rasa hormatnya

itu kepadanya. Mereka menyatakan pengakuan mereka tentang kejujuran orang itu, yang dalam situasi yang sangat gawat ia tetap mempertahankan hak dan kejujurannya yang sungguh-sungguh !

Gerangan bagaimana pula perasaan isteri-isteri Nabi melihat kesedihan dan dukacita yang menimpanya begitu mendalam karena kematian Ibrahim itu? Dia sendiri sudah merasa terhibur dengan karunia Tuhan itu dan dapat pula meneruskan tugas menunaikan risalah serta dengan bertambahnya Islam tersebar pada perutusan yang terus-menerus datang kepadanya dari segenap penjuru, sehingga tahun kesepuluh Hijrah ini diberi nama ‘Am’lWufud – Tahun Perutusan.’ Pada tahun itulah Abu Bakr memimpin orang menunaikan ibadat haji.

→ 1 CommentKategori: reality
Ditandai: , ,

Beasiswa Universitas Indonesia

Desember 17, 2008 · 1 Komentar

DEPOK, SELASA- Universitas Indonesia menyediakan beasiswa Rp 32 miliar per tahun untuk mahasiswa berprestasi dan tidak mampu. Pemberian beasiswa ini untuk membuka akses kuliah di UI bagi semua lapisan masyarakat.

“Beasiswa yang disediakan ini sebesar Rp 20 miliar dari UI lewat keringanan uang pangkal atau biaya kuliah, dan Rp 12 miliar dari industri. Ini menunjukkan bahwa UI tidak elit bagi orang yang punya duit saja. Dengan adanya subsidi silang, di mana mahasiswa mampu membayar lebih mahal, semakin banyak mahasiswa dari keluarga tidak mampu yang pintar bisa menikmati kuliah di UI,” kata Rektor UI Gumilar R Soemantri di Depok, Selasa (15/7), seusai penandatanganan kerjasama UI dan KONI Pusat tentang Penerimaan Atlet Nasional Masuk UI Lewat Jalur Khusus Prestasi.

Menurut Gumilar, banyaknya jalur khusus masuk UI selama ini dikhawatirkan masyarakat hanya sebagai cara mudah perguruan tinggi mendapatkan uang. Padahal, variasi jalur masuk ini dibuka untuk memungkiknkan masyarakat tidak mampu yang punya kemampuan akademik baik, termasuk juga para atlet nasional dan pelajar berprestasi lainnya, bisa punya kesempatan masuk ke UI dengan lebih mudah.

Pada tahun ini, UI membuka jalur khusus berprestasi buat pelajar yang berprestasi di olimpiade sains tingkat nasional dan internasional, atlet nasional, ataupun pelajar yang berprestasi di bidang seni. “Mereka ini bisa masuk ke UI tanpa tes sepanjang bisa membuktikan presasi di tingkat nasional ataupun internasional yang mereka raih. Mereka hanya dites minatnya supaya tidak gagal saat kuliah,” kata Gumilar. Selama menjalani kuliah, mereka bisa mendapatkan beasiswa yang tersedia di kampus UI.
http://www.kompas.com/read/xml/2008/07/15/13451125/ui.sediakan.beasiswa….

→ 1 CommentKategori: pendidikan
Ditandai:

Beasiswa S1; UI, ITB, UNPAD, IPB, ITS

Desember 14, 2008 · & Komentar

Makara Foundation (MF)  dan para mitra kerjanya menyediakan Program Beasiswa bagi anak Usia Sekolah SD, SMP, SMA, dan S1 di PTN. MF berharap bahwa nantinya para penerima beasiswa tersebut dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional sehingga dapat mendorong negara ini menjadi lebih maju dan dapat bersaing di bidang ekonomi secara global, hingga terciptanya Bangsa Indonesia yang berbudi pekerti luhur, kompeten dan sejahtera.

Syarat Penerima Beasiswa S1 Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Padjadjaran (UNPAD) untuk semua jurusan:

a). Foto copy raport kelas 1, 2, dan 3 (semester 1 dan 2) SMA/SMK/SMEA/STM/MA/Sederajat

b). Foto copy Ijazah, Surat Kelulusan, atau Surat Keterangan mengikuti Ujian Nasional dari kepala sekolah. Lulus Tahun 2007, 2008, atau 2009

c). Foto copy Kartu Keluarga

d). Foto copy Slip Gaji atau Surat Keterangan Penghasilan otang tua dari RT/RW

e). Essay tentang alasan pribadi mengapa berhak mendapatkan beasiswa dan alasan ingin kuliah

Fasilitas: Beasiswa Formulir Ujian Masuk Perguruan Tinggi, Biaya Semester, Tempat Tinggal (Asrama Mahasiswa), dan Uang Saku Rp. 600.000,- per bulan

Berkas-berkas dikirim paling lambat tgl 7 Februari 2009 ke alamat: Ruang TIS Gdg. Pusgiwa Fakultas Teknik UI, Kampus Universitas Indonesia -Depok, Jawa Barat, Indonesia

Phone Office: 021 71464154

Anggi: 0816 1600 937

sumber: www.bintangmakara.org

→ 36 CommentsKategori: pendidikan
Ditandai: , , , , , , , ,

Makara – Face of Glory

Desember 4, 2008 · 1 Komentar

Bintang Makara Indonesia

Bintang Makara Indonesia

Background warna hitam menegaskan ilmu pengetahuan menjadi dasar dalam berbuat

Kuning keemasan melambangkan kejayaan, kekuatan, dan kekuasaan

Dedaunan tanaman menampakan jelas kesejahteraan

Bunga menjadi simbol kasih sayang dan keindahan

Kuncup bunga mengisyaratkan senantiasa tumbuh dan berkembang, dinamis

Air mancur artinya akan melahirkan pemimpin dan masyarakat kompeten, jujur, mulia, berbudi pekerti luhur

Tatapan mata tajam menegaskan kesungguhan, ketulusan dan kesabaran dalam meraih impian berlandaskan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa

→ 1 CommentKategori: pendidikan
Ditandai: , , , , , , , , , ,

Makara Foundation (MF)

Desember 3, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

1. Home

Makara Foundation (MF) adalah organisasi kemanusiaan profesional yang berdedikasi pada pengembangan akses dan kualitas pendidikan di Indonesia. Sejak tahun 2005, MF telah menyusuri jalan-jalan dan stasiun-stasiun kereta api guna mengajak anak-anak jalanan, para pengamen, pemulung, anak terlantar, anak sangat miskin, dan pengemis agar dapat mengenyam pendidikan gratis yang layak dan berkualitas. Memberikan beasiswa bagi bagi anak usia sekolah SD, SMP, SMA, dan PTN, mendirikan sekolah layanan khusus, memberikan pelatihan kepada guru dan kepala sekolah, menyediakan layanan pinjaman biaya pendidikan (student loan), mendirikan sanggar seni, dan balai latihan kerja. Kami bertekad untuk menjadi sebuah organisasi yang transparan dan bertanggung jawab dalam semua aktivitas dan pengunaan dana.

2. About MF

Visi

Menciptakan pemimpin dan masyarakat yang berbudi luhur, kompeten dan sejahtera melalui pendidikan berkualitas tinggi.

Misi

Meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan bagi anak jalanan, anak terlantatar, dan anaka miskin serta menggalang kemitraan dengan semua pihak agar dapat berpartisipasi demi tercapainya pendidikan berkualitas

Menyediakan akses pendidikan untuk masyarakat lapisan menengah ke bawah yang berprestasi agar dapat meneruskan pendidikannya sehingga dapat memaksimalkan potensi yang ada di dalam diri masing-masing

Mempertahankan professionalisme dan sikap bertanggung jawab dalam melaksanakan kegiatan operasional secara efektif serta efisien dalam penggunaan dana, sumber daya serta pengadaan mekanisme penjagaan mutu

Membuat model percontohan pendidikan yang berkesinambungan agar dapat menjamin pengembangan pelayanan pendidikan yang bermutu tinggi

Core Values

Excellence
Menunjukan proffesionalisme dalam kerja.

Integrity
Menganut standar etika yang tinggi dan jujur dalam melaksanakan segala tugas serta tanggung jawab organisasi.

Inclusiveness
Terbuka dan menjungjung tinggi nilai kerjasama dengan berbagai pihak dalam pemerataan pendidikan berkualitas tinggi di Indonesia.

Empathy
Menjalankan misi dengan empati dan kasih sayang

Innovative
Memfasilitasi berkembangnya kreatifitas, innovasi dan kemajuan bangsa indonesia.

Accountability
Transparansi dan berdisiplin tinggi

Patriotism
Menumbuhkan dan menjaga kecintaan terhadap tanah air Indonesia.

Respect
Toleransi dan menghargai perbedaan pendapat, latar belakang, budaya, agama, ras, suku.

3. Events

Acara Kampus

(di isi jika ada momentnya)

Acara Umum

(di isi jika ada momentnya)


4. MF Programs

Beasiswa

Pendidikan tidak hanya merupakan kunci utama kesuksesan seseorang tetapi juga merupakan kunci utama kesuksesan suatu bangsa. Pendidikan mengajarkan seseorang untuk berpikir dan menganalisa. Pendidikan juga mampu mengajarkan perbedaan antara benar dan salah serta cara untuk melakukan perubahan-perubahan positif. Namun, ada banyak anak jalanan, anak miskin, dan anak terlantar yang sebenarnya pantas dan berpotensi menjadi calon pemimpin masa depan yang tidak bisa mengakses pendidikan akibat kurangnya biaya.

Oleh karena itu, MF dan para mitra kerjanya menyediakan Program Beasiswa bagi anak Usia Sekolah SD, SMP, SMA, dan S1 di PTN. MF berharap bahwa nantinya para penerima beasiswa tersebut dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional sehingga dapat mendorong negara ini menjadi lebih maju dan dapat bersaing di bidang ekonomi secara global, hingga terciptanya Bangsa Indonesia yang berbudi pekerti luhur, kompeten dan sejahtera.

Peningkatan Kualitas Sekolah

Sasaran program peningkatan kualitas sekolah ini adalah seluruh pihak manajemen sekolah, termasuk staf pengajar dan administrasi, siswa serta komunitas. Program ini disesuaikan dengan prioritas kebutuhan pengembangan di tiap-tiap sekolah layanan khusus (sekolah anak jalanan, anak terlantar dan anak miskin). Program ini juga menyediakan pelatihan untuk pengembangan kepala sekolah dan guru, merencanakan program pertukaran siswa dan kunjungan belajar, meningkatkan rasa percaya diri siswa dalam penggunaan Bahasa Inggris – baik dalam percakapan maupun tulisan di dalam kelas.

Perbaikan Sekolah

Program ini bertujuan untuk membangun kembali kehidupan para guru dan siswa serta memulihkan sektor pendidikan di daerah-daerah yang tertimpa bencana dengan bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat, kantor-kantor pendidikan dan mitra kerja kami. Dengan bantuan berbagai pihak terkait, kami berhasil memberikan bantuan fasilitas sekolah, mendirikan tenda sekolah darurat, menyediakan sistem pemurnian air, rehabilitasi dan perbaikan sekolah, perbaikan
laboratorium sekolah dan rehabilitasi perpustakaan. Kami juga memberikan bantuan berupa beasiswa bagi guru dan murid, pelatihan guru, pengadaan buku pelajaran, dan pelatihan persiapan ujian nasional serta ujian masuk perguruan tinggi.

Pinjaman Pendidikan

Program pinjaman pendidikan adalah program kerja sama antara Usaha Kecil Menengah (UKM) sukses setempat dan Makara Foundation (MF). Tujuan program ini adalah menyediakan bantuan finansial dalam bentuk pinjaman dana tanpa agunan bagi mahasiswa/i S1 di institusi pendidikan yang tersebar di seluruh Indonesia.

Pinjaman ini bertujuan untuk membantu siswa Indonesia dalam melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi serta mengurangi angka siswa yang putus sekolah. Pembagian kerja dan tanggung jawab antara MF dan UKM disesuaikan dengan keahlian masing-masing. Makara Foundation menyediakan jasanya sebagai ahli di bidang pendidikan dan pengawasan, UKM mengurus proses peminjaman dan promosi.


Pengaduan Masalah Pendidikan

Laporkan kepada Kami jika Anda melihat atau menerima perlakuan diskriminasi atau perlakuan buruk dalam mendapatkan pendidikan yang layak. Anda bisa merekomendasikan kepada kami jika ada anak yang pantas mendapat beasiswa atau bantuan pendidikan.

5. MF Partners

Ikatan Alumni UI (http://www.iluni.org/)

Direktorat Pembinaan Sekolah Luar Biasa (http://www.ditplb.or.id/)

6. Contact

Makara Foundation
Enginering Center University of Indonesia
1’st Floor
Jl. Engineering st.
Phone (62-21) 71464154

Sumber: http://www.bintangmakara.org

→ Tinggalkan KomentarKategori: pendidikan
Ditandai: , , , , , ,

Makara Foundation

November 27, 2008 · & Komentar

“Makara Foundation” begitulah kami dipanggil oleh adik-adik kami yang mengamen di jalanan kota-kota negara Indonesia. Kami (Yayasan Bintang Makara Indonesia) hadir dan turun ke jalan, menyusuri setiap stasiun kereta api dimana para pengamen jalanan, peminta-minta, dan anak-anak terlantar bermain dan menjalani hidup sehari-sehari dengan penuh keceriaan, kesedihan, kekerasan, kebebasan, dan keamanan yang minus.

Jiwa kami terlahir pada 5 Februari 2005 di perkampungan kumuh sekitar Kampung Lio, Kel. Depok, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, Indonesia. Bermodalkan sebuah buku cerita dan buku tulis serta pensil seseorang dari bagian kami mencoba menarik perhatian seorang anak yang sedang asyik bernyanyi untuk sesuap nasi. Hingga berjumlah lebih dari 20 Pengamen Cilik itu akhirnya tertarik untuk menikmati lezatnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta Seni.  Sejumlah Mahasiswa Universitas Indonesia yang kemudian mendirikan sekolah untuk memfasilitasi dan mendukung proses transfer ilmu pada para pengamen cilik itu akhirnya sepakat mengangkat Muhammad Reza sebagai kepala sekolah pertama. Kepala Sekolah dan Wakilnya periode ke-2 yaitu Safri Saifulloh dan Rieski Anna Dewi, mereka berdua yang senantiasa mempertahankan sekolah itu (Technique Informal School- TIS) tetap berdiri walaupun sudah tak ada lagi yang peduli. Beban yang besar dan butuh pengorbanan yang tak kalah besar pula untuk mengurusi sebuah sekolah yang ditujukan untuk pengabdian kepada masyarakat bangsa ini. Periode ke-3 kepala sekolah TIS yaitu Kurnia A yang berusaha untuk menularkan semangat mengajar tanpa pamrih itu kepada pengajar baru agar tetap senantisa bersedia mengajar walau tak dibayar (dari awal TIS tidak menggaji pengajar dan pengurus sekolah, padahal kalau mengajar di luar TIS mereka bisa dibayar Rp 70.000 s/d Rp 100.000 setiap pertemuan)

Ketika TIS dipimpin oleh Cepi Abdul Rohman, kepala sekolah periode-4 membuat TIS menjadi lebih stabil dengan cara kaderisasi pengurus dan perbaikan struktur organisasi hingga pembuatan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga TIS, serta pembuatan perpustakaan sederhana. Reza Firdaus kepala sekolah periode-5 menjadikan TIS memiliki perpustakaan yang teratur, lebih lengkap dan kaya akan buku-buku dibanding sebelumnya. Seiring waktu sekolah-sekolah sejenis TIS lahir untuk membantu perjuangan pemerataan pendidikan indonesia, Mahabiru Sastra (Aditya), Pondok Makara (Dinar dan Wulan), Rumah Belajar (Nurul), Rujak (Cicik Zehan), Rumah Belajar (Mira dan Nila), Children of Heaven (Annita Mardiah dan Dini Pratiningtyas) dan yang sudah lama berdiri Sekolah Non Formal Ekonomi (Farida dan Budi Muryanto) Rumah Kita (Alit dan Rendry).

Musyawarah diantara para pengurus sekolah yang berbeda di atas melahirkan sebuah wadah bersama yang disebut Peduli Pendidikan Indonesia. Peduli Pendidikan Indonesia (PPI) dibentuk bertujuan untuk meningkatkan kualitas dari sekolah-sekolah yang sudah ada, membantu pendanaan, dan standardisasi konsep pengajaran yang bersifat fleksibel disesuaikan dengan kondisi lingkungan masing-masing sekolah. PPI kemudian mendirikan payung hukum yang dinamakan Makara Foundation untuk memenuhi persyaratan legalitas atau diakui secara hukum.

→ 2 CommentsKategori: pendidikan
Ditandai: , , , , , , , , , , , ,